Category: Lingkungan Hidup

DSC_8470

Beda Tapi Bisa Rukun

Kominfo

Aji Pratomo Heru Camat Jaten secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada relawan untuk di tanam di bantaran sungai Bengawan Solo

Karanganyar – 15 September 2018

Penanaman pohon dan  gelaran pasar murah oleh GBI Keluarga Allah yang bekerja sama dengan Forkopimca Jaten juga relawan dari berbagai kalangan digelar di lapangan Gunung wijil desa Ngringo Kecamatan Jaten, Sabtu(15/09).

Acara yang bertajuk “ Beda Tapi Rukun “ tercetus karena momentum situasi masayarakat Indonesia sekarang ini yang mudah sekali terpecah belah.

Kepala Desa Ngringo sendiri mengaku senang, dalam pidato sambutannya beliau menyampaikan dengan tegas mau diadakan beberapa kali pun acara seperti ini, warga Desa Ngringo akan selalu siap karena maksud dan tujuannya sangat baik, dan initerbukti antusias dari warganya yang berbondong-bondong hadir memadati lokasi acara.

Pendeta Ubaje Tanto Setyawan dari GBI keluarga Allah sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, dan sangat tidak menyangka bahwa acaranya akan seramai ini mendapat antusias dari warga. “ Suasana  sangat kondusif dan luar biasa yaitu suasana kerukunan, temanya pun juga sangat luar biasa yaitu Beda Tapi Bisa Rukun dan itu sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini “ ucap beliau saat ditemui tim liputan.

Beliau juga berharap acara semacam ini bisa dicontoh daerah-daerah lain agar kerukunan ada dimana-mana dan negara kita akan menjadi negara yang kuat dengan kerukunan dari berbagai perbedaan.

Aji Pratomo Heru Camat Jaten saat di wawancari tim liputan mengaku bangga dengan event seperti ini, karena beliau melihat antusias warganya yang luar biasa walaupun Bupati Karanganyar yang dijadwalkan hadir dalam acara tersebut berhalangan dan mewakilkan kepadanya. Beliau juga  menjelaskan disamping acara pasar murah, sejak awal orang nomer satu di Kecamatan Jaten ini mencanangkan untuk penanaman pohon di bantaransuangai Bengawan Solo.

Aliran sungai Bengawan Solo yang ada di Ngringo ini sering mendapat luapan, dan setelah diselidiki bersama teman-teman relawan ternyata sudah terjadi banyak abrasi. Ada sekitar 600 bibit pohon yang di tanam yang terbagi menjadi dua tahap penanaman. Tahap pertama sudah ditanam sebanyak 350 pohon dan hari ini akan ditanam lagi 250 bibit pohon.

“ Menanamnya itu mudah, yang sulit itu adalah perawatan pasca penanaman “ ucap beliau. Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama, dengan adanya petugas piket menyirami tanaman dari relawan, ini akan bisa mengantisispasi banyaknya pohon yang mati pasca tanam akibat tidak di rawat.

Di akhir prosesi penanaman di bantaran sungai Bengawan Solo, tim relawan juga melanjutkan aksi kegiatan memungut sampah yang ada di lokasi pasar murah lapangan Gunung Wijil dan juga di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo.

Demikian Diskominfo (Kris/Ard)

Read More
DSC_8286

World Clean Up : Perlu Kesadaran Masyarakat

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat jumpa pers dengan rekan-rekan wartawan di kediamannya rumah dinas Bupati, Kamis(13/09).

Karanganyar- 13 September 2018

Terkait dengan adanya kegiatan Hari Pemungutan Sampah Dunia (World Clean Up) yang akan dilaksanakan pada Sabtu(15/09), Bupati Karanganyar Juliyatmono menggelar Jumpa Pers bersama sejumlah wartawan lokal di Kabupaten Karanganyar yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kepala Disparpora di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pemerintah akan bersinergi dengan Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Olahraga dan Komunitas World Clean Up untuk menjembatani dan mengambil peran bagian untuk kegiatan memungut sampah.

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Karanganyar yang ditargetkan oleh Provinsi 150 ribu orang untuk mengikuti kegiatan hari memungut sampah dunia, namun Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan akan menggerakkan lebih dari 200 ribu orang mulai dari kalangan TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, kantor-kantor, pabrik-pabrik, ormas, pemuda, PKK serta pramuka ikut menjadi bagian dari relawan di tempat masing-masing.

Pentingnya menanggulangi sampah supaya masyarakat bisa mau untuk membuang sampah pada tempatnya dan bisa memanfaatkan sampah mengolahnya menjadi pupuk kompos. Secara Umum prosesi akan dilaksanakan di Matesih tepatnya di UPT DPU PR. Dipilihnya Kecamatan Matesih supaya sungai Kota di sekitaran sungai samin menjadi bersih dari sampah, karena sungai menjadi pelarian sampah dengan gerakan menyadarkan wilayah itu bersih dari sampah.

Bupati Juliyatmono berharap konsepnya selesai dengan dibarengi adanya pelatihan dengan alat yang sudah disiapkan yaitu mesin pencacah sampah yang dibuat dari salah satu SMK yang berada di Colomadu  agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat selain menjadi pupuk organik bisa juga menjadi batako. Selain itu sudah ada Perda dan Perbub yang mengatur larangan membuang sampah di sembarang tempat, bahkan juga ada sanksi yang telah di tetapkan .

Demikian Diskominfo(Ard/Lp)

Read More
DSC_9948

KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh)

Sambutan dan Pengarahan dari Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – 13 September 2018

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat untuk itu diperlukan peran aktif pemerintah Daerah di dalam melestarikan keberadaan KBM. Sudah 3 tahun terakhir ini BKM tidak mendapatkan bantuan dari BLM Program maupun bantuan operasional APBD Kabupaten Karanganyar.

Lingkungan yang bersih sangat penting untuk peningkatan kesehatan masyarakat, sumber dari kesehatan itu sendiri berasal dari sanitasi atau air bersih. Bupati Karanganyar berpesan janganlah membuang air besar disembarangan tempat, kota tanpa kumuh atau lingkungan bersih ini nyaris tidak diperhatikan sama sekali hampir di semua Kabupaten karena dianggap tidak menarik dalam acara Peningkatan Kapasitas Masyarakat BKM, Kades/Lurah dan Camat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kamis (13/9).

Dia menambahkan bahwa Kabupaten Karanganyar sudah beberapa kali diundang Kementerian PU untuk testimoni keberhasilan sanitasi. Disini BKM perannya lebih strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih karena menyangkut hidup orang banyak. Pemerintah juga sudah memberikan program pansimas pada masyarakat supaya air bersih tercukupi sehingga kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Demikian DISKOMINFO (Ina/Adt)

 

Read More
oisca

Karanganyar kirimkan duta lingkungan hidup ke Jepang

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima Perwakilan Karanganyar yang akan bertolak ke Jepang, Senin Siang (10/09)

 

Karanganyar – Siswi kelas 5 SD Negeri 3 Berjo Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar atas nama Puspita Nia Sari bersama dua siswa lainnya berasal dari Madura akan dikirim ke Jepang untuk saling bertukar informasi dengan sekolah-sekolah yang ada di Jepang terkait lingkungan hidup. Rombongan dari Karanganyar yang berjumlah tiga orang terdiri atas satu orang siswi, satu orang perwakilan OISCA Karangpandan, dan guru pendamping diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, di ruang kerja, Senin Siang (10/09).

Rencananya sebelum bertolak ke Jepang, ketiga siswa duta lingkungan hidup tersebut akan dikarantina selama 7 hari dari tanggal 14 sampai dengan 21 September di Sukabumi. Selama masa karantina, mereka akan mempelajari bahasa jepang, berkunjung ke sekolah OISCA di Sukabumi sekaligus pemantapan persiapan presentasi di Jepang.

Terpilihnya Nia didasarkan pada seleksi 9 Sekolah yang ada di Kabupaten Karanganyar oleh OISCA Karanganyar, dimana Nia dinilai paham, aktif serta berani tampil dalam program penataan lingkungan yang ada di lingkungan sekolah.

Rombongan duta lingkungan hidup akan meninggalkan tanah air untuk menuju ke Jepang pada tanggal 22 September, dan menetap selama kurang lebih 9 hari yakni hingga tanggal 30 September 2018.

Selama di Jepang, ketiga siswa sebagai duta lingkungan hidup akan presentasi tentang lingkungan (penghijauan) di sekolah, mereka juga akan bertukar informasi soal kultur dan budaya yang ada di Indonesia terkhusus di daerah dimana mereka tinggal.

Sementara itu, Edy Yusworo Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar, saat diwawancarai mengatakan Pemerintah sepenuhnya mendukung pengiriman Saudari Nia ke Jepang bersama dua siswa lainnya. Diharapkan kedepan kegiatan pengembangan lingkungan di kawasan sekolah bisa ditularkan ke sekolah lain dan lebih luas ke masyarakat. Demikian Diskominfo (An/Laily)

Read More
DSC_7138

Segorogunung Ngargoyoso Siap Juara Nasional Hatinya PKK

Kominfo

Bupati Karanganyar saat menyambut Tim Verifikasi Lapangan Lomba Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) Tingkat Nasional di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati, (30/08).

Karanganyar, 30 agustus 2018

Masuk lima besar nasional Lomba Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) dalam rangka hari kesatuan gerak PKK ke-46, Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso siap menyambut tim penilai verifikasi lapangan dari PKK pusat dan siap untuk jadi juara nasional.

Kedatangan tim penilai verifikasi lapangan Bapak Johan Susmono dan Ibu Ida dan rombongan PKK dari Provinsi Jawa Tengah disambut dengan hangat di ruang Anthurium oleh Bupati Karanganyar beserta jajaran pada, Jum’at(30/08).

Segorogunung Ngargoyoso akan bersaing dengan empat desa dari kota-kota lain, akan tetapi memang potensi Segorogunung ini lebih sangat menarik dan memungkinkan untuk masuk nominasi menjadi juara nasional Hatinya PKK. Ini disampaikan oleh Wakil Ketua 3 Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Tengah Ibu Rini Sri Puryono.

Kominfo

Sambutan Bupati Karanganyar

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab jikalau sampai nantinya Segorogunung ini benar-benar menjadi juara nasional. Dengan pekikan semangat “ Segorogunung….Juara Satu..!!! “ orang nomor satu di bumi intan pari ini sangat yakin kalau Segorogunung memang layak untuk jadi juara satu.

 

 

 

Kominfo

Sambutan Ketua Penggerak PKK Kab. Karanganyar

Hj. Siti Khomsiyah Juliyatmono, A.Md selaku ketua penggerak PKK Kabupaten Karanganyar dalam pidato sambutannya mengaku sangat bangga bahwa Segorogunung yang merupakan salah satu desa binaannya bisa melenggang masuk lima besar Lomba kategori Pemanfaatan Pekarangan dan sangat berpotensi untuk menjadi juara. (Ard/Adi)

 

Read More
DSC_9486

Pemkab Wacanakan Bakal Gerakan Massal Memungut  Sampah 15 September

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan arahaan mengenai kedatangan dari WCD Di ruang Podang

 

KARANGANYAR – 5 September 2018

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kedatangan tamu dari Worl Cleanup Day (WCD). Komunitas dunia yang peduli sampah ingin mengajak Pemkab Karanganyar dan masyarakat untuk memungut sampah di Sungai Samin, Desa Matesih, Kecamatan Matesih. Namun demikian, Pemkab Karanganyar bakal mengajak seluruh masyarakat untuk peduli sampah dan memungut sampah di sekitar tempat tinggalnya pada tanggal 15 September 2018.

“Saya minta jajaran terkait untuk berkoordinasi dan ada gerakkan untuk memungut sampah. Saya berharap bisa diikuti di seluruh kecamatan di Karanganyar untuk mengambil sampah di titik-titik yang terdapat tumpukan sampah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat audiensi dengan komunitas peduli lingkungan WCD di ruang Podang.

Bupati menambahkan Karanganyar sejak awal sudah peduli terhadap sampah. Tentu, dengan ajakan dari WCD bakal difasilitasi agar masyarakat peduli terhadap sampah. Mengenai kali Samin, bupati berharap ada pengecekaan secara langsung di lapangan. Pasalnya, ada titik-titik lain juga terdapat sampah. “Yang jelas kita bukan alat dari negera lain, kita mandiri dan sangat peduli terhadap sampah. Pemerintah tidak tinggal diam dan akan mengatur dan memobilisasi agar dilakukan gerakan memungut sampah,” imbuhnya.

Lebih jauh, Bupati mengharapkan anak sekolah turut dilibatkan pada tanggal 15 September tersebut. Anak sekolah yang berada di  jalan lawu digerakkan untuk membersihkan trotoar atau jalan dari tumpukan sampah.  Dengan harapan, orang yang melihat akan tergerak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan semuanya ikut peduli. “Saya berharap gerakaan ini bisa diikuti semua kecamatan dan kelurahan atau desa untuk mengambil sampah. Kerja bakti dan fokus untuk memungut sampah,” imbuhnya.

Sementara Team Leader WCD Karanganyar, Marlina Pratiwi mengatakan gerakan memungut sampah pada tanggal 15 September ini adalah upaya dari masyarakat dunia untuk peduli sampah. WCS adalah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan serentak dalam kurun waktu bersamaan di seluruh dunia. Gerakan WCD ini diprakarsai oleh Lets Do It World di Istonia tahun 2008. “Persoalan sampah dari hari ke hari semakin menggunung jika tidak ada kepedulian maka akan menganggu kesehatan. Masyarakat Istonia ingin mengajak semuanya untuk menggerakan dan memungut sampah,” papar Marlina.

Dia menambahkan kedatangan ke Pemkab Karanganyar meminta dukungan, bantuan dan menggerakkan semua elemen masyarakat untuk peduli sampah. Sebab komunitas WCD tidak mempunyai kekuatan untuk mengajak seluruh masyarakat sehingga pihaknya menggandeng pemkab. “Kami telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kemenpora. Saya berharap karanganyar  juga ikut tergerak untuk membersihkan sampah,” tandas Marlina.

Mengenai di Kali Samin yang dijadikan sentra dibersihkan sampah, menurut Marlina pinginya sudah melakukan pengecekaan. Bukan hanya sampah, akan tetapi beberapa batang pohon yang tumbang juga membuat air menjadi tidak lancar. Air sungai tersebut dipergunakan warga untuk mencuci, mandi dan mengairi sawah. Jika airnya tidak sehat, maka kesehatan penduduk juga bakal teracam. (hr)

Read More
DSC_6716

Upaya Pemkab Antisipasi Bencana di Musim Kemarau

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (memegang mic) memberikan pengarahan pada Sambung Rasa di Hal. Radio Swiba, Kamis (30/8)

Karanganyar, 31 Agustus 2018

Musim kemarau penjang tahun ini membawa keprihatinan tersendiri bagi penduduk di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Karanganyar. Menyikapi hal ini tadi malam, Kamis (30/8) Radio Swiba mengadakan siaran langsung dengan tema tersebut. Narasumber yang diundang adalah mereka yang benar-benar paham di bidangnya  bahkan yang menangani langsung hal ini. Sedangkan peserta atau audiens yang dihadirkan adalah para relawan bencana baik dari Damkar, BPBD, Senkom dan PMI.

Narasumber utama adalah Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam penjelasannya Juliyatmono menyampaikan bahwa  yang pertama kita harus bersyukur ke hadirat Tuhan alam ini anugerah Tuhan. “Kita harus berlatih berpikir jangan sampai hidup ini mengeluh, sangat tidak bagus Tuhan menciptakan kita untuk berbuat yg terbaik jangan sampai merusak lingkungan. dulu waktu kecil jarang mendengar bencana, karena alam masih segar alam masih orisinil,” ungkapnya.

“Sekarang alam ini sudah banyak yang rusak. Sudah nampak di darat di laut, bumi ini rusak. Kerusakan  terjadi di mana-mana, oleh karena tangan-tangan manusia. Perilaku eksploitasi, perilaku yang sangat bertentangan dengan alam sehingga rusak. Berulang kali saya mengingatkan. Ayo bareng-bareng berpikir, bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan dengan baik, harmonisasi dengan alam, tumbuh-tumbuhan dengan baik, juga berharmonisasi dengan sesama makhluk hidup. Oleh karena tidak semua orang berpikir baik, pemerintah siap mengantisipasi. Indonesia hanya mengenal 2 musim, kemarau dan penghujan. Sekarang ini musim kemarau yang panjang. Bencana yang timbul adalah kebakaran. Padahal kebakaran itu sendiri pasti disebabkan oleh human error, kelalaian manusia, perilaku manusia yang ceroboh. Listrik tidak tertata bagus, menyalakan kompor sembarangan tanpa dikontrol, membuang puntung rokok sembarangan, membuang sampah sembarangan. Ini adalah perilaku yang salah. Pemerintah sebetulnya bisa lebih efisien kalau perilaku manusianya baik. Walau demikian, kalau sudah terjadi kebakaran Damkar tetap siap membantu setiap saat dengan cepat. Kendala kendaraan yang rusak milik Damkar, akan ditambah dengan kendaraan baru. Apabila ada kekeringan, PDAM siap menyediakan kebutuhan air. Syukurlah sampai hari ini kebutuhan air kita masih tercukupi dengan baik. PMI juga siap menghadapi resiko-resiko bila terjadi bencana maupun situasi yang tidak terduga untuk menyelamatkan jiwa para korban,” tambah Juliyatmono.

Juliyatmono berharap supaya Karanganyar bebas dari bencana. Hal ini harus diusahakan, tidak hanya dengan doa saja. Usaha yang dimaksud adalah dengan tetap menjaga alam dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa Kabupaten Karanganyar mempunyai wadah yang cukup banyak dalam mengantisipasi bencana, di antaranya BPBD, PMI, Damkar, Relawan yang tergabung dalam Ormas-Ormas. Sumber daya manusianya juga siap. Bahkan Karanganyar menjadi rujukan kabupaten lain apabila ada bencana di daerahnya, karena Karanganyar sudah berpengalaman dalam ikut mengatasi bencana di mana-mana, misalnya di Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggaran untuk mendayagunakan organisasi dan membantu korban bencana sudah disediakan. Sarana kendaraan juga cukup untuk operasional penanganan bencana, baik mobil Damkar, mobil untuk dapur umum yang dikoordinir BPBD maupun yang dikoordinir Dinas Sosial.

Ketua Pelaksana (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bambang Jatmiko menambahkan bahwa BPBD mempunyai fungsi mengatasi bencana mulai dari pra bencana, tanggap darurat bencana dan pasca bencana. Pra bencana yang dimaksud adalah penyediaan data rawan bencana, upaya pencegahan bencana misalnya, bersih-bersih sungai, pemeliharaan alat-alat. Tanggap darurat yang dilaksanakan oleh BPBD dibantu para relawan sejumlah 1.600 orang yang sigap dan benar-benar sangat membantu. Relawan yang beberapa waktu yang lalu dikirim untuk membantu korban bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata sangat membantu utamanya dalam pemasangan tenda karena tidak semua orang bisa melakukannya.

Di akhir pengarahannya, Juliyatmono menghimbau supaya kita menjaga tumbuh-tumbuhan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Pohon-pohon yang ditebang, harus diganti lebih banyak jumlahnya dari yang ditebang. Hal ini untuk mencegah banjir di kemudian hari serta untuk menyediakan gas O2 (Oksigen) bagi pernafasan kita. Rencananya akan ada gerakan menanam pohon besar-besaran di Kabupaten Karanganyar pada 15 Desember 2018 mendatang.  Demikian Diskominfo. (krs/ard)

Read More
DSC_9617

PANGGUNG HIBURAN PRAJURIT TMMD

Diskominfo

Pembagian Hadiah dari Dandim Karanganyar pada Malah Hiburan Prajurit Dalam rangka program TMMD reguler ke-101 di Balai Desa Karang Kecamatan Karangpandan, Selasa (01/05)

Karanganyar, 1 Mei 2018

Balai Desa Karangpandan dipilih untuk menjadi tempat berlangsungnya acara malam perpisahan dan panggung hiburan untuk prajurit program TMMD pada, Selasa (01/05)

Program TMMD reguler 101 desa Karang Kecamatan Karangpandan ini antara lain, pengecoran jalan, pembangunan talut 12 titik, dan pembangunan gorong-gorong 3 titik, serta pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 10 rumah. Dengan adanya program TMMD reguler 101 ini sangat membantu kami warga Desa Karang khusunya di bidang pengangkutan hasil pertanian, lalu lintas dan peningkatan nilai jual tanah tutur Kepala Desa Karang di akhir pidato sambutanya.

Bekerja selama 1 bulan, prajurit program TMMD reguler ini akhirnya bisa mewujudkan mimpi dan juga angan-angan warga desa Karang yang sudah di idam-idamkan selama 50 tahun yang lalu. Harapan dari TNI adalah setelah adanya pembangunan talut, pengecoran jalan, dan pembangunan gorong-gorong serta pembangunan rumah tidak layak huni ini bisa betul-betul dijaga dengan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kinerja TNI bersama masyarakat desa Karang di Kecamatan Karangpandan ini.

Diantara 5 dusun di desa karang, dengan di bangunnya pengcoran jalan ini dusun roto yang dulunya menjadi dusun yang paling sulit dalam hallalu lintas, sekarang sudah bisa lancar.

Terakhir, kembali ucapan terima kasih mengalir dari berbagai kalangan warga Desa Karang atas terselenggaranya TMMD reguler ke 101, karena impian warga Desa Karang bisa terwujud.

Demikian Diskominfo (Kris/Ardi)

Read More
DSC_6712

Peringati Hari Air, Pemkab dan Jasa Tirta I Tanam 3100 Tanaman Buah

Warga masyarakat Dusun Segawe, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Jumantono secara massal menanam tanaman buah

KARANGANYAR – 23 Maret 2018

Untuk memperingati hari air sedunia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Karanganyar dan Perum Jasa Tirta I menanam 3100 tanaman buah. Selain untuk mencegah bencana, tanaman itu diharapkan juga dapat memperdayakan ekonomi masyarakat Dusun Segawe, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono. Pasalnya, warga dilibatkan langsung untuk menanam dan merawat. Sekaligus nanti memetik hasilnya dipasrahkan ke warga.

“Kita memang sengaja tanaman buah. Klau tanaman keras seperti jati atau sengon, maka 3-5 tahun, tanaman itu akan dipotong. Tapi klau tanaman buah maka nilai umur tanaman lebih lama karena hasilnya warga yang menikmati,” papar Ketua Koordinator Penanaman 3100 pohon, Wagimin di sela-sela penanaman di lereng  dusun Segawe, Jumat (23/03).

Lebih jauh mengenai hasil yang dikelola warga, Wagimin mengatakan masing-masing RT dan Karang Taruna diberikan areal tanaman buah sendiri-sendiri. Jika sudah berbuah, maka hasilnya juga akan dinikmati oleh wilayah RT masing-masing. Pendek kata, warga yang menanam dan hasilnya mereka juga yang akan memperolehnya. “Semua tanaman berasal dari perum Jasa Tirta I Solo. Pelaksanaannya selama dua hari ini, yakni Kemarin dan hari ini. Untuk kegiataan hari kedua akan dilaksanakan oleh SKPD terkait, perum jasa tirta dan relawan,” imbuhnya.

Menurut Wagimin, pengawasan sendiri akan dilakukan oleh perwakilan dari RT masing-masing.  Termasuk jika nanti ada bibit yang mati, pihaknya akan mengganti karena pihak jasa tirta menyediakan bibit cadangan sebanyak 300 tanaman buah.

Camat Jumantono Sundoro Budi Karyanto secara simbolis menaman tanaman buah di dusun Segawe, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Jumantono

Sementara Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto menyambut baik penanaman 3100 tanaman buah di wilayahnya. Pihaknya juga akan melihat perkembangan dari tanaman buah tersebut. Meski demikian, Sundoro yakin jika daerah tersebut akan berhasil. Sebab di daerah Jumantono sudah ada sentra durian dan duku.”Harapannya lebih bagus dari sentra durian dan duku. Soalnya disini banyak sekali jenis tanaman buah ,” imbuhnya.

Kepala BPBD, Bambang Djatmiko menambahkan Pemkab Karanganyar telah melakukan kajian daerah yang kekurangan air bersih. Kemudian menggunakan setelit titik itu adalah di Jumantono. “Selanjutnya relawan dan masyarakat melakukan penanaman pohon. Hal ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana,” imbunya  (hr/adt)

Read More
DSC_1955

Sampah Pemicu Konflik Sosial

 

Tempat Pengelolaan Sampah hasil kerjasama LPPM UNS dengan BKM Maju Lancar, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Rabu (14/02)

KARANGANYAR – 14 Februari 2018

Pengelolaan Sampah di Karanganyar betul betul menjadi perhatian khusus Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Sebab sampah jika tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi pemicu konflik sosial. Ditambah lagi, masyarakat kurang perhatian terhadap sampah namun menginginkan lingkungan yang nyaman.

“Jika pengelolaan sampah melalui 3 R (Reduce, Reuse dan Recyle) di Buran Tasikmadu ini berhasil, maka harus diikuti oleh daerah daerah lain. Saya betul-betul konsen terhadap masalah sampah. Saya ingin Karanganyar bebas sampah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah hasil kerjasama LPPM UNS dengan BKM Maju Lancar, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu Rabu (14/02)

Dia menambahkan beberapa waktu lalu berkunjung ke Amerika terkait pengelolaan sampah. Selama dua minggu itu, bupati belajar tentang penanganan sampah. Di Amerika sangat bersih untuk tempat sampahnya sebab semuanya sudah menggunakan tehnologi. Petugas sampahnya pun sudah memakai dasi. “Masyarakat disana itu sangat disiplin dalam membuang sampah. TPS memang dikelola dengan baik. Semua petugasnya berdasi dan tempat TPS itu sangat bersih,” imbuhnya.

Sementara Ketua LPPM UNS, Sulistyo Saputro kerjasama pengelolaan sampah ini juga menjadi riset universitas terkemuka di Solo tersebut. Pasalnya sampah di Karanganyar itu sekitar 8 ton per hari. Dengan menggunakan program 3 R diharapkan sampah yang dibuang ke TPS hanya 18 persen dari 8 ton tersebut. Sedangkan yang lainnya diolah menjadi pupuk organik dan digunakan kembali. “Saya berharap TPS di Buran kerjasama LPPM UNS dan Pemkab Karanganyar akan berhasil dengan baik,” tambah Sulityo. (hr)

Read More