Category: Lingkungan Hidup

DSC_6058

Memperingati HUT Bhayangkara Jajaran Kepolisian Gelar Giat Susur Gunung Lawu, Tanam Pohon Dan Bakti Sosial

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono bertindak sebagai Inspektur upacara dalam Upacara Gelar Pasukan Memperingati HUT Bhayangkara ke 74 dan secara simbolis memberikan peralatan kepada para relawan, Minggu(21/06/20)

 

KARANGANYAR – Upacara Apel Gelar Pasukan dalam rangka HUT Bhayangkara ke 74di selenggarakan di Lapangan Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyso pada Minggu(21/06/20). Apel Gelar Pasukan ini juga diikuti perwakilan relawan yang ada di Kabupaten Karanganyar dan termasuk juga komunitas anal Lawu yang notabene para pendaki Gunung Lawu.

Memperingati HUT Bhayangkara ke 74 ini jajaran Polres Karanganyar mengambil kegiatan susur gunung Lawu, bakti sosial dan penanaman pohon. Kegiatan Bakti sosial dilakukan di masing-masing Polsek dibagikan ke warga lansia dan terdampak pandemi vovid-19 di sekitar wilayah Polsek.

Untuk giat susur gunung lawu, Bupati Juliyatmono dalam amanat upacara menyampaikan bahwa ada 3 jalur yang akan dilalui untuk kegiatan susur gunung Lawu. Jalur Jenawi, Jalur Ngargoyoso dan Cemoro Kandang Tawangmangu.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Karanganyar didampingi Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi dan Komandan Kodim 0727 Karanganyar Andi Amin. “ Kegiatan susur gunung Lawu ini bermaksud ingin memangkas tumbuhan liar di jalur pendakian yang sudah mulai lebat dan bisa mengakibatkan tertutupnya jalur pendakian yang dikhawatirkan bisa menyesatkan para pendaki kalau tidak segera di pangkas dan dibersihkan, kan sudah 4 bulan jalur pendakian tutup, ini dibuka lagi kalau tidak dibersihakan dulu kasihan para pendaki gunung “, jelas Bupati.

Kegiatan susur gunung ini juga dibarengi dengan kegiatan penanaman pohon di sekitar jalur pendakian yang mulai tandus, ditanami pohon lagi agar jadi lebih hijau lagi. Dengan slogan “ Kamtibmas Produktif Masyarakat Produktif “,  imbuh orang nomor satu di bumi Intanpari ini.

Dalam amanat upacara juga Bupati Juliyatmono menjelaskan bahwa Kabupaten Karanganyar menjadi Kabupaten yang jumlah pasien Covid nya paling sedikit se Jawa Tengah. Beliau juga jelaskan bahwa rata-rata pasien positif covid di Kabupaten Karanganyar ini bukan asli domisili warga Karanganyar, ada pasien kluster Gowa jama’ah ijtima’, ada tenaga medis yang kerja di luar Karanganyar, dan juga pemudik dari zona merah yang nekat mudik ternayata setelah dilakukan pengecekan hasilnya positif terpapar.

Prosentasi pasien yang terpapar covid ini jika dalam kondisi sehat, pasti akan sembuh. Apalagi di era New Normal seperti sekarang Bupati menghimbau masyarakat mau tertib mematuhi anjuran protokoler kesehatan dimanapun berada, tegas Bupati.

Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi saat simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Berjo Ngargoyoso dalam kegiatan Bakti Sosial memperingati HUT Bhayangkara ke 74

Rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke 74 ini dilanjutkan dengan kegiatan Bakti sosial setelah upacara apel gelar pasukan, warga sekitar obyek wisata candi Sukuh di Desa Berjo  Kecamatan Ngargoyoso yang kali ini menjadi sasaran kegiatan bakti sosial. 100 paket sembako dibagikan jajaran Polres Karanganyar, untuk kegiatan simbolis penyerahannya hanya 30 warga yang diundang, selebihnya dibagikan langsung ke rumah warga.

“ Sebenarnya giat bakti sosial Aman Nusa sudah menjadi agenda rutin jajaran Kepolisian sejak pandemi ini berlangsung, namun untuk bakti sosial kali ini kali berbarengan dengan peringatan HUT Bhayangkara jadi agendanya ikut nginduk ke kegiatan HUT Bhayangkara “, jelas Bripka Ratna saat ditemui tim liputan setelah kegiatan penyerahan bakti sosial. Diskominfo(Ard/Tgr)

Read More
IMG20200615101332

Mediasi berjalan alot, warga sepakat tower Telkomsel di Balong Jenawi di bongkar

Proses penandatanganan berita acara kesepakatan antara perwakilan warga RT.04 Desa Balong Jenawi dengan PT. Telkomsel, disaksikan oleh Forkopimca Jenawi, Dinas Kominfo selaku perwakilan dari pemerintah daerah

 

KARANGANYAR – Rapat koordinasi terkait dengan aduan warga Desa Balong Kec. Jenawi mengenai keberadaan menara telekomunikasi (Tower) milik PT.Telkomsel di selenggarakan di aula kantor Balai Desa Balong Kec. Jenawi pada, Senin(15/06/20).

Rapat guna memediasi antara warga RT.2 Desa Balong dengan pihak PT. Telkomsel dihadiri dan dipimpin langsung Camat Jenawi Agus Dwitanto, Kepala Desa Balong Jenawi Mugiyo, Kabid IKP Diskominfo Teguh Triyono, Kapolsek dan Danramil Kec. Jenawi

Mediasi ini berpedoman dengan regulasi aturan yang ada, kata Teguh Triyono selaku Kabid IKP yang kali hadir mewakili Kepala Dinas Kominfo Karanganyar.

Karena dalam pemerintahan, dinas Kominfo adalah sebagai mediator yang menjembatani antar warga ke provider juga sebaliknya dari provider ke warga, tambahnya.

Menurut Heri selaku perwakilan dari warga di zona rebah lingkungan berdirinya menara, pihak provider sama sekali tidak memberikan tali asih kepada warga mulai dr sejak berdiri, bahkan sampai sekarang belum pernah sama sekali membayar PBB.

Apalagi sekarang kontrak sewa lahannya sudah habis sejak bulan Desember 2019 kemarin, sampai sekarang pun tidak ada kejelasan, makanya kami warga sepakat untuk mematikan akses listrik ke menara tersebut, jelasnya.

Menurutnya juga selama menara itu aktif, banyak warga yang mengeluh dan terganggu akan keberadaan menara tersebut, imbuhnya.

Telkomsel memiliki lebih dari 2000 menara di Jateng dan DIY, setidaknya ada 200 menara setiap tahun yg melakukan proses perpanjangan, maka kami akan urus itu secepatnya, ucap Ma’ruf yang dalam hal ini mewakili dari PT. Telkomsel.

Pihak Provider juga memberi kelonggaran kepad warga bila mau mengajukan proposal bantuan dana untuk kegiatan Agustusan, pihak Provider menyarankan proposal dikirim di awal dalam kurun waktu 5 th, dan dikasih di awal utk jangka 5 th tersebut.

Harapannya manara kami Telkomsel ini tidak harus pindah namun bisa tetap melayani jaringan telekomunikasi di Balong Jenawi ini atas ijin warga.

Nantinya kalau diijinkan ditambah sewa 1th maka pihak provider akan memberikan kompensasi sebesar 15jt, jika diijinkan untuk diperpanjang hingga 2 th maka akan di beri kompensasi sebanyak 22,5 jt. Namun jika diberi tambahan waktu sewa 5 th, provider akan memberikan tali asih 40jt bagi warga, bahkan jika diijinkan perpanjangan hingga 10th akan diberikan tali asih sebanyak 70jt.

Namun keputusan warga sudah bulat tidak setuju jika tower Telkomsel itu di hidupkan lagi. Karena sudah sangat menggangu warga sekitar. Apalagi selama 17 th sejak berdirinya menara telekomunikasi ini tidak pernah merealisasikan apa yang diminta warga.

Warga sering cekcok ketika tower masih aktif, namun dalam waktu 6 bulan setelah tower non aktif warga bisa akur rukun kembali.

Warga sudah sepakat untuk meminta pihak Provider segera angkat kaki dari Balong, silahkan cari lokasi lain yang warganya setuju, tegas warga.

Kapolsek Jenawi Handoyo berharap adanya musyawarah yang baik tdan tidak harus dengan kata-kata yang keras.

Posisi kami selaku penegak hukum, inginya berada ditengah untuk menjembatani mediasi ini. Kami tidak ada maksud lain selain membantu menjembatani saja, jelas Kapolsek

Menara telekomunikasi sendiri merupakan hajat hidup orang banyak, jadi tidak bisa langsung semena mena langsung diputusi, apalagi menara telekomunikasi itu dilindungi undang-undang UU Telekomunikasi.

Menurut Kasi PSDKI Diskominfo Karanganyar Kristiana, jika dilihat menurut perda, hal paling utama yang menjadi kewajiban pemilik tower adalah adanya asuransi, jelasnya.

Dalam aturan, Kristiana menjelaskan aturan zona rebah tidak ada kompensasi, namun ada aturan kewajiban sosialnya bagi masyarakat yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan pemilik tower.

Tanggung jawab provider itu sosialnya, untuk kas RT atau RW, dan mungkin yang lainnya, imbuhnya. HO sudah 2018 sudah tidak diberlakukan lagi ,ini aturan dari pemerintah pusat. Yang berlaku hanya ijin IMB menara.

Surono pemilik lahan mengaku menyerahkan semua keputusan di forum mediasi ini, mengingat semua pihak mengemukakan hal yg benar.

Mediasi yang berjalan sangat alot ini akhirnya memutuskan bahwa warga RT.02 Rw.04 Desa Balong sepakat memberikan waktu 2 tahun terhitung sejak mediasi ini agar menara telekomunikasi milik PT. Telkomsel ini dibongkar dan meminta kompensasi kepada pihak provider sebagai ganti selama 17 tahun sejak berdiri belum pernah sama sekali merealisasikan permintaan warga.

Ma’ruf selaku perwakilan PT. Telkomsel pun dengan berat hati mengiyakan keputusan warga dan akan berusaha selama kurun waktu 24 bulan yang diberikan warga akan membongkar total menara telekomunikasi tersebut dan memberikan kompensasi sebesar Rp.22.500.000 kepada warga.Diskominfo(Ard)

Read More
DSC_4683

Sektor Pariwisata Karanganyar Disiapkan Mengikuti Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat mengahdiri video conference koordinasi persiapan Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19 di ruang SIC Dinas Kominfo, Jum’at(29/05/20)

KARANGANYAR – Bertempat di ruang Samber Nyawa Information Centre(SIC) kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, video conference terkait koordinasi akan diselenggarakannya Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif Dan Aman covid-19 bersama Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, BNPB, dan ketua gugus covid digelar, Jum’at(29/05).

Vodie Conference terkait koordinasi penyelenggaraan lomba ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ada 7 sektor yang akan dilombakan, yaitu pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata, dan transportasi umum “, jelas Tito.

Adapun kriteria yang dinilai antara lain adalah kesesuaian dengan protokol covid-19, aplikatif atau replikasi, kreatifitas atau kebaharuan, dan kerjasama(kolaborasi). Menurut Tito lomba ini tidak bisa dikerjakan secara mandiri di daerah, harus melibatkan semua unsur terkait agar kriteria penilaian bisa terpenuhi. Nantinya lomba inovasi yang berakhir tanggal 8 Juni ini akan dinilai oleh Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kemenpar dan Gugus Covid-19 pusat setelah melalui tahap penjaringan, pengukuran indeks, presentasi, dan validasi lapangan.

Dengan ketentuan penilaian, video harus merupakan simulasi riil New Normal ditempat objek yang dibuat pada 7 sektor yang dilombakan di daerah masing-masing. Bahkan lomba ini sudah ditentukan bobot penilaiannya. Penilaian kesesuaian dengan protokol covid-10 berbobot (40%), penilaian aplikatif/replikasi berbobot (30%), penilaian kreatifitas dan kebaharuan berbobot (20%), sedangkan untuk penilaian kerjasama/kolaborasi berbobot (10%).

Whisnutama selaku Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif sampaiakn bahwasanya pentingnya meningkatkan standar masyarakat kita agar sema terlebih dahulu dengan negara-negara yang sudah bangkit dari covid-19 ini dengan new normal. Bahkan Whisnutama juga sampaikan untuk sektor pariwisata akan diterapkan dengan baik tahapan-tahapan protokol kesehatannya.

“ Nantinya bukan hanya diterapkan di tempat wisata, namun juga akan diterapkan di restoran dan hotel”, jelas mantan direktur utama NETT TV itu. Harapannya daerah yang mengikuti lomba bisa sesuai dengan protokal yang kami inginkan sebagai penilai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementrian Kesehatan melalui Dirjen Kesmas mengaku sangat mendukung adanya lomba inovasi ini, namun perlu diketahui bahwa 7 sektor yang dilombakan merupakan sektor yang sangat krusial karena 7 sektor ini sangat erat dengan meningkatnya ekonomi daerah, baiknya lebih diutamakan terlebih dahulu bagaimana memahamkan masyarakat mengenai persiapan kehidupan New Normal ini agar masyarakat siap dengan gaya hidup baru yang lebih sehat.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmno yang hadir dalam video conference didampingi Sekda Karanganyar Sutarno dan beberapa kepala OPD terkait mengaku antusias dengan lomba inovasi ini, bahkan orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengaku tertarik akan mengikuti lomba inovasi ini di sektor pariwisata.

“ Karanganyar kan sudah dikenal banyak orang dengan wisatanya, maka kami kan ikut lomba inovasi di sektor wisata “, jelas Bupati.

Banyak yang akan kita tonjolkan di presentasi penilaian nantinya. Selain harus sesuai dengan kriteria penialaian dari panitia pusat,kami juga akan menonjolkan betapa indahnya wisata di Karanganyar walau diterapkan dengan protokol covid-19, imbuh Bupati yang akrab disapa Yuli ini.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More
index

Jika Diserahkan, Bupati Juliyatmono Ucap Karanganyar Sangat Siap Mengelola TAHURA

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat sampaikan keinginannya untuk memiliki legalitas aset TAHURA di depan rombongan Anggota Dewan Rakyat Daerah komisi B Provinsi Jateng saat mengunjungi obyek wisata TAHURA, Rabu(18/03/20)

Karanganyar – 18 Maret 2020

Rombongan Anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang di ketuai oleh H. Sumanto mantan ketua DPRD Kabupaten Karanganyar dari fraksi partai PDI Perjuangan ini kunjungi obyek wisata Taman Hutan Raya (TAHURA) KGPAA Mangkunagoro I guna memonitoring obyek wisata tersebut pada Rabu(18/03/20).

Disambut secara langsung oleh ketua UPT TAHURA Gunawan, rombongan wakil rakyat provinsi Jawa Tengah yang berjumlah kurang lebih 20 orang tiba di lokasi tepat pukul 13.00 wib. Dalam sambutannya, Gunawan memaparkan profile TAHURA.

Selain memonitoring obyek wisata TAHURA, rombongan anggota dewan komisi B ini juga ingin mendengarkan alasan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang ingin mengambil alih legalitas aset kepemilikan lahan TAHURA ini dari PT Perhutani.

Bupati Karanganyar yang hadir secara pribadi didampingi Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, Kepala Dinas Parpora, dan Kepala Dinas Pertanian. Sampaikan maksud dan tujuan kenapa Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat ingin segera minta di sahkannya legalitas aset kepemilikan TAHURA. Dengan alasan wilayah TAHURA ini sama sekali tidak berdekatan dengan Kabupaten manapun dan juga sudah ada aturannya di undang-undang no 03 tahun 2013 tentang kepemilikan hak aset lahan hutan.

“Mestinya sudah sejak 3 tahun yang lalu TAHURA ini diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar kalau dilihat dari undang-undang. Kami juga sangat kesulitan kalau kami pemerintah Kabupaten tidak memiliki hak legalitas kepemilikan lahan TAHURA ini, karena kami tidak bisa menarik pajak di TAHURA ini “, jelas Bupati dengan tegas.

Namun semua upaya Pemerintah Kabupaten Karanganyar masih belum menemui titik terang dari Gubernur, padahal sudah 3 kali melayangkan surat ke Gubernur bahkan beberapa kali mengajukan audiensi dengan Gubernur guan pembahasan lebih lanjut, namun hasilnya pun masih nihil. Ini diperparah lagi dengan rencana Gubernur yang malah ingin menggandengkan Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Wonogiri untuk kepemilikan aset TAHURA ini. Padahal letak lokasi TAHURA di Karanganyar sendiri sangat jauh sekali dengan wilayah Kabupaten Wonogiri.

“ Pemerintah Kabupaten Karanganyar masih terus berjuang betul untuk segera mendapatkan legalitas kepemilikan aset TAHURA, mudah-mudahan dengan hadirnya anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah ini biusa membantu Pemerintah Kabupaten Karanganyar “, tegas Bupati.

Wakil Ketua komisi B DPRD Prov Jateng sampaikan kepada Bupati Karanganyar, coba buat surat lagu ke Gubernur dan tembusannya ke dewan juga agar kami wakil rakyat ini bisa membantu agar segera ada keputusan dari Provinsi karena jika dilihat dari undang-undang memang seharusnya menjadi hak milik Kabupaten Karanganyar TAHURA ini.

Demikian Diskominfo(Ard/Tgr)

Read More
DSC_3070

Kunjungi Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Untuk Menanam Pohon Dan Resmikan Museum Atsiri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto dan Camat Tawangmangu Rusdianto saat akan melaksanakan penanaman pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu Karanganyar

Karanganyar – 12 Februari 2020

Pernyataan itu disampaikan oleh Ganjar saat mengikuti aksi penanaman bersama ratusan relawan di Bukit Mongkrang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020).

“Kemarin saya agak kaget ketika diomongkan, Pak Ganjar ngelawak, hutannya sudah rusak baru mau ditanaman. Lah wong sudah rusak, nggak mau ditanam, lha anda maunya apa? Karena itu sudah rusak maka ayo ditanam,” katanya disela aksi penanaman pohon.

Kepada pihak Perhutani, Ganjar meminta supaya mengajak partisipasi masyarakat seperti LMDH atau kelompok peduli lainnya ketika ada pemnfaatan lahan. Sehingga ketika ada pemanfaatan lahan hutan yang sifatnya membuka ruang semisal untuk pariwisata atau sebagainya, partisipan-partisipan tersebut bisa diajak.

“Kurangi sesedikit mungkin nebang, syukur nol. Sehingga kalau kita mau buat ruang-ruang katakan untuk pariwisata, dan pemanfaatan sebagainya.

Tolong meliuk saja, mengikuti kontur. Tidak perlu merubah. Nah ini yang kita harapkan bisa berjalan. partisipan-partisipan itu bisa diajak, masyarkakat bisa diajak sehingga tidak sinis yang muncul,” terangnya.

Sambungnya, sampai Maret ini digalakkan menanam pohon, Menurutnya. upaya penghijauan dari pemerintah terhitung masih kecil. Ia berharap menanam pohon bisa menjadi tradisi.

“Kita tradisikan, kalau bisa ada anak lahir, meminta surat keterangan, suruh tanam. Ada yang menikah, suruh tanam, ada yang lulus sekolah, naik pangkat, suruh tanam. Lha yang mau kawin lagi, suruh tanam 2 hektare,” ungkapnya.

Dalam aksi penanaman pohon tersebut, disiapkan sebanyak 3.000 bibit pohon berbagai jenis seperti ringin, aren, beringin dan gayam. Selain diikuti berbagai komunitas dan para relawan. Wakil Bupati, Rober Christanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi dan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama turut hadir meramaikan aksi penanaman pohon.

Wabup Karanganyar, Rober Christanto mengungkapkan, penanaman pohon ini bentuk kepedulian terhadap alam. Pihaknya juga turut mensosialisasikan gerakan menanam pohon tidak hanya di sekitar lereng Gunung Lawu saja tapi di seluruh wilayah Karanganyar.

“Kita sosialisasikan kepada masyarakat, tidak hanya di sini tapi di seluruh Karanganyar. Wilayah lereng Gunung Lawu ini harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Masih dalam kunjungannya di Kabupaten Karanganyar, Gubernur Ganjar juga meresmikan Museum Atsiri yang baru saja selesai tahap pembangunannya dan sudah bisa dikunjungi wisatawan.

Museum atsiri menjadi jadi salah satu wahana dalam Edukreasi Rumah Atsiri di Kecamatan Tawangmangu Karanganyar ini menyajikan sejarah mulai dari berdirinya Rumah Atsiri hingga proses pembuatannya.

Ganjar berharap masyarakat mau untuk berkunjung ke Edukreasi Rumah Atsiri ini, karena selain bisa membuat rileks dengan suasana yang syahdu, masyarakat juga pastinya akan mendapat ilmu pengetahuan tentang minyak atsiri. (Ard/Tgr)

Read More
index

Menteri LKH Mendadak Berkunjung Ke Monomen Tanah Kritis dan Persemanen Bibit Di Jumantono.

Bupati Karanganyar dampingi Menteri KLH saat melakukan pemantauan terhadap sejumlah bibit yang ada di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo (BPDAS) Solo Persemaian Permanen, Desa Sukasari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar

KARANGANYAR – 10 Februari 2020

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya Bakar, Senin (10/2) pagi mendadak berkunjung ke Karanganyar. Menteri KLH datang di Karanganyar sekitar Pukul 08.00 WIB, langsung menuju ke Monumen Tanah Kritis yang ada di wilayah, Desa Sukosari, Jumantono.

Setelah melihat kondisi monumen tersebut Menteri KLH selanjutnya melakukan pemantauan terhadap sejumlah bibit yang ada di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo (BPDAS) Solo Persemaian Permanen, Desa Sukasari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

Di lokasi Persemaian Permanen, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup dalam kunjungannya langsung di dampingi oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono. Dan melihat sejumlah bibit tanaman yang dikembangkan di persemaian.

Manager persemaian permanen BPDASHL Solo, Marzuki mengungkapkan, kedatangan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup ke Balai Persemaian, lantaran direncanakan Presiden Republik Indonesai Joko Widodo dalam waktu dekat akan berkunjung ke Karanganyar, dan melakukan penanaman bibit pohon di sejumlah wilayah yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ibu Menteri tadi hanya ngecek ketersediaan bibit mas, infonya untuk kegiatan nanti Pak Presiden yang akan melakukan penanaman pohon di wialayah Soloraya, makanya beliau ingin melihat langsung apakah ketersediaan bibit itu ada atau tidak,” terang Marzuki.

Diungkapkan Marzuki, di Balai Persemaian tersebut terdapat berbagai jenis bibit pohon yang siap untuk ditanam untuk program reboisasi ataupun program lainnya.

“Ada sekitar 600 san ribu bibit mas di sini, dan sudah siap jika dibutuhkan nanti untuk proses reboisasi baik diwilayah Solo atau Pacitan, atau wilayah lainnya,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengaku kedatangan Ibu Menteri KLH tersebut memang sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada pemerintah Kabupaten. Orang nomor satu di Bumi Intanpari ini mengatakan, kedatangan Ibu menteri hanya ingin memastikan ketersediaan bibit saja. Karena direncanakan presiden dalam waktu dekat akan melakukan program penanaman pohon.

“Infonya pak presiden mau ke Karanganyar, untuk melakukan reboisasi atau penanaman bibit pohon, lokasinya dimana saya juga belum tau, dan tadi juga dadakan, ibu menteri kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah Wonogiri,” kata Bupati.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_1980

Ingatkan Tanam Pohon Sebagai Wujud Harmonisasi Cinta Kepada Tuhan

Karanganyar – 28 Januari 2020

Pengukuhan Gugus Dharma dan pengurus Pramuka Peduli yang disertai kursus orientasi singkat Pramuka Kwartis Kabupaten Karanganyar dihelat di pendopo rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa(28/01/20).

Kegiatan yang diselenggarakan Pramuka Kwarcab Karanganyar dengan SAR Karanganyar ini dihadiri sejumlah pengurus yang dilantik dan juga perwakilan pengurus dari 17 Kecamatan.

“ Kalau pikiran sehat, itu bisa menghindari serangan penyakit pikun. Apalagi disalurkan ke kegiatan gugus dharma atau ke pramuka peduli “, jelas Bupati Juliyatmono.

Bupati juga menghimbau bagi semua pengurus gugus dharma juga pramuka peduli untuk tidak pernah lelah mengingatkan ke siapa saja dan dimana saja untuk menanam pohon sebagai wujud harmonisasi cinta terhadap tuhan.

“ Sebelum manusia diciptakan oleh Tuhan, alam dan sesisinya diciptakan lengkap oleh Tuhan terlebih dahulu”. Ucap Bupati Juliyatmono.

Timbulnya bencana di daerah sudah pasti akibat ulah manusia-manusia yang tdk bertanggung jawab, maka itu pramuka kalau tdk melekat di hati pasti ga akan aktif didalamnya.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bupati tegaskan bahwa sudah menganggarkan untuk kegiatan ini tinggal nanti ditata yang bagus sesuai kebutuhan.(Ard/Tgr)

 

Read More
DSC_5924

Rapat Koordinasi Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar (SAKIP) 2019

Bupati Karanganyar H. Julyatmno saat memberikan pengarahan mengenai SAKIP dalam acara rapat koordinasi SAKIP di Hotel Lor In

KARANGANYAR – 28 November 2019

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan rapat koordinasi peningkatan akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah. Peningkatan itu bertujuan untuk  Perbaikan sistem manajemen pemerintahan dalam reformasi birokrasi tatanan pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja yang  berorientasi pada hasil (outcome).

Bertempat di Hotel Lor in Solo, rakor sistem  Akuntabilitas Kinerja  Instansi  Pemerintah diimplementasikan secara self Asessment oleh masing – masing instansi pemerintah. Hal ini dapat di artikan instansi pemerintah tersebut melakukan tahap -tahap dalam sistem tersebut secara mandiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pemantauan dan pengendalian hingga menyampaikan pelaporan akuntabilitas kinerjanya kepada instansi yang lebih tinggi.

Upaya penguatan Akuntabilitas dan peningkatan kinerja organisasi pemerintah, diarahkan agar setiap instansi pemerintah dapat mengelola dan mempertanggungjawabkan kinerjanya secara akuntabel dan lebih baik, melalui penerapan manajemen kinerja yang berorientasi pada hasil secara sistematis dan sungguh – sungguh.

Selain hal tersebut diatas, yang masih perlu mendapatkan perhatian dari kawan – kawan Perangda  yaitu Sistem yang telah terintegrasi ke dalam GRMS agar segera dioptimalkan, sehingga bisa diakses oleh publik yang membutuhkan  dan melengkapi Sasaran Kinerja Pegawai dengan ukuran keberhasilan atau indikator kinerja individu yang terukur, mengacu pada perjanjian kinerja atasannya.

Dalam hal SAKIP, Dinas Kesahatan Kabupaten Karanganyar mendapat penghargaan pelaksana laporan SAKIP terbaik se Kabupaten. Pengahargaan langsung diterima oleh Kepala Dina Kesehatan dr. Cucu.(hr/ard)

Read More
IMG-20190124-WA0018[1]

Bupati Karanganyar Resmikan Taman Edukasi dan Pengolahan Sampah Kecamatan Jaten

 

Simbolis : Bupati Karanganyar dan Komisi X DPR RI bersama melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian taman edukasi dan pengolahan limbah Kecamatan Jaten.

Karanganyar – 24 Januari 2019

Kamis, (24/1) Bupati Karanganyar meresmikan taman edukasi dan pengolahan sampah Mitra Amanah Jaten di Perumahan KCV RW 17 Jaten Karanganyar. Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Karanganyar, penjabat daerah, Wakil Rektor UMS, Komisi X DPR RI, dan warga lingkungan RW 17 Jaten ini merupakan kerjasama antara beberapa universitas, Komisi X DPR RI dan Ristekdikti sekaligus warga sekitar.

Suratno S.pd. selaku ketua Mitra Amanah Jaten menyampaikan bahwa ide awal dari pengolahan sampah tersebut karena terdapat masalah sampah disekitar RW 17 yang meresahkan warga, lalu dengan bantuan beberapa Universitas, Ristekdikti, Komisi X DPR RI sekaligus masyarakat sekitar mereka bersama-sama mengolah sampah menjadi biogas dan limbah pada biogas bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk tanaman. Selain memanfaatkan sampah yang sudah diolah, warga sekitar juga menambahkan 2 (dua) kolam lele yang nantinya bisa dipanen oleh warga sekitar.

Ketua kegiatan pengolahan, Kun Harismah, M.Si.,Ph.D. menambahkan tujuan penambahan taman bacaan juga dimaksudkan untuk membuat anak-anak beredukasi dengan lingkungan sekitar. Diarea taman ditanami sayur mayur yang bisa digunakan sebagai produktivitas masyarakat.

Dalam sambutanya Drs. H. Juliyatmono, M. M. selaku bupati Karanganyar, berharap hasil dari taman edukasi dan pengolahan sampah RW 17 Kecamatan Jaten dapat memberikan manfaat serta contoh untuk desa lain di Kabupaten Karanganyar. “Semua rumah ditanami sayur-mayur seperti cabe dan tomat di polybag” imbuhnya. Beliau juga berharap dengan adanya taman edukasi selain anak-anak bisa belajar namun juga cinta dengan alam.

Penandatanganan prasasti oleh Bupati Karanganyar. Kamis (24/01)

 

Demikian Diskominfo (d/rd/mt)

Read More
DSC_3021

Bersih Dusun Sarana Komunikasi Antar Warga

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bangga karena masyarakat menyelenggarakan bersih dusun. Sebab bersih dusun sarana untuk bertemu dan berkomunikasi antar warga.

 

KARANGANYAR – 12 Oktober 2018

 

Acara bersih Dusun di Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu Karanganyar di datangi Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Orang nomor satu di Karanganyar bangga dan berterima kasih karena acara bersih dusun terus dilestarikan di Dusun Getasan. Sebab bersih dusun sebagai sarana bertemu dan komunikasi antar warga. Di era milenia seperti ini, komunikasi dan pertemuan antar warga menjadi berkurang.

“Saya ikut bangga dan berdoa supaya semua terhindari dari segala bencana. Bersih dusun ini menjadi sarana penting untuk bertemu dengan masyarakat,” papar Juliyatmono.

Dia menambahkan bersih dusun itu dimaksudkan untuk menjauhkan dari bencana. Pihaknya meminta warga Getasan untuk selalu guyub rukun dan kompak dengan tetangga. Tidak perlu mengejek atau mencari kejelekan tetangga. Apalagi menilai agama seseorang. “Agama biar Allah yang menilai yang penting masyarakat tetap rukun. Bulan Februari ada pilihan kepala desa, saya meminta rukun dan silahkan mendapaftar karena gratis. Semua biaya ditanggung pemerintah,” bupati mengingatkan warganya.

Terkait minta perluasan kuburan, Bupati mengatakan kadus diminta mencari tanah di sekitar makam. Jika memang ada yang kosong dan bisa dipergunakan nanti Pemkab akan membeli dan kuburan itu nanti untuk warga dua dusun yakni getasan dan celengan.  Di akhir pidatonya, Bupati Karanganyar mengingatkan 18 Nopember 2018 hari jadi Karanganyar ke 101. Ada banyak agenda untuk kegiatan tersebut, salah satunya adalah tanggal 7 Nopember ada wayang kulit dalangnya Ki Manteb Sudarsono dan Ki Purba Asmoro. “Tanggal 24 Nopemer juga ada via vallen dan Nellar Karisma di Alun-alun Karanganyar. Puncaknya, pergantian tahun ada malam cinta rasul,” imbuhnya.

Sementara camat Tasikmadu, Moh Suprawoto menambahkan warga untuk tetap rukun dalam pilkades Februari mendatang. Di Kecamatan Tasikmadu ada 9 desa yang menyelenggarakan pilkades. Selain itu, Suprawoto mengucapkan terima kasih karena Bupati hadir di Getasan. Bahkan, warga belum datang, orang nomor satu di Karanganyar sudah siap. “Saya meminta hiburan tradisional tayub ini berjalan dengan baik. Jaga keamaanan agar dapat berjalan dengan baik,” tambah Suprawoto. (Hr/Tgr)

Read More