Category: Lingkungan Hidup

Sukosari 3

Monev SPAM Regional Wasusokas, Sriyanto Saputro Dorong Percepatan Irigasi di Bendungan Jlantah

Karanganyar — Monitoring dan evaluasi (monev) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wasusokas (Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, dan Karanganyar) digelar di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/4) sore. Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, bersama Bupati Karanganyar.

Dalam keterangannya, Sriyanto menegaskan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan sistem irigasi untuk menunjang sektor pertanian. Ia menyebut bahwa saat ini telah tersedia Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang menjadi dasar percepatan pembangunan sistem irigasi.

“Dengan Pak Bupati, karena ketika fisik sudah ada, maka irigasinya juga harus disiapkan. Kebetulan sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025. Ini akan kita genjot, harapannya petani lebih sejahtera, dan target swasembada pangan bisa cepat tercapai,” jelas Sriyanto.

Ia menambahkan, irigasi yang direncanakan akan mengairi lahan pertanian seluas 27 hektare di wilayah sekitar. Jika pengembangan lahan berhasil hingga 600 hektare, dampaknya akan sangat signifikan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Bupati agar tahun 2026 nanti sudah ada anggaran untuk irigasi, meski belum sempurna. Kalau hanya mengandalkan APBD Kabupaten tentu sangat berat. Idealnya kita butuh dasar anggaran sekitar Rp130 miliar untuk perluasan ke berbagai arah,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christianto, S.E., M.M. menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan waduk dan proses pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan irigasi dan air baku.

“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan waduk ini yang hampir 100 persen pemanfaatannya untuk pertanian di Karanganyar. Soal pembebasan lahan, pemerintah daerah pasti akan mendorong dan membantu agar prosesnya berjalan lancar,” kata Bupati.

Ia juga mengungkapkan rencana jangka panjang pemerintah daerah dalam memadukan fungsi bendungan dengan sektor pariwisata.

Read More
TPA Sukosari 1

Bupati Karanganyar Gelar Aksi Bersih Sampah di TPA Sukosari

Karanganyar – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan kegiatan Aksi Bersih Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kamis (10/4) pagi.

 

Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kecamatan, kepala desa, pengelola sampah, sekolah Adiwiyata, hingga masyarakat pemulung. Kepala DLH Kabupaten Karanganyar menyampaikan, aksi bersih sampah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle. Selain itu, juga untuk mendorong kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik dan membangun sistem yang terintegrasi di semua sektor,” ujar Kepala DLH dalam laporannya.

 

Ia menjelaskan, kegiatan ini didanai dari sub-kegiatan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan lingkungan hidup bagi lembaga masyarakat di tingkat kabupaten/kota. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 100 orang.

 

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan peluncuran alat berat berupa excavator 36 HD dengan kapasitas 7 meter kubik yang akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan. Bupati Karanganyar secara langsung melaunching alat berat tersebut sebagai bagian dari program 100 hari kerjanya.

 

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. dalam sambutannya  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah. “Sampahku tanggung jawabku, sampahmu tanggung jawabmu, sampah kita tanggung jawab kita bersama. Ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat bersama dalam mengatasi persoalan sampah,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan TPA Sukosari secara modern. Ia menyebut TPA ini tidak boleh hanya menjadi tempat pembuangan, melainkan harus menjadi lokasi pengolahan sampah yang bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

“Saya bermimpi Karanganyar bisa seperti Banyumas dalam pengelolaan sampah. Sampah bukan lagi menjadi beban, tapi menjadi sumber daya. Oleh karena itu, kita akan dorong pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat sekitar TPA,” tambahnya.

 

Momentum HPSN tahun ini juga menjadi pengingat tragedi longsornya TPA Leuwigajah di Cimahi pada 21 Februari 2005 lalu yang menewaskan 157 orang dan menjadi titik balik pengelolaan sampah nasional. Meski peringatan HPSN jatuh pada Februari, kegiatan aksi bersih sampah baru bisa dilaksanakan hari ini karena padatnya agenda kepala daerah.

 

Kegiatan ditutup dengan harapan agar pengelolaan sampah di Karanganyar semakin baik dan terintegrasi, sehingga risiko bencana lingkungan dapat diminimalisasi, serta menjadikan Karanganyar sebagai daerah yang bersih, sehat, dan lestari.

Read More
WhatsApp Image 2025-03-18 at 14.27.36

Bupati Karanganyar Hadiri Acara #PAKAICAT_INDACO di INDACO INNOVATION CAMPUS

Karanganyar – Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kebakkramat serta Kepala Desa Pulosari menghadiri acara PAKAI CAT_INDACO (Pusat Kajian & Inovasi Cat INDACO) yang diselenggarakan pada Selasa, 18 Maret 2025, di INDACO INNOVATION CAMPUS, Kampung Harmoni, Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai inovasi produk cat, waterproofing, dan mortar yang dikembangkan oleh Green INDACO PAINTS. Selain itu, juga diadakan sesi diskusi teknik secara tatap muka serta demo produk guna membagikan informasi dan pengetahuan mengenai aplikasi produk secara tepat guna.
Dalam kegiatan tersebut, PT. INDACO mempresentasikan berbagai produk unggulan, di antaranya:
1.Produk cat dekoratif ramah lingkungan dengan merek Belazo dan Envi.
2.Produk Water Proofing dan Heat Proofing dengan merek Top Seal dan Hot Seal.
3.Produk mortar tepat guna, aditif beton, dan cementious water proofing dengan merek MODACON.
4.Produk pelapis pelindung plastik & logam dengan merek INDACO, iCare, dan iGloss.
Bupati Karanganyar, dalam sambutannya, mengapresiasi langkah PT. INDACO dalam menghadirkan inovasi di sektor industri cat dan bahan bangunan. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri yang ramah lingkungan serta memiliki kualitas dan daya tahan yang tinggi.
“Kami mendukung penuh inovasi industri yang tidak hanya berorientasi pada kualitas, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Semoga PT. INDACO terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta industri konstruksi di Indonesia,” ujar Bupati.
Acara ini menjadi salah satu bentuk komitmen PT. INDACO dalam mempromosikan produk-produk cat dan bahan bangunan inovatif buatan dalam negeri. Dengan adanya pusat kajian dan inovasi ini, diharapkan para pelaku industri, arsitek, dan masyarakat luas semakin memahami pentingnya pemilihan produk berkualitas serta aplikasinya yang tepat guna.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan demonstrasi produk, di mana peserta dapat melihat langsung keunggulan serta teknik aplikasi produk-produk yang diperkenalkan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, diharapkan PAKAI CAT_INDACO dapat menjadi wadah edukasi sekaligus inspirasi bagi industri cat dan bahan bangunan di Tanah Air.

Read More
WhatsApp Image 2025-03-06 at 14.43.57

Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Kunjungi Bank Sampah Mojo Berkah dan Posyandu Melati VI Kelurahan Jantiharjo

Karanganyar, 6 Maret 2025 – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Nurhayati Rober Christanto, melakukan kunjungan ke Bank Sampah Mojo Berkah dan Posyandu Melati VI di Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar, pada Kamis (6/3). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Karanganyar serta Lurah Jantiharjo.

Dalam sambutannya, dr. Farida Nurhayati menekankan bahwa bank sampah merupakan gerakan peduli terhadap kebersihan lingkungan yang menjadikan lingkungan lebih bersih dan sehat. Ia mengapresiasi upaya masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Bank sampah bukan hanya sekadar tempat mengelola sampah, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan peduli lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memilah dan mendaur ulang sampah, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program ini. Kesadaran dan partisipasi aktif warga, menurutnya, menjadi kunci sukses dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar juga mengunjungi Posyandu Melati VI, tempat pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita. Ia memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang telah berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, keberadaannya harus terus kita dukung agar kualitas layanan semakin baik,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Sinergi antara PKK, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Karanganyar yang lebih sehat, bersih, dan sejahtera.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-27 at 12.33.58 (1)

PT Telkom Tanam 10.000 Bibit Pohon dalam Program Konservasi dan Klaster Tanaman Buah-Buahan CSR 2025

Karanganyar – PT Telkom Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bakti Unggul Negeri menggelar program Konservasi dan Klaster Tanaman Buah-Buahan CSR 2025. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kamis (27/2), ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, kelompok pecinta alam, serta tamu undangan dari Boyolali.

Dalam acara ini, 10.000 bibit pohon, yang terdiri atas 7.000 bibit alpukat jumbo dan 3.000 bibit nangka Vietnam, akan ditanam di 10 hektare lahan yang tersebar di lima desa, yakni Desa Plumbon, Desa Nglebak, Desa Sepanjang, Desa Banjar Dawung, dan Desa Tawangmangu. Program ini merupakan bagian dari komitmen PT Telkom dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menanam Pohon, Menjaga Kehidupan Hayati
General Manager Telkom Witel Solo, Nanang Setyo Utomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 15, yang berfokus pada perlindungan ekosistem darat. Selain berfungsi untuk mencegah erosi dan tanah longsor, program ini juga bertujuan meningkatkan produktivitas petani sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan bibit ini bisa tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani. Harapannya, dua tahun lagi kita dapat kembali ke sini untuk menuai hasilnya bersama masyarakat,” ujar Nanang.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Karanganyar, Timotius Suryadi, yang hadir mewakili Bupati Karanganyar, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PT Telkom dan Yayasan Bakti Unggul Negeri dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan petani melalui program konservasi ini.

“Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki kualitas udara, serta mencegah bencana alam seperti tanah longsor dan banjir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar masyarakat, khususnya kelompok tani penerima manfaat, dapat menjaga dan merawat tanaman ini dengan baik agar hasilnya dapat dinikmati di masa mendatang.

Komitmen Berkelanjutan
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan dua tahun sebelumnya. PT Telkom berharap program ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini ditutup dengan penanaman simbolis oleh para pejabat dan tamu undangan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian berkelanjutan.

Read More
WhatsApp Image 2024-12-20 at 12.57.44

Gerakan Ijo Royo-royo Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia

KARANGANYAR – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN), Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali melangsungkan Gerakan Ijo Royo -royo di kawasan Bumi Perkemahan Delingan pada Jum’at (20/12/2024).

Gerakan Ijo Royo-royo atau menanam pohon secara bersama ini bertujuan untuk bersedekah kepada bumi dengan cara menanam pohon dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Selama setahun ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Lingkungan Hidup sudah menanam 6.500 pohon. Ke depannya, Pj. Bupati Karanganyar berharap agar kegiatan Gerakan Ijo Royo-royo atau gerakan menanam pohon seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Read More
WhatsApp Image 2024-08-15 at 08.17.24-1_2

Mengangkat Permasalahan Sampah di Desa, Tim KKN UNS Memberikan Kajian Akademis kepada Pemerintah Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu

 

Mahasiswa KKN UNS saat meninjau Tempat Pembuangan Sampah

 

KARANGANYAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 82 di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sejumlah 12 orang melakukan sebuah proyek penelitian terkait permasalahan sampah di Desa Nglebak Kec. Tawangmangu.

Adapun keluaran proyek ini bertujuan sebagai bentuk komitmen dan kepedulian tim KKN terhadap permasalahan sampah yang ada di Desa Nglebak. Melalui pendekatan akademis dan solusi praktis, tim KKN UNS berusaha memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi isu lingkungan yang telah lama meresahkan masyarakat sekitar.

Mahasiswa KKN mengawali proyek tersebut dengan melakukan wawancara terhadap setiap Kepala Dusun yang ada di Desa Nglebak. Hasil wawancara tersebut akan menjadi dasar dari tim KKN untuk menyusun kajian ini dan memberikan rekomendasi terhadap pemerintah desa.

Fernanda Rizky Prabowo selaku ketua tim KKN 82 mengatakan bahwa kajian ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Nglebak dalam merumuskan dan membentuk kebijakan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.

Selama masa KKN mereka, tim UNS melakukan kajian mendalam mengenai permasalahan sampah di Desa Nglebak. Kajian tersebut mencakup analisis metode pengelolaan saat ini, serta dampak lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak efektif. Selain itu, tim juga melakukan wawancara kepada kepala dukuh untuk mendapatkan perspektif langsung mengenai tantangan dan kebutuhan mereka dalam pengelolaan sampah.

Kepala Desa Nglebak, Suparti, menyambut inisiatif positif yang diusung oleh tim KKN UNS. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh tim KKN UNS. Kajian akademis ini memberikan kami wawasan baru dan solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah sampah di desa kami. Kami akan segera menyusun rencana aksi berdasarkan rekomendasi yang diberikan dan berharap ini dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan dan kesehatan,” ungkapnya.

Seiring dengan penutupan program KKN, tim UNS berharap bahwa langkah-langkah yang diusulkan dapat segera diadopsi dan diimplementasikan. Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Desa Nglebak dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara efektif dan berkelanjutan. (KKN UNS Kel.82)-avi-

Read More
IMG-20211009-WA0056

Menparekraf Sandiaga Uno Serahkan Secara Langsung Piagam Penghargaan Desa Wisata Sumberbulu

KARANGANYAR – Bupati bersama Wakil Bupati Karanganyar serta jajaran Forkopimda Kabupaten Karanganyar menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam kunjungannya di Desa Wisata Sumberbulu Kec. Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Sabtu(9/10/21).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno di Desa Sumberbulu dalam rangka meninjau secara langsung Desa Wisata tersebut sekaligus melakukan penilaian bersama Tim Dewan Juri. Kunjungan dan penilaian tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf terhadap Desa Wisata yang telah berhasil masuk ke dalam 50 besar Desa Wisata terbaik se-Indonesia untuk menuju ke tahap selanjutnya.

Dalam kunjungannya, Menparekraf Sandiaga Uni datang dengan mengendarai delman dan disambut dengan iringan tari lesung. Dalam prosesi penyambutan tersebut Bupati Juliyatmono sempat berbalas pantun.

Desa Wisata Sumberbulu mulai dirintis pada tahun 2017 dengan berbagai potensi yang dimiliki seperti daya tarik wisata, kesenian dan kebudayaan diantaranya yang paling unik dan menarik adalah kriak (lukisan). Kriak merupakan kreasi berbentuk mural dari bahan limbah yang dimuncul dari gagasan seorang mahasiswa yang kemudian mengajak anak-anak dan kaum millenial di Desa Wisata Sumberbulu untuk belajar membuat kreatifitas tersebut. Hasil krearifitas ini sempat menarik perhatian dari Menparekraf yang kemudian memesan 1 (satu) buah mural dengan tema ikon 50 Desa Wisata Terbaik yang rencananya akan dijadikan backdrop pada kesempatan Konferensi Pers Pengumuman ADWI pada tanggal 7 Desember nanti di Jakarta.

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga Uno menyerahkan Piagam Penghargaan sekaligus menandatangani prasasti yang menandai bahwa Desa Wisata Sumberbulu sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik se-Indonesia. Selain itu, Desa Wisata Sumber Bulu juga mendapatkan reward berupa bantuan akses internet selama 1 (satu) tahun serta Program Pendampingan CHSE berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan akan di bina langsung oleh Prof. Fatma Lestari dan para ahli dari mahasiswa S3 Universitas Indonesia agar Desa Wisata Sumberbulu segera mendapat CHSE.

Bupati Juliyatmono menyampaikan bahwa salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Sumberbulu ini yaitu adanya sumber mata air yang berada di Sendang Bulu. “ Ini menjadi berkah bagi masyarakat Sumberbulu “.

Bupati juga berharap semakin banyak kreatifitas lain dalam upaya mengembangkan Desa Wisata ini dan berharap ke depan banyak agenda dan event wisata tingkat nasional yang dapat dipelopori dan diselenggarakan dari Desa Wisata Sumberbulu ini. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
IMG-20210913-WA0005

World Clean Up Day : Pemkab Karanganyar Bersihkan Pelataran Alun Alun Karanganyar

    Bupati Juliyatmono saat secara simbolis menyerahkan alat sarana untuk bersih bersih saat upacara World Clean Up Day di halaman Kantor Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperingati World Clean Up Day dengan membersihkan sampah di sekitaran Alun-alun Karanganyar, Senin (13/9/2021).

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan Kepala Bagian serta ASN di lingkungan Setda Karanganyar hadir memgikuti kegiatan tersebut. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi, kegiatan bersih-bersih yang biasanya dilakukan di bantaran sungai kali ini ditempatkan di sekitar Alun-alun.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, gerakan ini sebenarnya lebih ke partisipasi para relawan untuk ikut peduli terhadap lingkungan, utamanya terkait pencemaran di sungai.
“Gerakan ini dilakukan untuk mendorong membangun kesadaran orang supaya memilah sampah dari rumah dan tidak boleh buang sampah sembarangan seperti sungai,” katanya.
Pemerintah telah berupaya melalui program jambanisasi. Selain itu sampah di sungai juga dibersihkan dan menebar benih ikan dalam rangka menjaga lingkungan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangayar, Bambang Djatmiko mengatakan, tim dari provinsi dan kabupaten serta kota Se-Soloraya telah melakukan monitoring di aliran sungai Bengawan Solo.
“Dari hasil monitoring dan cek lokasi itu, bisa dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun ini jauh lebih bagus walaupun ada pencemaran yang notabene di wilayah luar Kabupaten Karanganyar,” ucapnya.
Dia menjelaskan, telah mengundang beberapa perusahaan yang lokasinya berada di sekitar anak sungai Bengawan Solo pada awal tahun ini. Ada 11 perusahaan yang mendapatkan sanksi administrasi.
“Alhamdulillah perusahaan memberikan progres cukup baik. Sehingga tim provinsi datang bulan ini, musim kemarau tidak didapati pencemaran di Karanganyar. Karena ketika dijatuhi sanksi administrasi mereka kemudian memperbaiki IPAL-nya. Kemudian tim kami dan provinsi mengecek apakah benar. Alhamdulillah hasilnya seperti itu. Apakah kami sebatas itu, tidak. Dua minggu kemarin, kami menerjunkan tim, selain cek indek kualitas air, kami cek juga anak sungai Bengawan solo,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga telah mengambil sampel air dari sungai Bengawan Solo dan saat ini masih menunggu hasil laboratoriumnya. Hasil laboratorium itu nanti akan menjadi bahan analisis untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah lebih digencarkan sosialisasi lagi atau lainnya.
“Bukan berarti air bersih tidak tercemar. Kami ambil sampel,” jelasnya. DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More
DSC_3978

Pasangan Cavindra Pastika Wardana dan Lintang Pharamudita Dari Karanganyar Berhasil Meraih Juara 2 Putra Putri Duta Lingkungan Hidup Se Jawa Tengah

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara Grand Final Putra Putri Duta Lingkungan Hidup Se Jawa Tengah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Kepal Dinas Lingkungan Hidup Bambang Djatmiko dan Kepala Disdikbud Drs. Tarsa hadiri puncak acara Grand Final Putra Putri Duta Lingkungan Hidup Jawa Tengah Tingkat Sekolah Dasar yang di gelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu(12/09/20).

Pansusila Reni selaku penyelenggara event ini mangaku sangat terketuk batinya ketika melihat sampah yang menumpuk, kemudian dirinya tergugah untuk membikin acara duta lingkungan hidup ini, jelasnya.

Reni mengaku di awal tahap seleksi secara virtual peserta yang mendaftar ada 50 peserta se Jawa Tengah, kemudian terseleksi menjadi 15 dan menuju puncak grand final ini terseleksi kembali menjadi 11 peserta.

Bupati Juliyatmono yang hadir saat itu memberikan sambutan, dalam pidato sambutannya beliau sampaikan bahwa dengan saling peduli, saling menjaga, dan berharmonisasi dengan tumbuhan juga lingkungan hidup, maka akan terjadi keserasian dalam kehidupan di dunia ini.

” Mereka yang merusak alam sama dengan menentang tuhan, kita tidak bisa hidup tanpa alam, kita harus senang menanam pohon dan merawatnya dengan penuh kasih sayang “, tegas Bupati yang akrab disapa Yuli ini.

Alam di sediakan tuhan untuk kebaikan manusia. Gemar menanam pohon harus di tanamkan dalam jiwa manusia mulai sejak dini. Agar kelak mendatang dunia ini mempunyai generasi yang benar-benar mencintai lingkungan hidupnya.

Semoga anak-anak yang menang ini nanti bisa mencintai lingkungan dan merawat lingkungan dengan baik. Tempatkan sampah pada tempatnya, agar sampah menghasilkan sesuatu yang berguna bagi manusia lagi.

Pada gelaran duta lingkungan hidup kali ini, pasangan Cavindra Pastika Wardana asal Perumahan Jeruk Sawit Wonorejo Kec. Karanganyar yang sekolah di SD Cemara 2 Surakarta dan Lintang Pharamudita siswi kelas 4 MI Muhammadiyah Karanganyar berhasil meraih juara ke II, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Karanganyar. Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More