Category: Lingkungan Hidup

P_20151123_205627

Tahun Ini, Karanganyar Meraih Adipura

Bupati Karanganyar Juliyatmono membawa Piala Adipura tahun 2015, setelah diserahkan di Jakarta, Senin (23/11)

Bupati Karanganyar Juliyatmono membawa Piala Adipura tahun 2015, setelah diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Senin (23/11)

Karanganyar, Selasa (24/11/2015)
Kabupaten Karanganyar pada tahun ini kembali meraih Piala Adipura. Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima langsung piala bergengsi kebersihan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (23/11) malam diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Dengan meraih Piala Adipura tahun 2015, maka Kabupaten Karanganyar telah mendapatkannya untuk ke delapan kali.

Sebelum ke Jakarta, Bupati mengatakan sampah jangan sampai menjadi problem, saat ini yang mendasar bagaimana membudayakan bersih melalui pengelolaan sampah yang baik.

“Ada contoh sampah kita, di Buran terdapat alat yang bisa jadi solar. Selain di Buran sebagai percontohan, setiap kecamatan akan ada pengeolaan sampah seperti itu, seperti di Gondangrejo, dan Colomadu diselesaikan dimasing-masing tempat,” kata Bupati, saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (23/11).

Selain sampah juga dinilai ruang terbuka hijau dan fasilitas-fasilitas ruang publik. pd

Read More
DSC_0158

Ribuan Penyuluh Hutan Datangi Jambore

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Jambore Penyuluh Kehutanan diadakan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar di ikuti sekitar 1000 an penyuluh kehutanan dari 20 provinsi di Indonesia, berlangsung dari Selasa-Rabu (10-11/11) kemarin.

“Jambore ini dengan mengadakan temu karya untuk mengangas kelembagaan penyuluh kehutanan kedepan dan membina kemitraan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM),” ujar Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, Rabu (11/11) di lapangan Bener, Tawangmangu.

Bahkan, lanjut Sugeng Riyanto, terdapat 600 orang penyuluh dari luar jawa mendatangi jambore tersebut.

“Kegiatan ini juga diiisi dengan pentas wayang kulit semalam suntuk, Selasa (10/11) malam, dan ini nanti juga ada penanaman pohon di turus jalan dari Tawangmangu sampai Cemoro Kandang sepanjang lima kilometer,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih dengan adanya jambore tersebut karena dapat memberikan semangat inspirasi bagi kita semua.

“Pada kesempatan ini saya juga mengajak agar keanekaragaman hayati perlu dijaga kelestarian bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir mengajak untuk mengembalikan hutan yang rusak dan terbakar di Indonesia.

“Sistem hendaknya diperbaiki agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi. Sumber daya manusia mampu melakuan itu yakni penyuluh kehutanan,” katanya. pd

Read More
DSC_0146

Ganjar Pulang Kampung, Resik-resik Tawangmangu

Melihat sampah di sekitar selokan

Melihat sampah di sekitar selokan

Karanganyar, Minggu (01/11/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pulang kampung di tanah kelahiran di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sejak Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10).

Ganjar yang datang setelah datang malam hari dari perjalanan dari Kabupaten Purworejo menyempatkan diri untuk melihat pentas wayang kulit semalam suntuk, dengan dalang Ki Manteb Sudharsono, dan mengambil lakon Kresno Gugah, di terminal Tawangmangu.

“Kulo niku lahir ceprot woten mriki, ari-ari kulo teseh teng mriki,” katanya saat menceritakan kepada penonton.

Lantas, keesokan pagi, pria kelahiran Karanganyar, 28 oktober 1968 ini bersama ratusan warga di lereng Gunung Lawu itu kerja bakti bersih-bersih lingkungan, Sabtu (31/10)

“Ini masih ada sampah, mari-mari dibersihan, tapi jangan dibakar ya,” katanya.

Dia juga menanam bibit pohon Sapu Tangan di sebelah barat Polsek Tawangmangu. Setelah dari situ, dilanjutkan keliling dengan dibonceng sepeda motor melihat resik-resik itu hingga Cemoro Kandang.

Setelah beberapa saat, rombongan dengan puluhan sepeda motor itu kembali turun untuk melihat simulasi kebakaran di lapangan Bener. Disitu ribuan warga sudah menanti kehadiran Ganjar Pranowo.

Ganjar juga berkesempatan mencoba alat pemadam api “Fire Block” dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.

Alat tersebut cukup ampuh untuk memadamkan bara api sedang, cukup melemparkan alat berbentuk bulat berisi cairan kimia itu ke api, kemudian beberapa saat ada ledakan kecil untuk memadamkannya, seketika api pun padam. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga Tawangmangu

Saat berdialog dengan warga Tawangmangu.

Ganjar melempar Fire Block untuk memadamkan api

Ganjar melempar Fire Block untuk memadamkan api

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat melihat produk UMKM bersama Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di lapangan Bener, Tawangmangu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat melihat produk UMKM bersama Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di lapangan Bener, Tawangmangu

Read More
DSC_0075

KNPI Karanganyar Ajak Pemuda Hijaukan Lawu

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan tumpeng kepada Ketua DPD KNPI Karanganyar Aan Shopuanudin pada Sarasehan Pemuda

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan tumpeng kepada Ketua DPD KNPI Karanganyar Aan Shopuanudin pada Sarasehan Pemuda

Karanganyar, Rabu (28/10/2015)
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karanganyar mengajak para pemuda untuk menghijaukan alam di Gunung Lawu.

“Kita ingin para pemuda bersama-sama untuk melestarikan alam dengan menghijaukan Gunung Lawu,” kata Ketua DPD KNPI Karanganyar Aan Shopuanudin, Selasa (27/10) di Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu.

Menurutnya, pemuda memiliki andil penting untuk mengedukasi bahwa bencana suatu bencana alam ada sebab dan akibat, untuk itu berusaha bagaimana meminimalisir kejadian dengan berusaha bersama menyadarkan dan kewajiban menjaga kelestarian alam di Gunung Lawu.

“Gunung Lawu ini merupakan gentongnya air Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Kita tidak rela kalau alam menjadi rusak,” katanya, saat acara Sarasehan Pemuda ditempat tersebut.

Ketua organisasi pemuda yang menaungi 17 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) itu juga menolak tegas jika ada ekploitasi gas bumi di Gunung Lawu.

“Secara tegas kami pemuda-pemudi Karanganyar menolak segala
bentuk ekploitasi itu,” katanya.

Terkait dengan kelestarian hutan, ditempat yang sama, Prabang Setyono, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) menerangkan jika terjadinya kebakaran hutan Lawu beberapa hari lalu dapat menganggu suplai oksigen.

“Hitung-gitungannya begini, jika satu pohon berdiameter kanopi kurang lebih tiga meter maka akan menghasilan oksigen 1,2 Kilogram. Kalau satu orang membutuhkan 0,5 Kilogram, jadi pohon itu bisa memberi oksigen dua orang,” katanya.
Dengan membuat hutan lestari, maka akan lebih menghasilkan oksigen alami dengan menanam pohon, terlebih di kawasan hutan Lawu juga ada berbagai flora dan fauna.

“Disini terdapat anggrek yang endemik, burung jalak Lawu, dan edelweis,” katanya.

Ditempat yang sama, acara yang dilaksanakan pada malam hari itu juga dihadirin Bupati Karanganyar Juliyatmono.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar mempunyai tekad untuk menghijaukan alam melalui program Karanganyar Ijo Royo-royo, dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya agar kelestarian alam terjaga,” katanya. pd

Read More
DSC_0233

Juliyatmono : “Tetap jadikan Karanganyar lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional”

????????????????????????????????????

Bupati Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol.Inf. Mathen Pasunda saat mencoba traktor pertanian dihalaman Kantor Setda Karanganyar, Jum’at (21/08)

Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar menerima bantuan alat pertanian dari APBN Pusat berupa traktor dan pompa air. Alat bantu pertanian ini diperuntukkan kepada sejumlah usaha tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Jumlah traktor tanaman pangan merk Yanmar yang kami terima ada 29 unit dan 13 unit pompa air. Bantuan ini dari APBN Pusat dan sudah berbadan hukum. Traktor akan kami bagikan ke kelompok tani guna membantu mengolah lahan tanaman yang memang sudah mencapai 85 persen sehingga meningkat seratus persen, seperti di wilayah Karangpandan, Tasikmadu, Jaten, Jumapolo, Jumantono. Dan untuk daerah kurang air seperti Gondangrejo, Jatipuro, Mojogedang akan kami serahkan bantuan pompa air agar panen tetap baik dan meningkat,” terang Supramnaryo selaku Kepala pertanian Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karanganyar, Jum’at (21/08) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Selanjutnya Bupati Karanganyar yang didampingi Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar dalam hal ini menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau dimana banyak daerah kekurangan air, dengan bantuan dari pusat ini khususnya pompa air tetap dapat memperlancar pengairan.

“Saya harap dengan bantuan pompa air ini irigasi tetap lancar, panen melimpah karena sekarang ini kita sudah memasuki musim kering. Semoga untuk kedepannya kita bisa mendapat bantuan berupa transpalanter guna membantu petani terus meningkatkan hasil panennya,” harap Bupati dihadapan para Kelompok Usaha Tani. “ semuanya agar ditata dengan baik, agar panen tetap stabil bahkan kita berharap untuk terus meningkat dan Karanganyar tetap menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional,” tambah Juliyatmono. ind/ft

Read More
aku copy

Lepaskan Puluhan Burung, Tandai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kedua dari kiri) dan beberapa pejabat saat melepas berbagai jenis burung pada peringatan Hari LH Sedunia, Jumat (05/05) di Plasa Alun-alun.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kedua dari kiri) dan beberapa pejabat saat melepas berbagai jenis burung pada peringatan Hari LH Sedunia, Jumat (05/05) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (05/06/2015)
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Karanganyar di tandai dengan pelepasan puluhan burung dari berbagai jenis, seperti kutilang dan burung dara.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Marthen Pasunda dan beberapa tamu undangan melepas puluhan burung tersebut di pelataran santai (plasa) alun-alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (05/06).
“Dengan melepas burung-burung itu bisa kembali ke habitat mereka masing-masing,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar Edy Yusworo.
Pemkab Karanganyar untuk melestarikan alam dan lingkungan telah berupaya dengan menciptakan lingkungan bersih dan sehat, terbukti telah meraih piala Adipura sebanyak tujuh kali hingga tahun 2014.
”Pada peringatan tahun 2015 yang mengambil tema “Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care“ ini, kita mendorong dan menggerakkan lapisan masyarakat dalam melaksanakan gerakan keselamatan lingkungan untuk menekan terjadinya bencana alam, melalui gerakan peduli lingkungan,” jelas Edy Yusworo.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan dengan peringatan ini mengajak untuk menjaga bumi, menanam pohon, maupun menebar ikan di sungai dan danau.
“Dengan upaya menjaga lingkungan disekitar kita, hal itu merupakan bagian menjaga dan merawat bumi,” kata Rohadi Widodo.
Dia juga menuturkan kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti, namun diharapkan menjadi budaya masyarakat terkait pengelolaan lingkungan.
Pada acara tersebut juga dibagikan biopori untuk peresapan pengendalian air kepada Pramuka dan mengadakan senam sehat yang di ikuti ratusan orang dari pegawai SKPD, BUMD, dan jajaran Kodim 0727/Karanganyar di lokasi yang sama. pd

Read More
DSC_0428

Karanganyar Percepat Pencapaian SBS

DSC_0428

Bupati Karanganyar Juliyatmono Sedang Memberikan Pengarahan Saat Rakor Pencapaian Sanitasi Di Kab. Karanganyar.

DSC_0422

Suasana Rakor Pencapaian Sanitasi Di Kab. Karanganyar.

Dalam rangka Kabupaten Karanganyar bebas buang air besar sembarangan (STOP BABS) tahun 2017, Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar mengadakan rapat koordinasi Percepatan Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Kabupaten Karanganyar di Kantor Bupati Karanganyar senin (23/3). Rapat itu dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Sekda Karanganyar, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra, Kepala Bappeda dan perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar.

 Dalam sambutan pengarahannya Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa percepatan sanitasi yang layak hanya dapat dicapai jika masyarakat terlibat secara aktif mulai dari identifikasi dan penyelesaian masalahnya. Dalam hal ini, Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diharapkan mampu untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

 “Lakukan pendataan dilapangan terhadap siapa saja yang belum memiliki sanitasi. Bagi rumah yang belum memiliki sanitasi diwajibkan membuatnya, apabila disitu ternyata warga kurang mampu pemerintah akan membantu” menurut Juliyatmono

 Sementara itu, Munir Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) DKK Karanganyar melaporkan bahwa pada tahun 2014, masyarakat Karanganyar masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebanyak 24.722 KK atau 21,36% dan 31.726 rumah atau 14,59% belum memiliki jamban sehat. Sedang akses jamban paling rendah ada di Kec. Tawangmangu. Adapun kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat. ad

Read More
DSC_0443 copy

Konservasi Alam, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditanami Pohon

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di laur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di jalur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Karanganyar, Kamis (26/02/2015)
Untuk konservasi alam khususnya di lereng Gunung Lawu, gerakan penanaman pohon dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, dimulai dari Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu sampai Pos 1, Rabu (25/02)
Penanaman yang melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Donolestari, Perhutani lereng lawu, SAR, PMI, BPBD Kabupaten Karanganyar, Resimen Mahasiswa Yon 916 Samber Nyowo UMS, TNI, Polri, Mapala UNS, Paguyuban Pedagang Cemoro Kandang dan Oisca Karanganyar.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penanaman jalur pendakian Gunung Lawu dengan jenis tanaman Eukaliptus sebanyak 3500 batang pohon.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk pemulihan dan kelestarian kawasan resapan air,” kata Edy Yusworo, saat dilokasi.
Edy juga menjelaskan dengan adanya tanaman Eukaliptus di kanan kiri jalur pendakian, maka berguna juga untuk petunjuk arah jalur pendakian sehingga mencegah kehilangan arah bagi para pendaki.
Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 500 peserta, dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengharapkan untuk bersama menanam dan sekaligus menjaga kelestarian alam dengan tujuan menjaga kelestarian yang ada di Gunung Lawu.
“Marilah kita awali untuk menanam pohon untuk mewujudkan kecintaan kita kepada Tuhan. Berhamonisasi dengan alam agar alam itu sendiri menyelamatkan kita semua dan memberikan manfaat untuk kita semua.“ ujar Juliyatmono.
Selain kegiatan itu, BLH Kabupaten Karanganyar juga sedang membuat Taman Endemis Gunung Lawu yang berlokasi di petak 34, seluas 7,4 hektar bekerja sama dengan Perhutani, melakukan penanaman di lereng Lawu dengan jumlah 15 ribu tanaman keras. pd

Read More
gue

IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan Penuhi Standar

Karanganyar, Sabtu (20/12/2014)

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL
Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, yang terletak di jalan Solo-Purwodadi Kilometer 7,8 Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo telah bersepakat dengan warga masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali untuk membuka saluran Pembuangan Air Limbah (IPAL) berupa gorong-gorong yang ditutup semen dengan dicor.

Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama dalam Berita Acara Pembongkaran/Pembukaan Cor/ Plester Semen pada Outlet IPAL pabrik setempat. Penadatanganan tersebut melibatkan masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang diwakili oleh Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto, serta Pimpinan Pabrik Eni Susilo Budi, Jumat (19/12) pagi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo di lokasi mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi kadar air limbah yang dihasilkan dari industri pabrik plastik tersebut.

“Kami akan meminta laporan bulanan setiap bulan hasil laboratorium yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan terregristasi Kementerian Lingkungan Hidup . Jadi dari hasil itu, dapat diketahui baku mutu air limbah,” kata Edy Yusworo. Dia mengatakan hasil pemeriksaan kadar parameter air limbah pada tiga bulan berturut-turut bulan Agustus, September, dan Oktober 2014 telah memenuhi baku mutu air limbah.

Dari informasi yang dihimpun, pada bulan April tahun ini warga Desa Sawahan protes ke pabrik plastik itu karena Sungai Sobrah yang mengalir di lingkungan desa telah tercemar. Air sungai menjadi bau dan warga merasa terganggu. Tidak hanya itu, warga menutup outlet IPAL dengan semen yang aliran air menuju sungai Sobrah.

Selanjutnya warga bermediasi dengan pabrik plastik Ong Sioe Gwan, BLH Provisi Jawa Tengah, BLH Kabupaten Karanganyar, dan BLH Kabupaten Boyolali. Kemudian warga juga mendapat kompensasi.

Konsultan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Joko Tri Wisnu mengatakan saat ini sistem pengolahan IPAL tanpa menggunakan bahan kimia. “Saat ini dengan menggunakan non bahan kimia. Banyak perubahan instalasi yang lama dengan yang digunakan saat ini,” ujarnya.

IPAL Industri Ong Sioe Gwan telah memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto mengatakan kalau memenuhi baku mutu, warga Desa Sawahan menerima dan tidak memprotes. “Jika tidak memenuhi baku mutu, maka gorong-gorong saluran pembuangan air limbah sebaiknya ditutup lagi,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0168 copy

Tanam Pohon Untuk Kelestarian Alam

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesi (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di peringati dengan penanaman berbagai jenis pohon. Tercatat pada periode Januari-Desember pada tahun ini telah di tanam 2,8 juta batang pohon.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pelaksanaan penanaman pohon tidak semata-mata dengan alasan seremonial. Namun lebih dari itu, kegiatan ini kita pelihara keberlanjutannya atas kesadaran kita untuk menjaga lestarinya hutan kita.

“Upaya penanaman satu milyar pohon setiap tahun harus kita dukung dan laksanakan untuk memperbaiki kerusakan hutan,” ucap Bupati Juliyatmono, Senin (15/12) saat Peringatan HMPI Tahun 2014, di SMK Negeri Jenawi.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan di tangan para generasi muda, kelangsungan hutan di masa depan menjadi pertaruhan. “Sejak dini kita perkenalkan hutan sebagai ekosistem yang harus kita jaga, kita latih rasa dan sikap dan ketrampilan kepedulian mereka terhadap hutan,” jelasnya.

Mengingat Kabupaten Karanganyar berada di lereng Gunung Lawu, Juliyatmono mengajak agar masyarakat menjaga keseimbangan alam dan hutan Gunung Lawu tetap akan memberi kemanfaatan bagi masyarakat di Lereng Lawu, juga lebih luas untuk seluruh umat manusia.
Adapun jenis pohon yang ditanam seperti jati, sengon, mangga, matoa, mahoni, trebesi, bodi, dan kunto bimo. pd

Read More