Category: Lain-lain

Polres Gelar Sarasehan

Polisi Resort  (Polres) Karanganyar mengadakan sarasehan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) se-Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/5). Dengan sarasehan ini Polres Karanganyar berharap terciptanya mitra kerja yang setara dalam upaya penegakan hukum dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa sarasehan yang dilakukan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat atas kinerja polisi di Karanganyar. “Polisi itu merupakan bagian dari masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan akan terlihat efektif jika ada masukan dari masyarakat,” jelas Adji, Selasa (29/5).

Pada acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Guru SD Kecamatan Karanganyar ini, Adji menyatakan bahwa FKPM didirikan untuk memperluas informasi dan membangun jaringan. “Kami memiliki program metu jobo tambah bolo. Anggota polisi itu harus menambah jaringan, hingga masyarakat bisa kenal sekalipun tidak sedang berpakaian dinas,” tambah Adji.

Menurut Adji, Polres Karanganyar memiliki motto berhati nurani. Ia menyatakan bahwa sangat mustahil jika perilaku polisi tidak berdasarkan keikhlasan. Menurutnya, jika polisi tidak ikhlas dalam menjalankan tugas akan mengakibatkan hanya mengenal polisi dengan tindakan yang sesuai standar operasional prosedur saja.

Sarasehan FKPM ini dihadiri oleh sekitar 300 orang. Para peserta FKPM ini adalah para perwira polisi, tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Ini sarasehan FKPM ke tiga. Sebelumnya hanya sarasehan FKPM di tingkat kecamatan. Kalau yang sekarang kami buat se- Karanganyar,” tambah Adji.

Read More

KECELAKAAN KARAMBOL: 2 Mobil & Motor Bertabrakan, 3 Luka

Kecelakaan karambol melibatkan dua mobil serta satu motor terjadi di ruas Jl Lawu, Karanganyar tepatnya di depan BTPN, Minggu (11/3) sekitar pukul 06.45 WIB. Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang luka parah serta dua di antaranya mengalami luka ringan.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan kecelakaan karambol bermula saat mobil Honda Stream yang dikendarai Edward Yusuf, warga Solo melaju dengan kencang dari arah timur atau Tawangmangu menuju Solo. Laju kendaraan tidak terkendali. Hingga mobil Honda Stream yang dikemudikan seorang pelajar ini memakan jalur arah berlawan.

Dari arah berlawanan melaju mobil Mitsubishi Colt yang dikemudikan Mujiyono, warga Jaten, Karanganyar. Mengingat jarak yang terlalu dekat, tabrakan hebat dua mobil tersebut pun tak terelakkan. Bahkan kondisi mobil ringsek dan berbalik arah.

Sementara dari arah belakang Mitshubisi Colt melaju sepeda motor Honda Astrea 800 yang dikemudikan Sri Raharjo. Karena tak mampu menghentikan laju kendaraanya, akhirnya motor korban menabrak Mitshubisi Colt tersebut.

Motor korban masuk ke bagian bawah mobil tersebut. Sementara pengendara sepeda motor terpental ke atas mobil mitshubisi. Akibat kejadian itu pengendara Honda Stream mengalami luka parah di bagian pelipis kanan dan harus dilarikan ke rumah sakit PKU Karanganyar. Sedangkan dua orang masing-masing pengendara sepeda motor dan mobil mitshubishi colt hanya mengalami luka ringan.

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berusaha mengatur arus lalu lintas yang tersendat lantaran kejadian tersebut

Sumber : http://www.solopos.com/2012/karanganyar/kecelakaan-karambol-2-mobil-motor-bertabrakan-3-luka-169484

Read More

Warga Temukan ULAR PHYTON Pemakan Ayam

Warga Dusun Tegalsari RT 004/RW 006, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, kini bisa tenang dan tidak perlu khawatir kehilangan ayam lagi, karena sejak Minggu (5/2) lalu sudah menangkap ular phyton yang diduga biasa memangsa ayam milik warga.

Ular sepanjang lebih kurang tiga meter dan berbobot lebih dari 20 kilogram itu ditemukan di sebuah sumur mati, di belakang rumah warga setempat, Imam Syafi’i, lima hari yang lalu sekitar pukul 08.00 WIB. “Semula paman saya mencari-cari empat ayamnya yang sudah hilang beberapa hari di belakang rumah, tapi tidak ketemu,” ujar Lina Yuni Listyawati, istri Imam, saat ditemui  di rumahnya, Rabu (8/2/2012) siang.

Paman Lina, Toni, sempat melongok ke dalam sumur mati setinggi sekitar empat meter itu. Awalnya Toni mengira di dasar sumur ada kasur yang dibuang. Karena curiga, Toni memanggil Imam untuk memastikannya. Setelah dilihat secara seksama, ternyata yang ada di dasar sumur adalah ular besar yang melingkar-lingkar. “Karena itu dikiranya kasur, karena ularnya sama sekali tidak bergerak” ujar Lina.

Akhirnya oleh Imam, bagian kepala ular itu ditali menggunakan dadung, dari atas sumur. Setelah terikat, ia lalu menariknya keluar dari sumur. Dasar sumur itu hanya berisi sampah dan tak ada airnya. Sehari sebelumnya, imbuh Lina, ia juga membantu mencari ayam dan sempat melongok ke dalam sumur. Namun kala itu ia tidak mendapati ular tersebut di sana.

Setelah ditangkap, suami Lina lalu mengandangkan ular tersebut. Tapi tak lama berselang, ular itu sudah lepas karena kandang bambu miliknya itu terlalu renggang. Akhirnya ular itu dipindah ke kandang lain yang tidak terlalu renggang. Baik Lina maupun Imam tidak berniat menjual ular yang perutnya berdiameter 20 sentimeter itu.

Read More

PISANG TANPA BATANG GEGERKAN DELINGAN

Sebuah pohon pisang aneh ditemukan oleh sutiyarno, 45 disamping rumah mertuanya di rt 002/rw 011, dusun jrakah, desa delingan, kecamatan karanganyar. Pisang itu tumbuh tanpa batang , yang terlihat tumbuh dari tanah adalah buahnya pisang setinggi mata kaiki orang dewasa dan panjang  setara dengan satu jengkal tangan orang dewasa. Pohon pisang itu tumbuh disamping pohon belimbing.

Sutiyarno awalnya menyangka tanaman itu jamur,” Pertama saya lihat tumbuhan itu rabu pagi pekan lalu. Tapi saya itu masih acuh karena niat saya ingin menanam jagung di pingir rumah. Dua hari setelah itu ia baru menyadari itu adalah pohon pisang.

Untuk memastikan sutiyarno sempat mencabut karena mengira anak anak menanamnya untuk mainan. Namun tanaman tersebut tertanam kuat didalam tanah sepengetahuan dia, saat di temukan pertama kali, pisang itu baru ada tiga lirang kini tumbuh menjadi sembilan lirang.

Warga setempat berdatanga untuk melihat pohon pisang aneh itu agar tidak di cabut orang dia melindungi pohon pisang mini itu menggunakan pagar bambu. Rencananya biar pohon pisang itu tumbuh dan berkembang. Banyak orang setiap kali datang ingin bedhol pohon pisang itu tapi saya tidak mengizinkan.

Sebelum pohon pisang itu ditemukan beberapa hari sebelumnya ia mendapatkan firasat melalui mimpi. Dalam mimpi itu ada anak perempuan yang ingin mengikuti sutiyarno pulang namun dia menolak diikuti.

Mertua sutiyarno marmi 76 mengaku tidak pernah menanam pisang disana. Lokasi disekitar pohon pisang mini itu tidak tertanam pohon pisang. Dulu saya pernah punya pohon pisang di depan rumah, bukan disamping rumah

Read More

Hujan Lebat, Pohon Menimpa Mobil

Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari Minggu (15/1) kemarin membuat sejumlah lokasi dilanda banjir. Di wilayah Kalijambe, ruas jalur Solo-Purwodadi tepatnya di wilayah Banaran, tergenang hingga ketinggian 10 sentimeter.

Camat Kalijambe Samsuri mengatakan berdasarkan pantauan Minggu malam, ruas jalan di Banaran memang tergenang. Selain derasnya hujan yang mengguyur, kondisi jalan yang berkontur rendah di lokasi tersebut membuat aliran air mampet dan meluber ke jalan raya. Dampak dari hujan deras juga membuat elevasi Sungai Cemoro di kawasan Bukuran juga kritis dan tinggal beberapa sentimeter di bawah bibir sungai. Sejumlah anak sungai seperti Sungai Mungkung di Sidoharjo, Sungai Garuda di Sragen Kota serta Sungai Grompol di Masaran juga kritis. Namun, pihak kecamatan setempat memastikan belum terjadi luapan air sungai ke permumikan.

Sementara di Karanganyar hujan deras disertai angin Sabtu (14/1) malam mengakibatkan sejumlah pohon di jalan Lingkungan Kayangan, Bejen, Karanganyar Kota bertumbangan. Sebuah  mobil Carry AD 8964 CE yang tengah melintas menjadi salah satu korban setelah tertimpa pohon yang tumbang.

Beruntung tiga orang yang berada di mobil tersebut tidak mengalami luka serius. Dari informasi yang diperoleh Joglosemar, korban Joko Warsito (40) beserta istri Rosadi (40) dan anaknya Hilda (15) hendak menjenguk kerabat yang sedang dirawat di RSU Jenglong Karanganyar. Namun saat melintasi Kayangan tiba-tiba sejumlah pohon jati dan trembesi tumbang ke jalan dan mengenai bagian belakang mobilnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kendati tertimpa pohon ketiganya tidak mengalami luka yang cukup serius. Namun anak perempuannya sempat syok dan terkulai lemas, pasalnya pohon itu tumbang tepat di atas tempat duduknya di belakang. “Untungnya atap bodi mobil tersebut masih kuat sehingga penumpang tidak terluka,” ujarnya kemarin (15/1). Heru menjelaskan tumbangnya pohon tersebut karena tanah di sekitar tidak mampu menahan beban pohon yang terlalu rimbun dan ditambah kencangnya angin yang berhembus kemarin.

Read More

Karanganyar Langka Ikan Laut

Cuaca buruk yang terus terjadi di awal Bulan Januari membuat banyak nelayan di Pantai Utara Jawa (Pantura) enggan melaut. Hal tersebut juga memberikan dampak terhadap pasokan laut di Karanganyar. Di beberapa pasar tradisional, ikan laut menjadi barang langka dan apabila tersedia harganya mahal.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lapangan, sejumlah komoditi ikan laut mengalami kenaikan harga antara lima ribu hingga tujuh ribu rupiah per kilogramnya. Sebagai contoh harga ikan tongkol naik dari harga semula Rp 18.000 menjadi Rp 25.000, dan ikan dorang naik dari harga semula Rp 35.000 menjadi Rp. 40.000.
Kenaikan harga ini membuta para pembeli resah dan kemudian mencoba mengalihkan komoditi ikan laut menjadi ikan tawar sebagai menu sehari-hari. Salah satu pedagang Ikan di Pasar Jungke, Sri Wahyuni (48) mengatakan sejak dua hingga tiga hari ini dirinya kesulitan mendapatkan pasokan ikan laut terutama dari daerah Pantura seperti ikan laut dari Rembang, Tuban dan Jepara.
“Kalau pun ada stoknya turun drastis mas, tidak seperti biasa. Katanya karena sedikit nelayan yang pergi melaut,” ujarnya saat ditemui  di kiosnya Pasar Jungke, Rabu (11/1).
Menurutnya kondisi kelangkaan ikan laut itu akan berlangsung agak panjang tergantung cuaca. Biasanya komoditi ikan laut akan kembali normal saat cuaca perairan di daerah Pantura kembali normal.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Sumarni (30) mengaku terpaksa membeli ikan tawar yakni gurami karena stok ikan laut di pasaran beberapa hari terakhir susah didapat. “Pengennya stoknya terus ada dan murah, soalnya selain nilai gizinya tinggi, keluarganya merupakan salah satu penggemar sea food,” jelas dia.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-langka-ikan-laut-64915.html

Read More

Pedagang Durian Membuat Macet

Banyaknya warung atau kios durian di pertigaan SMP Matesih membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Matesih dengan Kecamatan Tawangmangu macet, terutama pada libur akhir pekan.
Pasalnya selain banyak pedagang durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, para pembeli turut memperparah karena akses parkir yang asal-asalan. Salah seorang pengguna jalan, Suroto (36) mengaku mengeluhkan laju kendaraannya yang tersendat akibat banyaknya pedagang durian yang menjajakan dagangannya di sepanjang pertigaan tersebut. Sehingga kendaraan yang akan menuju Tawangmangu atau sebaliknya terpaksa harus berjalan merayap jika banyak pembeli yang berjubel di kios pedagang durian itu.
“Jualan boleh saja, asalkan bisa diatur. Jangan di pinggir jalan apalagi dekat pertigaan, kasihan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh menjelaskan bahwa puncak panen durian di Karanganyar sebenarnya baru terjadi di Bulan Januari mendatang.
Tingginya produksi buah baik dari Kecamatan Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro akhirnya membuat mereka menjajakan durian yang berbuah setahun sekali tersebut ke pinggir jalan, salah satunya yakni di pertigaan Matesih karena dianggap sebagai kawasan strategis. Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro menyatakan tidak membangun semacam kios, mengingat pedagang durian tersebut sifatnya musiman.

Read More

Kambing Muda Serbu Karanganyar

Sepekan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H, Petugas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menemukan sejumlah hewan ternak kambing yang masih belum memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai hewan kurban alias poel saat menggelar pemeriksaan di tempat penjualan hewan kurban, Senin (31/10).
Seksi Kesehatan Hewan, Disnakkan Karanganyar Fathur Rahman menjelaskan setidaknya ada 10 ekor kambing yang masih belum cukup umur (belum poel) ditemukan pada dua titik penjual kambing di ruas Jalan Raya Jaten. “Pertumbuhan usia kambing untuk menjadi poel memang bisa terjadi dalam beberapa hari, namun jika belum poel berarti tidak bisa disembelih saat kurban mendatang,” jelas dia di sela-sela pemeriksaan.
Fathur menambahkan cara termudah untuk melihat kambing sudah berumur poel atau belum yakni dengan tanggalnya gigi depan. Atau juga melihat dari umurnya, untuk kambing poel biasanya berumur lebih dari satu setengah tahun. “Kita berharap para pembeli lebih jeli untuk memilih hewan kurban, dan jangan terpaku kepada harga hewan ternak yang murah. Dicek dahulu poel atau belum. Jika tidak malahan nantinya tidak bisa digunakan untuk kurban karena menyalahi aturan agama,” seloroh dia.

Read More

Pasokan Semen di Karanganyar Sudah Stabil

Setelah sempat mengalami kekosongan bahan bangunan semen selama lebih kurang satu minggu, saat ini pasokan semen untuk wilayah Karanganyar sudah berangsur stabil. Meski demikian, harga per saknya masih di atas harga normal yakni Rp 50.000.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Sundoro mengakui adanya kekosongan semen. Tetapi, Sundoro menampik jika kekosongan semen di Karanganyar disebut kelangkaan. “Setelah muncul isu kelangkaan semen, kami terjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan, dan itu bukan kelangkaan melainkan hanya kurangnya pasokan semen untuk wilayah Karanganyar,” papar Sundoro, Sabtu (17/9).

Kondisi ini disebabkan, karena sejak H-4 Lebaran, truk-truk yang biasa mengangkut semen sudah dilarang beroperasi. Sehingga terjadi kekosongan pasokan semen selama satu minggu. Akibatnya, harga semen sempat mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 60.000 per sak. Padahal harga normal hanya Rp 42.000 sampai 45.000 per sak, tergantung jumlah pembelian.

Semen yang mengalami kekosongan yakni merek Gresik, sementara lainnya seperti Tiga Roda, dan Holcim masih mencukupi. Sundoro menguraikan untuk setiap harinya pasokan semen ke wilayah Surakarta mencapai 24.000 ton. Meliputi semen Holcim sebanyak 1.000 ton per hari. “Sementara Tiga Roda berkisar antara 7.000 ton hingga 9.000 ton perhari, dan untuk semen Gresik hanya 5000 ton perhari,” tambah Kepala Disperindagkop dan UMKM saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. Tetapi, Sundoro tidak dapat memastikan berapa banyak pasokan semen untuk wilayah Karanganyar setiap harinya. Meski saat ini kebutuhan semen untuk wilayah Karanganyar sudah dapat teratasi, tetapi harga rata-rata semen masih di atas harga normal yakni Rp 50.000 per saknya. “Tetapi dalam waktu dekat harga akan normal kembali, yakni Rp 42.000 hingga Rp 45.000 setiap saknya.

Read More

Jembatan di Gentungan ambrol, truk terperosok ke sungai

Jembatan penghubung antar dusun di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Senin (9/5/2011) ambrol. Akibat kejadian tersebut, sebuah truk yang sedang melintas terperosok masuk ke sungai.

Read More