Category: Lain-lain

DSC_0027

Satpol PP Gelar Bhakti Sosial Meriahkan HUT Ke-63

DSC_0027

Bupati Karanganyar bagikan sembako kepada pengayuh becak. (ad)

Karanganyar, 19/03/2013 – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar bagikan sembako kepada para pengayuh becak di seputar kota Karanganyar, Bhakti sosial kali ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dalam rangka meriahkan HUT Satpol PP ke 63, Selasa 19/03/2013.

Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum menyerahkan secara simbolis bingkisan sembako tersebut kepada perwakilan pengayuh becak. “ Tahun ini tahun politik, banyak dilaksanakan pilkades, pilkada, maupun pilgub. Untuk itu selalu menjaga kondusifitas Kab. Karanganyar “ ujar Rina.

Pembagian sembako sebanyak 200 paket ini, menurut Kasatpol PP Kabupaten Karanganyar Mei Subroto, sebagai wujud peran Satpol PP dalam mengawal penguatan peran Bupati di bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta sebagai upaya mendekatkan Satpol PP pada masyarakat. “Jangan sampai kesannya Satpol PP adalah tukang gusur dan musuh PKL,” ungkap dia.

Selain bhakti sosial, Satpol PP juga melaksanakan kegiatan donor darah massal yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2013 bekerjasama dengan PMI Karanganyar. (ad)

Read More

Pemkab Berikan Bantuan Kolam Ikan

Karanganyar, Selasa (19/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) memberikan bantuan pembuatan kolam ikan pada 2013. Bantuan tersebut diberikan di 20 tempat yang berada di 12 kecamatan di Karanganyar.

12 kecamatan tersebut antara lain Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Matesih, Karangpandan, Jenawi, dan Kerjo. Selain itu, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Kebakkramat, Colomadu serta Tasikmadu juga mendapatkan bantuan yang sama. Tiap-tiap kecamatan mendapatkan Rp 50 juta dan disalurkan di masing-masing titik di daerahnya.

Plt Kepala Disnakan Karanganyar, Siti Maisyaroch menyebutkan, bantuan itu hanyalah stimulan. Nantinya, imbuh dia, warga juga akan mendapatkan bantuan benih ikan. “2012 ini, kami memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan kolam ikan. Selanjutnya, kami juga akan memberikan bantuan bibit ikan,” kata dia, di acara Pengukuhan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan Pemberdayaan Warung/Kantin Sekolah, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (18/03)  .

Pihaknya berharap, masyarakat bisa mengembangkan bantuan itu secara swadana. dengan begitu, maka secara langsung bisa menaikkan kesejahteraan dalam sisi ekonomi warga. Selain itu, dengan pengembangan budidaya ikan bisa mengurangi angka pengangguran di Bumi Intanpari.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta kepada semua pihak untuk mendukung budidaya ikan. Tidak hanya dengan memeliharanya saja, melainkan menaikkan konsumsi ikan. Seruan itu Rina tekankan kepada ibu rumah tangga. Dengan memberikan arahan kepada anggota keluarganya tentang nutrisi yang terkandung dalam ikan, pihaknya yakin tingkat konsumsi di Karanganyar akan jauh meningkat.

Dikatakan orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar  itu, kandungan Omega 3 dalam ikan sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak. “Awalnya memang enggan memakan ikan. Tapi kami yakin jika dibiasakan, anak-anak pasti akan menyukai ikan. Oleh karena itu, kami akan memberikan pelatihan ibu-ibu lewat PKK dalam hal memasak ikan,” katanya. pd

 

Read More

Tiga Karyawan Ditodong Senjata, Rp 12 Juta Melayang

Gerai Indomaret yang terletak di Jalan Solo-Tawangmangu, km 8 Jaten, Karanganyar, Senin (4/3) sekitar pukul 22.15, menjadi sasaran perampokan. Tiga pelaku yang datang dengan membawa senjata api dan senjata tajam, mengancam tiga karyawan dan berhasil menggasak uang Rp 12 juta yang ada di dalam brankas.

Juga lima slop rook, empat buah ponsel dan satu motor milik karyawan. Dari keterangan yang berhasil dihimpun, saat kejadian toko sudah mau tutup dan sudah ada karyawan yang bersiap menutup rolling door. Saat itu ada tiga karyawan yang bertugas, yakni Triyanto (22), Agus Supardi (20) serta Istiyarini Indriati (20). Mendadak, datang tiga orang yang berboncengan menggunakan motor Honda Revo tanpa nomor polisi. Mereka datang dan pura-pura hendak membeli sesuatu. Namun oleh karyawan dikatakan, toko akan tutup, tapi mereka tetap saja ngotot dan memaksa masuk ke dalam toko.

Setelah berhasil memaksa masuk, para pelaku lantas mengancam ketiga karyawan ini dengan menggunakan senjata api serta golok. Pelaku lalu mengikat paras karyawan dengan menggunakan tali tambang serta menutup mulut karyawan dengan lakban. Mereka juga sempat memukul Istiyarini karena mencoba untuk melarikan diri. Setelah melumpuhkan karyawan, para pelaku menggasak uang tunai yang ada di dalam brankas sebesar Rp 12 juta. Mereka juga membawa kabur motor Honda Vario AD- 6479-BW milik Agus Supardi yang diparkir di depan toko.

Ancam Agus, salah satu korban menjelaskan, sebenarnya saat itu mereka sudah mau tutup, tetapi karena pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam, mereka tidak bisa berbuat banyak. ”Mereka juga berkali-kali mengancam akan membunuh kalau kami berteriak minta tolong,” tandasnya. Mereka baru bisa melepaskan diri setelah perampok itu kabur dan langsung melaporkan aksi kriminalitas itu ke polisi. Diketahui, sebelum beraksi dikawanan perampok juga sempat merusak kabel kamera CCTV, yang berada di sudut ruangan serta membawa DVR atau hasil rekaman CCTV yang dipasang di toko tersebut.

Begitu mendapat laporan, petugas dari Polsek Jaten dan Polres Karanganyar yang tiba di lokasi juga langsung melakukakn olah tempat kejadian perkara (TKP) Kapolsek Jaten AKP Suryanto mengemukakan, jajarannya sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa keterangan sejumlah saksi. Kapolsek juga menyatakan, kondisi sekitar minimarket saat kejadian juga sedang sepi, karena toko sudah hampir tutup. ”Pelaku tiga orang, memakai penutup kepala dan membawa senjata api dan senjata tajam.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

Read More

Pemeriksaan Hydran Dipatok Rp 150.000/ Unit/ Sistem

Karanganyar, Senin (04/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menetapkan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran jenis hydran sebesar Rp 150.000/ unit/ sistem. Besaran retribusi ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012.

Dalam Perda yang mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu dijelaskan jika untuk pemeriksaan hydran ditetapkan sejumlah Rp 150.000/ unit/ sistem. Nominal yang sama juga diperuntukkan bagi pemeriksaan instalasi pemadam jenis springkler dan gas dektator.

Pemeriksaan tiga jenis alat pemadam kebakaran itu meliputi pemeriksaan gambar, visual, pengujuan tanpa beban, pengujian beban, dan rekomendasi teknis. Sementara itu, Pemkab juga sudah menyiapkan personil untuk melakukan pengecekan alat-alat itu.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono mengungkapkan, alat pemadam kebakaran  harus dicek secara berkala. Dengan demikian, maka fungsi alat tersebut bisa maksimal. “Ya harus dicek. Jangan sampai alat pemadam kebakaran hanya ditaruh tanpa ada pemeliharaan khusus,” kata Didik, Sabtu (02/03).

Selain hydran, springkler, dan gas dektator, alat pemadam kebakaran lainnya seperti busa/ super busa, drypowder (serbuk kering, gas CO2, halon) juga harus diperiksa secara berkala. Untuk busa dan super busa retribusinya dipatok antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000/ tabung. Sedangkan untuk drypowder retribusinya juga ditetapkan Rp 5.000 hingga 10.000. Nominal retribusi tersebut disesuaikan dengan berat dari alat pemadam kebakaran tersebut. “Semakin berat isinya, ya semakin tinggi retribusinya. Jadi, memang berbanding lurus antara berat dengan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran,” ujar dia lagi.

Guna memberikan acuan teknis di daerah, Perda tersebut juga dilengkapi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2012 yang terbit pada 3 Juli 2012. Perbup yang juga mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu sebagai petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di lapangan. “Informasi ini akan kami sebarkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tempat-tempat umum yang memiliki alat pemadam kebakaran,” katanya.pd

Read More

Bunga Setinggi 3,5 Meter Tumbuh di Lereng Lawu

Bunga setinggi 3,5 meter tunbuh di kawasan lereng Gunung Lawu, Karanganyar, tiga bulan terakhir, tepatnya di pelataran salah satu vila di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Bunga berdiameter hanya 25 sentimeter tersebut merupakan satu-satunya bunga yang mampu tumbuh tinggi dari beberapa tanaman sejenis. Tak pelak hal itu membuat penjaga, tamu maupun penyewa vila penasaran. Apalagi bentuk bunga tersebut relatif unik dan jarang ditemukan.

Seperti diakui penjaga vila, Giyo, 65, saat ditemui Selasa (26/2/2013). Menurutnya bunga yang tumbuh tiga bulan terakhir tersebut belum ada di Tawangmangu. Selama ini pun bunga itu belum pernah tumbuh atau mekar dari tanaman yang sama di pelataran vila.

“Selama ini pohonnya belum pernah berbunga. Baru keluar kuncup sedikit saja sudah mati. Tapi sekarang ada satu pohonnya yang berbunga tinggi sekali sampai pohonnya roboh,” tuturnya.

Menurut Giyo, masyarakat setempat menyebut bunga tersebut dengan nama kembang nanasan. Bunga yang melengkung di bagian pucuknya itu tidak mempunyai bau menyengat. Bagian-bagian bunganya berbentuk bulir-bulir yang berjumlah cukup banyak, tumbuh dari rangka bunga. Namun belakangan bulir-bulir bunga tersebut mulai layu.

Diperkirakan dalam beberapa pekan ke depan bunga nyleneh tersebut mati karena layu. Sang pemilik vila, Budi, juga mengaku belum pernah menemukan bunga menjulang tinggi seperti itu. Sehingga dia membiarkan bunga tersebut tumbuh tinggi kendati pohonnya ambruk ke sebagian kecil jalan masuk vila.

Dia juga tidak berencana melaporkan penemuan pohon bunga nyleneh tersebut kepada pemerintah yang berwenang. Pendapat berbeda muncul dari warga Karanganyar kota, Iswanda. Menurut dia bunga tersebut tidak tergolong kembang yang langka. Dia meyakini tanaman dan bunga yang sama banyak tumbuh di lereng Gunung Lawu.  “Di Bogor tanaman seperti banyak,” ungkapnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

Amdal Lalin Pembangunan Fly Over Palur

Karanganyar, Selasa (26/02/2013).

Polres Karanganyar menyebut masih banyak pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan pembangunan fly over tahap I. Guna mengantisipasi masalah yang sama, Polres meminta peran serta masyarakat dalam mewujudkan tertib berlalu lintas di Karanganyar.

Pernyataan itu disampaikan Kanit Dikyasa Polres Karanganyar, Aiptu Prasetyo dalam sosaliasasi pembangunan jalan layang tahap II di Kecamatan Jaten, Senin (25/2). Di mana, kendaraan yang melintas di kawasan Palur banyak yang tidak mengindahkan arahan dari rekayasa lalu lintas dan memilih untuk menerobos masuk di jalan pedesaan. Pihaknya berharap, catatan ketidaktertiban pengguna jalan tersebut tidak terulang pada tahap II proyek yang didanai oleh APBN itu.

“Oleh karena itu, ke depan kami berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat demi menunjang kelancaran lalu lintas saat berlangsungnya proyek,” tegasnya. Tanpa adanya kesadaran itu, lanjut Prasetyo, upaya penertiban dengan cara merekayasa lalu lintas tidak akan berjalan lancar.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Joko Mulyono membenarkan jika ada dampak serius terkait kondisi arus lalu lintas di sekitar kawasan proyek. “Dalam pelaksanaan proyek selama dua bulan kemarin dampaknya memang cukup besar. Karena itu, ke depannya kami minta kepada pelaksana proyek bisa menyusun kajian amdal lalin terlebih dahulu sebelum proyek berjalan,” tegasnya.

Menindaklanjuti menumpuknya kendaraan di titik tertentu, pihaknya meminta kepada kontraktor dan konsultan perencana untuk mencermati dan mengananalisa lebih jauh tentang lalu lintas di sana. Jika sudah selesai, maka hal itu bisa dikonsultasikan kepada Dishubkominfo Karanganyar untuk pengeluaran izin Analisis mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdalalin). “Dengan begitu maka kita bisa mengontrol lalu lintas di sana dan bisa mengakomodir keluhan dari masyarakat sekitar,” ujar dia lagi

Terkait dengan surat protes, Kapolsek Jaten, AKP Suryanto mengaku mendapatkan keluhan  masyarakat sebanyak empat kali. “Masyarakat mendesak agar kami membuka ruas jalan yang ditutup. Jadi kami minta ke depan konsep pengaturannya bisa lebih diperjelas lagi,” kata dia. pd

Read More

Brownis Cinta, Berawal dari Cinta, Jadi Primadona Warga

Fauzi Yunianto memperlihatkan brownis cinta, Rabu (13/02)

Fauzi Yunianto memperlihatkan brownis cinta, Rabu (13/02)

Karanganyar, Kamis (14/02/2013). Sebuah dapur salah satu rumah di Badranasri RT 2/ RW IX Cangakan, Karanganyar terlihat sibuk, Rabu (13/2). Sejumalah bahan makanan seperti tepung terigu, telur, margarin, coklat, dan lainnya terlihat menggunung di salah satu sisi sudut ruangan. Saat dicermati lebih teliti, nampak pula sepasang tangan yang asyik mencampur semua bahan-bahan tersebut di sebuah baskom. Sesekali dia menambahkan tepung terigu lantaran adonan terlalu lembek.

Dialah Puspita Sari, salah seorang pemilik Brownis Cinta yang kini tenar di Karanganyar, Solo, Boyolali, Klaten, dan lainnya. Dia begitu sibuk melayani pesanan para pelanggan. Di sampingnya, terlihat suaminya Fauzi Yunianto tak kalah sibuknya. Lelaki berpakaian kaos kuning dengan krah hitam terlihat mondar-mandir yang menandakan jika tengah mengatur usaha yang dirintis dengan istrinya sejak Agustus 2012 itu. Ada yang menarik dari brownis itu. Kenapa diberi nama Brownis Cinta? Usut punya usut, nama itu diambil karena menjadi hadiah dari perkawinan mereka.

“Dua bulan setelah menikah, yakni Agustus 2011 kami memulai usaha. Kenapa disebut cinta? Karena ini berawal dari cinta kami dan saat kali pertama di-launching bentuk bronis adalah love,” kata Fauzi.

Dia menuturkan jika usaha yang kini lumayan sukses itu sejatinya tidak selalu berjalan mulus. Di awal usahanya, dia bersama istri kesulitan dalam hal pemasaran. Betapa tidak, dia hanya menggunakan sistem titipan ke sekolah-sekolah. Promosi pun hanya dilakukan dari mulut ke mulut para pelanggannya dari Karanganyar, Solo, Wonogiri, dan Klaten. “Biasanya akhir tahun mereka ke sini dan dibawa ke daerahnya masing-masing. Lalu mereka mulai menyebarkan keberadaan kami kepada teman-temannya hingga saat ini,” ujarnya.

Dalam sehari, dirinya bersama lima orang pekerja dapur bisa menghasilkan puluhan brownis. Harganya pun bervariasi, tergantung jenis dan ukurannya, berbicara soal varian, Browis Cinta menawarkan tujuh varian, yakni cinta original, hitam putih, oven with almond, keju, mini, mandarin, kentang.

Disinggung soal permodalan, dirinya pun mengaku tidak lagi mengalami kendala. Sejak berdiri, Fauzi dan istrinya mengandalkan uang pribadi dan beberapa pinjaman. Namun, sekarang ini Pemkab Karanganyar melalui Dinas Perindustrian Perdagangan  Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop dan UMKM) membantunya. Selain mendapatkan kucuran kredit dengan bunga ringan, binaan dari Disperindagkop dan UMKM itu juga mendapatkan sejumlah arahan melalui pelatihan-pelatihan.

 

.pd

Read More

Dishubkominfo Razia Kendaraan Angkutan

Karanganyar, Rabu (13/02/2013).

Jajaran petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar mengadakan razia kendaraan angkutan barang, taksi, dan bis pariwisata, di depan Hotel Taman Sari, Rabu (13/02) pagi.

Kendaraan yang datang dari arah barat (Palur) maupun dari timur (Tawangmangu) di hentikan dan di periksa kelengkapan surat-suratnya. Hasilnya, puluhan kendaraan yang angkutan barang dan orang terjaring razia itu.

Razia itu juga melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar.”Polisi lalu lintas menindak pelanggar yang tidak membawa STNK, maupun SIM,” ujar Joko Mulyono, Kepala Bidang Pengendalian Operasi Lalu Lintas, Dishubkominfo Karanganyar.

Berdasarkan pengamatan, puluhan kendaraan angkutan barang yang datang dari arah timur maupun barat, kemudian dihentikan untuk diperiksa kelengkapan surat-surat, ijin trayek,  juga bagi yang menyalahi beban muatan, KIR, dan masuk kota harus ijin. “Mobil angkutan barang lebih dari lima ton harus ijin masuk kota,” jelasnya.

Selain itu, banyak kenadaraan yang tidak memperhatikan tata cara memuat barang. Padahal, hal itu sangat penting bagi keselamatan di jalan. “Ada beberapa kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang melebihi ketentuan. Padahal, peraturanya hanya sopir dan dua orang penumpang kendaraan,” kata dia.

Kendaraan yang melanggar aturan kemudian di beri surat tilang.” Pelanggar di haruskan sidang di Pengadilan Negeri Karanganyar,” tandas Joko.

.pd  

Read More

Balon Kades Tanda Tangani Pakta Integritas

Karanganyar, Senin (04/02/2013).

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

209 bakal calon kepala desa (Balon Kades) yang akan maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) pada 21 Februari 2013 di 91 desa menandatangani Pakta Integritas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02) pagi.

Balon kades harus bertanggungjawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif, mengarahkan masa pendukung dan kader untuk tidak melakukan tindakan atau kegiatan yang menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. ” Penandatanganan ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama mewujudkan kondisi wilayah yang tentram, aman, dan nyaman,” ujar Any Indri Hastuti, Asisten Pemerintahan.

Adapun isi Pakta Integritas ini yaitu bertanggung jawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif baik sebelum, pada saat pemilihan maupun sesudah pelaksanaan pilkades. Bersikap tulus dan ikhlas (legowo) untuk menerima hasil pilkades.

Berdasarkan catatan yang dimiliki, balon Kepala Desa terdiri dari incumbent sebanyak 60, balon kades tunggal 27, kemudian untuk laki-laki sebanyak 185. Sedangkan perempuan yakni 24 orang.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan jika menjadi pelayan masyarakat harus bersikap satria, perwira, tidak boleh marah jika kalah dalam pilkades. “Sebenarnya tujuan saudara-saudara sangat mulia, karena ingin melayani masyarakat. Saya juga bangga kepada perempuan yang berani maju mencalonkan pilkades,” ucap Rina Iriani.

 

.pd

Read More

Kecelakaan Karambol, 2 Luka Berat

Kecelakaan karambol dengan melibatkan bus Harta Sanjaya, mobil Toyota Avanza, dan sepeda motor terjadi di Jalan Lawu tepatnya di depan SPBU Popongan, Karanganyar Kotapukul 14.00 WIB. Akibat kecelakaan itu dua orang mengalami luka parah dan dua lainnya luka ringan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bus Harta Sanjaya AD 1520 CF melaju cukup kencang dari arah Tawangmangu. Sementara itu dari arah berlawanan juga melintas Toyota Avanza AD 8436 TF dengan kecepatan sedang namun melaju terlalu di sebelah kanan jalan.

Sopir bus Harta Sanjaya, Paidi, warga Plosorejo, Matesih, yang melihat Avanza tersebut pun membunyikan klakson, namun Avanza tersebut tetap pada posisinya. Karena jaraknya sudah sangat dekat, sopir bus tersebut berusaha membanting kemudi ke kiri, namun tabrakan keras tetap tak terhindarkan.

Usai menghantam Avanza yang dikemudikan Sutrisno, bus tersebut kemudian terperosok ke selokan di sisi kiri jalan. Sedangkan Avanza yang mendapat hantaman keras itu posisinya sampai berbalik 90 derajat menghadap ke arah barat. Bagian depan mobil itu pun hancur.

Tak sampai di situ, dari arah barat melaju motor Honda Revo AD 4330 WZ yang dikendarai Yuni Kartikawati dan menghantam Avanza itu. Motor yang dikendarai pegawai Dishubkominfo Karanganyar tersebut kemudian terjun ke sawah di sebelah SPBU Popongan.

Pengendara motor dan sopir Avanza mengalami luka cukup parah dan langsung dilarikan ke RSUD Karanganyar, namun kemudian dirujuk ke RS Dr Oen Kandangsapi, Solo. Sedangkan dua penumpang bus yang terpelanting dari tepat duduknya hanya mengalami luka ringan. Keduanya adalah pelajar yang akan pulang dari sekolah.

“Saya kaget melihat Avanza yang melaju terlalu ke kanan. Walaupun sudah banting setir, namun posisi Avanza terlalu di tengah jalan, jadi tetap berbenturan,” kata Paidi, sopir bus. Ia menduga, sopir Avanza tersebut dalam keadaan mengantuk dan sendirian di dalam mobil. Pasalnya, klakson busnya sudah dibunyikan berulang-ulang dan suaranya cukup keras.

Sementara itu salah seorang kerabat Sutrisno, Sunarto, mengakui bahwa saudaranya dalam keadaan mengantuk, setelah sebelumnya ikut menunggui anaknya yang akan melahirkan di RS Dr Oen, Solo. “Rencananya dia (Sutrisno) akan kembali ke rumahnya di Bangsri, Karangpandan untuk menjemput istrinya yang ingin ikut menunggui anaknya di rumah sakit,” ujar Sunarto.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Faris Budiman, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun dugaan awal sopir Avanza tersebut menyetir dalam kondisi mengantuk

Read More