Category: Lain-lain

Sungai Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Diteror Nyamuk

Warga Dusun Ngijo Wetan, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu,Karanganyar, mengeluhkan banyaknya sampah yang menumpuk di sungai sekitar tempat tinggal mereka. Pasalnya, tumpukan sampah itu membuat lingkungan sekitar diserang nyamuk.

Bedasarkan pantauan, ratusan sampah yang dibungkus dalam kantong plastik terlihat menumpuk di sepanjang sungai  yang melintas di Dusun Ngijo Wetan hingga Ngijo Kulan itu. Sebagian besar buntelan sampah berisi popok sekali pakai serta limbah rumah tangga. Tumpukan sampah juga tampak menghambat aliran air.

 Ketua RT 005/ RW 003, Dusun Ngijo Wetan, Darmaji, mengaku tidak mengetahui orang yang kerap membuang sampah di sungai itu. Menurutnya, sampah-sampah itu kemungkinan dibuang oleh warga dari dusun lain yang kebetulan melintas. Selain itu, buntelan sampah juga diduga hanyut dari dusun lain melalui aliran sungai.

 “Yang jelas bukan warga sini, soalnya masing-masing rumah punya tong sampah dan ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah setiap harinya. Terkadang, kami juga membakar sampah, jadi enggak ada yang membuang ke sungai,” urai Darmaji saat dijumpai di rumahnya, Selasa siang.

 Terserang Chikungunya

 Darmaji mengungkapkan warga di wilayahnya kerap mengeluhkan tumpukan sampah yang kian menggunung sehingga menjadi tempat pertumbuhan nyamuk.  “Sekarang,banyak sekali nyamuk yang menyerang rumah warga di sekitar sungai, bisajadi karena sampah yang menumpuk di sungai.”

 Salah seorang warga RT 005/RW 003, Karyati, menuturkan puluhan orang  di Dusun Ngijo Wetan bahkan terserang penyakit chikungunya sejak dua bulan terakhir. “Sampai sekarang juga masih ada yang kena chikungunya. Hla bagaimana, nyamuknya juga masih banyak,” ucap dia.

Menurut Karyati, warga telah berkali-kali melaporkan meluasnya serangan chikungunya ke pemerintah desa setempat. Namun, belum ada penanganan yang jelas hingga saat ini. “Kami kan juga enggak tahu bagaimana caranya memberantas chikungunya, sampai sekarang belum pernah ada penyuluhan. Sungai juga tetap saja kotor, sampah tidak dibersihkan, padahal bukan kami yang buang sampah,

Read More

Harga Sapi Melambung

Kendati Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban masih sekitar 25 hari lagi, harga  sapi telah melambung tinggi. Bahkan kenaikan harga tahun ini dinilai jauh lebih tinggi daripada tahun 2012.

“Kalau dibanding tahun lalu kenaikan harga sapi tahun ini mencapai 30 persen atau sekitar Rp3 juta per ekor. Karena itu tidak heran kalau tahun ini hingga H-26 Idul Adha, pembeli sapi masih sepi,” ujar salah seorang pedagang sapi di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Yanto, 36, ketika ditemui  di kediamannya, Rabu (18/9/213).

Menurut dia saat ini dia memiliki 15 ekor sapi jenis jawa dan metal. Dari jumlah itu lima di antaraya sudah laku dipesan konsumen. Harga sapi miliknya berkisar antara Rp13 juta sampai Rp17 juta per ekor. Dia menjelaskan tahun lalu dia berhasil menjual 25 ekor sapi. Namun pada Idul Adha tahun ini dia untuk semetara baru menyetok 15 ekor sapi.

“Pada Idul Adha sekarang ini konsumen rata-rata mencari sapi yang berharga Rp12 jutaan. Karena dana yang mereka miliki dari hasil urunan beberapa orang rata-rata sekian itu. Dulu harga sapi yang sekarang dijual Rp12 juta itu bisa dibeli kira-kira Rp9 juta per ekor.”

Dia menuturkan sapi dagangannya dibeli dari pasar hewan di kawasan Sumberlawang, Sragen. Selain harga relatif murah, karena belum banyak jatuh ke tangan bakul, sapi dari Sumberlawang banyak berasal dari desa yang masih sehat.

Sepinya pembeli juga dirasakan salah seorang pedagang sapi lainnya di Gawanan, Suparno, 65, yang ditemui secara terpisah. Kendati demikian dia optimistis 10 hari menjelang Idul Adha sapi dagangannya bakal banyak diserbu pembeli. “Sekarang ini sapi saya ada 25 ekor, dari jumlah itu sembilan di antaranya sudah laku. Namun pemilik sapi itu belum mengambil, karena sengaja dititipkan di tempat saya. Nanti sapi ini baru akan diambil pada Idul Adha,” papar dia.

Dia menilai sepinya pembeli menjelang Idul Adha akibat banyaknya penjual sapi secara musiman di berbagai tempat. Karena itu dia juga mengaku tak berani banyak menyetok sapi sebagai dagangan. Karena itu dia berharap semakin dekat dengan pelaksanaan Idul Adha akan banyak masyarakat yang membeli sapi untuk kurban.

Dia menjelaskan harga sapi miliknya berkisar Rp12 juta sampai Rp15 juta per ekor. Suparno menjamin sapi dagangannya yang dikulak dari pasar hewan di Kalioso sehat.

Read More

1.000 Bendera Merah Putih Akan Dikibarkan di Puncak Lawu

Sebanyak 1.000 bendera merah putih akan dikibarkan oleh para pendaki di puncak Gunung Lawu, Karanganyar, Sabtu (17/8/2013) pagi.

Ratusan orang diprediksi akan mulai mendaki Gunung Lawu melalui jalur Cemara Kandang, Karanganyar, pada Jumat (16/8/2013) siang. Para pendaki tersebut bakal menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Puncak Hargo Dumilah Sabtu (17/8/2013) pagi. Selain mengibarkan selembar Sang Saka Merah Putih berukuran besar untuk upacara, para pendaki juga bakal memasang lebih kurang 1.000 bendera dwi warna berukuran sedang di puncak tertinggi Gunung Lawu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru, menjelaskan sedikitnya terdapat 80 orang anggota organisasi Anak Gunung Lawu (AGL) yang bakal disiagakan untuk menjaga keselamatan para pendaki.

Anggota AGL tersebut terbagi dalam dua tim, tim pertama diberi tugas mendaki Lawu pada Jumat pagi untuk menyiapkan pos serta 1.000 bendera yang akan dikibarkan. Sementara, tim kedua bertugas menjaga keamanan di pos pemberangkatan di Cemara Kandang.

Heru mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengurus AGL untuk memastikan keselamatan para pendaki. Dia juga telah mengimbau AGL memasang rambu-rambu untuk memandu para pendaki supaya tidak tersasar.

“Nanti anggota AGL akan memandu para pendaki, mungkin secara langsung atau memasang petunjuk arah, supaya tidak ada kejadian pendaki yang tersasar atau bahkan hilang seperti di Merapi,” ungkap dia saat dijumpai  di Kantor BPBD Karanganyar, Kamis (15/8/2013).

Lebih lanjut, Heru mengimbau para pendaki membawa seluruh perlengkapan pendakian, mulai dari baju hangat, tenda, tali-temali, obat-obatan, hingga logistik yang mencukupi. Dia juga meminta para pendaki membawa alat komunikasi yang dapat digunakan di atas gunung supaya dapat segera menghubungi anggota AGL jika mengalami kesulitan dalam pendakian.

“Jangan sampai ada yang tercecer, jumlah logistik harus diperhitungkan. Kami juga akan melakukan seleksi supaya tidak ada pendaki pemula yang nekat mendaki tanpa dipandu, kalau ada apa-apa segera hubungi kawan-kawan AGL,” terang dia.

Heru mewanti-wanti para pendaki untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun meninggalkan bara api yang belum dimatikan. Pasalnya, musim kemarau membuat potensi kebarakan hutan kian meninggi.

Sementara itu, salah seorang pengurus AGL yang tengah bertugas di Pos Cemara Kandang, Bibit Suyono, menyatakan kondisi Gunung Lawu aman untuk didaki meski diselimuti kabut tipis. Suhu udara di pos setempat mencapai 18 derajat celcius pada Kamis siang dan diprediksi kian menurun pada malam hingga dini hari.

Read More

Colomadu Karanganyar Digerojok Rp19 Miliar

Kecamatan Colomadu, Karanganyar merupakan kawasan Karanganyar paling ujung barat kebanjiran bantuan. Dalam beberapa bulan terakhir ini kawasan yang merupakan pintu gerbang Karanganyar bagian barat mendapat dana bantuan setidaknya Rp19 miliar.

“Bantuan yang pertama adalah untuk pembuatan reservoar di Desa Bolon senilai Rp12 miliar berupa hibah dari pemerintah pusat. Kedua adalah dana pembuatan saluran tersier dari Desa Tohudan ke Desa Gawanan senilai Rp7 miliar, dana PNPM Rp783.750 dan sebagainya,” ujar Camat Colomadu, Joko Budi Utomo ketika ditemui.

Menurut dia, asal bantuan itu dari berbagai sumber di antaranya dari pemerintah pusat, APBD dan sebagainya. Dari sejumlah bantuan itu beberapa di antaranya sudah dibelanjakan dan beberapa di antaraya sudah jadi.

Bahkan untuk reservoar yang dibangun di Desa Bolon dalam waktu dekat ini akan segera diresmikan. Karena volume pembangunan sudah mencapai kira-kira 95 persen.

Dia memperkirakan jumlah bantuan dana pembangunan dari berbagai sumber yang dialokasikan di Kecamatan Colomadu, paling besar se-Karanganyar.

“Setahu saya, kecamatan lain di luar Kecamaran Colomadu tidak ada yang menerima bantuan dana pembangunan sebesar itu. Jadi, tidak semuanya benar kalau dikatakan Colomadu menjadi wilayah Karanganyar yang pembangunannya tidak dipikirkan,” papar Joko.

Sementara itu salah seorang warga Bolon, Yono, 62, berharap dengan dibangunnya reservoar bisa bermanfaat bagi warga sekitar. “Saya tidak tahu secara persis bangunan itu untuk apa? Tetapi saya dengar bangunan itu untuk menampung air sungai yang akan diolah menjadi air minum.”

Jika dugaannya benar, papar dia, diharapkan warga sekitar yang membutuhkan air tersebut hendaknya mendapat prioritas. Dengan demikian warga tidak hanya melihat bangunan, namun manfaat nyata justru akan dinikmati warga lain yang jauh dari lokasi reservoar.

Read More

OPERASI PATUH JAYA

Sebanyak 2.292 pelanggar lalu lintas ditilang selama Operasi Patuh Jaya yang digelar serentak pada 4-17 Juli 2013. Operasi Patuh Jaya diprioritaskan melakukan penindakan terhadap pengguna sepeda motor yang melanggar aturan.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan penindakan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Misalnya, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan.

“Jadi prioritas utama penindakan pelanggaran lalu lintas terutama yang dapatmengakibatkan kecelakaan lalu lintas,”.

Selain itu, pihaknya juga menyasar kendaraan berat yang melanggar tonase. Truk-truk yang memuat barang melebihi tonase bakal ditilang lantaran dapat membahayakan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Pola pelaksanaan Operasi Patuh Jaya dilakukan dengan sistem hunting atau berburu. Artinya, petugas bakal disebar di setiap jalan untuk memantau pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan. Menurutnya, operasi Patuh Jaya digelar sebagai rangkaian Operasi Ketupat Candi yang dilaksanakan selama perayaan Lebaran.

Read More
DSC_0019

Kejuaraan Nasional Paralayang

Paralayang

Paralayang

Karanganyar, Minggu (19/05/2013) Seorang atlet Paralayang sedang mencoba tepat mendarat di lingkaran yang sudah ditentukan, dalam Kejuaraan Nasional Paralayang, di Bukit Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/05). Kejurnas itu diikuti sebanyak 80 atlet dari 10 Propinsi, dan berlangsung 17-19 Mei 2013.

Read More
DSC_2723

Bhakti TMMD Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang

DSC_2723

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum Sedang Memberikan Sambutan Pengarahan

Pembukaan Bhakti TMMD di Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang dilaksanakan pada hari Selasa, (16/4) bertempat di Aula Balai Desa Guntur. Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Kapolres Karanganyar, PLH Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Perwakilan Pengadilan Agama,  sejumlah Anggota DPRD dan Kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar dalam sambutan arahannya, antara lain pelaksanaan TMMD dimaksudkan untuk sasaran fisik maupun sasaran tambahan adalah untuk kesinambungan membangun desa  dalam rangka berkehidupan sebagai masyarakat ataupun berbangsa yang hasilnya untuk kemanfaatan orang banyak serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangkitkan rasa memiliki daerahnya.

Sementara itu Danramil Mojogedang , Kapten Inf Sukiman dalam laporannya mengatakan, panjang pengerjaan jalan 550m, waktu pelaksanaan selama 10 hari melibatkan TNI dan Warga.  Dengan anggaran dari APBD Kabupaten Karanganyar sebesar 125 juta rupiah dan dana swadaya masyarakat sebesar 40 juta rupiah. (dt/ad)

Read More
DSC_2611

Bibit Waluyo Pimpin Apel Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

DSC_2611

Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah Memberikan Bantuan Sesaat Setelah Apel Siaga Selesai

KARANGANYAR (15/04/2013) – Rombongan Gubernur Jawa Tengah tiba dilokasi Hutan Wisata Gunung Bromo Dukuh Sinongko, Desa Gedong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar dalam rangka Apel Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan diiringi kesenian Reog Ngudi Mulyo asal Kec. Ngargoyoso. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Propinsi Jawa Tengah dan perwakilan Forum  Komunikasi Pimpinan Kabupaten Kota se Jawa Tengah serta Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah.

Dalam Sambutannya Bibit Waluya, kebakaran hutan pada awalnya karena ada sikap ketidakdisiplinan. Api muncul tidak secara tiba-tiba. ”Tapi bisa akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan. Maka disiplin perlu ditingkatkan. Merokok tidak dilarang, tapi matikan puntungnya jangan dibuang begitu saja,” katanya. Gubernur meminta masyarakat bersama-sama elemen yang ada,  untuk memiliki kepedulian terhadap gejala kebakaran di hutan. Dia juga berpesan, siapa pun yang melihat gejala api langsung dipadamkan mumpung masih kecil.

Sesaat setelah Apel Siaga selesai, disampaikan bantuan berupa 100 alat pemadam kebakaran tradisional 2 Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kab. Karanganyar yang terdiri atas cangkul, sepatu, sabit, garu dan sekop, selain itu diserahkan pula 25 ekor sapi kepada 5 Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kab. Karanganyar. Bantuan beras masing-masing 10 Kg kepada 50 keluarga tidak mampu. Dan yang terakhir 150 paket sekolah untuk 6 SD di Kabupaten Karanganyar. (ad,dt)

Read More

Sering Celakakan Warga, Jalan Adi Soemarmo Ditanami Pohon Pisang

Sepenggal Jalan Adi Soemarmo di sisi timur yang berbatasan dengan Kota Solo pada Minggu (31/3/2013) ditanami pohon pisang oleh sejumlah warga Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Penanaman itu dilakukan karena mereka mengaku tak tega melihat pengguna jalan yang melintas di kawasan itu banyak yang mengalami kecelakaan.

“Niat kami hanya ingin menyelamatkan warga, karena itu pemerintah hendaknya segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab jalan yang sudah rusak berbulan-bulan lalu itu tidak ada perbaikan sama sekali selama ini,” ujar Ketua Karangtaruna Klodran, Suparman ketika ditemui wartawan.

Menurut dia penanaman 10 pohon pisang di lokasi jalan yang rusak itu dilakukan spontan dengan teman-temannya. Karena itu pohon pisang yang ditanam berderet di sebelah timur stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Klodran itu dicari seadanya di rumah warga.

Dia menambahkan banyaknya kerusakan di jalan itu berdampak luas ke warga. Di antaranya mengakibatkan kelancaran arus lalu-lintas terganggu, keselamatan pengguna jalan terancam dan sebagainya.

“Apalagi kalau malam hari dan turun hujan lebat. Selain kawasan itu gelap karena lampu penerangan kurang dan kalau sehabis turun hujan lebat sering kali lubang-lubang menganga tertutup air sehigga banyak terjadi kecelakaan. Di tempat itu ada yang kecelakaan sampai meninggal hlo. Kalau nanti tetap tidak ada perhatian dari pemerintah kami siap melakukan aksi mengerahkan massa yang lebih besar lagi,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Klodran, Warsito mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan rusak itu lewat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu. Namun hingga kemarin kerusakan jalan itu tidak pernah diperbaiki.

Pada bagian lain sejumlah pengguna jalan yang melintas di jalan itu memberi dukungan. Mereka mengaku stress jika melewati jalan yang rudak tersebut.

“Betul Mas, lagi tanami pohon pisang yang banyak sekalian agar tidak bisa lewat. Ini namanya jalan pisuh [umpat], karena kalau lewat jalan ini penginnya misuh-misuh,” papar salah seorang pengguna jalan yang melintas.

Berdasar pantauan di lapangan, kerusakan jalan Adi Soemarmo terjadi di beberapa tempat. Jika dari timur, selepas wilayah Kodya Solo ke barat, pengguna jalan akan dihadang lubang-lubang menganga di beberapa tempat hingga Pertigaan utara Pabrik Gula Colomadu.

Read More

Tanah 40 keluarga Tergusur Proyek Waduk Gondang

Camat Kerjo, Bambang Djatmiko, mengatakan proses pihak Kementerian Pekerjaan Umum telah merampungkan proses pembebasan lahan milik warga. Kini, pihaknya masih menunggu realisasi proyek pembangunan Waduk Gondang. “Pembebasan lahan milik warga sudah selesai, sekarang tinggal menunggu realisasinya saja,”.

Proyek pembangunan Waduk Gondang dilaksanakan di Desa Ganten dan Gemolan, Kecamatan Kerjo. Lahan milik warga yang berdomisili di Kecamatan Kerjo yang terkena proyek pembangunan waduk itu seluas 37 m2. Rinciannya, 21 keluarga di Desa Gemolan dan satu keluarga di Desa Ganten. Sementara selebihnya lahan tanah milik warga Kecamatan Ngargoyoso.

Sebenarnya, beberapa lahan tanah milik desa setempat dan PTPN IX, Batu Jamus juga terkena proyek pembangunan waduk. Tanah milik desa yang terkena proyek pembangunan waduk seluas enam m2. Sementara lahan tanah milik PTPN IX seluas 33 m2.

“Tanah milik desa masih diurus karena harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jateng,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan Pembangunan Waduk Gondang diperkirakan dimulai pertengahan 2013. Waduk ini mampu mencukupi kebutuhan air bagi 4.630 hektare lahan pertanian di sekitar Kecamatan Kerjo, Ngargoyoso dan sebagian wilayah Kabupaten Sragen.

Saat ini, Detail Engineering Design (DED) tengah direvisi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pihaknya menargetkan proyek pembangunan waduk dimulai pertengahan tahun ini. “Revisi DED sudah kelar, kami masih menunggu koordinasi dengan Kementerian [Kementerian Pekerjaan Umum],” jelasnya.

Read More