Category: Lain-lain

DSC_0078 (FILEminimizer)

41 Atlet Karanganyar Ikuti Kejuaraan NPC

DSC_0078 (FILEminimizer)

Tim Atlit NPC Kab. Karanganyar yang diberangkatkan ke Peparprov Jateng

Dalam rangka mengikuti kejuaraan National Paralympic Committe (NPC), KONI Kabupaten Karanganyar mengirim 41 personil yang terdiri dari 34 atlet dan 7 pelatih untuk bertanding ke Peparprov Jateng yang akan berlangsung dua hari (24 s/d 28/11) di Donohudan Solo.

“ Sebanyak 41 personil yang siap bertanding ini adalah mereka yang difabel, yakni para atlit yang mempunyai kekurangan secara fisik tetapi berprestasi dalam bidang olah raga. Adapun cabang olah raga yang kita ikuti, sejumlah sembilan dari sepuluh cabang olah raga antara lain: bulutangkis, tenis meja, voli duduk, renang, angkat berat, atletik. Kecuali cabang olah raga catur kita tidak ikut karena belum ada atlit kita yang setara dengan atlit daerah lain,” terang Nano Suparno selaku Ketua Panitia. Ditambahkan juga untuk tahun lalu atlet kita dapat meraih juara umum ke-2, semoga untuk pertandingan sekarang ini prestasi yang kemarin dicapai dapat tetap dipertahankan, syukur-syukur kita dapat menyabet juara pertama yang mana dapat mengangkat nama baik Kabupaten Karanganyar.

“ Selaku atlet Peparprov Karanganyar kalian harus selalu menjaga sportifitas, jaga sikap tutur kata dan tingkah laku selama bertanding disana. Tidak kalah pentingnya tetap jaga kesehatan. Prestasi yang akan kalian raih ini mewakili lebih kurang delapan ratus ribu penduduk Karanganyar. “Dengan ridho Allah SWT dan tetap semangat, Yakin kalian menang,” pesan Sekretaris Daerah Drs. Samsi M.Si selaku yang mewakili Bupati Karanganyar detik-detik sebelum melepas atlet NPC Kab. Karanganyar ke Peparprov Jateng, di Halaman Kantor Setda Karanganyar, Kamis pagi (21/11). ad+ind

Read More

Proyek Pembangunan Jalan Museum Dayu Capai 80%

Pengerjaan proyek pembangunan akses infrastruktur yang menghubungkan  jalan raya menuju museum purbakala di Desa Dayu, Gondangrejo mencapai sekitar 80 persen.  Anggaran yang digelontorkan untuk membiayai proyek  pembangunan akses jalan itu senilai Rp2,5 miliar yang berasal dari APBN.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan pembangunan akses jalan menuju museum purbakala di Desa Dayu ditargetkan rampung pada akhir 2013. Pembangunan akses jalan tersebut untuk mendukung program promosi pariwisata di museum purbakala.

 “Proyek pembangunan akses jalan sekarang mencapai sekitar 80 persen. Dulu kan akses jalannya tak memadai, aspalnya banyak lubang dan bergelombang,” katanya saat ditemu di kantornya, Rabu (20/11/2013).

 Sementara pengerjaan pembangunan museum purbakala ditargetkan kelar pada pertengahan 2014 mendatang. Pembangunan museum purbakala itu menyedot anggaran senilai Rp28 miliar. Rinciannya, anggaran pembangunan gedung senilai Rp23 miliar sementara taman hijau senilai Rp5 miliar. Rencananya, museum itu bakal diresmikan secara langsung oleh Presiden  Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

 Museum purbakala Dayu bakal menjadi objek wisata prasejarah yang tak kalah dengan Museum Sangiran di Sragen. Menurutnya, potensi purbakala di Desa Dayu cukup tinggi. “Ada lapisan tanah yang dapat menggambarkan potensi arkeologi. Jadi potensi purbakalanya sangat tinggi. Kami juga akan bekerjasama dengan Museum Sangiran,” jelasnya.

 Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisi Disparbud Karanganyar, Ismu Suprihatin, menyatakan fosil purbakala yang ditemukan di Desa Dayu antara lain tengkorak manusia homo erectus, hewan purba dan peralatan manusia purba. Terakhir, ditemukan fosil bagian tubuh gajah purba yakni rahang, iga oleh warga setempat.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Gunung Merapi Meletus Warga Karanganyar Ikut “Mencicipi” Hujan Abu

Warga Tasikmadu Karanganyar digegerkan dengan peristiwa hujan abu secara tiba-tiba di wilayah sekitar mereka, Senin (18/11/2013) pagi hari. Meski tak terlalu tebal, namun kemunculan hujan abu tersebut memunculkan tanda tanya bagi warga.

Salah seorang warga Tasikmadu, Sardi mengaku kaget begitu melihat jaketnya penuh abu selepas mengantar anaknya sekolah di Papahan. Ia semula menduga abu-abu tersebut berasal dari cerobong pabrik gula Tasikmadu. Namun, dugaan itu ia sangsikan sendiri setelah mengamati jenis abu yang menempel di jaketnya. Apalagi, pabrik tersebut sudah berhenti giling sejak dua pekan terakhir.

“Hla, tapi abu ini berasal dari mana? Masak Gunung Lawu meletus?” tanyanya.

Nugraha, warga Tasikmadu lainnya juga mengalami hal serupa. Seusai mengantar sekolah putera bontotnya, lelaki bertubuh subur ini kaget melihat abu-abu yang menempel di sepeda motor maticnya. “Sejak dari Papahan tadi abu-abu ini menempel di motor saya. Aneh?” tanyanya.

Pengamatan seorang warga, abu-abu tersebut sangat lembut dan berwarna putih keabu-abuan. Frekuensi turunnya abu tersebut tak lama, atau hanya sekitar 30 menit. Setelah itu tak terlihat lagi, meski bekasnya masih tampak di dedaunan dan genteng rumah warga.

Seperti diketahui Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga ketinggian 2.000 meter pada Senin pagi (18/11/2013) sekitar pukul 04:50-06:00 WIB.
Hal inilah yang memicu hujan abu di wilayah Boyolali, Solo, Karanganyar dan sekitarnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Dusun Kedungdowo Jadi Sentra Budidaya Anggrek Karanganyar

Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih menjadi sentra  budidaya anggrek di Kabupaten Karanganyar.

Setiap keluarga di dusun  tersebut menanam ratusan tanaman anggrek berbagai jenis di halaman  rumahnya.

 Pemilik budidaya Meitya Orchid, Are Prasetyo, mengatakan setiap kelompok petani anggrek diberikan bibit, pot, pupuk untuk mengembangkan tanaman anggrek. Tanaman anggrek tersebut bisa dipanen setelah berusia tiga-empat bulan. Hasil panen tanaman anggrek dijual seharga Rp4.000/pot.

 “Budidaya  tanaman anggrek sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Alhamdulillah hasilnya  dapat dinikmati warga setempat. Kami yang memberikan bibit, pot kepada  warga, begitu juga saat panen dijual kembali ke kami,” ujarnya di sela-sela pemberian bantuan bibit dari Kementerian Pertanian di rumahnya, Kamis (13/11/2013).

 Anggota kelompok petani anggrek di dusun tersebut berjumlah 40 keluarga yang merupakan warga setempat. Para warga telah dilatih bubidaya tanaman anggrek seperti cara merawat hingga memupuk. Bahkan, mereka telah mengikuti pelatihan tentang bubidaya menanam tanaman anggrek secara berkala.

 Ada beberapa jenis tanaman anggrek yang dikembangkan di Dusun  Kedungdowo antara lain anggrek bulan, anggrek hutan, anggrek denro. Menurutnya, kondisi cuaca dan struktur tanah di wilayah tersebut cukup mendukung budidaya tanaman anggrek di wilayah tersebut.

 “Dusun Kedungdowo sudah menjadi kampung wisata tanaman hias. Setiap keluarga mengembangkan budidaya tanaman anggrek di halaman rumahnya.”

 Sementara seorang petani tanaman anggrek, Prayitno, mengaku kesulitan saat kali pertama  mengembangkan budidaya tanaman anggrek beberapa tahun lalu. Sebab, dirinya belum pernah melakukan budidaya tanaman hias. Mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai petani dan buruh.

 Namun, setelah mengikuti pelatihan dirinya langsung mencoba mengembangkan budidaya tanaman anggrek di halaman rumahnya. Kali  pertama, Prayitno hanya menanam sekitar 10 bibit tanaman anggrek di dalam  pot. Setelah tanaman anggrek berhasil dipanen maka dia menanam bibit  anggrek dalam jumlah lebih banyak.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
IMG_0372 (FILEminimizer)

Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-49 di Kabupaten Karanganyar

IMG_0372 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Sundoro, SH., M.Si Saat Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Salah Satu Penerima Penghargaan

Bertempat di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Kabupaten Karanganyar. Upacara ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HKN, dimana telah dilaksanakan berbagai macam kegiatan seperti Healthy Expo ( Bazaar sehat dan promosi kesehatan ), Lomba Olahraga, Jalan Santai, Seminar yang melibatkan seluruh elemen kesehatan se-kabupaten.

Adapun peserta upacara kali ini seluruh elemen kesehatan yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit baik milik Pemerintah (RSUD dan RSAU) maupun swasta, organisasi profesi kesehatan, Perguruan Tinggi Akper – Akbid Mitra Husada, Akper 17, Dharma Wanita Persatuan Kab. Karanganyar, Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Karanganyar serta dihadiri oleh unsur Muspida dan SKPD se Kab. Karanganyar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar Sundoro, SH., M.Si mewakili Bupati Karanganyar.

 Di awal sambutan Menkes RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH yang dibacakan oleh Sundoro, mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional ke – 49 kepada segenap jajaran kesehatan di seluruh penjuru Tanah Air sekaligus apresiasi atas pengabdian dan semangat serta inovasi petugas kesehatan dalam peningkatan kesehatan rakyat Indonesia. Indonesia Cinta Sehat merupakan tema utama HKN periode 2010 – 2014 dengan sub tema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Yang Bermutu.

Hal ini dimaksudkan untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat serta dengan mulai berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 yang merupakan tonggak sejarah menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri dan berkeadilan. “Marilah kita tingkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur”, himbaunya. Menkes juga mengingatkan HKN 2013 ini dijadikan momentum refleksi atas yang telah kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa tercinta.

 Pada akhir Upacara dilakukan pengguntingan balon oleh inspektur upacara dilanjutkan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Wiryanto, SKM dan Tri Agus Gunawan, S.Sos., M.Si atas aksi donor darah secara sukarela ke 100. Selain penyematan tanda kehormatan, diberikan juga penghargaan seperti Tenaga Teladan, Balita Sehat, Desa PHBS, Pengelola PKD, Desa Berprestasi Dalam Penanggulangan Penyakit DBD, Puskesmas Peduli Penanganan HIV-AIDS, Kecamatan Sayang Ibu dan hadiah lomba kepada masing-masing pemenang lomba menyambut HKN ke-49.  Ad+Dt

Read More

Protes Limbah Pabrik Karanganyar, BLH Tunggu Hasil Penelitian Laboratorium

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar masih ragu menyemprit pengelola pabrik tapioka dan glukosa PT Budi Lumbung Cipta Tani di Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar. Sejauh ini, BLH masih menunggu hasil penelitian laboratorium air limbah yang diduga mencemari Sungai Walikan.

Sebagaimana diketahui, warga di Sonorejo, Ngadirojo, Wonogiri melakukan aksi demontrasi ke kompleks pabrik, Kamis (7/11/2013). Demo yang berakhir ricuh itu menuntut pabrik bertanggungjawab atas tercemarnya Sungai Walikan. Dalam demo itu, warga juga menuding, pabrik tak memiliki izin IPAL. Meski pabrik berada di Karanganyar, warga di

 Wonogiri terkena imbasnya. Tak ingin dirugikan, warga berbondong-bondong menggeruduk pabrik pekan kemarin. “Saat ini, air limbah masih diuji di laboratorium. Hasil itu baru diketahui dua pekan setelahnya. Hasil itulah yang akan dijadikan pedoman untuk mengambil langkah berikutnya. Jadi, kalau belum ada dasarnya, belum bisa bicara sanksi,” kata Kepala BLH Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki, saat ditemui di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (10/11).

 Basuki menjelaskan selain menunggu hasil uji laboratorium, pihaknya juga berenncana menggelar pertemuan dengan warga dan pengelola pabrik. BLH Karanganyar merasa perlu menggagas pertemuan itu agar suasana tetap kondusif. diharapkan, pertemuan itu menghasilkan kesamaan persepsi antara warga dan pengelola pabrik. Pertemuan kemungkinan besar sekitar tanggal 20 November mendatang.

 “Bagi saya, persoalan itu bermula dari salah paham. Jadi, harus dibahas bersama-sama. Dari sana nanti juga terlihat, apakah pabrik bisa dibina atau tidak? Kalau meang tidak bisa dibina, ya dibinasakan. Tapi, kami tetap memathui prosedur. Kalau ternyata ada kesalahan, kami pasti memberikan peringatan keras terlebih dahulu. Itu semua bisa diketahui setelah melihat uji laboratorium dan pertemuan dengan pengelola pabrik,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

8 Kecamatan Rawan Longsor

Delapan kecamatan di Karanganyar rawan bencana tanah longsor selama musim hujan. Wilayah tersebut terdapat di lereng Gunung Lawu yang menjadi lokasi langganan diterpa bencana alam tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan kedelapan kecamatan tersebut yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo, dan Jenawi. Struktur tanah di wilayah tersebut lapuk sehingga rawan terjadi bencana tanah longsor.

“Seluruh daerah yang berada di lereng Gunung Lawu rawan bencana alam tanah longsor saat musim penghujan. Struktur tanahnya lapuk sehingga mudah longsor saat terjadi hujan lebat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2013).

Menurutnya, ada beberapa penyebab bencana tanah longsor di Karanganyar seperti struktur tanah berupa breksi ruf bewarna cokelat kemerahan yang mudah menyimpan air. Tanah tersebut kerap terjadi erosi tebing tanah yang mengancam permukiman penduduk.

Karena itu, pihaknya memasang alat peringatan dini tanah longsor atau early warning system (EWS) yang berjumlah 17 alat. Alat EWS disebar di daerah rawan bencana tanah longsor untuk memantau pergerakan tanah setiap saat. Apabila terjadi pergerakan tanah, alat itu akan mengirim sinyal sehingga warga setempat langsung bisa dievakuasi.

“Struktur tanah di lereng Gunung Lawu mudah longsor, di beberapa lokasi sudah dipasang EWS yang alarmnya langsung menyala saat terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang sebelum hujan. Sebab, angin lisus datang cukup cepat yang mempunyai kekuatan besar untuk menumbangkan pepohonan. Kendati demikian, pihaknya tak dapat memetakan daerah rawan angin lisus lantaran datangnya angin tersebut tak dapat diprediksi.

Sementara seorang warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Budi Prasetyo meminta instansi terkait menyiagakan sukarelawan di lokasi rawan bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor maka warga setempat langsung bisa dievakuasi ke daerah yang aman sehingga tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

TAHAP II DANA HIBAH 7 MILYAR SIAP DISALURKAN

DSC_0162 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Rina Iriani Secara Simbolis Serahkan Kwitansi BLM

Guna mengurangi beban Kecamatan Kalurahan dalam Pembangunan Desa serta membantu swadaya masyarakat. Diserahkan dana bantuan Hibah pemberdayaan Masyarakat untuk pembangunan Sarana dan prasarana Fisik Desa kalurahan APBD Kabupaten Karanganyar TA 2013 Tahap II yang berlangsung Sabtu (02/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Untuk tahap I telah disalurkan Dana Hibah sebesar Rp. 10. 365.555.000,- yang diperuntukkan 134 desa se-Kab. Karanganyar, sedang Jumlah keseluruhan Dana Hibah untuk tahap II ini sebesar Rp. 7 milyar 70 juta 500 ribu yang mana siap dikucurkan di 177  Desa se Kab. Karanganyar yang sudah lengkap Administrasinya. Sehingga total dana hibah Tahap I dan II sebesar 18 Milyar, ” hal tersebut dilaporkan oleh Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar Agus Cipto Waluyo.

Sementara itu Bupati dalam sambutanya menghimbau kepada camat sebagai pengawas untuk pembangunan desanya agar kedepannya tidak menimbulkan masalah berkepanjangan.Tujuannya untuk memperlancarkan akses pembangunan sehingga dapat meningkatkan perekonomian “keuangan uang rakyat itu harus dikelola hati-hari maka prosedur, aturan jangan ditinggalkan,” pesan Bupati dihadapan sejumlah camat, Lurah, Kades serta perangkat desa se Kabupaten Karanganyar. Tak lupa pula di akhir acara, Bupati menyampaikan harapan  bahwa kepemimpinan yang baru nanti akan membawa kab. Karanganyar lebih baik lagi serta tetap tingkatkan kerjasama  seluruh SKPD sampai tingkatan paling bawah (greesroot). ind+ad

Read More

Kelanjutan Fly Over Tunggu Kesepakatan Bersama

Kelanjutan proyek pembangunan jembatan layang (fly over) Palur hingga kini belum ada kejelasan. Saat ini baik warga, pemerintah Kecamatan Jaten, maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar masih melakukan pembahasan terkait waktu pengerjaan dan pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan.

Menurut Camat Jaten, Titik Umarni, proyek pembangunan fly over yang bakal menelan dana Rp 82 miliar ini hingga kini belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali. “Untuk pastinya kapan belum final. Kita masih akan merundingkannya dengan warga dan pihak terkait lainnya,” ungkapnya, Jumat (1/11).

 Kendati informasi yang beredar pada Desember proyek fly over ini akan kembali dilanjutkan, Titik menegaskan masih harus menunggu kesepakatan bersama. Pasalnya, pembebasan lahan sendiri hingga kini juga belum selesai. “Yang jelas kita menunggu hasil perundingan dulu. Kalau soal pembebasan lahan Desa Dagen memang warga cenderung sudah menerima, tidak ada masalah,” terangnya.

 Ia menambahkan terkait pembebasan lahan Desa Ngringo sejauh ini belum dibicarakan. Pihaknya berencana melakukan pendataan terlebih dahulu kepada seluruh warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan fly over ini. “Minggu depan kita akan adakan pertemuan dengan warga untuk membahas biaya pembebasan lahan. Khususnya untuk Desa Ngringo karena sejauh ini belum dibicarakan lagi setelah proyek ditunda,” tandasnya.

 Sementara, salah seorang warga Palur yang rumahnya terkena proyek fly over mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari DPU Karanganyar pembangunan akan dilanjutkan Desember atau Januari nanti. Namun ia juga masih belum mendapatkan kejelasan kapan tepatnya proyek ini akan kembali berjalan.

 Diyono menuturkan warga sekitar khususnya wilayah Dagen dan Palur tidak mempermasalahkan dengan pembebasan lahan. Karena sebelumnya warga dan pemerintah sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal pembebasan lahan dan warga cenderung tidak mempermasalahkan. “Kalau soal pembebasan lahan warga sih tidak terlalu mempermasalahkan. Karena sudah dibicarakan secara baik-baik,” ujar pria yang berprofesi sebagai petugas parkir di sebuah rumah makan di Jalan Raya Palur ini.

 Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mengatakan setelah proses pembebasan lahan selesai, proyek pembangunan fly over akan segera dimulai kembali. Ia menjelaskan proyek ini bila sesuai jadwal akan selesai pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Berdasarkan informasi, terdapat 81 bidang tanah dengan 61 pemilik di wilayah yang terkena proyek pembangunan fly over. Untuk rinciannya, sebanyak 21 bidang tanah dengan 16 pemilik di jalan Palur-Sragen dan di jalan Palur-Dagen sebanyak 25 bidang tanah dengan 21 pemilik.  Sedangkan 35 bidang tanah dengan 24 pemilik terdapat di jalan Palur-Mojolaban, Sragen.

Sumber : joglosemar.co/2013/11/kelanjutan-fly-tunggu-kesepakatan-bersama.html

Read More

Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Karanganyar

Angin puting beliung kembali menerjang wilayah di lima kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/10), siang. Akibat kejadian tersebut 17 rumah mengalami kerusakan berat dan puluhan rumah lainnya rusak ringan. Total kerugian bencana alam ini masih dalam penghitungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Satu rumah milik Bu Broto (65), warga Dusun Mendalan RT 2 RW V, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, tertimpa pohon yang tumbang. “Awalnya ada awan hitam dari atas, terus muter-muter sampai mengangkat pohon. Di bawahnya seperti ada asap putih lalu pohon itu seperti dicabut dan jatuh ke rumah Bu Broto,” terang Dahyono (54), warga dusun setempat.

 Beruntung saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian empat anggota keluarga sedang tidak ada di rumah,” ujar Dahyono.

 Dahyono mengatakan, satu pohon durian yang tumbang menimpa satu rumah. Sedangkan dua pohon kelapa yang juga tumbang, kata Dahyono, ambruk ke tambak ikan milik Bu Broto. “Iya yang tumbang ada tiga pohon. Tapi yang menimpa rumah Bu Broto hanya satu pohon durian. Tapi ini sampai membuat rumahnya hancur,” tandasnya.

 Ia menambahkan, kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 12 juta.  Kondisi rumah milik Bu Broto sendiri sudah hancur, atapnya dan dinding-dindingnya ambruk akibat dihantam pohon durian tersebut. “Rumahnya langsung hancur dihantam pohon. Tapi syukur tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

 Selain di Kuripan, Matesih, puting beliung juga menerjang Desa Karanglo, Tawangmangu, Tankluk Jumantoro, Jumapolo, Klumprit Jatipuro dan Kota Karanganyar. Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto saat mengunjungi lokasi kejadian mengatakan sedikitnya ada 14 titik yang terkena bencana akibat angin puting beliung dan pohon yang tumbang. “Ada 14 titik yang telah dilaporkan kepada kami. Salah satunya di sini (rumah Bu Broto-red),”.

 Menurutnya, berdasar laporan yang diterima ada 17 rumah rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan.

 “Akibat bencana yang melanda wilayah tersebut, kami mencatatkan terdapat kerugian material yang diderita warga setempat karena sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan masih ada puluhan rumah lainnya yang rusak ringan,” kata dia.

 Disinggung soal total kerugian yang diakibatkan puting beliung tersebut, katanya, sampai sekarang masih dalam proses penghitungan ulang.

 Heru menambahkan, pohon tumbang belakangan banyak terjadi di wilayah Karanganyar. Mengingat ini sudah mulai memasuki musim pancaroba. Dia berharap masyarakat agar senantiasa waspada karena bencana sewaktu-waktu bisa datang. “Iya ini sudah mulai pancaroba jadi masyarakat harus waspada. Biasanya angin itu kan datang sebelum hujan tiba. Jadi kalau ada angin warga wajib langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri barangkali ada kejadian seperti ini,” ungkap dia.

Disinggung soal upaya yang bakal dilakukan BPBD terkait bencana yang kerap terjadi ini, Heru menjelaskan, pihaknya akan senantiasa mengantisipasi bencana dengan melakukan arahan-arahan kepada warga agar siap siaga ketiga hujan turun. Ia juga akan bekerja sama dengan   pihak DKP Karanganyar untuk meminta menebang pohon-pohon yang dinilai sudah seharusnya ditebang agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. “Nanti kita akan sampaikan ke DKP Karanganyar agar memotong pohon-pohon yang sudah harus ditebang agar tidak menimpa korban. BPBD akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani setiap bencana yang terjadi di Karanganyar,” pungkasnya.

Read More