Category: Lain-lain

kelud (1)

Abu Gunung Kelud Sambangi Kabupaten Karanganyar

kelud (2)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Sedang Membagikan Masker Untuk Pengguna Jalan, Jumat Pagi [14/02]

Berhubungan dengan bencana alam meletusnya Gunung Kelud Kamis malam pukul 22.50 WIB dan dampak letusan tersebut sampai ke Kabupaten Karanganyar yakni berupa hujan debu vulkanik yang jatuh sejak malam membuat aktivitas masyarakat terganggu. Menyikapi hal tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk tindakan antisipasi agar warga terhindar dari gangguan pernapasan (ISPA). (Jum’at pagi,14/02)

Bupati dan segenap jajaran membagikan masker kepada masyarakat baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor dan mobil yang melintas disekitar Perempatan Pegadaian Karanganyar.

kelud (1)

Suasana Pembagian Masker Untuk Pengguna Jalan Oleh Juliatmono dan Rohadi Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Jumat Pagi [14/02]

“Gunakan masker saat keluar rumah dan hidupkan lampu kendaraan karena debu vulkanik sangat tebal” ungkap Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membagikan masker kepada masyarakat. ds+ad

Read More
UU Desa

INDONESIA MAJU DI MULAI DARI DESA

UU Desa

Juliatmono Sampaikan Sambutannya Di Saat Sosialisasi UU Desa, Rabu Siang [12/02]

Sosialisasi UU Desa no 6 tahun  2014 membahas tentang upaya untuk melakukan pembaharuan desa harus terus dilakukan guna mewujudkan desa yang demokratis ,mandiri, dan sejahtera. Perundangan ini merupakan buah kerja dan perjuangan bersama antar DPR,pemerintah,rakyat desa serta para aktivis yang selama ini peduli dan perhatian atas nasib desa.Ketua pansus UU Desa DPR RI Drs.H. Ahmad Muqowwam dalam paparannya menyampaikan bahwa ada lima  manfaat kunci UU Desa antar lain meliputi Membangun kemandirian desa jaminan sumberdaya keuangan dari apbn untuk penyelenggaraan pembangunan, mengatasi apatisme warga memperkuat partisipasi dalam kebijakan dan penyelenggaraan desa, Memperkuat pilar demokrasi desa sistem ceck and balances sistem pemerintahan dan pembangunan desa, memperbaiki pelayanan publik penyelenggaraan pemerintah desa untuk kebutuhan warga, dan Merevitalisasi modal sosial desa untuk pemberdayaan desa.”Tantangan penting yang perlu diperhatikan  dalam menyikapi UU Desa ini adalah meningkatkan kapasitas desa agar mereka mampu menjalankan secara bertahap tetapi pasti menuju desa berdaya,yakni demokratis,mandiri dan sejahtera.Memperkuat basis perencanaan desa yang memadai , bebas dari korupsi.Program pembangunan desa harus berubah dengan orientasi pemberdayaan dan emansipasi warga.Pengembangan ekonomi desa perlu menitik beratkan produktifitas pembukaan lapangan kerja,serta kesejahteraan warga.Itulah pintu pembuka transformasi desa untuk memperkuat kedaulatan warga lokal.tambah Drs. H. Ahmad Muqowwam pada acara Gema Desa 3K Kab.Karanganyar yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati,Budiman Sudjatmiko selaku Wakil ketua pensus UU Desa,Tarmizi A Karim selaku Kepala Dirjen PMD,Rabu siang(12/02) di Gor Mini Karanganyar.

“Harapan Indonesia maju kita mulai dari desa,rakyat sejahtera,rakyat makin maju kalau dimulai dari pembangunan desa,Saya terus berupaya rakyat bergerak,rakyat semangat”Ujar Bupati saat menyampaikan sambutannya di hadapan para Kepala Desa se Kabupaten Karanganyar. in+v3+ad

Read More
Venue Pon 2020 (2)

Tahun 2020, Dua Venue PON XX Berpusat di Karanganyar

Venue Pon 2020 (2)

Juliatmono Bercengkrama Dengan Nugroho, Ketua Rombongan Tim Penjaringan dan Penyaringan PON, Rabu Pagi [12/02]

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar menyambut tim penjaringan dan penyaringan PON Pusat,sambutan ini berkenaan dengan pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 di jawa tengah. Acara ini berhubungan dengan tinjauan ke beberapa venue pelaksanaan kegiatan PON yang berada didaerah Kab. Karanganyar yakni venue untuk perlombaan Paralayang dan Sepeda Gunung. (Rabu, 12/02)

“Dalam pelaksanaan PON ke-XX yang bertempat di Jawa Tengah ini, terdapat 11 Kabupaten yang menjadi pusat pelaksanaan PON dan Kab.Karanganyar menjadi salah satu dari ke-11 Kabupaten terpilih ” ungkap I Nugroho selaku Ketua Rombongan Tim Penjaringan dan Penyaringan PON pusat.

Venue Pon 2020 (1)

Rohadi Widodo Wabup Karanganyar Saat Menyambut Tim Penjaringan dan Penyaringan PON XX di Ruang Anthurium Rumdin Bupati Karanganyar, Rabu Pagi [12/02]

Kegiatan ini bertujuan untuk menyurvei secara nyata beberapa venue yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan PON ke- XX tahun 2020 yang diantaranya terdapat di Kab. Karanganyar.

“Kami akan meninjau venue-venue tersebut secara langsung dan keputusan ini akan ditetapkan tanggal 8 Maret 2020 dimana dari 6 Provinsi, Jawa Tengah menjadi tuan rumah PON ke-XX tahun 2020.” Lengkapnya. ad+v3+in

Read More
pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (2)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar Berikan Pendidikan Gratis

pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (2)

Juliatmono Serap Aspirasi Warganya di Gedung PGRI Kec. Jatiyoso, Rabu Pagi [12/02]

Pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun ini memberikan Pendidikan gratis bagi siswa SD,SMP,SMA dan SMK Negeri se Kabupaten Karanganyar. Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan mulai awal tahun 2014 Pemkab Karanganyar  melarang sekolah-sekolah tersebut memungut biaya yang sifatnya non personal seperti uang gedung dan uang kesiswaan (SPP).

“ Kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp.18 Miliyar untuk diberikan bantuan kepada sekolah yang rusak ”  kata Juliyatmono, rabu (13/02) di Gedung PGRI Kecamatan Jatiyoso saat mengadakan Sosialisasi Pendidikan dan Kesehatan Gratis Sekaligus Pembinaan PNS di Lingkungan UPT PUD NFI dan SD serta Puskesmas se-Kecamatan Jatiyoso dan Jatipuro.

 

pendidikan gratis jatiyoso jatipuro (1)

Juliatmono Berikan Pengarahan Kepada PNS se Kec. Jatipuro di Aula Kec. Jatipuro, Rabu Siang [12/02]

Selain itu bagi mereka yang lulus SMA akan diberikan Pendidikan gratis ke Perguruan Tinggi Negeri  manapun, sebab dapat meningkatkan minat melanjutkan di bangku kuliah.  Dan dalam kesempatan tersebut Juliyatmono menuturkan tentang Program Kesehatan bagi siswa di bangku SD dengan memberikan bantuan setiap minggunya Susu dan satu butir telur. ad+sp

Read More
lbngs

Talut Longsor, Akses Jalan Terputus

lbngsBencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Karanganyar. Kali ini, talut tanah di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso longsor, Selasa (4/2/2014) sekitar pukul 02.30 WIB yang mengakibatkan akses jalan pedesaan yang menghubungkan antardusun terputus.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngargoyoso memicu pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dari talut tanah. Tak berselang lama, talut tanah sepanjang delapan meter longsor. Longsoran tanah memenuhi jalan pedesaan yang mengakibatkan akses jalan di desa tersebut lumpuh total.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan terjadinya pergerakan tanah dipengaruhi hujan lebat selama berjam-jam di sekitar lokasi kejadian. Pergerakan tanah tersebut memicu talut tanah longsor hingga memenuhi bahu jalan pedesaan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Akses jalan pedesaan lumpuh lantaran longsoran tanah memenuhi bahu jalan. Tanah yang longsor disertai bebatuan berukuran besar,” katanya.

Petugas gabungan dari sukarelawan BPBD Karanganyar, kepolisian maupun aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung melakukan kerja bhakti membersihkan longsoran tanah yang memenuhi bahu jalan. Petugas gabungan dibantu warga setempat membersihkan longsoran tanah di jalan selama berjam-jam.

Menurut Heru, kemungkinan besar terjadi longsor susulan di sekitar lokasi kejadian bila diguyur hujan lebat. Pasalnya, posisi tebing sangat miring sehingga membahayakan warga setempat yang kebetulan lewat di lokasi kejadian. “Kerugian akibat talut tanah longsor ditaksir senilai Rp12 juta. Kemungkinan besar terjadi longsor susulan lantaran posisi tebing sangat miring dan curam,” tandas Heru.

Sementara itu, Kapolsek Ngargoyoso, AKP Turmudi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengantisipasi bila terjadi longsor susulan. Para warga diminta tak melewati jalan pedesaan tersebut lantaran sangat berbahaya saat turun hujan lebat.

Menurut Kapolsek, terdapat beberapa lokasi rawan longsor di Ngargoyoso yang berada di lereng Gunung Lawu. “Kami menghimbau agar warga setempat tak melewati jalan di lokasi kejadian saat terjadi hujan. Petugas akan memantau dan memonitor kondisi talut tanah di lokasi kejadian setiap saat,” pungkasnya.

Read More
lngsor

Bukit Longsor, Akses Tawangmangu-Matesih Lumpuh

lngsorBencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Sabtu (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Bukit setinggi sekitar 30 meter yang berada di tepi jalan wilayah setempat longsor sehingga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Tawangmangu-Matesih terputus total.

Menurut Kades Koripan, Kridarto, sebelum bukit tersebut longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. “Hujan deras turun berkali-kali sampai akhirnya tanah di bukit itu ambles dan longsor,” katanya, Minggu (2/2).

 Akibat longsoran itu, separuh lebih badan jalan dengan lebar 4 meter itu tertimbun tanah dan batu sepanjang 1,5 meter. Akibatnya, jalan yang menjadi akses vital Tawangmangu-Matesih tidak bisa dilalui.

 Menurut Kridarto, longsor kali ini adalah yang pertama di desanya sejak tahun 2007 di mana pada tahun itu terjadi longsor dengan skala lebih besar. Kendati terbilang lebih kecil, insiden yang terjadi persis di tepi jalan yang menikung dan menanjak ini membuat khawatir warga. “Kejadiannya pun saat malam hari, di mana penerangan sangat minim. Beruntung saat kejadian insiden berlangsung, tidak ada pengendara yang terjebak,” tuturnya.

 Sejauh ini penerangan jalan umum (PJU) di area lokasi kejadian memang tidak ada. Oleh karena itu, Kridarto meminta kepada Pemkab agar segera memasang PJU sekaligus untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Pemasangan penerangan serta rambu jalan sangat mendesak. Tebing-tebing ini juga perlu dipasangi membran,” tandasnya.

 Camat Matesih, Murdatmo menambahkan warga yang telah mengetahui longsoran itu langsung bersiaga di sekitar jalan dengan memasang papan peringatan sebagai tanda bagi pengendara agar berhati-hati saat melintas. Pasalnya, kondisi jalan pascalongsor memang porak-poranda, ditambah lagi dengan hujan yang masih mengguyur.

 Murdatmo menambahkan, kondisi pascalongsor juga membuat bukit tampak lebih curam. Beberapa bebatuan cukup besar juga rawan jatuh ke jalan. Warga setempat pun berusaha membersihkan bekas longsoran dengan peralatan seadanya. “Selain membersihkan jalanan yang tertutup longsor, bibir bukit juga dikepras. Bebatuan besar yang masih menempel pada bibir bukit juga turut dibersihkan,” lanjutnya.

 Sementara itu, longsor juga terjadi di Dusun Rotogondang, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih. Sebanyak empat rumah sempat terisolir akibat terkena longsoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu. Kini penghuni rumah yang tertimpa longsor sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 Kemarin, jajaran Muspida beserta aparat TNI dan Polri, serta relawan dari SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi timbunan longsor bersama warga setempat. “Papan peringatan bencana harus segera dipasang. Itu penting untuk menjadi penanda bagi pengendara yang melintas,” kata Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More
DSC_0086 (FILEminimizer)

Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kab. Karanganyar Dijadikan Pelopor Kebersihan di Tingkat SKPD

DSC_0086 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Meninjau Kendaraan Operasional Kebersihan DKP Kab. Karanganyar, Senin Pagi (27/01)

Karanganyar – hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Karanganyar, Juliatmono pada senin pagi (27/01) saat membina PNS dan CPNS Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar di aula kantor DKP. Dalam pembinaan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan khususnya bagi DKP Kab. Karanganyar.

“Saya bukan orang baru di Karanganyar, sudah 16 tahun sebagai anggota DPRD dimana tugasnya mengawasi jalanan roda pemerintahan di Kab. Karanganyar, dan melalui proses demokrasi tahun 2013 sampai dengan 2018 dipercaya masyarakat Karanganyar sebagai Bupati”, ujarnya.

Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih berdasar undang-undang diberi waktu 6 bulan untuk menuangkan visi dan misi tersebut dalam produk hukum Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perda RPJMD) 5 tahun kedepan. Hal ini (Perda RPJMD) dapat berjalan kalau diisi anggaran, sedangkan bahasan anggaran Kebijakan Umum Anggaran Plafond Perkiraan Anggaran Sementara (KUA PPAS) saat ini sudah masuk di DPRD Kab. Karanganyar untuk dibahas dalam rapat yang kemudian akan menjadi APBD Kab. Karanganyar 2014. “ dibandingkan kabupaten / kota lain, Kab. Karanganyar memang mundur untuk penetapan APBD 2014 dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih baru dilantik 15 Desember 2013 kemarin”, kata Juliatmono. Hal ini berdampak kepada Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kontrak lainnya terlambat menerima honor.

Terkait penerimaan tenaga honorer, berdasar PP No. 48 Tahun 2005, bahwa pemerintah tidak diperbolehkan lagi untuk mengangkat honorer. Untuk itu pemerintah hanya diperbolehkan mengangkat THL yang mana honor nya melekat pada anggaran kegiatan dan THL tersebut tidak bisa diangkat menjadi CPNS maupun PNS.

“kalaupun pemerintah membutuhkan tenaga PNS baru, hal itu akan dilaksanakan melalui tahapan seleksi umum dimana semua masyarakat yang memenuhi boleh mengikutinya dan proses seleksi hingga pengumuman semua oleh pemerintah pusat”, tambah Juliatmono.

Sebelum mengakhiri pembinaannya, Juliatmono berpesan agar PNS, CPNS maupun THL dan tenaga kontrak di DKP Kab. Karanganyar agar profesional dalam bekerja dan mencintai pekerjaannya. “tidak ada bedanya PNS maupun THL semua harus profesional, jika tidak mau bekerja bilang kepada saya hari ini juga tidak usah bekerja lagi”, tegas dia.

Sementara itu, Ir. Didik Joko Bakdono, M.Si melaporkan bahwa jumlah PNS dan CPNS di DKP Kab. Karanganyar sebanyak 140 orang, Tenaga Kontrak 66 orang dan THL sebanyak 80 orang. ad

Read More
a

WASPADA BENCANA

Tiga Kecamatan Rawan Banjir

Tiga kecamatan di Karanganyar rawan terkena bencana banjir selama musim penghujan. Ketiga kecamatan tersebut adalah Kebakkramat, Gondangrejo dan Jaten.

Selama ini, tiga kecamatan yang menjadi langganan banjir yakni Desa Waru dan Desa Kebak (Kebakkramat), Desa Kranggan dan Desa Karangturi (Gondangrejo) dan Desa Ngringo (Jaten). Wilayah tersebut kerap dilanda banjir lantaran berada di pinggiran aliran Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan selama ini, ketiga kecamatan tersebut menjadi daerah langganan bencana banjir di Karanganyar. Biasanya, bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo otomatis wilayah di pinggiran sungai di Desa Ngringo, Jaten dilanda banjir. “Kami sudah memetakan daerah rawan bencana banjir di Karanganyar yang berada di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo,” katanya kepada solopos.com, Sabtu (25/1/2014).

Menurut dia, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) puncak musim penghujan diperkirakan antara Januari-Februari. Artinya, bencana banjir mengintai warga yang berdomilisi di daerah rawan bencana alam.

Karena itu, pihaknya mendirikan posko antisipasi bencana banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Posko tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo. Selain itu, apabila aliran Sungai Bengawan mulai meluap maka sukarelawan segera mengevakuasi warga ke daerah yang lebih aman. “Posko bencana banjir sudah didirikan, sukarelawan siaga selama 24 jam selama musim penghujan,” papar Heru.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apalagi bila terjadi hujan lebat selama berjam-jam. Biasanya, aliran Sungai Bengawan mulai meluap secara perlahan-lahan. Kondisi ini patut diwaspadai warga yang berdomisili di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Sementara Camat Jaten, Titik Umarni, menyatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait bila ketinggian Sungai Bengawan mulai naik. Pemerintah desa akan segera mengevakuasi warga yang berdomisili di pinggir sungai. Langkah ini dilakukan agar tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com/2014/01/26/waspada-bencana-tiga-kecamatan-rawan-banjir-484835

Read More
IMG_1422

Longsor, Akses Jalan Tembus Terputus

Longsor  yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Longsor yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Karanganyar, Selasa (21/01/2014)

Longsor yang terjadi di jalan tembus menghubungkan ruas Tawangmangu-Magetan mengakibatkan jalan yang baru selesai dibangun itu kini lumpuh total. Tanah dari bukit yang cukup tinggi tergerus air hujan dan menutup seluruh badan jalan dibawahnya.

Salah seorang warga, Beni, 26 mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor sejak Sabtu (18/01) malam. Tetapi hujan yang datang terus menerus mengakibatkan terjadi longsor susulan hingga Senin (20/01) kemarin.

“Talud yang memiliki ketinggian sekitar tiga meter ikut tertimbun tanah dari bukit yang longsor. Ketinggian dari longsoran mencapai sekitar enam meter,” jelas Beni.

Beni menambahkan titik jalan yang terkena longsor tidak jauh dari perempatan yang menghubungkan antara jalan lama dengan jalan baru menuju wilayah Magetan yang berjarak sekitar empat kilometer.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kapolsek Tawangmangu AKP Rianto menjelaskan longsor yang terjadi dikarenakan faktor intensitas hujan yang terus menguyur di sekita lokasi.”Sampai saat ini pun (kemarin), longsor dengan kekuatan kecil masih terjadi,” ucapnya.

Kemudian, aparat setempat telah berupaya mendatangkan bantuan alat berat dari Kabupaten Sragen untuk proses evakuasi. ”Proses evakuasi diupayakan secepatnya. Alat berat baru tiba tadi pagi (kemarin) diperkirakan besok pagi (hari ini) jalan baru bisa bersih dari timbunan longsor,” katanya.

Jalan yang tertimbun longsor termasuk daerah berbahaya dengan memiliki tingkat kemiringan dan tanjakan yag cukup curam, namun dalam peritiwa longsor itu dipastikan tidak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kendati arus jalan lumpuh total, namun jumlah pengendara yang terjebak di sekitarnya tidak banyak. “Untuk mengantisipasinya telah dipasang rambu peringatan terjadinya longsor,”tandasnya.pd

 

Read More
DSC_0204 copy

Jamur Ajaib Jadi Tontonan Warga

Jamur  berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Jamur berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Karanganyar, Kamis (16/01/2014)

Fenomena alam berupa jamur berukuran jumbo menjadi daya tarik bagi warga. Jamur  dengan diameter sekitar 3,58 sentimeter tumbuh di pekarangan belakang Masjid Al-Ikhsan yang berada di RT 01 RW 05, Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang.

Menurut penuturan warga setempat, Sri Suryanti, 34,  tumbuhan jamur itu pertama kali ditemukan oleh suaminya, Rabu kemarin (08/01). “Saat itu suami saya setelah membersihkan makam di belakang masjid dan hendak pulang ke rumah melihat tumbuhan jamur itu,” katanya, Rabu (15/01). Makam di belakang Masjid Al-Ikhsan tersebut dikenal warga sebagai pesarean salah seorang tokoh Islam yang masih memiliki garis keturunan Sunan Kalijaga.

Lantas ia bilang kepada istrinya  untuk melihat, siapa tahu jamurnya bisa dimasak. Tetapi saat didekati, tekstur dari jamur itu keras dan ulet sehingga tak bisa dipotong. Adapun perihal jamur raksasa yang tumbuh tak jauh di sekitar makam tersebut diketahui warga sebagai sebuah fenomena alam. “Baru sekali ini terjadi fenomena alam seperti ini, sebelumnya belum pernah ada,” ucap Suryanti.

Dua jamur itu sudah berukuran jumbo saat pertama kali ditemukan. Semula, jamur tersebut ukurannya memang sudah besar dan kini semakin membesar. Sebab di masa awal, terdapat beberapa anakan jamur yang kini juga menyatu antara satu dan lainnya. “Saat ditemukan kondisinya sudah cukup besar sekali, asal usulnya saya tidak tau,” imbuh warga lainnya Wardoyo, 40.

Atas fenomena alam yang terjadi ini, kini ramai dikunjungi warga. Selain warga sekitar juga banyak warga lainnya yang penasaran dan ingin melihat secara langsung jamur unik tersebut. “Hampir setiap harinya selalu ramai, apalagi saat hari libur pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung juga memberikan sumbangan seadanya yang nantinya dimasukkan untuk kegiatan masjid,” tuturnya.

Warga dari Kecamatan setempat bahkan luar Kabupaten Karanganyar seperti Sragen dan Ngawi, berduyun-duyun ingin melihat keajaiban jamur tersebut sejak ditemukan sepekan lalu.

Marjoko, 29, pengunjung dari Kecamatan Tasikmadu itu mengaku penasaran dengan adanya jamur raksasa tersebut. Kemarin ia bersama anak dan istrinya sengaja menyempatkan datang langsung ke tempat tumbuhnya jamur berukuran raksasa tersebut. “Saya taunya dari nenek yang sudah melihat lebih dulu, makanya ini mengajak anak dan istri untuk menyaksikannya langsung dari dekat,” ucapnya.pd

 

 

 

 

 

Read More