Category: Lain-lain

DSC_6017

HARI PAHLAWAN; PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI

Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto Saat Membacakan Sambutan Menteri Sosial RI Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72 Di Kabupaten Karanganyar, Setda Karanganyar (10/11)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar – 10 November 2017

Dalam rangka Hari Pahlawan ke-72, Pemkab Karanganyar menggelar Upacara Bendera di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Jumat Pagi (10/11/2017). Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Sumanto.

Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Ketua DPRD Karanganyar menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Tanpa adanya pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak akan bisa mendirikan sebuah  negara tang bernama Republik Indonesia.

Mengusung tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri” diharapkan Bangsa Indonesia mampu bersatu sebagai satu bangsa, dengan itu dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 ini difokuskan membangun visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong”.

Untuk mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan kedepan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas tersebut dikategorisasikan kedalam tiga ranah, yaitu ranah mental-kultural, ranah material dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan UUD 1945.

Dalam semangat cinta tanah air, menjaga pusparagamnya dan kebhinekaan kita, para pendiri negara dan pahlawan pendahulu menuangkan sumbangan terbaiknya kepada kita semua. Pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia meluluhkan ego-ego kedaerahan, kelompok, ras dan golongan untuk menyatakan dan berikrar sebagai satu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia.

Pada era milenium kedua saat ini kita tengah menyaksikan sebuah transformasi besar dalam hubungan internasional diantara bangsa-bangsa dunia, yaitu era  fajar baru pergeseran global dimana kemajuan peradaban dunia disebt sebagai era easternization atau timurisasi. Oleh karena itu persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus dirawat sebagai suatu bangsa namun lebih dari itu persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang sedang tumbuh, the rising force.

Ketua DPRD Karanganyar saat menabur bunga di salah satu makam pahlawan Republik Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usai pelaksanaan Upacara dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti, Karanganyar. DPRD Karanganyar,  Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar diikuti peserta Upacara melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan yang telah berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia.

Demikian KOMINFO (ad/mdz)

Read More
DSC_1702

Lulus SMA/SMK, Pemkab Berikan Reward Untuk Lanjut ke PTN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada Sosialisasi Pemberian Reward bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di Gedung Guru SD Cangakan, Kamis (9/11).

Karanganyar, Kamis 09 November 2017

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar memberikan penghargaan bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kamis (9/11) kemarin.

Penghargaan diberikan langsung melalui rekening  siswa siswi lulusan SMA/SMK yang tentunya mereka melanjutkan perkuliahan dan diterima di PTN dengan mengajukan penghargaan sesuai ketentuan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Kesiswaaan Disdikbud Karanganyar, Nurini Hartati selaku yang mewakili Kepala Disdikbud Karanganyar pada sosialisasi pemberian penghargaan bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

“Reward ini sebagai stimulan dana bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang di PTN agar tidak putus sekolah sekaligus motivasi kepada calon lulusan SMA/SMK agar tetap melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,”terangnya.

Ia juga menuturkan  pemanfaatan dana penghargaan untuk membantu pembiayaan keperluan pribadi dan pembayaran kuliah dalam rangka penyelesaian di PTN meliputi pembelian buku dan alat tulis kuliah, pakaian, pelengkapan kuliah, biaya transportasi ke kampus, uang saku mahasiswa ke Kampus dan pembayaran kuliah.

“Pemberian reward ini telah berjalan empat  tahun, mulai  2014 sampai saat ini di tahun 2017 dengan jumlah lulusan 3515 siswa dan jumlah total reward senilai Rp 7, 84 miliar,”jelasnya.

Ditambahkannya, adapun rincian total jumlah siswa dan reward yang diberikan yakni Tahun 2014 untuk Tahap I sebanyak 665 lulusan senilai Rp. 1, 408 miliar, Tahap II sebanyak 63 lulusan senilai Rp 141 juta, Tahun 2015 Tahap I  sebanyak 201 lulusan senilai Rp 433.500.000,-, Tahap II sebanyak 686 lulusan senilai Rp 1531.000.000,-, Tahun 2016 untuk Tahap I sebanyak 149 lulusan senilai Rp 337.500.000,-, Tahap II sebanyak 458 lulusan senilai Rp 1.015.500.000,-, Tahap III sebanyak 540 lulusan senilai Rp 1.228.000.000,-, Tahun 2017 untuk Tahap I sebanyak 174 lulusan senilai Rp 411.000.000,-, Tahap II sebanyak 579 lulusan senilai Rp 1.333.500.000,-.

Sementara itu, Bupati Karannganyar Juliyatmono menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi khususnya perguruan tinggi. Karena tantangan generasi sekarang akan jauh lebih berat.  Untuk itu pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapai era millenia.

Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Read More
DSC_0149

Pilkada Kedepankan Asas LUBER dan JURDIL

KOMINFO

Ketua Panwaslu Kabupaten Karanganyar saat menyampaikan sambutannya pada rakor dengan Stakeholder jelang pelaksanaan Pemilu, Selasa (7/11/2017)

Karanganyar, Selasa 7 Oktober 2017

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung Juni 2018. Para penyelenggara dan warga diharapkan menjunjung tinggi asas Langsung Umum Bebas Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER dan JURDIL)) dalam pesta demokrasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua Panwaslu Kebupaten Karanganyar, Kustawa dalam rapat koordinasi dengan stakeholder jelang pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019, Selasa (7/11/2017) di Jawa Dwipa, Karangpandan, Karanganyar.

“Kegiatan hari ini merupakan upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu bagian dari penguatan kehidupan demokrasi,”katanya.

Ia berharap pelaksanaan rakor ini dapat menumbuhkembangkan spirit kepada seluruh komponen bangsa maupun negara dalam mendukung seluruh proses pelaksanaan tahapan Pemilu dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelaksanaan regulasi atau peraturan perundang-undangan Pemilu seuai tupoksi serta kewenangan masing-masing.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo selaku yang mewakili Bupati menyatakan penyelenggaraan Pemilu serentak pada tahun 2018 dan 2019 diperlukan adanya sinergi dari berbagai pihak. Koordinasi dan komunikasi yang baik akan turut serta mensukseskan penyelenggaraan kegiatan lima tahunan tersebut.

“Pemilu, Pilkada, Pilkades adalah pesta demokrasi  yang bukan hanya wewenang Pemerintah tapi tanggungjawab semua pihak baik itu dukungan dalam bentuk kemanan, partisipasi dan pengalokasian dana untuk suksesnya Pemilu,”jelasnya.

Terpisah,  Kepala Sekretaris Panwaslu Kabupaten Karanganyar, Gatot Supriyadi menyampaikan sesuai jadwal tahapan dan program Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan diselenggarakan pada tahun 2019. Akan tetapi sebelumnya yaitu di Tahun 2018, Karanganyar merupakan salah satu dari 7 (tujuh) Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilkada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati secara serentak yang akan diselenggrakan pada tanggal 27 Juni 2018. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan di Poanwas Karanganyar cukup padat.

“Tujuan kegiatan rakor untuk menyamakan persepsi mengenai pengawasan penyelenggaraan Pemilu,”imbuhnya.

Demikian Diskominfo (ind/Adt)

Read More
IMG_0074

Nguri-uri Kesenian Tradisional, Pemkab Gelar Gamelan Kolosal

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Sekda dan Kepala OPD saat berkunjung ke salah satu peserta Parade Gamelan Akbar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar – Memasuki usia seabad pada 18 November besok, Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan bersama Paguyuban Seni Karanganyar (Sekar) mengadakan Parade Gamelan Akbar yang diikuti oleh Korwil Sekar seluruh Kecamatan yang ada di Karanganyar, Selasa pagi (07/11).

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan Parade Gamelan Akbar ini di selenggarakan dalam rangka menyongsong hari jadi Karanganyar ke 100 tahun sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia di Kabupaten Karanganyar.

“Acara yang bertemakan budaya  ini baru diadakan pertama kali di Dunia,” Ujarnya. Oleh karena itu diharapkan dapat menumbuhkan cinta terhadap kebudayaan lokal.

Sementara itu Ketua Panitia, Joko melaporkan bahwa pelaksanaan Parade Gamelan Akbar ini akan berlangsung satu hari penuh, yang terbagi kedalam beberapa sesi. Sesi pertama, gamelan akan dimainkan pukul 09.00-12.00 WIB secara bergantian, kemudian sesi berikutnya pukul 12.30-14.45 WIB dan sesi ketiga pukul 19.00-20.15 WIB, dan sesi terakhir akan dimainkan pada malam hari bersama dengan Pagelaran Wayang Kulit memeriahkan hari Wayang Dunia bersama 3 dalang kondang dan 100 sinden.

Joko menambahkan Parade Gamelan Akbar diselenggarakan selain untuk memeriahkan hari jadi Karanganyar, juga untuk menumbuhkan minat pemuda, khususnya untuk melestarikan seni budaya dalam bidang karawitan dan gamelan. Parade kali ini diikuti oleh 17 paguyuban seni. Demikian DISKOMINFO (ad/ppt/mdz)

Read More
DSC_5422

Lomba Siskampling Memasuki Tahap Final

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutan dalam lomba siskampling

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Siskamling merupakan Sistem Keamanan Lingkungan yang sekarang mulai dilupakan, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba siskamling guna menghidupkan kembali kegiatan siskamling tersebut. Dusun Suruhwangan Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu menjadi salah satu kadidat juara setelah masuk 6 besar lomba siskamling tingkat Kabupaten.

Bupati Karanganyar, Sekda Kabupaten Karanganyar, FORKOPIMDA dan juga beberapa Kepala OPD hadir dan menjadi tim penilai.

Kepala Desa Pandeyan, Agung Wijayanto, mengatakan di Dusun Suruhwangan terdapat 5 poskamling. Selama ini siskamling di Dusun Suruhwangan berjalan baik meskipun terdapat 1.353 jiwa dan terdiri dari 293 KK, namun Dusun Suruh Wangan tetap menggalakkan siskamling sehingga tindak kejahatan bisa dibilang tidak ada.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan sistem keamanan lingkungan dapat memberikan rasa aman dan merupakan kebutuhan pokok atau dasar.

“Kemajuan teknologi merupakan sarana untuk mempercepat tersebarnya kabar atau  informasi. Akan tetapi secanggih apapun tekhnologi secara batin tidak bisa dipungkiri atau tergantikan rasa kebutuhan terjalinnya persaudaraan yang erat lewat singgungan dan kumpul bersama setiap hari di pos ronda,” tegas Juliyatmono.

Selain mempererat silaturahmi antar warga, banyak manfaat yang didapat dipetik dari kegiatan siskamling tersebut. Dengan sering bertemunya para warga di pos ronda dapat menimbulkan usul – usul yang bagus guna pembangunan dusun.

“Apabila terjadi tindak kejahatan jangan main hakim sendiri dikarenakan dapat menimbulkan dendam yang berkepanjangan, maka langsung saja diserahkan kepada aparat penegak hukum”. pungkas Juliyatmono. Demikian DISKOMINFO (Krs/Adt)

Read More
KOMINFO

Delapan Kelompok Reog Meriahkan Festival Reog Kabupaten Karanganyar

DISKOMINFO

Bupati didampingi Wakil Bupati Karanganyar membuka acara reog festival ditandai dengan pemukulan gong, Minggu(5/11)

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Delapan Kelompok Reog ikut tampil untuk memeriahkan Festival Reog yang bertempat di Alun-alun Karanganyar, Minggu (5/11) pagi.

Kesenian budaya itu tampak menyedot perhatian masyarakat. Ratusan penonton memadati lokasi festival.

Ketua Festival Reog Kabupaten Karanganyar, Sumarno, mengatakan festival ini diikuti delapan kelompok reog dari sekitar Kabupaten Karanganyar.

“Ada delapan kelompok reog dari Kecamatan Tawangmangu, dan satu dari Kecamatan Jumantono” Kata Sumarno yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (Formi) Kabupaten Karanganyar.

Festival itu juga sebagai rangkaian acara Jambore Formi Jawa Bali tahun 2017 yang di buka, Sabtu (4/11), di Lapangan GOR RM Said, Tegalasri, Karanganyar.

Adapun delapan kelompok itu antara lain, Reog Putra Pringgodani, Reog Singo Guno, Reog Singo Utama, Reog Gembong Lawu, Reog Singo Dinar, Reog Pancot Mulyo, Reog Singo Gilang, dan Reog Singo Langit.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan beberapa Kepala OPD tampak hadir di acara tersebut.

“Reog asli milik bangsa Indonesia, untuk itu kewajiban kita adalah melestarikan budaya, ini juga hiburan untuk masyarakat,”Kata Juliyatmono.

DISKOMINFO

Salah satu penari cilik yang sangat lincah menarik perhatian warga

Dari pengamatan, kelompok-kelompok reog tampak piawai memainkan peran tokoh masing-masing.

Ada penabuh gamelan, Warok, Jathil, Dadak Merak, Prabu Klono Sewandono, dan Bujang Ganong.

Setiap kelompok mendapatwaktu 30 menit untuk sekali penampilan. Demikian Diskominfo(yoga)

Read More
DSC_1437

SOSIALISASI ANTI NARKOBA BERSAMA P4GN

Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo membuka Sosialisasi Anti Narkoba Bersama P4GN di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (02/11/2017).

Karanganyar, Kamis 02 November 2010

Badan Kesbangpol bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Karanganyar mengadakan Sosialisasi Anti Narkoba Bersama P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (02/11/2017). Peserta dalam acara ini adalah ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Anik Dwiyanti selaku Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dan Harno selaku Kasat Narkoba Polres Karanganyar.

Tujuan diadakannya sosialisasi ini merupakan upaya pencegahan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Kepala Kesbangpol, Agus Cipto Waluyo  menyampaikan terdapat lima isu nasional yang sedang berkembang di Indonesia, yaitu disintegrasi, terorisme dan radikalisme, korupsi, media sosial, dan narkoba. Peredaran narkoba tidak hanya di daerah kota saja, namun sudah sampai ke plosok-plosok desa. Pecandunya tidak hanya pemuda saja, hingga orang tua bahkan anak-anak.

“Saya cukup prihatin dengan daerah Sulauwesi yang menggunakan PCC, hanya satu saja sudah bisa membuat gila pengkomsumsinya” jelasnya.

Pada kesempatan ini disampaikan bahwa Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba. Negara Cina itu memproduksi narkoba tapi tidak mengkomsumsinya, sedangkan di Indonesia justru sebaliknya.

“Upaya pencegahan narkoba harus kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan kemudian mengawasi lingkungan sekitar” terangnya.

Demikian Diskominfo (ftr/ppt)

Read More
DSC_4792

Tingkatkan Pengetahuan Iman dan Taqwa, MUI Gelar Halaqoh Pesantren

Acara Halaqoh Pesantren yang dihadiri oleh Ormas Islam Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Rabu 01 November 2017

Menyambut hari jadi Karanganyar seabad dan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Karanganyar menggelar Halaqoh Pesantren di Hotel Tamansari, Rabu (1/11/2017).

Kegiatan ini diikuti para Tokoh Agama, Ulama, Ormas Islam, Takmir Masjid, Para Pimpinan Pondok Pesantren se Kabupaten Karanganyar.

Sekretaris MUI Karanganyar, Abdul Mu’id dalam laporannya mengatakan kegiatan halaqoh diikuti lebih kurang 150 peserta dari berbagai unsur. Kegiatan halaqoh pesantren merupakan sarana untuk saling bertukar pikiran dalam pengetahuan, peningkatan iman dan taqwa, perkembangan pondok pesantren di Karanganyar sekaligus Hari Santri Nasional 2017.

Ditambahkannya untuk Karanganyar Maju dan Sejahtera perlu adanya sinergi dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah, masyarakat hingga para tokoh agama.

“Pemerintah harus menggandeng para tokoh agama dan pondok pesantren untuk menjaga kerukunan dan situasi tetap kondusif,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Karanagnyar, Musta’in Ahmad menyambut positif diselenggarakannya kegiatan ini. Diharapkan dari kegiatan ini memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan kerukunan antar umat beragama.
“Tahun ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karanganyar mendapat penghargaan dari Kementerian Agama RI untuk wilayah tetap kondusif,”tuturnya.

Musta’in berharap kerukunan beragama di Kabupaten Karanganyar dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Begitu pula Ponpes-ponpes di Karanganyar untuk selalu dijaga keharmonisannya.

Selanjutnya Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi selaku mewakili Bupati dalam sambutannya menuturkan Pondok Pesantren terus berkembang di Kabupaten Karanganyar. Diharapkan pondok pesanteran yang ada di wilayah Karanganyar ini menjadi ponpes modern baik untuk pembelajaran agama maupun kondisi bangunan yang jauh dari kesan kumuh.

“Pemerintah melalui Baznas berkomitmen membantu memberikan bantuan pada tiap-tiap Takmir Masjid yang selama ini menjaga kebersihan masjid,”jelasnya.

Demikian Diskominfo (ft/muadz/ind)

Read More
DSC_4746

341 Peserta Hadiri Pelatihan Pengadaan Barang atau Jasa

Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Karanganyar Bachtiyar Syarif, mengisi acara Pelatihan Pengadaan Barang atau Jasa di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

Karanganyar – 30 Oktober 2017.

Bagian Pemerintah Desa Setda Kabupaten Karanganyar mengadakan acara Pelatihan Pengadaan Barang atau Jasa di Desa, Seni  (30/10/2017) pagi, di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

Dalam pelatihan tersebut, dihadiri oleh  Bupati Karanganyar yang diwakilkan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Timotius Suryad, dan Asisten Pemerintahan, Bachtiyar Syarif.

Jumlah dari peserta sendiri terdiri dari 341 peserta, yang tiap-tiap desa diwakilkan oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, beserta jajarannya.

Dasar dari diselenggarakan Pelatihan Pengadaan Barang atau Jasa di Desa ini sendiri merupakan Surat Keputusan Bupati Karanganyar No. 875 Tahun 2017 tanggal 25 Oktober 2017 Tentang Pembentukan Tim Penyelenggara, Penyusun, Materi, dan Moderator.

“Pelatihan ini nantinya dapat memberikan bekal pengetahuan kepada para aparat didesa dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyelenggaraan Pemerintah Desa.” kata Timotius.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menciptakan aparatur yang tertib dan lancar, memantapkan sikap dan pengabdian dari Pemerintah Desa, dan menciptakan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan pemerintahan Desa.

“Mengelola penyelengaraan pemerintahan secara rasional, efisien dan efektif melalui perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang optimum,” kata bachtiyar.

Manajemen merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling).

Demikian Diskominfo (ftr/ygi)

Read More
DSC_4737

MENCIPTAKAN STANDARISASI PARIWISATA KARANGANYAR

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto,  membuka Sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang diselenggarakan di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

Karanganyar – Senin 30 Oktober 2017

Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Karanganyar adakan kegiatan Sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang diselenggarakan di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (30/10/2017) pagi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang dalam pembukaan kegiatan terserbut diwakilkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto.

Hal-hal yang ingin disampaikan oleh Bupati diantaranya adalah bagaimana Sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata Dan Perizinan Usaha Pariwisata ini dapat menjadi standarisasi dari Pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Persaingan dari MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) sendiri melalui dari standarisasi dari Pariwisata” kata Titis dalam menyampaikan sambutan Bupati”.

Acara ini juga ditujukan kepada para pelaku usaha agar sesuai dengan standarisasi dari Pariwisata agar terciptanya kemananan, keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan dari para pelaku usaha. Serta terciptanya daya tarik dan kepercayaan dari masyarakat dalam menawarkan produk maupun jasa.

Demikian Diskominfo (ftr/ygi)

Read More