Category: Lain-lain

DSCF5566

Camat Harus Dekat Dengan Masyarakat

Rapat Dinas dipimpin oleh Pjs BUpati Karanganyar membahas situasi keamanan dan perekonomian

KARANGANYAR – 14 Mei 2018

Menghadapi situasi keamanan di tanah air, Camat seluruh kabupaten Karanganyar diminta untuk dekat dengan rakyat. Dekat dan bercengkerama dengan caranya masing-masing agar situasi kondusif tercipta dengan baik. Jika ada permasalahan yang muncul dikomunikasikan dengan baik dan ditekan jangan sampai menjadi besar.

“Pak camat dan pak lurah atau pak kades saya berharap dekat dan hindari hal-hal yang mis komunikasi atau mis inkodusional. Caranya terjun ke bawah setiap saat dan saya siap untuk itu,” papar Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memimpin rapat dinas di Ruang Anthurium Rumah Dinas (14/05)

Dia menambahkan kebersamaan harus selalu dijaga. Ketika rakyat tahu jika pemimpin dekat dengan internalnya maka akan menjadi nilai plus. Ujung-ujung akan juga tercipta suasana kondusif. Apalagi saat ini menjelang bulan puasa atau ramadhan suasana nyaman dan sejuk harus terus diciptakan. “Bulan ramadhan ini harus disambut dengan gembira. Kondusifitas harus tetap menjadi modal karanganyar,” tambahnya.

Selain itu, Prijo mengucapkan terima kasih kepada OPD dan camat atas kinerja yang baik. Sebab Karanganyar menjadi kabupaten terbaik nomor satu di Jawa Tengah. Namun demikian, sehebat apapun  pengakuan tersebut tapi klau rakyat tidak merasakan ya percuma saja. (hr)

Read More
WhatsApp Image 2018-05-08 at 1.41.18 PM

Pensiun Harus Dinikmati Jangan Timbulkan Power Syndrome

Assisten Pembangunan Sutarno mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan arahan terkait ASN yang memasuki masa pensiun

 

KARANGANYAR – 08 Mei 2018

Sebanyak 234 ASN di Karanganyar periode Juni-Nopember 2018 memasuki masa pensiun. Ratusan pegawai yang memasuki purna tugas tersebut diminta untuk dinikmati karena sebagai proses alamiah. Jangan sampai proses alamiah tersebut membuat power syndrome. Sebab ada pegawai yang sudah pensiun tapi suatu ketika memakai seragam hendak berangkat kerja.

“Saya berharap bapak ibu yang memasuki pensiun jangan sampai timbul power syndrome. Ini proses alamiah yang bakal dialami semua ASN,” papar Asissten III Setda Karanganyar, Drs Sutarno M.Si saat mewkili Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan arahaan kepada para ASN yang memasuki pensiun di rumah dinas (08/05)

Sutarno menambahkan memasuki pensiun justru bebas dan bisa lebih dekat dengan keluarga. Sebab pengabdian kepada bangsa dan negera bukan hanya di ASN akan tetapi bisa dimana saja. Ke depan, pemerintahaan akan mengunakan komputer dalam segala hal. Pendek kata, pemerintah berbasih elektronik. “Semua bidang menggunakan komputer dan tenagannya dikurangi,” imbuhnya.

Atas nama Pemkab Karanganyar, Sutarno mengucapkan terima kasih kepada ASN yang telah mengabdikan diri demi kemajuan bumi intanpari. Semoga karya yang terbaik yang diberikan selama ini menjadi amal ibadah. Sebab berkat para semua ASN, Pemkab Karanganyar mendapatkan penghargaan kabupaten yang mempunyai kinerja terbaik nomor 3 se Indonesia. “Bahkan, empat kali mendapatkan wajar tanpa pengecualian dalam soal pengelolaan keuangan. Sungguh predikat yang sangat baik bagi pengelolaan keuangan,:” iimbuhnya.

Sementara Kepala BKPSDM Karanganyar, Siswanto mengatakan pemerintah kabupaten dengan menggandeng Bank Jateng memberikan pembekalan kepada ASN yang memasuki masa pensiun. Saat ini, pegawai yang memasuki masa pensiun berjumlah 234 orang periode Juni-Nopember. Proses penerbitan SK memang butuh waktu untuk Golongan IVC dan IVD karena yang menerbitkan SK dari pemerintah pusat. Sedangkan IVA dan IVB dari Gubernur. Sedangkan golongan III ke bawah dilakukan BKPSDM setempat. “Klau SK Pensiun dari pemerintah pusat tentu butuh waktu,” tambahnya. (hr/Imas)

Read More
DSC_0248

Konser Angklung Warnai HUT IGTKI Karanganyar Ke-68

DISKOMINFO

Sekretaris Daerah Samsi mewakili PJS Bupati Karanganyar menyerahkan piagam dan tali asih kepada 14 Guru TK di Kabupaten Karanganyar yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun.

Karanganyar, 08 Mei 2018

Setiap tanggal 22 Mei tiap tahun kita memperingati HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) yang merupakan wadah bagi guru Taman Kanak-Kanak. Bertempat di Alun – Alun Karanganyar, IGTKI Karanganyar bersama 1900an Guru TK mengadakan upacara memperingati HUT Ke-68 IGTKI-PGRI. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Pjs. Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala PGRI Karanganyar, Kepala Himpaudi Karanganyar, dan tamu undangan lainnya seperti perwakilan dari Forkompinca Kecamatan Karanganyar.

Sekda Karanganyar Samsi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada segenap jajaran pengurus IGTKI Karanganyar dan Guru-Guru yang tergabung dalam IGTKI dengan keikhlasan yang luar biasa dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-68 IGTKI-PGRI saling bergotong royong demi terselenggaranya acara pada pagi ini.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga mengucapkan rasa senang dan bahagia kepada IGTKI-PGRI Karanganyar karena telah mampu menunjukkan eksistensi selama 68 tahun dan perannya yang luar biasa dalam mendidik calon penerus generasi bangsa.

Samsi mendoakan kepada Guru TK se-Kabupaten Karanganyar kedepan akan menuai hasil sesuai yang ditabur yakni berjuang mendidik anak dengan sepenuh hati, dan dilandasi rasa ikhlas serta rela tidak pernah menyesali, semoga menjadikan karya bhakti dan amal bagi Bapak-Ibu semua.

“Sukses Guru, Sukses IGTKI Karanganyar, Mari kita bangun, kita cerdaskan anak-anak didik di Kabupaten Karanganyar demi Karanganyar”, Kata Samsi.

Sementara itu, Siti Amanah, Ketua IGTKI Karanganyar dalam laporannya membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI mengajak kepada seluruh Guru TK untuk senantiasa bersama-sama sebagai mitra Pemerintah membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai agama dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan mengambil tema “Membangkitkan Solidaritas Guru dan Soliditas Organisasi IGTKI-PGRI Untuk Meningkatkan Kompetensi Serta Kemajuan Teknologi Menuju Pendidikan Berkualitas”, diharapkan Guru sebagai tenaga pendidik untuk terus meningkatkan diri baik dari segi kemampuan maupun dalam berorganisasi IGTKI-PGRI.

Sesaat setelah acara, 1900 Guru yang hadir bersama-sama memainkan alat musik tradisional Angklung dan membawakan 5 lagu dimana salah satu lagu yang dimainkan adalah Hymne Guru karya Sartono. Demikian Diskominfo (ad/f3a)

Read More
DSC_0069

Karanganyar Siap, Polres dan TNI Mendukung

Sekda Samsi memberikan gagasan tentang jaga baya di Karanganyar dihadapan peserta lokakarya revitalisasi jaga baya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Karanganyar terus menggelorakan keinginan untuk menghidupkan kembali jaga baya. Apalagi Polres dan Kodim 0727 Karanganyar mendukung langkah yang diambil Pemerintah daerah. Setidaknya ada dua konsep untuk menghidupkan kembali jaga baya. Pertama melalui perekrutan dengan spesifikasi terukur. Kemudian dibina dan didiklat sebaik mungkin sehingga siap menjadi jaga baya atau polisi desa.

“Jika perlu diberikan seragam, bisa seperti linmas, atau semi satpol dan diberikan alat komunikasi. Jaga baya akan terhubung dengan server pusat sehingga jika ada sewaktu-waktu ada ancaman segera bisa dideteksi,” papar Sekda Karanganyar, Samsi saat memberikan paparan tentang lokakarya revitalisasi jagabaya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar, kemarin (07/05)

Kemudian langkah kedua, menurut Samsi jaga baya diberikan kepada kasi pemerintahaan desa atau lurah setempat. Sebab kasi pemerintahaan desa juga ada tugas trantib. Selanjutnya diberikan pakaian khusus seperti halnya mantri polisi. Klau trantib yang mendapat tugas tambahan sebagai jaga baya tidak perlu UMK honornya. Jika ada 177 desa dan lurah, APBD Karanganyar masih mampu. “Fungsi jaga baya adalah keamaan desa dan memberikan informasi secara cepat dan tepat mengenai permasalahan yang memicu konflik. Sehingga bisa segera diantisipasi,” imbuhnya.

Sementara Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari menyambut baik langkah Pemkab Karanganyar untuk menghidupkan lagi jaga baya. Dia berharap langkah itu juga untuk mendukung babinkantibmas yang sudah ada. Menurunya Babinkantimbas ada 177 dengan rincian definitif 99 definitif dan 77 non defenitif. Maksud definitif adalah mendapatkan dukungan dana operasional. “Kami menyambut baik, di dalam pekerjannya nanti tentu akan saling mendukung. Tujuaan jelas mendeteksi dini semua informasi dan semua permasalahan yang ada di desa,” imbuhnya.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum menyambut langkah baik adanya jaga baya di desa. Meskipun sudah ada babinsa namun kegiatan itu perlu ada singkronisasi antara pemkab, polisi dan tentara. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindik. “Saya setuju dihidupkan kembali karena jelas muaranya untuk kesejahteraan di masyarakat,” tambah Mukhtar. (hr/yg/dn)

Read More
DSC_0055

Hidupkan Lagi Jaga Baya (Polisi Desa)

Dekan Fakultas Hukum Univeristas Pancasila, Prof Dr Ade Saftomo SH, M.Si memberikan paparan tentang jaga baya di lokakarya revitalisasi jagabaya (polisi desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Untuk mendeteksi dini dan mencegah konflik sosial di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Universitas Pancasila, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) dan BIN bakal mengidupkan lagi jaga baya atau polisi desa. Pasalnya kemajuan tehnologi informasi sudah sedemikian kompleks dan revolusi industri membuat potensi ancaman pengeroposan NKRI terbuka lebar. Apalagi saat ini, interaksi antar

Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara mendukung positif langkah untuk menghidupkan jaga baya

masyarakat sudah berkurang.

“Mereka biasanya bertemu secara tatap muka di warung atau pos ronda. Namun akhir-akhir ini aksi sosial tersebut tergantikan oleh kemajuan tehnologi berupa televisi.  Sehingga pengeroposan NKRI sudah didepan mata,” papar Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Prof Ade Saftono SH, M.Si di sela-sela lokakarya Revitalisasi Jagabaya (Polisi Desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di Pondopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (07/05).

Dia menambahkan konsep deteksi dini terhadap konflik sosial memang lebih pas berasal dari masyarakat. Klau di jawa ini ada jaga baya, di Bali ada pencalang dan daerah-daerah lain dengan nama yang lain. Meskipun sudah ada babinsa (TNI) dan babinkantibmas (polisi) , di lingkungan masyarakat namun terhenti di kecamatan.   Meskipun ada unsur-unsur dari polisi dan TNI yang bergerak ke bawah, namun perlu adanya jaga baya. Buktinya saat ini sudah ada intoleransi, berita hoax dan terorisme. “Secara mudah kami menyebutnya polisi desa. Meski sudah ada babinsa dan babinkantibmas namun saling melengkapi. Sehingga potensi gangguan keamaan dengan cepat dapat terdeteksi,” imbuhnya.

Jika program dari Pemkab Karanganyar ini sukses maka konsep ini akan dikirimkan ke daerah-daerah konflik. Mereka juga bisa mengadakan jaya baya di masing-masing tempat sehingga dengan cepat mendeteksi potensi gangguan keamaan.

Sementara anggota Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara menambahkan akhir-akhir ini memang akan berlangsung pesta demokrasi. Di tahun poilitk tersebut potensi gangguan keamaan akan muncul. Karanganyar mempunyai konsep jaga baya yang bagus untuk antisipasi dari ancaman gangguan keamaan. “Dengan hadirnya jaga baya akan bisa memberikan informasi secepat mungkin kepada pengambil kebijakan sehingga bisa direndam potensi gangguan tersebut. Konflik sosial akan dengan baik terdeteksi,” tambah Yusuf Kartanegara.

Dia menambahkan hadirnya jaga baya ini bisa membantu babinsa dan babinkantimbas. Tujuannya jelas untuk meredam potensi gangguan keamanan yang muncul. Menurut Karanganyar memang mempunyai konsep bagus dan jelas untuk membantu pertahanan dan keamaaan. (hr/yg/&i)

Read More
kom

Danrem 074/Warastratama Tutup TMMD Ke-101

Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono menerima kembali alat kerja dari Satgas TMMD.

Karanganyar, Kamis (03/05/2018)

Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101, di Lapangan Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (03/05) pagi.

Pada kesempatan itu, Kol. Inf Widi Prasetijono juga bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono.

“Tanpa terasa, tiga puluh hari Kemanunggalan TNI-Rakyat membangun desa telah berlalu. Hari ini secara serentak di 50 wilayah di seluruh tanah air, kita merayakan dan mensyukuri atas capaian yang kita raih dalam kurun waktu tersebut,” kata Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono.

Kol.Inf Widi Prasetijono, juga mengatakan, dalam waktu dekat ada pesta demokrasi. Sebagai perhelatan aspirasi rakyat, Pilkada Serentak 2018 seharusnya dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memilih pemimpin yang transformatif serta memiliki komitmen dan integritas yang kuat kepada rakyatnya.

“Jangan menjadikan momentum pesta demokrasi ini hanya untuk memenuhi hasrat politik pribadi atau golongan, yang justru malah dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa,” katanya.

Dalam amanatnya tersebut, juga mengimbau seluruh komponen Bangsa agar berpartisipatif aktif dalam pembangunan nasional dengan memanfaatkan pesta demokrasi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Memilih adalah hak setiap orang, namun yang paling utama, menjalankan kewajiban dan menghargai berbagai pilihan secara bertanggung jawab, demi rakyat dan Bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 101 Tahun 2018 di Kabupaten Karanganyar menyasar 20 program pembangunan berupa fisik dan non fisik.

Sedangkan pelaksanaan mulai 4 April-3 Mei 2018 selama 30 hari di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Melibatkan 175 orang dan menghabiskan dana Rp. 1.563.980.000,00.(pd/&i/an)

Read More
DSC_7466

May Day Berlangsung Damai

Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Karanganyar diisi dengan panggung hiburan

Karanganyar, Rabu (02/05/2018)

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Karanganyar berlangsung damai. Ribuan buruh dari berbagai perusahaan mendatangi alun-alun untuk mendengarkan orasi dan panggung hiburan. Tak hanya itu saja, namun ada juga pembagian hadiah, Selasa (01/05) pagi.

Tampak hadir Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, Forkompimda dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, menghadiri peringatan tersebut.

“Hari ini sebagai bukti bahwa pejabat di Karanganyar berdiri disini untuk buruh di Karanganyar. Jaga kebersamaan, jaga kondusif wilayah, kata Pjs Bupati Karanganyar.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto mengatakan pihaknya senang dengan suasan Hari Burug Internasional di Kabupaten Karanganyar berjalan damia dan baik.

“UMR di Kabupaten Karanganyar ini tertinggi di Solo Raya. Mudah-mudahan yang diberikan melalui perkerjaan bapak ibu lakukan menjadi amal ibadah, karena memberikan nafkah uintuk keluarga, semoga kedepan kesejahteraan buruh semakin baik,” kata Kapolres Karanganyar.

Hiburan musik dangdut tampak menghibur mereka, hadiah sepeda, mesin cuci, televisi dan lainnya diberikan bagi nomor kupon sesuai pengundian.(pd/adt)

Read More
DSC_8906

Tari Gambyong Menjadi Pembuka Upacara Penutupan HUT Ke-43 TMII

Penampilan tari Gambyong Kabupaten Karanganyar dalam HUT yang ke-43 TMII (22/04)

Karanganyar, Minggu 22 April 2018

Sebanyak 20 penari Asal Kabupaten Karanganyar dengan cantik dan luwesnya menarikan Tari Gambyong Pareanom di pelataran Tugu Api TMII saat Penutupan Acara Rangkaian HUT Ke-43 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu Siang (22/04).

Tari Gambyong Pareanom merupakan tari tradisional berasal dari Surakarta, tari ini sering dimainkan saat penyambutan tamu kehormatan. Pada jaman dahulu, tarian ini dimainkan untuk mengundang Dewi Sri (Dewi Padi) agar memperoleh hasil panen yang melimpah.

Selain suguhan Tari Gambyong Pareanom oleh Kabupaten Karanganyar, tampil juga mengisi acara Perkusi Nusantara yang merupakan kolaborasi 50 musik Dholl dan 66 musik etnik Nusantara dari 33 Provinsi serta kesenian rakyat seperti Kuda Kepang, Barong Caplok, Akrobatik, dan Sisinggaan.

Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar Siti Maesyaroch mewakili Bupati Karanganyar yang hadir dalam acara tersebut puas dengan penampilan Kabupaten Karanganyar.

“Walaupun hujan deras mengguyur lokasi, semangat dalam memberikan tontonan yang terbaik mendapatkan apresiasi dari penonton”, Kata Siti

Diharapkan dengan tampilnya Kabupaten Karanganyar di TMII mampu mempromosikan Kabupaten paling ujung timur di Propinsi Jawa Tengah.

Turut hadir dalam acara penutupan HUT Ke-43 TMII, Sekretaris Menpora RI dan Perwakilan dari Provinsi Bengkulu serta Kalimantan Selatan. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
DSC_0419

Gayeng, Ibu Ibu Desa Nglebak Lomba Wiru Jarik

Ibu-ibu Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu mewiru jarik dalam rangka memperingati perjuangan RA Kartini

KARANGANYAR -21 April 2018

Tepuk tangan meriah menandai lomba Wiru Jarik Di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu. Damiyem, Sugiyem, Yatiningsih dan Marsih peserta lomba wiru jarik terlihat melipat kecil-kecil sebanyak 7 lipatan. Di tengah liputan, sorak sorai tepuk tangan menghiasi lomba unik tersebut. Tak lupa pada saat lomba, peserta sambil guyonon dan saling menjatuhkan dengan kata-kata. “Dhuwur gede ngsiro cilik (Atas Besar bawah kecil) –lipatannya tidak rata,” ujar Marsi menggoda Yatiningsih.

Lomba yang berlangsung 10 menit sangat seru karena jika tidak terbiasa maka lipatannya tidak rapi. Ketidakrapian itu tentu akan mengurangi penilaian. Setelah 10 menit berlalu, peserta tegang mendengarkan pengumumaan. Bu Marsih sangat berharap menang namun lipatnnya tidak rapi. “Kesulitan kami karena kainya sangat lemes. Jika lemes maka dilipat tidak sekali

Pak Camat Tawangmangu, Rusdiyanto memberikan sambutan dalam lomba Wiru Jarik di Desa Nglebak

jadi,” tuturnya pasrah.

Sementara Yatiningsih pede bakal menjadi juara. Sebab pihaknya sudah selesai sebelum waktu 10 menit yang sudah ditentukan. Dia mengaku kesulitan karena kain jariknya sangat lemes. Jika kain lemes tidak bisa sekali lipatan atau klau berhasil tidak rapi. Meski demikian, Yatiningsih mengaku senang bisa mengikuti lomba wiru jarik dalam rangka Hari Kartini. Demikian, gambaran kecil puluhan ibu-ibu desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu memperingati lomba Kartini.

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto mengatakan sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan ibu-ibu di Desa Nglebak. Hal ini bisa memberikan contoh kepada generasi penerus dalam menghargai para pahlawan. Apa yang telah diperjuangkan Kartini, menurut Rusdiyanto perlu mendapatkan apreasi. “Ini Wujud kesetaraan yang diinginkan Ibu Kita Kartini. Kesetaraan dengan laki-laki yang saat ini sudah banyak kita ketahui. Banyak camat putri, bupati putri,” imbuhnya.  (hr)

Read More
DSC_6451

Percaya Diri Dengan Modal Guyub Rukun

Tim Lomba Kelurahaan dari Kabupaten Karanganyar sedang memberikan arahan kepada masyarakat desa Blumbang, Kebupaten Karanganyar

KARANGANYAR – 18 April 2018

Berbekal pernah menjadi juara 1 Lomba Kelurahaan tingkat Nasional tahun 2005, kelurahaan Blumbang sangat percaya diri untuk maju lomba kelurahaan tingkat Kabupaten tahun 2018. Pihak kelurahaan sangat yakin bakal menjadi pemenang kembali dalam kejuaraan tingkat kabupaten tersebut. Modal utama kelurahaan mempunyai luas 11.960 meter persegu hanya guyub rukun.

“Bermodal pernah juara, kami siap meraihnya kembali juara di tahun 2018. Kami sangat yakin karena seluruh potensi desa bergerak dan kegotongroyongan di kelurahaan ini luar biasa,” ujar Kepala Kelurahaan Blumbang, Santoso.

Dia menambahkan jika dahulu (tahun 2005) memakai reog dan menyambutan luar biasa. Namun kali ini, menurutnya dikemas secara sederhana. Meski demikian, pihaknya siap menjadi juara pada lomba tingkat kabupaten Karanganyar tersebut. “Dulu penyambutan tingkat kabupaten meriah sekali dan maju sampai tingkat pusat kehabisan peluru. Dan ini kita balik, jika menang kami siap mempersembahkan yang terbaik,” tambahnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Karanganyar, Bachtiar Syarif, mengapresiasi antusiasme masyarakat kelurahan Blumbang dalam menyambut lomba ini. Kerjasama semua pihak dari Kecamatan, Kalurahan, dan masyarakat sungguh terlihat dari kesiapan mereka dalam mempersiapkan materi dan kondisi dari 8 indikator yang akan menjadi objek penilaian. “Mudah-mudahan bisa menang ditingkat Kabupaten dan bisa mewakili Karanganyar ditingkat Provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Bahtiar Syarif menambahkan lomba desa ini diharapkan dapat terus memupuk rasa kegotong royongan diantara masyarakat desa Blumbang. Ini merupakan bentuk kompetensi partisipasi dari masyarakat. Selain itu, desa juga diharapkan memiliki rencana kerja baik jangka menengah atau panjang. “Saya

Assisten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Bachtiar Syarief memberikan semangat kepada Kelurahaan Blumbang Untuk Menang

berharap indikator-indikator yang akan dipenuhi bukan hanya sekedar administratif. Namun harus nyata di lapangan, sehingga tidak hanya lomba data. Mudah-mudahan lomba ini akan banyak keunggulan dan inovasi yang ditampilkan,” tambah Bahtiar Syarif. (hr/Yg)

Read More