Category: Kesehatan & Olahraga

Jelang Kurban, Waspadai Antraks

Mendekati Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar mewanti-wanti peternak untuk menjaga kesehatan hewan ternaknya dari wabah antraks. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta menyatakan bahwa penyakit antraks merupakan penyakit yang paling sering menyerang ternak hewan pemakan tumbuhan terutama sapi, domba dan kambing.
“Kalau sudah terkena antraks, kemungkinan jangka waktu hidup ternak tersebut relatif rendah,” kata dia di sela-sela Selamatan Pembuatan Film di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Antraks merupakan kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan atau manusia dan bisa menular langsung dari hewan yang sakit. “Karena dapat menular kepada manusia itu yang perlu diwaspadai dari peternak di Karanganyar,” .
Selain mewaspadai antraks menjelang Lebaran Kurban, pihaknya juga memperketat lalu lintas hewan. Pengetatan aturan tersebut diwujudkan dengan keharusan pedagang hewan yang memasok kambing dan sapi dari luar daerah diharuskan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Walaupun agak sulit, pengawasan lalu lintas hewan kurban khususnya dari luar Karanganyar akan terus kita tingkatkan,”.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa yang harus mengantongi surat keterangan kesehatan tersebut tidak hanya pedagang yang berasal dari luar daerah. Namun peternak di Karanganyar yang akan menjual hewannya ke luar kota juga harus mengantongi surat keterangan tersebut.
Selain pengetatan arus lalu lintas hewan, Pihak Disnakkan juga akan memeriksa hewan kurban yang dijual di pinggir jalan. “Kalau sudah mendekati kurban, baru kelihatan, kalau sejauh ini belum nampak,” tutur dia.

Read More

IGTKI ikuti Porseni

Kontingen Porseni Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Karanganyar dilepas oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani untuk mengikuti Porseni tingkat provinsi yang digelar 24-25 September 2011 di Islamic Center Jl Abdulrahman Saleh, Semarang.

Bupati Rina dalam sambutannya berharap tahun 2011 ini IGTKI Karanganyar mampu meraih juara pertama. Mengingat pengalaman Porseni tahun 2010 lalu, Karanganyar meraih juara 2 untuk kategori bercerita dan juara 2 kategori bermain sambil bernyanyi.

Ketua IGTKI PGRI Karanganyar, Amanah mengatakan IGTKI telah menyelenggarakan seleksi Porseni tingkat kabupaten 16-17 September di TK Negeri Pembina. Dua kategori dilombakan yakni gerak dan lagu serta senam irama. “Seleksi dipersiapkan untuk mempersiapkan kontingen Porseni Karanganyar maju tingkat Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Read More

DKK Tingkatkan Pencegahan Penyebaran Cacar Air

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar terus meningkatkan pengawasan di sejumlah daerah yang menjadi endemi cacar air (Varicella). Melihat tingginya mobilitas di daerah endemi, DKK memprediksi virus yang dibawa oleh Varicella Zoster ini dapat menyerang daerah lain dengan cepat.
“Kami masih melakukan pemantauan terhadap penderita cacar air yang ada di Matesih, selain itu kami juga mengimbau kepada warga agar penderita untuk sementara diisolasi dulu hingga penyakitnya sembuh,” papar Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo kepada wartawan kemarin. Langkah ini adalah untuk menekan meluasnya penyakit cacar air.
Selain melakukan isolasi, pihaknya juga akan terus melakukan pengobatan kepada para penderita. Seperti pengobatan gratis yang sempat dilakukan pada Jumat (9/9) lalu. “Kami juga mengimbau kepada seluruh warga agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Dilihat dari tingginya mobilitas warga di wilayah yang masuk dalam endemi cacar air hal itu sangat dimungkinkan. “Untuk saat ini jumlah penderita belum bertambah, tetapi ada kemungkinan jika cacar air ini dapat terus berkembang, mengingat mobilitas warga Matesih sangat tinggi,” jelas Cucuk.
Dari data yang dimiliki DKK, Sabtu (10/9) ada 10 warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono yang juga terjangkit penyakit cacar air. Tetapi, Cucuk tidak dapat memastikan apakah, kondisi itu disebabkan atau dibawa oleh warga Matesih yang kebetulan mendatangi desa tersebut.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/dkk-tingkatkan-pencegahan-penyebaran-cacar-air-53874.html

Read More

Dinkes Karanganyar nyatakan cacar air sebagai KLB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menyatakan penyakit cacar air yang telah menjalar ke ratusan warga Kecamatan Matesih, sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pasalnya, baru kali ini ada penyakit cacar air yang memakan korban hingga ratusan orang.

Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan, pihaknya menyatakan penyakit tersebut sebagai KLB lantaran yang terkena penyakit varisela atau cacar air itu jumlahnya sangat banyak.

Dari investigasi yang dilakukan petugas Puskesmas Matesih ke empat lokasi, beberapa waktu lalu di Banjarsari, Gunungwijil dan Kayulemah, Krajan dan Bolotan, serta Koripan dan Mendalan, petugas mendapati sebanyak 116 orang positif terkena cacar air.

Jumlah itu sudah termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sementara data warga yang sudah sembuh sebanyak 26 orang. “Yang belum sembuh sekitar 90 orang,” ujar Cucuk, Jumat (9/9/2011) siang.

Setelah investigasi dan pengobatan, imbuh Cucuk, pihaknya akan memantau kondisi kesehatan masyarakat dengan mengandalkan penyuluh maupun pembina kesehatan di desa-desa.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PPPL), Fatkul Munir. Mewabahnya cacar air itu bisa dikategorikan KLB lantaran menyerang warga dari berbagai kalangan, dalam waktu yang bersamaan serta berada pada radius wilayah yang tidak jauh.

Kesimpulan sementara, penyebab cepatnya virus cacar air itu menyebar lantaran kondisi lingkungan dan cuaca yang panas. Pasalnya, cuaca panas dapat menurunkan stamina seseorang, terutama anak-anak, sehingga mereka mudah terkena penyakit.

Read More

Serangan Cacar Air Meluas

Serangan penyakit cacar air di Desa Koripan, Matesih semakin meluas. Dasi hasil penelitian dan investigasi yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas setempat diketahui serangan yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster (VZV) juga menyerang orang dewasa.
Peningkatan jumlah penderita cacar air seperti terlihat di Wilayah Banjarsari, Koripan. Bahkan dalam satu keluarga terdapat dua penderita cacar air seperti yang menimpa keluarga Gimin warga RT 3 RW VI, Dusun Banjarsari. Dua anaknya yakni Valensia (3) dan Atia (1) terkena cacar air. Meski dianggap penyebarannya sangat cepat, tetapi petugas belum berani menyimpulkan penyebab pasti cacar air itu.
“Untuk penyebab pastinya kami belum bisa menyimpulkannya, tetapi penyebaran penyakit tersebut bisa dari teman sekolah, tetangga atau kerabat lainnya,” jelas Suharto salah satu petugas dari Puskesmas Matesih yang melakukan investigasi, kemarin. Selain menyerang dua anggota keluarga Gimin, cacar air juga menyerang sejumlah tetangga Gimin. Seperti Lidya Pratiwi (14), Restu Hidayanto (11), serta Haryo Adibrata (13).
Investigasi dilakukan dengan cara melakukan pendataan terhadap sejumlah penderita cacar air. Para petugas langsung mendatangi para penderita di rumah masing-masing. Petugas meminta keterangan, terkait gejala yang dialami korban. “Hasil investigasi dan pencatatan data ini nantinya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk kemudian dilakukan analisis terkait kejadian ini.
Selain di Dusun Banjarsari, investigasi juga dilakukan di Dusun Gunung Wijil, Kayu Lemah, Bolotan, Krajan, Koripan, serta Mendalan. Langkah ini untuk memastikan penyebab dan cara penyebaran virus tersebut. Merebaknya cacar air ini kali pertama menyerang puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Koripan, Matesih, kemarin.
Guna menghindari meluasnya penyakit tersebut, pihak sekolah memulangkan para siswa yang terjangkit cacar air untuk pemulihan di rumah.

Read More

Puluhan Siswa SDN 1 Koripan Terjangkit Cacar Air

Sebanyak 41 siswa SDN 1 Koripan, Matesih terjangkit cacar air. Untuk mengantisipasi penularan terhadap siswa lainnya, siswa yang terjangkit cacar air dipulangkan untuk beristirahat dan juga sebagai penyembuhan.
Para siswa yang terjangkit cacar air ini menurut Kepala SD Negeri 1 Koripan Sugiarto merata di setiap kelas. Mulai dari kelas I hingga kelas VI. “Setiap kelas pasti ada siswa yang terjangkit cacar air,” papar Sugiarto saat ditemui  di ruang kerjanya, Selasa (6/9).
Siswa yang terkena cacar air antara lain, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II sebanyak tiga siswa, kelas III sebanyak tujuh siswa, kelas IV sebanyak 11 siswa kelas V sebanyak 15 siswa kelas VI sebanyak tiga siswa. Menurut Sugiarto, penyakit cacar ini sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Bahkan penyakit yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster (vzv) sempat menyerang 23 dari 43 siswa kelas dua.
“Saat puasa dulu, ada 23 siswa kelas II yang menderita cacar, dan sekarang jumlahnya semakin banyak,” papar Sugiarto. Diduga berkembangnya virus ini terjadi saat Lebaran kemarin. Pasalnya, virus ini diketahui sangat mudah menular melalui media air. Banyaknya siswa yang menderita cacar air, Sugiarto pun melaporkan kejadian ini kepada pihak Puskesmas setempat.
Selanjutnya pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah siswa yang menderita cacar air. Mengetahui kejadian ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) langsung terjun ke lapangan guna memastikannya. Dari hasil investigasi sementara, DKK memastikan para siswa tersebut positif terjangkit cacar air.
“Untuk pencegahannya, yakni dengan melakukan isolasi terhadap siswa yang menderita, selain itu juga diberikan obat untuk Virus Vericella dan juga obat penguat ketahanan tubuh,” terang Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo kemarin. Dari hasil pendataan, para siswa yang terjangkit cacar air terbagi di lima Dusun di dua Desa. Antara lain Dusun Kayu Lemah dan Gunung Wijil (Desa Karangbangung) dan Dusun Banjarsari, Krajan, dan Koripan terletak di Desa Koripan. Meski korban sudah mencapai 40 orang lebih, tetapi DKK belum dapat memasukkan kondisi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Read More

Ayam Berkadar Air Tinggi Masih Marak

Praktik perendaman daging ayam masih marak dilakukan oleh pedagang daging di pasar. Kondisi ini diketahui, setelah tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Tuban, Gondangrejo, Rabu (24/8) pagi. (more…)

Read More

Disnakkan temukan daging tak layak konsumsi

Tim Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar menemukan daging ayam dan sapi tak layak konsumsi masih dijual di pasaran.

Hal ini diketahui saat tim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar di Pasar Tuban, Gondangrejo, Rabu (24/8/2011).

Sebelumnya tim juga menemukan kikil sapi diduga mengandung formalin di Pasar Palur, Jaten belum lama ini.

Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta mengatakan temuan tingginya kadar air dalam daging ayam maupun sapi masih dalam batas toleransi. Hatta mengatakan petugas tidak melakukan penyitaan, hanya memberikan peringatan kepada pedagang untuk menjual daging yang sehat.

Sedangkan terkait temuan daging sapi yang nyaris busuk, Hatta menduga adanya kesalahan saat penyimpanan di lemari pendingin.

“Itu yang kami tidak bisa kontrol kalau sudah masuk freezer karena kadar airnya tinggi. Tapi kami sudah memberi pembinaan dan meminta pedagang menjual daging sehat,” tuturnya.

Read More

20 Puskemas di Karanganyar siaga 24 jam

Mulai H-7 sampai H+7 lebaran, sebanyak 20 Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar siaga 24 jam nonstop.

Semua Puskesmas ini berada di jalur utama nasional dan berada di jalur rawan kecelakaan, bencana dan sekitar obyek wisata. “Kami telah menginstruksikan kepada 20 Puskesmas melalui Dinas Kesehatan untuk buka 24 jam nonstop selama lebaran. Kalau ada yang mbolos bakal ada sanksi,” tegas Bupati Karanganyar Rina Iriani, Senin (22/8/2011).

Di Karanganyar, Rina menyebutkan sedikitnya ada 20 puskesmas dan Puskesmas pembantu (Pustu) yang tersebar di 17 kecamatan akan disiagakan.  Setiap Puskesmas akan dilengkapi dengan dokter dan tenaga kesehatan. “RSUD Kartini Karanganyar menjadi rujukan jika Puskesmas tidak mampu menangani pasien yang sakit,” ujarnya.

Rina mengatakan tidak ada istilah cuti bagi petugas kesehatan selama arus Lebaran ini. Pihaknya mengancam akan memberikan sanksi tegas apabila menemukan maupun menerima laporan adanya petugas jaga yang mbolos tidak melaksanakan tugas. “Jangan seperti kemarin ada puskesmas yang tutup. Kalau kedapatan lagi tenan ada sanksinya,” ancam Bupati.

Bupati menegaskan pelayanan kesehatan terutama selama arus Lebaran harus diutamakan. Menurutnya keselamatan warga yang diprioritaskan. Tidak hanya rumah sakit yang harus standby. Namun seluruh Puskesmas, Pustu, juga Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) harus siaga 24 jam untuk melayani warga.

“Petugas harus siap melayani dan memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Jangan sampai saya menerima laporan ada warga ini itu tidak dilayani,” pinta Bupati.

Read More

Disnakkan Karanganyar temukan kikil sapi diduga berformalin

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan)  Pemkab Karanganyar menemukan kikil sapi yang diduga mengandung formalin dalam inspeksi mendadak (Sidak), Kamis 18 agustus 2011 pagi.

Tim mulai melakukan penyisiran di los daging Pasar Palur, Jaten, Kabupaten Karanganyar. Dari hasil penyisiran tim menemukan adanya kikil sapi yang diduga mengandung formalin.

Petugas kemudian mengambil sampel kulit daging tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Hal ini dilakukan guna memastikan dugaan kandungan bahan berbahaya dalam kikil tersebut.

Read More