Pemkab Karanganyar Sosialisasikan Instruksi Bupati Terkait Sampah






Karanganyar, Bertempat di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati, Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E,. M.M memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS), Selasa (1/07/2025).

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan konsistensi program agar upaya penurunan angka stunting di Karanganyar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Stunting bukan hanya soal angka, tapi masa depan generasi Karanganyar. Butuh kerja cepat, tepat, dan bersama-sama. Mari kita kawal bersama upaya menciptakan generasi Karanganyar yang sehat, cerdas, dan unggul!

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus mendorong pengembangan sektor otomotif dan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Swallow Yamaha Region 2 Putaran 2, yang digelar di Sirkuit Motor Cross Sentana Alaska, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Minggu (29/6/2025) siang.

Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E., M.M. hadir langsung membuka ajang balap bergengsi ini, didampingi Forkopimda, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah Frits Yohanes, Ketua IMI Karanganyar Boby Aditia Putra dan pejabat terkait. Kejuaraan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata sekaligus mendukung pelaku UMKM di Bumi Intanpari.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada IMI Jawa Tengah atas penyelenggaraan kejuaraan ini. Ini merupakan sarana positif bagi generasi muda pecinta otomotif untuk menyalurkan minat dan bakatnya secara sportif, sekaligus menjadi solusi untuk menekan praktik balap liar,” tutur Bupati.
Kejurnas Grasstrack kali ini mempertandingkan berbagai kelas utama dan pendukung, termasuk kelas khusus pemula, profesional, wanita, hingga kelas eksekutif, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga momentum strategis dalam mengenalkan pariwisata Karanganyar ke level nasional.
Ketua IMI Karanganyar Boby Aditia Putra menegaskan, kegiatan ini membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal. “Kedatangan peserta dari luar daerah membawa multipiler effect. Mereka menginap, kulineran, dan berbelanja produk UMKM. Ini sejalan dengan misi kami dalam mengembangkan sektor wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ketua Pelaksana Kejurnas, Santo Dwi Atmono, menambahkan bahwa Karanganyar menjadi tuan rumah putaran kedua dari lima seri kejurnas yang digelar di berbagai daerah. Ia berharap, kejuaraan ini mampu melahirkan crosser-crosser potensial, termasuk dari Karanganyar, untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan otomotif yang positif dan terorganisir dengan baik, sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda dan penguatan ekonomi daerah berbasis event olahraga dan wisata.

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) menerima sebanyak 88 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN PPM UGM), yang akan melaksanakan kegiatan di enam desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Senin (23/6/2025).

Penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Baperlitbang Karanganyar dan diterima langsung oleh Kepala Baperlitbang Dwi Cahyono, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para dosen pembimbing lapangan dari UGM.
Dosen Pembimbing Lapangan, Wahyu Dwi Saputro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN UGM Periode II Tahun 2025 melibatkan lebih dari 8.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk Kabupaten Karanganyar, sebanyak 88 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jatiyoso.
“Kami menitipkan mahasiswa selama 50 hari ke depan di Kabupaten Karanganyar. Mohon doa dan dukungan agar mereka dapat berkontribusi dalam program pembangunan serta mendapatkan pengalaman berharga yang bermanfaat untuk masa depan,” ungkap Wahyu.
Adapun rincian lokasi penempatan mahasiswa adalah sebagai berikut:
Kecamatan Ngargoyoso
Desa Ngargoyoso dan Desa Segorogunung: 30 mahasiswa
Tema: Pariwisata dan Digitalisasi Desa
Kecamatan Jatiyoso
Desa Tlobo dan Desa Karangsari: 28 mahasiswa
Tema: Optimalisasi Sumber Daya Pertanian
Desa Wonorejo dan Desa Wonokeling: 30 mahasiswa
Tema: Pengembangan Kopi dan Wisata Berbasis Geotracking
Kepala Baperlitbang Karanganyar, Dwi Cahyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat setempat dan tokoh-tokoh desa guna memastikan kelancaran kegiatan.

“Kenali lingkungan dan budaya masyarakat. Libatkan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan agar program yang dijalankan bisa berjalan dengan baik. Kami juga menantikan masukan dan rekomendasi dari mahasiswa sebagai kontribusi nyata untuk pembangunan daerah,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, keselamatan, dan pola makan selama menjalani KKN.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap kegiatan KKN ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan semangat pengabdian para mahasiswa.

Pengurus IMI Kabupaten Karanganyar masa bakti terbaru resmi dilantik pada Minggu (22/6/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Dalam prosesi tersebut, anggota DPRD Karanganyar, Boby Aditia Putra, S.Sos., M.M., secara resmi menerima amanah sebagai Ketua IMI Karanganyar.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyampaikan harapannya agar IMI Karanganyar dapat berperan aktif dalam membina generasi muda, mengembangkan olahraga otomotif, serta mendukung program keselamatan berlalu lintas di wilayah Karanganyar.
“Semoga IMI Karanganyar menjadi mitra strategis pemerintah, tak hanya dalam mencetak prestasi di bidang otomotif, tetapi juga sebagai pelopor keselamatan berkendara,” ungkap Bupati.
Dalam pidatonya, Boby Aditia Putra menegaskan komitmennya untuk menjadikan IMI Karanganyar sebagai organisasi yang solid dan berprestasi. Dengan mengusung slogan “Hobi Digagas, Prestasi Digas,” ia mengajak seluruh pengurus dan komunitas otomotif untuk bersinergi dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

KARANGANYAR– Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Selasa(17/6/2025) di Kantor Bupati Karanganyar.

Audiensi ini membahas rencana pengembangan wellness tourism di kawasan Tawangmangu melalui pemberdayaan masyarakat lokal dengan pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal (local wisdom).
Pertemuan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Karanganyar yang juga menjabat sebagai Plh. Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, Kepala UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito dr. Ulfatunisya, Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar, Asisten Administrasi Umum Sekda Karanganyar, serta sejumlah perwakilan dari UPF.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda sekaligus Plh. Dinkes Karanganyar, Yopi Eko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengembangan wellness tourism yang sinergis dengan potensi alam dan budaya di Tawangmangu.

“Apa yang nanti perlu dikerjasamakan akan kami catat dan teruskan kepada Bupati. Semoga kerja sama ini mampu memberikan kemajuan dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Ulfatunisya menjelaskan bahwa UPF RS Sardjito ingin kembali bersilaturahmi dan menyampaikan program-program terbaru untuk dapat bergerak bersama pemerintah daerah.
“Dari sejarah kesehatan di Indonesia, Tawangmangu memiliki Kebun BPTO yang menjadi pusat tanaman obat. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi, wisata, sekaligus produksi berbasis tanaman obat,” jelasnya.

Dalam konsep pengembangan yang ditawarkan, UPF ingin melibatkan masyarakat lokal sebagai petani tanaman obat, sekaligus menjadi mitra binaan dalam industri jamu dan aroma therapy. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendongkrak perekonomian warga sekitar secara berkelanjutan.
Program ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam mewujudkan pembangunan yang berakar pada potensi lokal serta mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Karanganyar, Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E,. M.M didampingi Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E hadir memberikan pembinaan kepegawaian bagi karyawan RSUD Karanganyar serta melantik dan mengambil sumpah / janji jabatan fungsional dokter ahli utama Dr. dr. Iwan Setiawan Adji, Sp. THT, KL di Aula Edelweiss RSUD Karanganyar pada Kamis (12/6/2025).

Pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di RSUD Karanganyar agar mendapat kepercayaan oleh masyarakat dan merasa nyaman.
Bupati juga menekankan perlunya sinergitas antar semua lini untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang harus didukung mulai dari tenaga medis hingga staf administrasi.

Dr. dr. Iwan Setiawan Adji yang dilantik dan diambil sumpahnya untuk jabatan fungsional dokter ahli utama diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan medis di RSUD Karanganyar.

Karanganyar, Stadion Angkatan 45 Karanganyar menjadi saksi hangatnya laga persahabatan antara Tim Sepak Bola Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Pemerintah Kota Pekalongan, yang digelar pada Selasa pagi (3/6/2025).

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E., turut ambil bagian dalam pertandingan, didampingi oleh Dandim 0727, Wakapolres Karanganyar, serta jajaran kepala OPD. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati menyampaikan rasa bahagianya dapat menyambut kunjungan silaturahmi dari Pemkot Pekalongan melalui ajang olahraga.

“Semoga dari pertandingan persahabatan ini, terjalin sinergi yang semakin erat antara Karanganyar dan Pekalongan. Kita bisa saling berbagi ide dan pengalaman dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., juga mengungkapkan harapan agar kegiatan ini menjadi awal silaturahmi yang berkelanjutan. Beliau mengundang Pemkab Karanganyar untuk melakukan kunjungan balasan ke Pekalongan, dan membuka peluang kerja sama serta kunjungan antardaerah lainnya ke Bumi Intanpari.

Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Karanganyar diapresiasi oleh Provinsi Jawa Tengah. Hal ini disampaikan saat penilaian aksi stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui zoom pada Rabu (28/5/2025).
Mewakili Bupati Karanganyar, Wakil Bupati H. Adhe Eliana menyampaikan Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat serius menangani Stunting di Karanganyar agar signifikan penurunannya.

Dalam paparannya, Wakil Bupati memaparkan sejumlah capaian dan strategi yang telah dan akan dilakukan. Berdasarkan data SSGI 2022, prevalensi stunting di Karanganyar mencapai 22,3%, sementara hasil SKI 2023 menunjukkan penurunan tipis menjadi 22,2%. Data EPPGBM per 15 Juli 2024 mencatat prevalensi stunting sebesar 4,15%, dengan tingkat kehadiran Posyandu mencapai 93%.
Penurunan stunting adalah kerja bersama. Mulai dari intervensi spesifik seperti pemantauan gizi dan pemberian makanan tambahan, hingga intervensi sensitif seperti sanitasi dan edukasi perilaku hidup sehat harus terus berjalan seiring.
Karanganyar juga menghadirkan berbagai inovasi daerah seperti PKMK (Pangan Olahan untuk Kebutuhan Medis Khusus) untuk anak-anak stunting serta penguatan peran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan bantuan langsung kepada keluarga terdampak.
Target kita bukan sekadar menurunkan angka, tapi memastikan setiap anak Karanganyar tumbuh optimal.
Rencana keberlanjutan juga telah disusun melalui replikasi program dan penguatan kelembagaan di tingkat desa. Pemerintah daerah mendorong agar dana desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting.

Karanganyar, Dalam upaya mengendalikan kasus tuberkulosis (TBC) dan memastikan setiap pasien memiliki jaminan kesehatan yang aktif, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar resmi meluncurkan program inovatif bertajuk SEDAP BETUL JAMUKU (Sistem Digital Platform Bantu Pasien TBC Lancar Dapatkan Jaminan Kesehatan), pada Rabu (28/5/2025) di Ruang Derkuku, Kantor Bupati Karanganyar.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., yang hadir mewakili Bupati Karanganyar.
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis digital di Karanganyar, sekaligus wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung penanggulangan TBC—penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.
Melalui platform SEDAP BETUL JAMUKU, pasien TBC akan lebih mudah dan cepat dalam mengakses jaminan kesehatan yang mereka butuhkan.
Semoga inovasi ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam membangun ekosistem kesehatan yang inklusif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
