Category: Jurnal Warga

Berita-berita kiriman tentang Kabupaten Karanganyar dari warga Karanganyar
pesta 1

PERESMIAN WORKSHOP YUDHISTIRA SQUAD & PESTA RAKYAT DESA BENDO, MOJOGEDANG Wujud Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Dalam Membangun Desa

Karanganyar, Desa Bendo, Kecamatan Mojogedang, menjadi saksi semangat kolaborasi dan kreativitas anak muda dalam sebuah acara istimewa bertajuk Peresmian Workshop Yudhistira Squad dan Pesta Rakyat Desa Bendo yang digelar pada Selasa 22 april 2025.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., yang hadir mewakili Bupati Karanganyar. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif dan semangat pemuda Desa Bendo dalam membangun ruang produktif untuk tumbuh dan berkarya.

“Pemuda adalah aset masa depan. Ketika mereka bergerak dengan semangat membangun desa, maka kita sedang menyaksikan masa depan Karanganyar yang cerah,” ujar Wakil Bupati.

Workshop Yudhistira Squad sendiri diinisiasi oleh kelompok pemuda lokal yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan keterampilan, kreativitas, dan ekonomi mandiri berbasis desa. Workshop ini akan menjadi ruang pelatihan, produksi, dan kolaborasi bagi warga, khususnya generasi muda.

Acara ini juga dimeriahkan dengan Pesta Rakyat yang melibatkan UMKM lokal, pertunjukan seni budaya, serta berbagai hiburan rakyat. Antusiasme warga tampak luar biasa, menunjukkan bahwa gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Desa Bendo.

Kepala Desa Bendo dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi simbol semangat baru dalam pembangunan desa yang berbasis partisipasi warga, khususnya generasi muda.

“Dengan peresmian workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa mandiri, kreatif, dan berdaya. Mari bersama kita bawa Bendo, dan Karanganyar, menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Bersama rakyat, membangun dari desa. Bersama pemuda, menuju Karanganyar yang lebih hebat.

Read More
WhatsApp Image 2025-03-12 at 14.19.26

Agenda silaturahmi ini dikemas dalam acara ” NGOPFI “, Ngobrol Bareng Pak Luthfi Gubernur Jawa Tengah

Mendengarkan secara langsung keluhan dan masukan dari masyarakat, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Senin(10/03/2025).

Agenda silaturahmi ini dikemas dalam acara ” NGOPFI “, Ngobrol Bareng Pak Luthfi Gubernur Jawa Tengah. Mulai dari obrolan perihal keluhan jalan rusak, keluhan perihal kerukunan dalam rumah tangga, keluhan perihal pendidikan, solusi investasi, solusi untuk petani, swasembada pangan hingga kerukunan umat beragama menjadi topik yang sangat hangat dibahas oleh orang nomor satu di Jawa Tengah ini.

Bupati Karanganyar Rober Christanto didampingi Wakil Bupati Adhe Eliana, selaras dengan program kerja Gubernur Jawa Tengah, akan berupaya mensukseskan program – program Gubernur yang tentunya akan mendorong Kabupaten Karanganyar lebih maju dan lebih baik kedepannya serta sejahtera masyarakatnya.

Read More

Berkali-Kali Mewakili Indonesia dalam Ajang Internasional, Erma Nur Janahwati Banggakan Karanganyar Atas Prestasinya

KARANGANYAR – Erma Nur Janahwati, mahasiswi Universitas Gadjah Mada berhasil memenangkan Digital Summit 2023 yang diselenggarakan oleh Indege Amerika. Dengan tajuk #FutureReadyHealthcare yang diselenggarakan selama 2 hari pada 19 – 20 September 2023. Acara virtual kepemimpinan pemikiran eksklusif tersebut membawa partisipasinya untuk berdiskusi  mengenai komersialisasi untuk Pharma (Perusahaan farmasi).

Erma berhasil menjuarai Digital Summit 2023 sebagai Summit Champions atau Juara 1 mengalahkan berbagai negara dari USA, Europe, bahkan Asia. Erma menduduki posisi pemenang pertama dari 600 delegates dari berbagai negara. Sebagai perwakilan dari Indonesia, Erma berperan aktif dalam forum dengan mengunjungi stan yang ada dan saling sharing berbagai pandangan dan pengalamannya di bidang komersialisasi dengan delegasi lainnya.

Selain membagikan pengalamannya dalam dunia komersil, Erma adalah salah satu mahasiswa dari Indonesia yang bersanding dengan para direktur dan manager dari barbagai perusahaan. Salah satunya sebagai Juara ada Udayweer dari India.

Erma sadar bahwa digital komersialisasi adalah salah satu hal yang penting dalam penjualan produk. Ditambah berkembangnya AI Generated membuat company harus bisa segera bergerak dan memanfaatkan kesempatan tersebut dalam pembuatan konten komersial. Sebagai Content Creator yang memegang berbagai social media, seperti Instagram, TikTok, Twitter, Facebook, YouTube dan LinkedIn membuat Erma memiliki pengetahuan yang luas dalam membuat konten menggunai AI Powered.

Read More
324d69a6-f7db-4c9b-8d6d-75a3dc6e15ee

Yan Surono: Menemukan Kunci Kepuasan Belajar Siswa melalui Pendekatan Holistik

KARANGANYAR – Yan Surono Pria 47 tahun dari Karangrejo Kelurahan Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang berprofesi sebagai Guru Fisika di Pondok Pesantren Modern Islam Assalam ini telah menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan capaian yang luar biasa. Melalui penelitiannya yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan belajar siswa. Yan Surono telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Penelitiannya yang berfokus pada gaya belajar, lingkungan belajar, pengaturan diri, dan sikap spiritual siswa menghasilkan pemahaman baru yang sangat relevan bagi pengembangan pendidikan saat ini.

Yan Surono telah berhasil menerbitkan 4 artikel di jurnal internasional bereputasi, prosiding internasional bereputasi, jurnal nasional bereputasi, serta prosiding nasional bereputasi. Selain itu, ia juga telah menciptakan 5 karya yang berhak cipta, diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, yang semakin memperkuat posisinya sebagai akademisi berprestasi.

Dalam penelitiannya, Yan menemukan bahwa sikap spiritual yang tinggi, meskipun penting, tidak secara langsung menjamin kepuasan belajar siswa. Melalui temuan teorinya, ia menegaskan bahwa kepuasan belajar dan prestasi siswa akan lebih maksimal jika didukung oleh kombinasi pengaturan diri yang baik, lingkungan belajar yang kondusif, gaya belajar yang sesuai, serta sikap spiritual yang positif. Temuan ini memberikan perspektif baru yang menyegarkan dalam dunia pendidikan, menekankan bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Yan Surono adalah contoh inspiratif seorang pendidik yang tidak hanya berkomitmen pada pengajaran di dalam kelas, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Dedikasinya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan belajar siswa menjadikannya tokoh yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, baik di pesantren maupun di lingkungan akademik yang lebih luas. (Diskominfo)

Read More
WhatsApp Image 2024-08-18 at 15.38.46

KKN Undip Bergerak Cegah Stunting di Dusun Pandes, Karanganyar: Gizi Baik, Masa Depan Cerah

KARANGANYAR – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 menginisiasi program pencegahan stunting terpadu di Dusun Pandes, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Program ini menyasar langsung pada permasalahan gizi buruk pada anak balita yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut. Melalui berbagai kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian makanan bergizi, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.

Dusun Pandes, salah satu dusun di Desa Papahan, masih menghadapi persoalan stunting yang cukup signifikan. Data terbaru menunjukkan terdapat 17 balita di desa ini yang mengalami stunting, dengan dua diantaranya berasal dari Dusun Pandes. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip merasa terpanggil untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan stunting.

Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh mahasiswa KKN, antara lain :

  • Pemeriksaan Kesehatan: Bersama dengan bidan desa dan kader posyandu, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada balita. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala untuk memantau pertumbuhan anak, lalu pemberian vitamin A.
  • Pemberian Makanan Bergizi: Mahasiswa memberikan makanan tambahan bergizi pada balita, seperti nugget ikan lele, susu jagung, dan puding ubi ungu. Makanan-makanan ini dipilih karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.
  • Sosialisasi Gizi dan Keuangan: Mahasiswa juga melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak, serta pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik agar dapat menyediakan makanan bergizi bagi keluarga.
  • Sosialisasi Stunting: Mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengertian stunting, dampaknya, serta upaya pencegahannya.
    Kegiatan KKN ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat Dusun Pandes. Warga dusun mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi masalah stunting di dusun Pandes.

Kegiatan KKN ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat Dusun Pandes. Warga dusun mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi masalah stunting di dusun Pandes.

Program pencegahan stunting yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip di Dusun Pandes merupakan contoh nyata dari kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat terus ditingkatkan dan generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Penulis: Syalaisha Jihan, Akila Phoeby Lifetania, Putri Dewi Larasati, Afina Rista Layalia, Yavi Noor Gantari, Feldyo Wijaya

Read More
WhatsApp Image 2022-07-18 at 16.16.36

Bupati Karanganyar Berikan Pembekalan Terhadap Ratusan Ibu Hamil di Tawangmangu

Pengarahan dari Bupati Karanganyar saat acara Penurunan AKI dan AKB di Balai Desa Plumbon Tawangmangu

Karanganyar- Dalam rangka memberikan pelatihan dan bimbingan kepada Ibu hamil agar cerdas dalam upaya menekan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) , Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar melalui Puskesmas Tasikmadu menggelar acara Pembinaan Ibu Hamil dalam rangka Penurunan AKI dan AKB di Balai Desa Plumbon, Tawangmangu, Senin (18/07).

Kepala Puskesmas Tawangmangu, Sulistyo Wibowo menyampaikan bahwa jumlah ibu hamil sebanyak 326 orang yang ada di seluruh wilayah Kecamatan Tawangmangu,  yang saat ini mengandung baik anak pertama, anak kedua, anak ketiga, bahkan ada yang mengandung anak keempatnya. “Angka Kematian Bayi cenderung pada taun ini mengalami penurunan. Semoga dengan adanya acara ini kondisi ibu hamil dan bayi yang dilahirkan nantinya semuanya dalam keadaan sehat wal afiat,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Karanganyar dalam sambutannya menuturkan bahwa diharapkan kedepannya angka kematian ibu dan angka kematian balita menurun dan harus bisa dicegah.

“Pemerintah mempunyai Program KB (Keluarga Berencana) tujuannya supaya dapat mengatur para ibu – ibu supaya mempunyai program dalam melahirkan. Semua sebaiknya direncanakan jarak kelahirannya supaya bayinya terawatt, pinter dan sehat ” ujarnya.

“Jangan lupa untuk memberikan ASI selama 2 tahun untuk bayi yang dilahirkan, Supaya menjadi generasi – generasi yang unggul, cerdas, dan sehat semuanya,”imbuhnya. (Adt)

 

Read More

Gagasan Kurikulum Tanggap Bencana

Gagasan Kurikulum Tanggap Bencana
Oleh : Agus Yulianto
Pengajar di SMK Wikarya Karanganyar

 

Bencana alam merupakan anugerah tersendiri dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kadang selama ini kita sebagai manusia beranggapan bahwa bencana alam akhir dari segala-galanya. Padahal dari bencana itu ada hikmah yang dapat kita ambil pelajaran. Permasalahannya adalah selama ini kita belum menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu melanda di daerah kita.

Melihat kondisi yang saat ini terjadi mengenai bencana baik itu banjir, gunung merapi meletus, gempa, tanah longsor dan kebakaran hutan sudah sepantasnya hal ini menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah karasedenan Surakarta salah satunya yang menjadi daerah langganan bencana alam yaitu di Boyolali setidaknya ada delapan kecamatan di kota susu tersebut yang rawan bencana. Untuk daerah rawan longsor diantaranya tiga kecamatan di kawasan lereng Gunung Merapi,  Gunung Merbabu, yakni Cepogo, Selo dan Musuk (espos).  Sedangkan yang terjadi saat ini di daerah Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok. Gempa Bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang tanah Lombok.  Menghancurkan segala bangunan-bangunan megah. Menurut Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo di lansir Tribun Timur.com, menyampaikan getaran gempa 7,0 SR terasa hingga di pulau Bali, Sumbawa, Jawa Timur, dan Makassar.  Bencana alam yang menimpa di bumi Indonesia merupakan sebuah peringatan dari Yang Kuasa agar kita senantiasa menjaga dan melestarikan ciptaanNya.

Kalau kita ketahui lingkungan hidup itu merupakan sebuah media yang memiliki hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan alam sekitar. Setiap makhluk hidup menginginkan  agar  tempat hidupnya dapat memberikan keamanan. Dalam hal ini sebagai manusia kita harus menjaga alam ini dengan cara melestarikannya. Dalam Al-Qur’an pun juga ditegaskan bahwa manusia diciptakan Allah swt sebagai pengemban amanah, diantara amanah yang dibebankan kepada manusia memakmurkan kehidupan di bumi (Q.S Huud:61). Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bahwa tidak selayaknya manusia mengeksploitasi alam dengan semena-mena tanpa memperhatikan dampak yang  akan timbul dari eksploitasi itu sendiri. Selain itu, akibat dari bencana yang terjadi di Indonesia sering menimbulkan traumatic bagi setiap orang korban bencana alam.

 

Kurikulum Tanggap Bencana di Sekolah

Dalam ranah pendidikan selama ini di Indonesia belum ada suatu persiapan matang mengenai suatu sikap dan cara penanganan bencana alam. Hal tersebut menyisakan permasalahan tersendiri bagi dunia pendidikan. Kehancuran material  tidak hanya menyelimuti setiap bencana, akan tetapi juga menghancurkan tatanan masyarakat yang  telah tersusun rapi. Anak-anak banyak kehilangan orang tua dan sebaliknya. Banyak gedung sekolah yang roboh tinggal puing-puingnya, dan guru-guru meratapi nasib pendidikan yang semakin tidak menentu.

Dengan adanya surat edaran nomor 70a/SE/MPN/2010  tentang Pengarus utamaan Pengurangan Risiko Bencana (PPRB) dalam kurikulum SD sampai SMA/SMK yang terintegrasi di dalam semua matapelajaran, yang telah diterapkan sejak 2011.  Kebijakan tersebut mengarah pada visi dan misi kehidupan manusia dan alam, terutama di wilayah-wilayah yang secara geografi rentan terhadap bencana gempa dan tsunami (Espos).

Hal itu bisa menjadi acuan bagi dunia pendidikan bagaimana mengemas pendidikan bagi anak-anak Indonesia pasca bencana alam yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dunia internasional. Di negara Jepang seorang anak sudah diajari berbagai simulasi menghadapi bencana alam dan musibah yang mungkin terjadi. Kalau kita ketahui Jepang adalah negara langganan gempa, mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut. Mereka dapat mencegah dan tidak kalut lagi atas segala masalah yang ditimbulkan. Bagaimana dengan Indonesia  itu sendiri, negeri yang akhir-akhir ini banyak dilanda musibah bencana alam?

Hal  itu harus menjadi perhatian semua kalangan,  karena pendidikan ini akan sangat berbeda dengan pendidikan yang dilakukan dalam kondisi damai dan aman. Pendek kata, pendidikan saat ini sudah saatnya diarahkan untuk mengantisipasi bencana. Tidak hanya lebih menyiapkan peserta didik menjadi buruh-buruh atau karyawan pabrik,  melainkan juga dapat dijadikan sebuah proses untuk menghargai kehidupan dengan bertahan hidup.

Model pendidikan tanggap bencana yang dapat dilakukan di Indonesia adalah dengan memberi simpati yang lebih kepada anak korban bencana,  mendorong untuk memulihkan mentalitas seorang anak karena kondisi psikis anak pasca bencana harus menjadi perhatian utama bagi setiap insan pendidik dan menceritakan gambaran saat gempa dengan bahasa mereka sendiri.

Pendidik juga harus dapat membantu mengungkapkan kegelisahan dengan cara memberikan  stimulant  berupa mengembalikan kepercayaan diri anak didik untuk dapat tampil kemuka. Selain itu, pendidik juga dapat mengajarkan sesuatu yang  berhubungan dengan kisah – kisah teladan dalam kesengsaraan yang  kemudian mendapatkan rahmat dari Tuhan dengan kebahagiaan.

Format pendidikan tanggap bencana lebih diarahkan kepada hal-hal yang rill  terjadi ditengah masyarakat. Artinya, pendidikan tidak hanya mengkonsumsi teori-teori saja,  melainkan mengajak peserta didik untuk mau dan mampu melakukan simulasi atau praktik langsung. Tentunya hal ini didahului dengan penyampaian materi yang  menyenangkan kepada peserta didik untuk cekatan dan sigap dalam menghadapi persoalan.

Selanjutnya, juga diarahkan kepada keteladanan-keteladanan sang guru  dalam kehidupan sehari-hari,  dan anak-anak pun dilatih mandiri dengan cara melihat alam sekitar. Keteladanan tersebut dapat dijadikan model pembelajaran baru bagi peserta didik korban bencana alam.

Harapannya sekolah dapat menanamkan kesadaran dan keyakinan kepada siswanya  agar peduli dengan kondisi alam sekitarnya. Terutama di daerah–daerah yang  sering kena bencana alam. Diantara mereka yang terkena korban bencana merupakan harapan bangsa  Indonesia kedepan. Yang harus kita perhatikan karena bagaimanapun juga mereka adalah asset yang sangat berharga untuk dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Dengan bantuan dan kepedulian semua kalangan, anak Indonesia akan bangkit dari keterpurukan. Semoga.**

 

Read More

MAINKAN #KARANGANYAR !

MAINKAN #KARANGANYAR !
Oleh : Sopiyatun
Pengiat di Digital Parenting Institut

 

Selain memberikan gelar prestasi, apalagi yang bisa mengharumkan kotamu ?

Secara naluriah setiap kita pasti ingin bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain. Dalam tataran yang lebih luas, kita ingin berkontribusi besar pada tanah kelahiran,  mengharumkan nama daerah. Namun semua sudah mafhum, mendulang prestasi agar mampu memberi kebanggaan  pada kota asal, sungguh bukan hal yang mudah. Tidak semua orang bisa menjadi atlit juara, hanya sedikit orang yang mampu  menyabet emas pada sebuah perhelatan bergengsi di tingkat regional, nasional bahkan internasional.

Dan kita termasuk yang mana? Agaknya kita terkategori ke dalam golongan orang-orang yang berjiwa biasa saja. Lantas adakah celah dimana kita bisa memberikan andil bagi kemasyhuran kota?

Heiii, ternyata ada ! Tak perlu menjalani profesi tertentu, ikut pelatihan nasional, berkompetisi di ajang kejuaraan atau sejenis pertandingan lainnya.  Mainkan jarimu !! Tak perlu modal besar apalagi sampai mengajukan kredit ke bank J. Cukup pegang HP berpulsa internet dan akun media sosial. Gampangkan? Sungguh, barang-barang demikian sudah menjadi kebutuhan sejuta umat, tidak sulit untuk mendapatkannya.

Mau jualan online? Apa dengan online shoping bisa menyumbangkan medali untuk Karanganyar? Bukan. Kamu cukup memainkan hastag atau tagar #karanganyar !. Bagaimana logikanya hastag bisa membawa harum Bumi Intanpari?.

Coba yuk buka Instagram kamu.   Cek #karanganyar, kamu akan temui beragam hastag seperti #karanganyarkece, #karanganyarhitz, #karanganyarhits, #karanganyarkita, #karanganyar_kece, #karanganyarku, #explorekaranganyar, #karanganyartentram, #karanganyarhitzz, #remajakaranganyar, #karanganyarkekinian, #wisatakaranganyar, dan seterusnya. Hastag-hastag tersebut memiliki pengikut atau follower ribuan. Hastag nama kota seperti #karanganyarhitz  begini berperan besar dalam membranding kota Karanganyar. Coba kita cek postingan-postingan instagram yang mencantumkan #karanganyar dengan anekaragam kata ikutannya, rata-rata adalah postingan tentang destinasi wisata, kuliner, event, selfi, wefie, olahraga, UKM, jualbeli, dan seterusnya. Sementara ini nuansa konten unggahan dengan #karanganyar masih bersifat positif. Dan semoga seterusnya.

Citra positif Karanganyar

Bagaimana citra Karanganyar di mata netizen baik lokal maupun nasional, bisa terlihat dari unggahan konten-konten yang menggunakan #karanganyar dan kata ikutannya. #Karanganyar, secara harfiah memang menunjuk pada lokus atau tempat, wilayah geografis, tetapi menilik dari konten postingan, #karanganyar, bisa jadi memberikan gambaran positif Karanganyar yang sejuk, hijau, kaya destinasi wisata alam, ramah, tentram, dan sifat positif lainnya. Sekali lagi bagaimana citra Karanganyar yang bagus di luar sana, ada salah satu faktornya, yakni dari unggahan konten  yang positif terkait Karanganyar dalam #karanganyar. Mari kita bayangkan, seperti apa jadinya wajah Karanganyar, jika #karanganyar diisi konten-konten pornografi, kekerasan, atau meme-meme kebencian dan sebagainya. Orang akan cenderung menilai buruk sebuah kota dari apa yang terlihat. Karenanya sebagai warga Karanganyar yang baik, maka kita semua memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga nama baik Bumi Intanpari ini dengan mengedepankan etika dalam mengunggah konten di dunia maya, khususnya dalam #karanganyar.

Jangan dikira #karanganyar hanya sekedar embel-embel dalam postingan di instagram atau twitter. #karanganyar yang sering kita pakai akan sangat membantu orang/pengguna media sosial khususnya instagram untuk menemukan informasi terkait tempat wisata, agenda kegiatan atau event di Karanganyar. Ini berarti unggahan kita dengan hastag tersebut membantu pemerintah kabupaten dalam ikut mempromosikan pariwisata Kabupaten Karanganyar.  City branding memang bisa dilakukan melalui media apa saja, saluran komunikasi baik konvensional maupun media baru semacam media sosial. Begitu juga komunikasinya bisa kepada siapa saja, bersama siapa-siapa saja stakeholder yang terlibat. Namun peran netizen karanganyar dalam marketing digital –memasarkan pariwisata Karanganyar tidaklah kecil, apalagi jika kamu adalah seorang influencer. Nah, bersiaplah berbuatlah lebih besar untuk Karanganyar, dengan jarimu !. Mainkan #karanganyar…

Read More

Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini
Oleh : Enggi Ria Ristama
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

 

Orang tua memiliki peran penting dalam pendidikan seks untuk anak. Kurangnya pemahaman tentang bahaya laten yang ada disekitar membuat anak menjadi mangsa para predator seksual. Kasus kekerasan seksual pada anak (child abuse) dapat dilakukan oleh  orang asing hingga orang- orang terdekat dengan anak. Sehingga  orang tua memiliki peran penting dalam pemahaman akan pendidikan seks usia dini pada anaknya. Hal ini sangatlah penting mengingat kejahatan seksual makin marak dan korbannya dimulai dari anak-anak usia 3 tahun. Permasalahannya, orang tua dalam memberikan pemahaman tentang seksualitas masih dirasa  sungkan untuk di bicarakan hal ini dikarenakan pembicaraan seks masih dianggap hal yang tabu, dan belum perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini.

Tujuan pendidikan seks bukan hanya mempelajari tentang aspek biologi atau sosial tetapi menyangkut masalah psikologis, budaya, moral, etika dan hukum. Tujuan lain dari pendidikan seks tidak hanya mencegah dampak negative dari perilaku seks di usia dini, tetapi lebih menekankan pada kebutuhan akan informasi yang benar dan luas tentang perilaku seks serta berusaha memahami seksualitas manusia sebagai bagian penting dari kepribadian yang menyeluruh. Tanpa pengetahuan yang memadai, anak dengan mudah dijadikan korban oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk itulah sangat perlu pendidikan seks yang tepat untuk anak-anak agar mereka mendapat bekal memadai.

Pendidikan seks merupakan upaya memberikan informasi atau mengenalkan (nama dan fungsi) anggota tubuh, pemahaman perbedaan jenis kelamin, penjabaran perilaku (hubungan dan keintiman) seks, serta pengetahuan tentang nilai dan norma yang ada di masyarakat berkaitan dengan gender. Pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang seks akan membantu anak memiliki rasa tanggung jawab sejak dini. Orang tua dapat memahamkan anak mengenai diri mereka dengan menggunakan berbagai cara yang di anggap baik untuk dilakukan, peran orang tua memiliki posisi yang strategis sebab memiliki kualitas dan kuantitas waktu yang besar bersama anak.

Hal hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menumbuhkan pemahaman dan pengertian mengenai seksualitas mengutip dari Ilmawati (dalam Listiyana, 2012) yaitu; Pertama tanamkan rasa malu pada anak, rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak walau masih kecil bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak sejak kecil untuk selalu menutup bagian sensitive. Kedua, menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan. Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankan anak.

Ketiga, memisahkan tempat tidur anak dengan orangtua dan saudaranya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya dengan orang tuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang  perbedaan jenis kelamin. Keempat, pendidik menjaga kebersihan alat kelamin. Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training) dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam membuang hajat.  Kelima, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata. Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

Pemahaman seks bagi anak-anak usia dini saat ini menjadi penting, maka penerapannya dalam kehidupan sehari-haridapat dilakuakan dalam bentuk formal, nonformal, maupun informal, menjadi niscaya pula, meski dengan kadar-kadar tertentu sesuai dengan usia sang anak. Dikutip dari Handayani (2008) bentuk pemahaman diri kepada anak usia prasekolah sebagai berikut: Usia 18 bulan hingga 3 tahun, pada usia ini anak mulai belajar mengenali anggota tubuhnya. Saat mengajari anak, ingatlah bahwa memberikan nama yang tepat pada masing-masing anggota tubuh adalah penting. Mengganti nama anggota tubuh dengan sebutan lain justru akan membuat anak berpikir ada yang salah dengan nama asli anggota tubuh tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu mengganti istilah penis dengan sebutan “burung”, atau merespon berlebihan ketika dia menunjuk alat kelaminnya, sama seperti cara menyebutkan nama untuk bagian bagian tubuh lainnya. Hal yang juga penting pada usia ini adalah menjelaskan pada anak agar mereka mengerti bagian tubuh mana yang boleh dilihat oleh orang lain, dan mana yang tidak boleh sehingga harus ditutupi dengan pakaian. Usia 4 hingga 5 tahun, pada usia ini anak mulai menunjukkan ketertarikannya pada seksitas dasar seperti organ seks yang dia miliki maupun organ yang dimiliki oleh lawan jenisnya. Anak  mungkin akan bertanya dari mana bayi lahir, ia juga ingin tahu mengapa tubuh laki-laki dan perempuan berbeda.

Anak merupakan generasi masa depan bangsa. Anak harus terus dibina, dibimbing, dan dilindungi agar sehat dan sejahtera baik fisik, emosional, intelektual, social, dan seksuanya. Tanggungjawab orang tua tidak hanya mencakup atau terbatasi pada kebutuhan materi saja, tetapi sesungguhnya mencakup juga kepada seluruh aspek kehidupan anaknya, termasuk didalamnya aspek pendidikan seksual. Dimana pemahaman dan pemilihan metode pendidikan seksual yang tepat akan mengantarkan anak menjadi insan yang mampu menjaga dirinya dari pernbuatan perbuatan yang terlarang dan sadar akan ancaman  serta peringatan dari perbuatan amoral serta memiliki pegangan agama yang jelas.

 

Read More

Wanita dan Makna Emansipasi

Wanita dan Makna Emansipasi
Oleh : Umi khusnul khotimah

Bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan belum lama ini memperpanjang daftar terorisme di Indonesia. Pihak-pihak yang diduga terlibat, kemudian dicari dan diburu keberadaannya. Menurut hasil penyelidikan, istri korban pelakulah yang pertama kali memperkenalan pelaku dengan pemahaman radikal ini. Kasus lain seperti, peristiwa pengeboman tiga Gereja di Surabaya pada tahun 2018 lalu, juga melibatkan keluarga sebagai pelakunya. Pasangan suami istri dan empat anak mereka, yang beberapa diantaranya masih dibawah umur.

Pembahasan mengenai beberapa kejadian tersebut menjadi melebar, mulai dari negara yang kecolongan dari pelaku teror, intoleransi, sampai dengan keberadaan perempuan dalam pusaran terorisme. Topik yang terakhir inilah yang menjadi bahan pembahasan selanjutnya.

21 April dan 22 Desember menjadi moment yang tepat guna menggaungkan pesan emansipasi wanita. Hari kelahiran R.A. Kartini dan perayaan hari ibu inilah yang digunakan oleh media, masyarakat, maupun lembaga untuk mengingat kembali akan derajat dan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Kisah hidup Kartini yang mengispirasi dalam memperjuangkan hak wanita sering kali menjadi tema pembahasan, entah berapa ratus kali hal itu dibicarakan. Media juga tidak kalah hebohnya. Menampilkan wanita-wanita luar biasa masa kini menjadi andalan pemberitaan disetiap tahunnya. Seorang ibu yang berprofesi sebagai sopir, wanita berprestasi dari ranah politik, sampai dengan artis yang juga dijadikan contoh Kartini masa kini.

Sosok Kartini menjadi tokoh yang sering atau bahkan wajib disebut jika membahas mengenai emansipasi wanita khususnya di Indonesia. Pemikiran dan sikapnya yang dinilai out of the box terhadap kondisi sosial masyarakat Jawa pada saat itu memang patut dikaji dan diteladani. Hidup di lingkungan dengan adat dan tradisi Jawa yang masih sangat kuat membuatnya harus rela menerima pelbagai keterbatasan-keterbatasan. Sistem pingit yang masih diterapkan kepada anak perempuan saat itu, memaksa Kartini untuk berhenti sekolah. Membaca buku milik kakaknya Sosrokartono dan kegemarannya berbalas surat dengan kawan-kawannya dari Eropa. Membuat pemikiran dan pandangan hidupnya menjadi terbuka.

Pendidikan bagi kaum wanita, kesempatan bekerja, hak politik dan mengemukakan pendapat di muka umum, memang telah didapat oleh perempuan pada zaman sekarang ini. Namun, isu-isu yang berkaitan tentang feminisme juga masih terus berjalan dan dibicarakan. Mulai dari sulitnya perempuan memangku jabatan dilembaga pemerintahan, ketidakadilan di tempat kerja, hingga ketidakpercayaan kepada perempuan di ruang publik. Sikap-sikap seperti itu memang tidak benar-benar bisa dihilangkan dari lingkungan patriarki seperti di Indonesia ini. Entah disadari atau tidak nyatanya di era modern seperti sekarang ini wanita masih dipandang sebagai manusia kelas dua.  Walaupun telah ada banyak lembaga dan organisasi yang mengkhususkan diri melindungi hak-hak perempuan.

Keterlibatan wanita di pusaran terorisme, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Seakan-akan menggugah kembali kesadaran bersama akan makna penting emansipasi wanita. Apabila diperhatikan dari kaca mata luar, timbulnya teroris perempuan ini menjadi bukti bahwa kaum hawa sekarang ini telah dapat menyuarakan dan memperlihatkan apa yang menurutnya benar. Akses akan informasi dan pelbagai macam ilmu juga sangat mudah didapat. Walaupun dalam kasus ini, apa yang didapat dan disuarakan oleh seorang yang mebuat kekacaun dan merenggut banyak nyawa orang adalah tidak bisa dibenarkan.

Tetapi benarkan pendidikan bagi kaum hawa dan kebebasan berbicara adalah tujuan emansipasi sebenarnya? Bagaimana dengan fenomena terorisme belakangan ini, yang juga menyeret wanita dalam pusaran pelakunya? Kemudahan yang didapat para perempuan dalam menerima dan mendapatkan ideologi-ideologi radikal tersebut, nyatanya secara tidak sadar telah menempatkan wanita itu sendiri kembali menjadi manusia tingkat dua. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Surat Kartini yang dikirim kepada Prof. G.K. Anton pada 4 Oktober 1902, memuat pendapat dan pengharapan akan pendidikan bagi para perempuan.

“Alangkah bahagianya laki-laki, bila istrinya bukan hanya menjadi pengurus rumah tangga dan ibu anak-anaknya saja, melainkan juga menjadi sahabatnya, yang menaruh minat akan pekerjaannya, menghayatinya bersama suaminya. Mohon dengan sangat supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukanlah karena kami hendak menjadikan perempuan manjadi saingan laki-laki dalam perjuang hidup ini. Kami hendak menjadikan perempuan menjadi lebih cakap dalam melakukan tugas besar yang diletakkan oleh ibu alam sendiri ke dalam tangannya agar menjadi ibu, pendidik umat manusia yang utama. ”

(Surat Kartini kepada Prof. G.K. Anton, Ari P, 2011: 339)

 

Pendidikan di sekolah bagi perempuan adalah pengharapan besar Kartini saat itu. Namun dalam surat yang sama, ia juga menyadari bahwa pendidikan di sekolah saja tidaklah cukup untuk seorang anak manusia. Ia menceritakan bagaimana pengetehuan luas seseorang tidak sejalan dengan budi pekerti yang dimiliki.

“Sedih hati kami menyadari hal tersebut, tetapi setelah kami selidiki lebih lanjut dan kami cari penyebabnya sampailah pada kebenaran kedua. Bukan saja sekolah yang harus mendidik jiwa anak, tetapi juga yang utama pergaulan di rumah yang juga harus didik. Sekolah mencerdaskan pikiran dan kehidupan di rumah tangga hendaknya membentuk watak anak itu”  

(Surat Kartini kepada Prof. G.K. Anton, Ari P, 2011: 340)

 

Pengetahuan yang dimaksud Kartini bagi kaum wanita sendiri tidak hanya pengetahuan baca, tulis, maupun ilmu esakta saja, melainkan juga pengetahuan mengenai sikap dan moralitas. Pendidikan yang mensinergikan antara sekolah, rumah, dan lingkungan yang digagas oleh Kartini mewujudkan pendidikan yang dinilai lengkap. Pendidikan tidak hanya membuat seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, namun juga membuat manusia dapat memilah dan memilih tindakan yang baik dan tidak baik dilakukan.

Sebagaimana diberitakan Antaranews.com, Yenny Wahid, Diretur The Wahid Institute mengatakan bahwa menurut hasil survei The Wahid Institute. Perempuan yang independen atau mandiri akan semakin sulit untuk masuk atau bergabung dalam kelompok radikal. Perempuan independen yang dimaksud disini adalah perempuan yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Sehingga apabila ada seseorang yang mengajaknya masuk dalam kelompok teroris maka ia akan memiliki banyak pertimbangan dan memerlukan argumentasi yang kuat dan jelas. Sehingga perempuan seperti ini tidak akan mudah untuk menerima ideologi atau pandangan baru yang sekiranya tidak jelas. “Sekarang Mereka sudah jadi eksekutor. Loyalitas dan kepatuhan yang ada pada perempuan ini dimainkan oleh teroris,”tutur Yenny.

Kesetaraan akan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan tidak hanya berupa tindakan yang dapat dilihat saja, seperti kebebasan wanita keluar rumah, bekerja, berpolitik, sekolah dan lain sebagainya. Hal itu seakan-akan tidak bermakna apabila dalam pemikiran dan pengambilan keputusan, wanita itu sendiri masih saja manut lan nurut. Sikap seperti itu akan semakin menjauhkan wanita dari cita-cita emansipasi. Pemikiran yang dibarengi oleh tindakan kritis inilah yang dapat dikatakan inti dari emansipasi wanita itu sendiri. Memperbanyak bacaan, dan bersosialisasi dengan banyak orang menjadi jalan bagi pemikiran yang maju dan terbuka. Sebab, Kartini juga melalakukan hal yang sama.

Read More