Category: Infrastruktur

IMG_0127

155 Desa Berpartisipasi dalam Lomba Festival Gapura

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam lomba Festival Gapura Karanganyar 2017.

Karanganyar, Kamis 16 Nopember 2017

Menyemarakkan hari jadi ke-100 Pemkab Karanganyar menggelar lomba festival Gapura Desa. Sebanyak 155 desa ikut serta dalam lomba ini. Pengumuman juara lomba festival Gapura disampaikan di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (16/11).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Edy Sriyatno dalam laporannya menyampaikan festival Gapura hias ini diikuti 155 desa di  Kabupaten Karanganyar. Tapi tidak semua desa ikut serta dalam kegiatan ini.

“Ada 22 desa yang belum mengikuti lomba. Untuk kategori lomba terbagi menjadi tiga yakni Gapura ukuran besar lebih dari 8 meter, Gapura sedang ukuran 6 meter dan Gapura kecil ukuran dibawah 6 meter,”katanya.

Ditambahkan Edi, lomba festival ini untuk mempercantik gapura sebagai identitas desa sedangkan tujuan utama adalah tetap meningkatkan kegotongroyongan warga.

“Diharapkan dari kegiatan lomba ini kebersamaan dan kekompakan  warga desa tetap terjaga dan meningkat,”imbuhnya.

Dalam festival gapura hias ini penilaian ditentukan dari beberapa aspek seperti design, komposisi cat, keindahan hiasan, dan tentunya gotong royong warga. Sementara penjurian dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Praktisi UNS.

Vebri Armoko perwakilan dari PT. Indaco mengapresiasi kegiatan festival Gapura di setiap desa di  Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyambut seabad Kabupaten Karanganyar.

Diharapkan kerjasama Pemkab dan PT. Indaco tetap berlanjut di tahun mendatang dalam rangka ikut serta mewujudkan Karanganyar yang maju dan sejahtera.

“Menjadi daya tarik dan nilai lebih tersendiri bagi kami, semangat gotong royong kekompakan warga adalah yang utama dalam festival gapura ini,”terangnya.

Sementara, Bupati Karanganyar Juliyatmono mendukung dan menyambut positif antusias warga dalam menghias gapura dimasing-masing desanya.

Ia berharap semangat gotong royong di masyarakat tetap terjaga.

“Inovasi dan kreasi gapuranya sangat bagus-bagus. Semoga semangat guyup untuk mempercantik gapura desa sebagai penanda desa terus berlanjut hingga tahun mendatang,”harap Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut disampaikan Pengumuman Juara lomba kategori Gapura kecil yang menjadi juara favorit disabet oleh Desa Ngunut, Jumantono dan Juara I diraih Desa Kadiloyo, Gondangrejo. Selanjutnya kategori Gapura sedang sebagai favorit adalah desa Waru Wetan, Dayu, Karangpandan , Juara I  Desa Bolong, Karanganyar dan Kategori Gapura Besar terfavorit adalah desa Karangsono, Karanganyar dan Juara I diraih desa Klodra, Colomadu.

Sementara itu  total hadiah yang diberikan pada lomba festival Gapura senilai Rp 44.250.000,.

Demikian Diskominfo (ind/mdz)

Read More
web

Satpol PP Karanganyar Miliki Gedung Baru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan Gedung Satpol PP Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Senin (30/10/2017)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar memiliki Gedung baru, yang berlokasi di Komplek Perkantoran Cangakan. Tepatnya di sebelah selatan Kantor KPU Kabupaten Karanganyar. Sebelumya berada di sebelah barat Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Gedung baru Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Senin Pagi (30/10), diresmikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Tampak hadir Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono mengatakan sebagai Penegak Perda, selain  berpenampilan gagah,  Satpol PP harus mempunyai hati yang halus, santun dan berkomunikasi yang baik.

“Kantornya sudah gagah, representatif, “performance” pemerintah ada disitu, pakaian Dinas Satpol PP tampil sebagai wajah pemerintah,” kata Bupati.

Di akhir sambutannya bupati berpesan kepada Kepala Satpol PP untuk menyemangati anggotanya yang masih muda, memberdayakan aggotanya dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dengan baik.

“Dalam menegakkan Perda, Satpol PP  harus menkomuikasikannya dengan organisasi pemerintah lain agar menghasilkan kebijakan yang memuaskan,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan pembangunan gedung Satpol PP ini memakan waktu dua tahun anggaran. Tahun 2016 mendapatkan dana Rp. 1,8 miliar dengan realisasi 60 persen pembangunan, dilanjutkan di tahun 2017 juga mendapatkan anggaran yang sama.

“Untuk tahun 2017 ini, sebenarnya habis kontrak di bulan bulan November, namun progres pengerjaan selesai sebelum jadwal semestinya,” kata Kurniadi.

Dijelaskan pula oleh Kurniadi, karena kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perkembangan jaman,  dibutuhkan personil jumlah yang memadai.

“Setelah di hitung diperoleh angka rasio yang ideal sebanyak 350 orang . Namun sekarang ini baru 225 personil. Terdiri 78 ASN, sisanya dari  tenaga harian kontrak (PMK dan Banpol),” katanya.(Mdz)

Read More
DSC_3465

Rp 25 miliar Bankeudes Siap Digelontorkan

kepala desa se-kabupaten Karanganyar yang mengikuti sosialisasi bantuan keuangan untuk pembangunan sapras desa.

Karanganyar, Kamis 26 Oktober 2017

137 Desa di Kabupaten Karanganyar akan menerima dana bantuan keuangan desa. Dana sebesar Rp25 miliar 85 juta disalurkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di tingkat pedesaan.

Sebelum pencairan dana bantuan keuangan untuk pedesaan, Pemkab Karanganyar melalui Badan Perencanaan , Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar menggelar Sosialisasi bantuan keuangan desa kepada perangkat desa se Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/10/2017).

Dalam sosialisasi dihadiri Sekda Karanganyar didampingi Kepala Baperlitbang Karanganyar. Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dalam sambutannya menuturkan dana bantuan keuangan akan digelontorkan 137 desa di 16 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Untuk penyalurannya, Pemkab menggandeng Polres Karanganyar untuk pengawasannya.

“Pagi ini tadi telah dilakukan MOU Bupati dengan Kapolres terkait pengawasan dana desa,”jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dana bankeudes tersebut sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Selain itu proposal harus diajukan sebelum KUA-PPAS.

“Untuk penganggaran semua harus mengajukan proposal kepada Bupati. Untuk proyek sarana dan prasarana dialokasikan 5 persen. Untuk pencairan langsung ditransfer ke rekening Pemerintah Desa,”katanya.

Sementara itu Inspektur pada Inspektorat Karanganyar, Sucahyo menjelaskan penggunaan dana desa diawasi oleh pihak Kepolisian oleh karenanya jangan sampai terjebak pada regulasi yang kurang dipahami.

“Penandatanganan kesepakatan bersama Bupati dan Kapolres tentang dana desa. Penyaluran dana desa akan dikawal dan diawasi langsung Kepolisian. Dan tugas pengawasan ini juga diberikan kepada Babinkantibmas,”tuturnya.

Dijelaskan Bankeu mekanismenya melalui APBDes dan Kepala Desa harus mengetahui. Bankeu untuk Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) harus sesuai realisasinya dengan dilapangan.

“Jika masih sisa, maka sisanya itu dimasukkan dalam rekening untuk SILPA untuk dianggarkan tahun depan. Jadi kuncinya dana desa dapat digunakan sesuai  dengan volumenya,”jelas Sucahyo.

Demikian Diskominfo (ind/ppt)

Read More
KOMINFO

Puskesmas Matesih Akan Diakreditasi

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Ketika Menyambut Tim Akreditasi di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam(1/10)

Karanganyar, 3 Oktober 2017

Puskesmas Matesih akan dinilai Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kementerian Kesehatan. Penilinai sendiri diagendakan berlangsung semala tiga hari dari Senin –  Rabu (02-04/10). Puskesmas Matesih merupakan Puskesmas ke-9 dari 21 Puskesmas yang akan diakreditasi

Kedatangan Tim Surveyor disambut langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Cucuk Heru Kusumo, M.Kes di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam (1/9).

Ada beberapa aspek yang akan dinilai diataranya nanti akan ada wawancara dengan penduduk sekitar mengenai tingkat kesehatan dan pelayanan puskesmas matesih, jelas ketua rombongan tim akreditasi.

Sedangkan dalam sambutannya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi penilaian akreditasi Puskesmas Matesih ini.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pusat – pusat kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan Kabupaten Karanganyar.

“Kami sudah berupaya dan melakukan perbaikan untuk menjadikan puskesmas – puskesmas di Kabupaten Karanganyar ini menjadi puskesmas yang layak dari baik dari segi fisik dan managemen,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Rohadi juga menyampaikan pentingnya penilaian seperti ini karena dengan adanya penilaian dapat meningkatkan kinerja dari petugas. Demikian DISKOMINFO(yoga/kriss)

Read More
web

Peningkatan Dua Ruas Jalan Habiskan Rp. 11,3 Miliar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju merah) saat mengeruk tanah dengan excavator mini sebagai tanda dimulai peningkatan jalan Malanggaten-Plalar, Kecamatan Kebakkramat

Karanganyar, Selasa (12/09/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengeluarkan anggaran hingga Rp. 11,3 Miliar untuk peningkatan dua ruas jalan yang berada di Kecamatan Kebakkramat dan Gondangrejo yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Karanganyar tahun 2017.

Untuk ruas jalan Malanggaten-Plalar, Kecamatan Kebakkramat menghabiskan anggaran Rp. 5,9 Miliar. Proyek jalan itu sebagai penyedia jasa yakni PT. Rattan Priya Tanaya, Klaten, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Paket pekerjaan peningkatan jalan Malanggaten-Plalar dilaksanakan sepanjang 5,4 kilometer dan lebar jalan dari eksisting yang semula 3 meter menjadi 4 meter. Guna memberikan perkuatan kontruksi badan jalan, di beberapa lokasi dibangun talud penahan tanah dengan kontruksi pasangan batu kali dengan kedalaman bervariasi. Selain itu, untuk kelancaran drainase, dibangun saluran beton bertulang sepanjang 600 meter.

“Ruas jalan Malanggaten-Plalar merupakan jalur startegis karena menjadi jalur penghubung antar kecamatan sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian dan industri barang/jasa,” kata Plh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Titik Umarni.

Sedangkan untuk Wonosari-Tuban, Kecamatan Godangrejo, ruas jalan itu menelan dana Rp. 5,4 Miliar, dengan penyedia jasa PT. Dipomulyo Mas, Semarang, dan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

“Paket pekerjaan ruas jalan ini dilaksanakan sepanjang 3.190 meter dengan lebar jalan dari eksisting semula 4 meter menjadi 5 meter . Selain itu di beberapa lokasi dibangun talud penahan tanah dengan ketinggian bervariasi, dan pengeprasan tebing untuk keleluasaan pandangan penguna lalu lintas,” kata Titik Umarni

Untuk menandai pengerjaan dua ruas jalan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono melakukan peletakan batu pertama, Selasa (12/09), di ruas jalan Malanggaten-Plalar, dan Wonosari-Tuban.

“Saya minta agar pelaksanaan pengerjaan bisa selesai tepat waktu, syukur sebelum itu sudah bisa selesai. Saat ini jalan kita rancang dengan baik, agar nantinya 20-30 tahun lagi tidak berpikir jalan, tapi sudah jembatan,” kata Bupati Juliyatmono.

Selain itu, Bupati menekankan agar penyedia jasa untuk bekerja maksimal, jangan sampai molor sehingga dapat selesai tepat waktu. (pd)

 

Read More