Category: Ekonomi

DSC_4683

Sektor Pariwisata Karanganyar Disiapkan Mengikuti Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat mengahdiri video conference koordinasi persiapan Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19 di ruang SIC Dinas Kominfo, Jum’at(29/05/20)

KARANGANYAR – Bertempat di ruang Samber Nyawa Information Centre(SIC) kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, video conference terkait koordinasi akan diselenggarakannya Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif Dan Aman covid-19 bersama Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, BNPB, dan ketua gugus covid digelar, Jum’at(29/05).

Vodie Conference terkait koordinasi penyelenggaraan lomba ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ada 7 sektor yang akan dilombakan, yaitu pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata, dan transportasi umum “, jelas Tito.

Adapun kriteria yang dinilai antara lain adalah kesesuaian dengan protokol covid-19, aplikatif atau replikasi, kreatifitas atau kebaharuan, dan kerjasama(kolaborasi). Menurut Tito lomba ini tidak bisa dikerjakan secara mandiri di daerah, harus melibatkan semua unsur terkait agar kriteria penilaian bisa terpenuhi. Nantinya lomba inovasi yang berakhir tanggal 8 Juni ini akan dinilai oleh Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kemenpar dan Gugus Covid-19 pusat setelah melalui tahap penjaringan, pengukuran indeks, presentasi, dan validasi lapangan.

Dengan ketentuan penilaian, video harus merupakan simulasi riil New Normal ditempat objek yang dibuat pada 7 sektor yang dilombakan di daerah masing-masing. Bahkan lomba ini sudah ditentukan bobot penilaiannya. Penilaian kesesuaian dengan protokol covid-10 berbobot (40%), penilaian aplikatif/replikasi berbobot (30%), penilaian kreatifitas dan kebaharuan berbobot (20%), sedangkan untuk penilaian kerjasama/kolaborasi berbobot (10%).

Whisnutama selaku Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif sampaiakn bahwasanya pentingnya meningkatkan standar masyarakat kita agar sema terlebih dahulu dengan negara-negara yang sudah bangkit dari covid-19 ini dengan new normal. Bahkan Whisnutama juga sampaikan untuk sektor pariwisata akan diterapkan dengan baik tahapan-tahapan protokol kesehatannya.

“ Nantinya bukan hanya diterapkan di tempat wisata, namun juga akan diterapkan di restoran dan hotel”, jelas mantan direktur utama NETT TV itu. Harapannya daerah yang mengikuti lomba bisa sesuai dengan protokal yang kami inginkan sebagai penilai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementrian Kesehatan melalui Dirjen Kesmas mengaku sangat mendukung adanya lomba inovasi ini, namun perlu diketahui bahwa 7 sektor yang dilombakan merupakan sektor yang sangat krusial karena 7 sektor ini sangat erat dengan meningkatnya ekonomi daerah, baiknya lebih diutamakan terlebih dahulu bagaimana memahamkan masyarakat mengenai persiapan kehidupan New Normal ini agar masyarakat siap dengan gaya hidup baru yang lebih sehat.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmno yang hadir dalam video conference didampingi Sekda Karanganyar Sutarno dan beberapa kepala OPD terkait mengaku antusias dengan lomba inovasi ini, bahkan orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengaku tertarik akan mengikuti lomba inovasi ini di sektor pariwisata.

“ Karanganyar kan sudah dikenal banyak orang dengan wisatanya, maka kami kan ikut lomba inovasi di sektor wisata “, jelas Bupati.

Banyak yang akan kita tonjolkan di presentasi penilaian nantinya. Selain harus sesuai dengan kriteria penialaian dari panitia pusat,kami juga akan menonjolkan betapa indahnya wisata di Karanganyar walau diterapkan dengan protokol covid-19, imbuh Bupati yang akrab disapa Yuli ini.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More
DSC_4625

Masyarakat Karanganyar Bisa Kondusif Dan Tertib Dalam Menjalankan Protokol Kesehatan

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) penertiban penerapan protokoler kesehatan disalah satu tenda PKL Taman Pancasila, Kamis(28/05/20)

KARANGANYAR – Seiring dengan sudah dimulainya penerapan “ Karanganyar New normal ”, dibukanya kembali beberapa tempat pusat keramaian malam hari di Kabupaten Karanganyar yaitu Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak begitu saja melonggarkan aturan bagi para pedagang, pembeli maupun pengunjungnya.

Inspeksi Mendadak (SIDAK) menjadi salah satu cara yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar agar masyarakat bisa tertib dengan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. SIDAK yang langsung di pimpin Bupati Karanganyar kali ini mengunjungi Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar pada Kamis(28/05/20) malam, ini bertujuan untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menjaga kebiasaan pola hidup bersih sehat(PHBS) dan selalu menerapkan protokol kesehatan, terlebih bagi para pedagang, pembeli dan juga pengunjung di Taman Pancasila juga Alun-alun Karanganyar yang mulai ramai dipadati pengunjung setelah diberlakukannya “ Karanganyar New Normal “.

Didampingi Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Andi Amin, Sekda Karanganyar Sutarno, juga beberapa Kepala OPD, Asisten, dan Camat Karanganyar. Bupati Karanganyar memastikan bahwa yang disebut New Normal dipraktekkan, utamanya para PKL di Taman Pancasila dan Alun-alun semuanya kembali beraktifitas normal dengan semangat baru.

“ Semangat barunya itu apa, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker bagi pedagang dan pembeli, cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun, jaga jarak dengan sesama, supaya menjadi kebudayaan agar tidak menjadi penyebab penularan covid-19 “, jelas orang nomor satu di bumi Intanpari ini.

Bahkan Bupati tidak segan memberikan sanksi pagi pedagang atau pembeli yang ngeyel tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Bagi pedagang akan di liburkan berjualan sehari jika ngeyel, untuk pengunjung akan langsung diminta pulang. Untuk proses penertibannya pemerintah menerjunkan Satpol PP, disupport juga dari jajaran kepolisian dan TNI, imbuhnya.

Warga Karanganyar sudah termasuk kondusif, lumayan tertib dalam melakukan protokol kesehatan setelah diberlakukannya “ Karanganyar New Normal “, ini berdasarkan laporan dari petugas yang diamanahi untuk memantau di tempat kemramaian seperti Taman Pancasila dan Alun-alun. Pemerintah berharab dengan peradaban baru ini masyarakat tidak kaget, akan dibangun dengan tahapan-tahapan mana dahulu yang diutamakan. Saat ini tempat keramaian terlebih dahulu, selanjutnya ada Rumah makan, tempat ibadah, bahkan sampai nantinya tempat wisata.

Mudah-mudahan kebangkitan setelah suasana baru New Normal ini masyarakat memiliki etos kerja yang tinggi.  “ Siapa yang mampu membidik masa depan dengan kesungguhan dan harapan yang bagus, tentu akan banyak dipengaruhi oleh kesehatan “. Bupati juga menginginkan sektor pertanian di Karanganyar ini memiliki keunggulan stok pangan yang melimpah dan bisa didistribusikan ke daerah-daerah lain. Sedangkan sektor pendidikan sendiri pemerintah sudah membuat simulasi, karena ini menyangkut jumlah anak didik yang besar di Karanganyar maka pemerintah menunggu keputusan dari Kamentrian Pendidikan, diijinkan atau tidak simulasi yang diajukan. Diskominfo(Ard/Tgr).

Read More

Peringati Idul Fitri 1441H, PKL di Kabupaten Karanganyar Diperbolehkan Berjualan Lagi

Para PKL menata dagangannya di Taman Pancasila

KARANGANYAR – Hari Lebaran atau Idul Fitri 1441H bertepatan pada hari Minggu 24/05 dirayakan dirumah masing-masing karena terhalang oleh pandemi Covid-19. Pemerintah menghimbau masyarakat menjalankan Sholat Ied dikampung masing-masing dan tidak menerima tamu ataupun bertamu seperti lebaran tahun kemarin.
Berbeda dengan kabupaten atau kota lain, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui DISDAGNAKERKOP UKM (Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) mengeluarkan surat kepada para  PKL dengan NIK Kabupaten Karanganyar untuk melakukan simulasi aktifitas berjualan kembali, khususnya PKL yang berada di kawasan Taman Pancasila, Alun-alun Karanganyar.
Diizinkannya para PKL tentu harus mengikuti protokol kesehatan dan ketentuan yang ditetapkan. Penjual maupunpembeli harus memakai masker dan selalu menjaga kebersihan diri. Dalam simulasi kali ini pihak dari DISDAGNAKERKOP UKM merubah penataan lapak pedangang khususnya di Taman Pancasila agar tiap PKL yang berjualan tetap menjaga jarak yang menyebabkan kerumunan.
Joko Setyono selaku Kasi Penataan dan Keamanan Pasar dalam pengarahannya kepada para PKL yang hendak berjualan kembali menyampaikan bahwa ada ID Card untuk penjual, dan ada pengecekan KTP untuk para PKL yang hendak berjualan kembali. PKL yg bukan berasal dari Karanganyar tidak diizinkan berjualan di Karanganyar khususnya Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar.
Kabar ini disambut baik oleh Warni (46) yang mengatakan bahwa selama adanya pandemi Covid-19 usahanya menjadi sepi pembeli karena hanya berjualan di rumah saja. “Kalau jualan buku anak-anak, buku mewarnai kaya gini gak mungkin laku kalau dijual di rumah mbak.” Warni juga mengaku merasa takut untuk berjualan kembali meski sudah menyediakan disinfektan, menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker. “Kalau gak jualan gak bisa makan mbak,” tuturnya.
Hasta, Korlap UKM ia menyampaikan apabila pelaksanaan simulasi berjualan ini masih banyak PKL yang melanggar protokol kesehatan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka simulasi akan dicabut dan para PKL tidak diperbolehkan berjualan kembali.
(Diskominfo, krs)

Read More
WhatsApp Image 2020-05-19 at 12.44.44 (1)

4 PASAR DI KARANGANYAR SUDAH ONLINE DENGAN GOSHOP

Karanganyar, (19/05/20) Setidaknya 4 (empat) pasar di Kabupaten Karanganyar telah beroperasi secara daring/ online sejak beberapa minggu terakhir. Keempat pasar tersebut diantaranya adalah pasar Nglano Tasikmadu, Pasar Jungke, Pasar Bejen, dan Pasar Palur. Melalui kerjasama dengan manajemen aplikasi Gojek, keempat pasar tersebut telah memiliki akun pada menu goshop. Dengan membuka aplikasi gojek tersebut, masyarakat dapat belanja dari rumah tanpa harus datang ke pasar, lebih praktis, aman, cepat, dan mudah.

Dihubungi melalui handphone, kepala seksi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen DISDAGNAKERKOP kab. Karanganyar, Eko Supriyadi, M.Eng, menjelaskan mengapa hanya 4 pasar saja yang di-onlinekan, padahal ada sekitar 18 pasar di Kabupaten Karanganyar. Ia menjelaskah bahwa sebenarnya Pemerintah Kabupaten Karanganyar sudah lama memiliki aplikasi penjualan online dengan nama SEMARAK (Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar). Melalui aplikasi tersebut seluruh pedagang pasar juga bisa membuat akun untuk berjualan secara online. Akan tetapi di aplikasi SEMARAK tersebut belum terdapat modul untuk pemesanan kurir atau pengantar barang belanjaan. Sehingga antara penjual dan pembeli masih harus melakukan pengantaran atau pengambilan barang secara mandiri. Nah, dengan keterbatasan tersebut maka transaksi online membutuhkan perantara, maka digunakanlah jasa gojek untuk kurirnya. Dikarenakan tidak semua pasar terjangkau jasa gojek, maka diambil 4 pasar di wilayah kota yang sudah terjangkau layanan gojek. Kedepan sangat memungkinkan layanan belanja online terus diperluas sampai ke seluruh pasar di Karanganyar dengan memperhatikan perkembangan situasi yang ada.

Sebagaimana diketahui, dalam kondisi pandemik Covid 19 yang masih cukup rawan saat ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berusaha melakukan terobosan-terobosan agar aktivitas perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan tetap melaksanakan antisipasi penyebaran virus, hal ini dikarenakan pasar yang notabene sebagai pusat perekonomian masyarakat termasuk tempat yang cukup rentan penularan dengan tingginya potensi interaksi antar penduduk dari berbagai wilayah. Sehingga diperlukan strategi untuk menyesuaikan norma baru yang adaptif terhadap kondisi lingkungan. Selain meng-online-kan pasar, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menerapkan standar protokol kesehatan seperti; wajib masker bagi seluruh penjual dan pengunjung pasar, membagikan APD masker dan sarung tangan, menyediakan sanitizer atau sarana cuci tangan di setiap pintu pasar, serta menjaga jarak aman untuk menghindari kontak fisik. (es)

 

Read More
DSC_4200

17.000 Warga Karanganyar Yang Sudah Terverifikasi Terima Kartu Keluarga Sejahtera Program Sembako Covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan Kartu Keluarga Sejahtera(KKS) kepada masyarakat yang sudah terverifikasi danlayak untuk menerima bantuan atas kerjasama Pemkab Karanganyar dengan Bank BNI di Gedung Kelurahan Cangakan.

KARANGANYAR – Demi mebantu masyarakat kurang mampu di Kecamatan Karanganyar ditengah pandemi covid-19, Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Bank BNI untuk menyalurkan bantuan berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) program sembako.

Sebanyak 17.000 warga masyarakat yang menerima di Kecamatan Karanganyar. Bantuan secara langsung diserahkan Bupati Karanganyar H. Juliyatmono kepada warga yang dikumpulkan di Balai Pertemuan Kelurahan Cangakan, Selasa(12/05/20).

Didampingi Kepala Dinas Sosial Karanganyar Basuki dan Direktur Utama Bank BNI Kota Surakarta, Bupati Juliyatmono menyerahkan bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) progam sembako ini secara simbolis kepada masyarakat yang sudah terverifikasi dan akan menerima selama 9 bulan.

Bupati Juliyatmono berharap agar acara pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) program sembako covid-19 ini bisa berjalan lancar dan tertib, Bupati Juga berharap semua masyarakat ikut berdoa agar pandemi covid-19 ini segera berlalu.

“ Setiap bulan masyarakat mendapat bantuan senilai 200.000 yang diwujudkan dalam bentuk sembako, Program bantuan ini sebenarnya sudah dari bulan April lalu, jadi untuk bulan Mei ini tiap warga menerima double, menerima jatah bulan April dan jatah bulan Mei “, jelas Bupati.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Karanganyar Basuki sampaiakan bahwa program ini terwujud atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan Bank BNI.” Program ini kita beri nama E-WARUNG “, jelasnya saat ditemui tim liputan.

Program E-WARUNG atau agen BNI 46 ini Pemkab Karanganyar memiliki 135 unit yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Karanganyar. Untuk bulan April masyarakat menerima bantuan berupa beras 13kg, telur ayam, bawang dan kacang hijau. Sedangkan untuk bulan Mei masyarakat menerima beras sebanyak 15kg, telur ayam 16 biji, dan kentang sebanyak satu kilo, imbuhnya.  Diskominfo(Ard&Adt)

Read More
DSC_3984

Leader Yang Tangguh Sanggat Dibutuhkan Dalam Menangani Pendemi Covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir didampingi Kepala Baperlitbang, Kepala Diskominfo, Kapala Disparpora, dan Plt. Kepala Disdagnakerkop dalam video conference dengan Jakarta CMO Industry Roundtable saat memberikan penjelasan bagaimana Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam menangani dan menanggulangi wabah pandemi covid-19 di Ruang SIC Diskominfo Karanganyar, Jum’at(08/05/20)

Karanganyar – 08 Mei 2020

Video Converence yang digelar oleh Jakarta CMO Industry Roundtable dengan agenda pembahasan “ Surviving The Covid-19, preparing the post at government public services sector” langsung menghadirkan beberapa pejabat yang menangani sehubungan dengan pembahasan tersebut. Mulai dari Wantimpres Soekarwo, Hermawan CEO Jakarta CMO Industry Roundtable, Akmal Malik Jendral Otonomi daerah Kementrian Dalam Negeri, juga Widodo Muktiyo Jendral Komunikasi dan informasi Publik dari Kementrian Kominfo.

Hadir pula beberapa kepala daerah yang sukses memerangi pandemi wabah covid-19 untuk menceritakan bagaimana kiat-kiatnya, antara lain Juliyatmono Bupati Karanganyar, Erzaldi Rosman Gubernur Bangka Belitung, dan juga Walikota Salataiga yang turut andil menceritakan bagaimana sikap masing-masing pemerintah setempat dalam menangani pandemi ini.

Menurut Widodo Muktiyo Jendral Komunikasi dan Informasi Publik di Kementrian Kominfo, mendisiplinkan masyarakat sesuai regulasi yang ditetapkan menjadi kunci utama dalam menangani, karena masyarakat Indonesai ini terdiiri dari berbagai macam ras budaya yang harus disatukan terlebih dahulu. Sikap gotongt royong pun harus dikedepankan di masyarakat, semua tugas gugus penanggulangan di masing-masing daerah harus tersampaiakan dengan baik kepada masyarakat sesuai arahan WHO dan pemerintah.

Sementara itu, Erzaldi Rosaman Gubernur Bangka Belitung menyampaikan kiatnya dalam menangani pendemi ini. Pertama yang dilakukan di Bangka Belitung adalah menutup akses bandara, ini mengingat karena Bangka Belitung adalah kepualauan, jadi kalau akses masuk pulau kami tutup, itu berarti sudah mencegah peredaran merebaknya wabah covid-19 ini.

“Sehari hanya ada 1 pesawat dan itupun hanya reguler di pulau kami saja’, imbuh Erzaldi.

Erzaldi juga menaympaikan bahwa didunia ini tidak ada satu pun pemimpin yang berpengalaman dalam menangani pandemi wabah covid-19 ini. Jadi, perlu adanya ketenangan dan kekompakan semua element agar bisa melakuakan pencegahan bahkan penanggulangan yang baik, tegasnya.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono pun juga ikut andil dalam menjelaskan bagaimana Kabupaten Karanganyar dalam mensikapi dan menanggulangi wabah covid-19 ini. Juli sapaan akrab orang nomor satu di Bumi Intanpari ini sampaiakan bahwa di Kabupaten Karanganyar dalam menanggulangi mempunyai filosofi “Pager Mangkok’ yang mempunyai arti sedekan atau berderma yang ada di lingkungan.

Dengan tidak melupakan protokoler kesehatan, ditambah dengan filosofi Peger Mangkok, Bupati Juliyatmono sigap memberikan bantuan konsumsi bagi warga yang terisolasi, bahkan skenario terburuk pun sudah dengan matang disiapkan oleh Buoati Juli yang juga sekaligus Jubir dan ketua gugus penanggulanagan Covid-19 di Karanganyar ini.

“ Jubir dan Ketua gugus Covid langsung Bupati, ini agar berita yang muncul tidak simapang siur dan jelas”, jelas Bupati Juliyatmono.

Bahkan Bupati Juli juga menanyakan, bagaimana nantinya agar recovery setelah pendemi ini berlalu bisa terlaksana dengan cepat dan baik. Menurut Juli pemerintah pusat harus berhati-hati dalam membeuka kran impor agar petani di daerah bisa lancar menjual hasil buminya. Akan tetapi jika nantinya kran impor ini jebol amakan petani daerah yang semakin sengsara.

“ Dibutuhkan sosok Leader yang tangguh dalam menangani pandemi wabah covid-19 ini”, tegasnya.

Diakhir Bupati Juli sampaiakan bahwa Recovery menjadi hal yang sangat penting dan hasrus segerea dipikirkan oleh Pemerintah pusat. (Ard/Adt)

 

Read More
DSC_5299

Ada Destinasi Wisata Baru di Karanganyar, Namanya Passibo. Kulinernya Semua Olahan Singkong

Karanganyar – 23 November 2019

Mengusung konsep pasar wisata yang diberi nama Pasar Singkong Jatisobo (Passibo), diharapkan dapat menghidupkan kembali Pasar Klerong yang berada di Dusun Klerong Desa Jatisobo Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

Passibo menawarkan tempat wisata yang unik. Tempat berjualan para pedagang dibuat seperti gubuk di pematang sawah. Selain itu untuk transaksi jual-belinya, para pengunjung dapat menukarkan uang rupiah dengan uang bernilai Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000 yang terbuat dari kayu berbentuk bulat dan persegi panjang di gubuk “Pangisi Duwit” yang berada di dekat pintu masuk.

Ide pasar wisata bermula dari kelompok Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat melakukan pengabdian di wilayah tersebut.

Passibo secara resmi dilauncing oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di kawasan yang dulunya bernama Pasar Klerong, Sabtu (23/11/2019).

Kedepannya Bupati Juliyatmono sampaikan akan merehap bangunan pasar agar nampak lebih bagus dan lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk mampir dan belanja disini.Ini semua juga upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(Ard/Tgr)

 

 

Read More
DSC_6099

Sulap Tempat Kumuh Jadi Tempat Rekreasi

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Chistanto beserta Camat Jaten dan Kepala DPUPR Karanganyar hadir dalam acara Peresmian Program KOTAKU Taman Jumog, Kecamatan Jaten, Selasa (05/11/2019). (more…)

Read More
DSC_0054

16 Peserta Pelatihan Wirausaha Mandiri Bengkel Sepeda Motor Di Gembleng 20 Hari Di BLK Karanganyar

Penandatanganan Perjanjian kerja sama pelatihan wirausaha mandiri bengkel sepeda motor antara Baznas dengan UPT. Balai Latihan Kerja Karanganyar di saksikan langsung oleh Agam Bintoro Kabag Kesra Setda Karanganyar yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar, Kamis(3/10/19)

Karanganyar – 31 Oktober 2019

Sebanyak 16 peserta dari empat Kecamatan Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jumantono ikuti pelatihan wirausaha mandiri Kerjasama Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) dengan UPT Balai Latihan Kerja Kabupaten Karanganyar. Pelatihan selama 20 hari ini resmi dibuka pada Kamis(31/10/19) di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar.

Pelatihan kali ini mempersiapkan ketrampilan otomotif khususnya bengkel sepeda motor. Bukan hanya ketrampilan bengkel sepeda motor, kedepannya setelah pelatihan bengkel sepeda motor ini juga ada pelatihan ketrampilan las listrik.

Sunarto. M.M Kepala Upt. BLK Karanganyar berharap, peserta pelatihan bengkel sepeda motor kali ini bisa meniru semangat peserta pelatihan yang sebelumnya agar bisa segera menyerap ilmu yang diajarkan dan segera bisa membuka usaha mandirinya karena pasca pelatihan ini peserta akan langsung membuka bengkel dirumah masing-masing secara mandiri.

“ Setelah pelatihan peserta akan diberi modal usaha berupa peralatan bengkel secara komplit, jadi peserta harus sudah pintar setelah pulang dari pelatihan ini baik secara teori maupun prakteknya “, jelas Iskandar Wakil Ketua bidang pendistribusian dan pedaygunaan Baznas Karanganyar.

Selain mendapatkan materi secara teori maupun praktek dari instruktur yang berkompeten, peserta juga mendapatklan materi motivasi dari motivator-motivator yang sukses di bidang bisnis dan usaha. Kegiatan ini pula merupakan salah satu usaha Baznas dalam mewujudkan program Bupati Karanganyar dalam menciptakan 10.000 peluang usaha bagi warga Karanganyar.

Inisiasi ini sangat di apresiasi oleh pemerintah, sinergi antara Baznas, Disperindagkop dan Balai Latihan Kerja  yang baik akan menghasilkan SDM yang unggul dalam berwirausaha.

“ Utamanya adalah motivasi dalam diri sendiri yang menjadi modal awal dalam berwirausaha secara mandiri, baru kemudian harus punya passion yang tumbuh dengan sendirinya “, tegas Agam Bintoro Kepala Bagian Kesra Setda Karanganyar yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar.

Menyemangati diri sendiri dalam melawan sifat-sifat malas pun juga harus ada dalam diri peserta pelatihan, karena nantinya mereka digembleng selama 20 hari kedepan.

Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarto mempunyai harapan, peserta pelatihan bengkel sepeda motor ini  bukan hanya jadi bengkel yang ecek-ecek tapi jadi bengkel yang profesional karena dibina langsung oleh Baznas.

“ Kalau ditekuni dengan baik dan bisa profesional, kemungkinan besar usahanya akan maju dan semakin berkembang menjadi besar “, ujar Agam Bintoro.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_5368

Sarasehan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Karanganyar Bupati: Jaga Kondusifitas Untuk Peningkatan Ekonomi

 

 

 

 

 

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sarasehan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/10/2019) di Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. (more…)

Read More