Category: Ekonomi

DSC_5055

4 Hari Gelar Pameran Produk Unggulan Dan UMKM, Transaksi Jual Beli Tembus Lebih Dari 200 Juta

 

 

KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Christanto didampingi Kepala Dispertan Siti Maesaroch dan Kepala Disdagnakerkop UKM Martadi dan juga bebrapa Kepala OPD hadiri penutupan pameran EXPO Produk Unggulan dan UMKM yang digelar selama 4 hari di Gedung Wanita.

Antusias masyarakat yang ingin datang ke pameran semakin meningkat di hari-hari terakhir sebelum ditutupnya pameran ini, terbukti selama digelar 4 hari pameran ini sejak tanggal 18 november hingga 21 november ini. Transaksi yang terjadi di pameran ini tercatat mencapai 280 juta. Ini membuktikan bahwa perekoniman di Kabupaten Karanganyar pasca pandemi ini sudah mulai membaik, ujar Siti Maesaroch Kepala dinas Pertanian dan Peternakan dalam laporan panitia.

Sementara itu, Wakil Bupati Rober Christanto mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka transaksi di pameran mencapai 280 juta, sementara pandemi belum usai. Berarti animo masyarakat pelaku bisnis di Karanganyar sangat luar biasa.

” Padahal pandemi belum usai, namun masyarakat sudah tidak sabar bumi Intanpari ini kembali menggeliat dengan kegiatan-kegiatan ini termasuk seperti pameran-pameran seperti ini agar perekoniman bisa normal kembali”, jelas Wabup Rober.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_1011

Walikota Malang Kunjungi Expo Pameran Produk Unggulan Pertanian Dan UMKM

KARANGANYAR – Walikota Malang, Sutiaji mengapresiasi langkah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar yang berani menggelar pameran produk unggulan pertanian dan UMKM di tengah situasi pandemi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Sutiaji usai meninjau sejumlah stand berisi produk unggulan baik dalam bidang pertanian maupun UMKM di Gedung Wanita Karanganyar pada Sabtu (20/11/2021) sore. Dalam kunjungannya, Sutiaji didampangi istri, Endang Taqqiyati beserta rombongan Dekranasda Kota Malang.

Walikota Malang, Sutiaji mengapresiasi langkah dari Pemkab Karanganyar yang telah mulai menggerakkan sektor ekonomi dengan mengadakan pameran produk pertanian dan UMKM di tengah situasi pandemi ini.

“Sudah ada keberanian melakukan expo, saya kira di Jatim belum berani. Tapi dengan insyallah masyarakat sini yang sudah prokes. Memang harus ada keberanian itu. Sebetulnya yang tahu justru daerah, kapan ngegas dan ngerem. Saya memberikan apresiasi dan perlu dicontoh keberanian Pemkab karanganyar yang telah membuka kran itu karena ini ada kelesuan yang luar biasa.

Menurutnya, produk yang dihadirkan dalam pameran ini menarik. Lanjutnya, secara produksi sebenarnya produk UMKM itu sudah bisa bersaing. Hanya perlu penyempurnaan seperti dalam hal packaging. Akan tetapi dalam hal packaging butuh pendampingan dari pihak terkait baik itu dinas maupun akademisi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Pemkab Karanganyar berupaya mendorong masyarakat untuk bangkit dalam situasi pandemi Covid-19. Sesuai tagline Kabupaten Karanganyar tahun ini yakni maju dan berdaya saing.

“Kita mendorong supaya tumbuh dan berani, mencoba membangkitkan masyarakat untuk berani keluar dari situasi pandemi. Mudah-mudahan muncul keberanian berikutnya supaya tidak terkungkung dalam situasi pandemi,” ungkapnya.

Pameran produk unggulan pertanian dan UMKM kali ini berisi puluhan produk UMKM dan pertanian. Selain berisi stand yang menjual produk UMKM dan pertanian, ada pula talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber. Expo dalam rangka memeriahkan HUT ke-104 Kabupaten Karanganyar berlangsung pada 18-21 November 2021.(Ard)

Read More
IMG-20211118-WA0052

Bangkit dari Pandemi, Pemkab Karanganyar Gelar Expo Produk Pertanian Dan UMKM Asli Karanganyar

 

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar serta Forkopimda Kabupaten Karanganyar di dampingi Sekretaris Daerah Karanganyar dan beberapa Kepala OPD hadiri malam pembukaan Pameran Expo UMKM dan produk hasil pertanian yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar pada Rabu(18/11/21).

Pameran yang menampilkan semua produk-produk UMKM dan pertanian asli milik waraga Karanganyar ini digelar selama 3 hari mulai dari tanggal 18 hingga 20 November 2021 di Gedung Wanita Karanganyar. Antusias peserta sangat luar biasa hingga panitia kewalahan dalam menyeleksi peserta pameran. Ini menjadi tolak ukur bagaimana Kabupaten Karanganyar iningin bangkit dari pandemi untuk menyongsong masyarakat bangkit dari pandemi yang sudah hampir 2 tahun melanda.

Pameran produk unggulan pertanian dan UMKM bertujuan menggerakkan sektor ekonomi di tengah situasi pandemi Covid-19.  Pameran ini berisi puluhan produk UMKM dan pertanian yang bertempat di komplek Gedung Wanita Karanganyar tersebut digelar mulai 18-21 November 2021.  Selain berisi stand yang menjual produk UMKM dan pertanian, ada pula talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber. Kegiatan ini digelar juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-104 Kabupaten Karanganyar.

Produk yang dihadirkan di pameran ini sudah ada yang dipasarkan hingga ke luar negeri dan luar kota. Seperti benih buah, permen jahe, olahan singkong jarak towo, abon jantung pisang, pohon anggrek dan beberapa kerajinan serta batik. Bupati Karanganyar, Juliyatmono telah membuka secara resmi pameran tersebut.

Bersama jajaran Forkopimda Karanganyar, Yuli sapaan akrabnya juga menyempatkan meninjau dan mencicipi beberapa olahan kuliner yang dijual di pameran tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesaroh menyampaikan, ada 100 stand terdiri dari produk UMKM dan pertanian yang ambil bagian dalam pameran ini.  “Kita memberikan semangat kepada petani dan pelaku UMKM. Kita harus bangkit lagi, berkarya lagi memulihkan ekonomi,” katanya.

Usai membuka pameran tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak para pegawai di jajaran Pemkab Karanganyar supaya ambil bagian menggerakkan sektor ekonomi dengan berwirausaha maupun membeli produk-produk lokal. (Ard/Tgr).

 

 

 

Read More
DSC_8825

Rapat Koordinasi TP2DD : Indeks Implementasi Digitalisasi Kabupaten Karanganyar Capai 83%

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. memimpin secara langsung Rapat Koordinasi terkait Tim percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kab. Karanganyar didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Keuangan Daerah bertempat di Ruang Podang 1 Kantor Bupati, Rabu(13/10/21).

Rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka percepatan upaya meningkatkan digitalisasi di Kabupaten Karanganyar dengan melibatkan Tim TP2DD yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Karanganyar per 1 Maret kemarin.
Pada dapat tersebut disampaikan laporan dari Tim TP2DD terkait parameter yang sudah dinilai oleh Bank Indonesia dimana Kabupaten Karanganyar sudah mencapai indeks implementasi digitalisasi sebanyak 83% yang diukur dari sudah semakin banyaknya digitalisasi yang digunakan diantaranya yaitu dalam pengelolaa keuangan daerah seperti pengelolaan pajak daerah serta pengelolaan belanja daerah, dimana dalam belanja daerah untuk transaksi diatas 1 juta melalui non tunai.
Selain hal tersebut juga didukung dengan semakin banyaknya Perangkat Daerah yang menggunakan elektronika transaksional seperti seperti e-Pajak, e-ticketing dan lain sebagainya. Meskipun angka 83% dari penilaian Bank Indonesia ini dianggap cukup berat dipertahankan, namun diharapkan diangka tersebut dapat mengalami progess yang sangat signifikan.
Dengan adanya TP2DD kedepannya diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh Pemkab. Karanganyar khususnya dalam percepatan digitalisasi transaksional dalam pengelolaan pendapatan dan belanja daerah, serta untuk kepentingan masyarakat seperti pelayanan keuangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Juliyatmono dalam sambutannya berharap dalam rangka mendukung upaya percepatan digitalisasi tersebut untuk menggunakan personil yang paham terkait IT. “Harus yang mahir IT jadi biar bener-bener paham kerjaannya. Saya berharap dengan kemajuan era digitalisasi di semua aspek dapat mempercepat semua urusan apapun yang ada di Perangkat Daerah”, ungkap orang nomor satu di Karanganyar tersebut. Demikian DISKOMINFO(Ard/Fd)

Read More

TEROBOS AKSES UNTUK PASAR UKM, DISDAGNAKERKOPUKM KARANGANYAR SEBAR ETALASE DAGANG

Sampai saat ini, sektor UKM masih terdampak pandemi COVID-19. Pengetatan aktivitas masyarakat di banyak sektor, terutama sektor pariwisata, perdagangan, dan kuliner, sangat berdampak menurunnya omzet para UKM. Ditengah keterbatasan gerak tersebut, para pelaku UKM masih harus menghadapi penurunan daya beli masyarakat akibat tersendatnya laju ekonomi secara nasional. Agenda event MICE (meeting incentive convention exhibition) belum diijinkan secara leluasa sehingga para pelaku UKM mengalami hambatan dalam mempromosikan produknya. Saat ini mereka banyak yang migrasi ke penjualan secara online, selain juga secara offline dengan omzet yang cukup terbatas.

Melihat kondisi tersebut, DISDAGNAKERKOPUKM Karanganyar membuat gagasan untuk mendesain etalase dagang dengan branding Desktop Expo. Desktop expo berbentuk etalase berukuran panjang 2 meter dilengkapi rak dan loker tempat penyimpanan produk, pada bagian atas etalase bertulisakan “Produk Binaan DISDAGNAKERKOPUKM”. Pada awalnya, dinas membuat satu unit Etalase sebagai prototype untuk ditempatkan di lobby kantor. Beragam produk UKM baik berupa kuliner maupun craft dipajang disana. Pemberian nama Desktop expo dimaksudkan agar etalase tersebut menjadi tempat expo (pameran) produk secara praktis sekaligus dapat dipasarkan langsung, mengingat pada saat ini kegiatan pameran yang mendatangkan kerumunan pengunjung belum bisa digelar.

Pada project pertama, dinas mentargetkan 10 (sepuluh) unit etalase dagang dapat tersebar di berbagai pusat oleh-oleh, pusat kuliner dan tempat-tempat strategis lainnya. Penyebaran etalase dagang ini merupakan strategi jemput bola (pick-up the ball) agar produk-produk UKM lebih mudah diakses oleh pasar sehingga mampu bertahan di tengah krisis. Gayung bersambut, program penyediaan etalase dagang direspon baik oleh para stakeholders. Sejumlah perbankan dan perusahaan swasta berkomitmen menyalurkan CSR maupun bantuannya untuk pengadaan etalase dagang.

Hingga saat ini etalase dagang telah tersebar di sejumlah titik, seperti pusat oleh-oleh Ubigo, Bale Branti, Getuk Semar, RM Mbak Ning, RM mbak Dwi. Beberapa stakeholder yang telah berpartisipasi dalam pengadaan etalase diantaranya adalah Bank Daerah, BNI, Bank Jateng, BKK Jateng, CV. Wahana Karya, Bank Karanganyar. Sementara itu beberapa stakeholder berikutnya telah berkomitmen menyusul pengadaan etalase yaitu Bank BRI, Baznas Karanganyar, BI, BKK Tasikmadu, Solopos, dan Telkom.

Kepala DISDAGNAKERKOPUKM, Martadi, S.Sos, MM, menyatakan bahwa program pengadaan etalase dagang ini diharapkan menjadi inisiatif baru (pilot) dari Pemkab Karanganyar sebagai bentuk praktik baik (good practice) dalam upaya mengangkat perekonomian masyarakat di tengah lesunya pemasaran akibat pandemi Covid-19. Diharapkan program ini dapat diadopsi oleh pemerintah daerah lain di sekitarnya beserta seluruh pihak yang berkepentingan terhadap upaya mendukung peningkatan akses pemasaran produk UKM. Program ini selaras dengan upaya pemerintah pusat untuk mengedepankan sektor UKM sebagai penopang perekonomian nasional, seiring dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

 

Selain melalui akses penjualan offline, para UKM juga didorong meningkatkan omzetnya melalui jalur online. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Sebagai wujudnya, mereka bekerjasama dengan Shopee untuk membuat akun penjualan bersama dengan nama toko Witpari (wirausaha tangguh bumi intanpari). Melalui pola kerjasama langsung dengan pihak marketplace, para UKM mendapatkan nilai tambah berupa pendampingan, fasilitasi, dan mentoring dalam mengelola akunnya di marketplace tersebut. Satu akun digunakan untuk mempromosikan semua produk dari UKM yang tergabung dalam paguyuban, sehingga semakin mudah untuk melakukan promosi bersama dan kolaborasi.(sie_uppk)

 

Read More
IMG-20210911-WA0004

KABUPATEN KARANGANYAR RAIH PENGHARGAAN PADA PUNCAK ACARA TOP BUMD AWARDS 2021

 

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. mendapatkan penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2021. Penghargaan juga diberikan kepada PUDAM. TIRTA LAWU dan PT. BPR BKK BANK DAERAH (PERSERODA) yang meraih prestasi sebagai Pemenang TOP BUMD AWARDS 2021 dalam puncak acara TOP BUMD AWARDS 2021 yang diselenggarakan oleh majalah TOP Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga tim penilai bertempat di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9).

TOP BUMD AWARDS merupakan ajang penghargaan paling bergengsi untuk para pelaku BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di Indonesia dan diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Tahun ini ajang tersebut kembali diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Dengan mengusung tema “Membangun Kinerja dan Layanan BUMD tetap Produktif di masa Pandemi COVID-19” diharapkan agar BUMD di seluruh Indonesia dapat memberikan kinerja terbaik, banyak melakukan improvement atau inovasi perbaikan, sehingga turut berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memiliki strategi dan inovasi di masa pandemi Covid-19.

Read More
DSC_8211

Pemkab Karanganyar Terima Bantuan 93 Unit Oxigen Konsentrator Dari Walikota Surakarta

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi Kapolres juga Kajari menerima bantuan sejumlah 93 Oxigen Konsentrator dari Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dihalaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin(16/8/21).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gibran kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Setda Karanganyar pada Senin (16/8/2021). Sebelumnya 7 konsentrator oksigen telah diserahkan ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Selama pandemi ini apa yang terjadi di Karanganyar, Solo ini saling mempengaruhi karena penyebaran varian delta cepat sekali. Jadi kalau Karanganyar dalam keadaan baik, keadaan sehat, insyaallah Solo dalam keadaan sehat. Begitu juga sebaliknya,” kata Gibran usai menyerahkan bantuan.

Dia menyampaikan, sekalipun angka harian persebaran Covid-19 mengalami penurunan terkait persediaan oksigen harus tetap ada untuk mengantisipasi adanya gelombang berikutnya. Mengingat ketersediaan oksigen menjadi sangat krusial untuk menekan angka kematian karena Covid-19.

Bantuan konsentrator oksigen yang disalurkan ke Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo ini merupakan bantuan dari Singapura.

“Semoga tidak ada gelombang berikutnya tapi kita harus siap kapan saja. Untuk menekan angka kematian, oksigen menjadi paling utama dan sangat krusial. Hari ini kami berbagi untuk Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo,” ucapnya.

Gibran menuturkan, wilayah Solo Raya harus kompak kaitannya dengan penanganan pandemi Covid-19. Dia ingin kondisi berangsung pulih sehingga dapat menggenjot sektor ekonomi.
Menurutnya, kesehatan menjadi kunci dalam upaya pemulihan dampak pandemi Covid-19.

“Kita pengenlah cepat-cepat pulih. Kita cepat-cepat genjot ekonomi. Masak kita ngurusi corona saja. Harus mulai genjot ekonomi. Karena itu yang paling penting. Ekonomi, UMKM, pasar, seniman, harus kita genjot lagi. Kalau warga sehat, ekonomi akan berputar sendiri. Kuncinya kesehatan,” terangnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi langkah dari Wali Kota Solo yang terjun langsung memberikan bantuan konsentrator oksigen ke wilayah sekitarnya.

“Ini tidak hanya surprise baki kami, Karanganyar. Tapi ini menciptakan self confident masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan, secara teknis bantuan konsentrator oksigen ini akan disalurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar ke rumah sakit dan isolasi terpusat. DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
IMG-20210717-WA0050

Koordinasi Obat di Masa Pandemi

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar serta beberapa Kepala Perangkat Daerah hadir dalam kegiatan video conference tentang Koordinasi Obat-obat di Masa Pandemi Bersama Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Cabang Karanganyar yang diselenggarakan di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu(17/7/21).

Mewakii Pemerintah Kabupaten Karanganyar, orang nomor satu di bumi Intanpari itu menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada seluruh pekerja apoteker di Kabupaten Karanganyar yang ikut berperan serta dalam membantu memberikan pelayanan yang optimal dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“ Ini sudah sesuai apa yang pemerintah inginkan, yaitu jangan sampai ada oknum yang sibuk mencari keuntungan di tengah pandemi seperti ini dari masyarakat. Alhamdulillah Kabupaten Karanganyar tidak ada laporan ataupun aduan terkait hal tersebut.
Pada umumnya masyarakat butuhnya sehat, apapun informasi dari apotek silahkan disampaikan dengan baik”, kata Bupati Juliyatmono.

Saat ini banyak sekali modus digunakan masyarakat untuk menimbun dan mencari keuntungan ditengah pandemi. Oleh itu Pemerintah berharap apotek harus bisa mengakomodir dan memantau keluar masuknya obat.

“Mencegah lebih baik dari pada mengobati, ini yang akan terus diupayakan oleh Pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Karanganyar. Semoga tidak ada pegawai apotek yang terpapar covid dan semoga sehat semuanya”, ucap Bupati Juliyatmono sebagai bentuk ungkapan doa dan harapan.
DEMIKIAN DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
DSC_6477

Intanpari Water Park Akan Segera Di Bangun

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno hadiri peletakan batu pertama akan dibangunnya wahana Water Park di kolam renang Intanpari milik BUMD PUD Aneka Usaha, Jum’at(23/04/21).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar gelontorkan Rp. 2 miliar kepada PT Aneka Usaha selaku pengelola kolam renang Intanpari.Anggaran Rp2 miliar ini merupakan tahap awal dai total Rp20 miliar yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kolam renang menjadi salah satu objek wisata di Karanganyar.

Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan kolam renang tertutup dan khusus bagi wanita yang berada di sisi barat kolam renang yang sudah ada, bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan, kolam renang ini akan dibangun dan terintegrasi dengan pusat kuliner yang ada disekitar kolam renang. Untuk membangun Intanpari menjadi salah satu lokasi wsata andalan, ujar bupati, dibutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp20 miliar.

“Untuk tahap awal, kita akan bangun satu kolam lagi husus bagi wanita. Sedangkan disekitar kolam renang yang ada saat ini, kita akan bangun pusat kuliner serta pembangunana wahana air diseputar pesawat,” jelas bupati Jumat (23/04/2021).

Bupati menambahkan, khusus untuk kolam renang Intanpari, satu minggu sebelum lebaran sudah bisa dibuka. Untuk itu, bupati meminta agar protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat. “Sebelum lebaran, kolam renang dibuka. Protkol kesehatan dijaga, pengunjung juga terbatas,”kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Aneka Usaha Samidi mengungkapkan, konsep pengembangan Intanpari akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Samidi menuturkan, akan melakukan perbaikan di sekitar kolam renang, pembagunan wahana baru, pengecatan pesawat serta pembangunan kolam renang baru. “Kolam renang ini sudah 33 tahun belum pernah direnovasi. Kita lakukan penataan dulu,”jelasnya.  Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
IMG-20201220-WA0041

” Inshoku-iki Resto “, Sajikan Menu Masakan Jepang di Tawangmangu

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Ahmad Mudhor dan Ibu Menik selaku owner Inshoku-Iki Resto juga Forkopimda saat menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Resto.

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar serta segenap Forkopimda dan juga beberapa kepala OPD hadiri Launching Resto Inshoku-Iki di Desa Blumbang Tawangmangu, Minggu(20/12/20).G

Geliat maraknya resto di sekitaran lereng Gunung Lawu Tawangmangu kini semakin lengkap dengan hadirnya Inshoku-Iki Resto.

Resto baru milik Ahmad Mudhor yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar itu hadir dengan design yang cukup menarik.

Berawal dari memori ketika jalan-jalan ke Tawangmangu di tahun 2011, Ahmad Mudhor bersama istri berencana ingin mempunyai usaha, awalnya ingin di Kaliurang Yogyakarta, namun ternyata jodohnya malah buka di Tawangmangu, “jelas Ahmad Mudhor”.

Maka terpikir untuk mendirikan resto di Tawangmangu, setelah melihat lihat lahan maka tertarik dipinggir jalan Desa Blumbang untuk membuka resto yang kami beri nama Inshoku-Iki, pungkasnya.

Dikerjakan selama 3 bulan, resto dengan konsep modern resto ini harapannya bisa menarik minat kaum muda mudi untuk singgah menikmati makanan dengan pemandangan dan udara yang sejuk.

Mudah-mudahan bisa memberikan tambahan variasi resto di Tawangmangu untuk menambah geliat wisata di Kabupaten Karanganyar.

Ibu Menik, istri orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Karanganyar yang juga selaku owner, mengaku Nama inshoku-iki ini lahir dari candaan bahasa Jawa sang suami “isoku iki” yg artinya bisaku ini, dengan mengusung menu masakan Jepang , Resto dengan nama Jepang yang mempunyai arti rumah makan dan minum ini kedepannya akan memasukkan menu western, Turki bahkan India agar masyarakat juga bisa merasakan menu-menu negara lain di Tawangmangu saat singgah di Inshoku-Iki Resto ini.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan Resto Inshoku-iki , pemerintah merasa bangga karena akhirnya Bapak Ahmad Mudhor dan Ibu Menik sudah menjatuhkan pilihan untuk berinvestasi di Karanganyar, mudah-mudahan laris manis dan bisa membawa berkah untuk semuanya.

Bupati Juliyatmono juga mengingatkan agar semua elemen masyarakat dan juga pemerintah harus bisa saling bahu membahu mempromosikan untuk kabupaten Karanganyar.

Sebelum meresmikan dengan menandatangani prasasti dan juga memotong pita sebagai simbol resmi dibukanya resto  ini, Bupati memberikan slogan Dengan Resto Inshoku-Iki Sehat, Enak, Berkah dan Sukses.

Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More