Category: Ekonomi

Karanganyar Siap Beri Lahan untuk Produksi Esemka

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karanganyar, menyatakan siap mendukung terwujudnya program mobil nasional (mobnas) yang sedang dirakit oleh para pelajar SMK di Solo.
“Di Karanganyar ada enam SMK yang memiliki jurusan mesin dan telah siap untuk mendukung program mobnas,” kata Bupati Karanganyar Rina Iriani didampingi oleh enam Kepala SMK Karanganyar yang diterima oleh Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi), ketika meninjau perakitan mobil Kiat Esemka di Solo Techno Park (STP), Senin.
Ia mengatakan, SMK Karanganyar telah ditawari untuk menangani proses perbaikan bodi mobil. “Bagi saya tidak masalah, tetapi yang penting anak-anak bisa berpartisipasi dalam program mobnas,” katanya. Kepala SMK Negeri 2 Karanganyar Wahyu Widodo mengatakan, untuk program Mobnas ini yang mengerjakan di bagian perbaikan bodi, sampai sekarang belum ada. “Untuk itu kami siap dan tidak ada masalah,” katanya.
“Pekerjaan ini sebenarnya tidak sulit asalkan ada alatnya dan guru pembimbingnya. Sementara ini, kami masih kesulitan mengenai guru pembimbing dan peralatan, tentang pelajar yang akan mengerjakan telah siap,” kata Wahyu. Wahyu mengatakan, pihaknya akan secepatnya membuat program dan perencanaan untuk diajukan kepada Bupati Karanganyar Rina Iriani.
“Kami akan secepatnya membuat perencanaan dan program untuk diajukan kepada Bupati, karena ini menyangkut biaya agar secepatnya bisa direalisasikan,” katanya.
Rina Iriani dalam kunjungannya ke STP juga telah menawarkan lahan untuk pembuatan pabrik perakitan mobil tersebut apabila memerlukan lahan yang luas. “Kami juga siap mendukung untuk mencarikan lahan apabila di Solo sudah kesulitan lahan untuk membuat pabrik perakitan Mobnas itu,” katanya.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-siap-beri-lahan-untuk-produksi-esemka-64706.html

Read More

300-an Koperasi di Karanganyar mati suri

Hampir 30% atau sedikitnya 300 unit koperasi di Kabupaten Karanganyar diketahui mati suri.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Karanganyar Titis S Jawoto ketika dijumpai menyebutkan dari 1.030 unit koperasi yang terdaftar, hampir 30 persen atau sekitar 300 unit mati suri.

Sebab, selama bertahun-tahun tidak ada perkembangan sama sekali.  mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk menangani kasus mati surinya koperasi itu.

Selama ini petugas sedikit kesulitan karena alamat koperasi yang bersangkutan saat disurvei hanya menyisakan papan nama. Sedangkan, para pengurusnya sama sekali tidak dapat diketahui keberadaannya.

“Kami mendata, sekitar 300 koperasi memang tidak sehat. Bahkan, kami sudah tidak bisa membina lagi,” jelasnya.

Read More

Pasar tradisional di Karanganyar akan dipercantik

Pasar-pasar tradisional di Karanganyar siap dipercantik tahun 2012 mendatang.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berencana melakukan revitalisasi serta renovasi pasar tradisional.

PASAR TEGAL GEDE–Penjual daging di Pasar Tegalgede, Karanganyar tengah melayani pembeli.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar  Sundoro kepada Espos, Minggu (27/11/2011) mengatakan telah menyusun rencana revitalisasi maupun renovasi sejumlah pasar tradisional.

Sesuai rencana, dia mengatakan revitalisasi dan renovasi tersebut akan diajukan pada anggaran 2012 mendatang. “Kami sedang susun rencana tahun depan ada sejumlah pasar yang akan di renovasi. Bahkan ada yang akan direvitalisasi,” ujar Sundoro.

Menurutnya, saat ini sangat diperlukan penataan pasar yang baik, terutama pasar tradisional di lingkungan perkotaan, seperti Pasar Palur, Tegalgede serta Pasar Karangpandan.

Hal ini, menurutnya, mengingat semakin menjamurnya keberadaan pasar modern dengan menawarkan kebersihan dan kenyamanan kepada pembeli.  “Kalau pasar tradisional tidak segera ditata nanti bakal kalah dengan pasar modern. Jadi perlu penataan menyeluruh di pasar-pasar tradisional,” tuturnya.

Sundoro mencontohkan pasar tradisional yang mendesak untuk dilakukan revitalisasi seperti halnya Pasar Karangpandan. Hal ini lantaran keberadaan Pasar Karangpandan sering menjadi jujukan para wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar.

Sementara untuk renovasi atau perbaikan pasar akan dilakukan pada Pasar Palur serta Pasar Tegalgede. Kedua pasar tersebut dinilai perlu dilakukan perbaikan lantaran berada di lingkungan perkotaan yang tidak jauh dari keberadaan pasar modern.

Ditanya mengenai berapa anggaran yang bakal dibutuhkan, Sundoro mengaku masih dalam perhitungan. “Ini masih wacana. Kami baru rencana akan diajukan dalam APBD tahun 2012 nanti. Syukur-syukur Dewan menyetujui,” harapnya.

Read More

Gedung KJKS BMT Dinar Barokah diresmikan

Gedung Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT Dinar Barokah, Kecamatan Jumapolo, diresmikan, Sabtu (19/11/2011). Sebelumnya, kantor tersebut hanya berlantai satu. Sedangkan saat ini sudah dibangun hingga lantai tiga.

Petugas akunting KJKS BMT Dinar Barokah Jumapolo, Listianto, mengatakan gedung itu dibangun dengan dana sekitar Rp 1 miliar. Karena ruangan lebih luas, kata dia, maka kini karyawan juga ditambah, dari enam menjadi 13.

Sejak berdiri pada Januari 1997 hingga sekarang, ada sekitar Rp 12 miliar aset yang dimiliki oleh BMT.

“Sedangkan omzet rata-rata per bulan mencapai Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar. Diharapkan dengan adanya gedung baru ini, pelayanan bisa lebih baik dan anggota bisa bertambah lagi,” ungkap Listianto saat menghubungi Espos, Selasa (22/11/2011).

Read More

Korea Digandeng Kelola Sampah

Pemkab Karanganyar telah menyiapkan lahan tambahan sekitar 6.000 meter persegi di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono sebagai tambahan area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Langkah ini seiring dengan adanya kesepakatan pengelolaan sampah antara Pemkab dengan investor asal Korea, baru-baru ini.

Adanya kesepakatan ini diyakini bisa menjadi solusi atas persoalan sampah di Karanganyar. Direncanakan proyek ini akan dimulai awal 2012 dengan sistem pengelolaan profesional. Bupati Karanganyar, Rina Iriani menjelaskan pengelolaan sampah secara profesional artinya tidak lagi sekadar ditumpuk seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lainnya, namun dari sampah yang dikumpulkan tersebut nantinya akan diolah menjadi bioetanol, biogas maupun untuk kepentingan energi pembangkit listrik.

“Setiap harinya sampah di Karanganyar hanya berkisar 140 ton hingga 30 ton, tetapi dengan pengelolaan secara profesional ini bisa mencapai 100 ton per hari. Makanya kita berharap Solo, Sukoharjo, Wonogiri dan Kabupaten lain mau membuang sampah di Karanganyar,” papar Bupati, Minggu (20/11).
Kerja sama antara Pemkab dengan investor dari Korea tersebut, lanjutnya merupakan investasi murni. Dengan kesepakatan selama 25 tahun ke depan keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan sampah itu seluruhnya masuk kantong investor. Setelahnya, baru diserahkan kepada Pemkab.

“Itu bukan berarti kita rugi, karena dengan adanya pengelolaan sampah oleh mereka, Pemkab dapat menghemat anggaran Rp 4 miliar per tahunnya,” kata dia Angka Rp 4 miliar, merupakan besaran biaya yang dipergunakan untuk mengelola sampah tiap tahunnya dari total belanja pegawai sampah, biaya transportasi pengangkutan sampah serta biaya tambahan lainnya yang dipergunakan untuk mengelola sampah.

Lebih lanjut, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) dirinya menjamin tidak ada petugas sampah di Karanganyar yang akan diberhentikan dengan adanya pengelolaan sampah baru tersebut. Pasalnya sebagian besar petugas di TPA tetap akan dipekerjakan untuk membantu pengelolaan, dan khusus warga sekitar dirinya juga mengusulkan agar dipakai sebagai tenaga kerja tambahan.

Read More

Seusai Lebaran, harga bahan pokok turun

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Karanganyar berangsur-angsur turun pascalebaran. Harga tersebut kembali normal.Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Matesih, Paryati, 45, mengatakan harga turun sejak tiga hari pascalebaran. Telur, sebut dia, sebelum Lebaran Rp 15.000 per kilogram, kini Rp 14.000. Minyak goreng per botol yang Rp 12.000, sekarang Rp 11.500. “Harga gula masih stabil Rp 9.500 per kilogram,” ungkap Paryati.

Selama musim Lebaran, imbuhnya, hampir semua bahan pokok laku. Ia menaikkan harga sebelum Lebaran karena penyetor juga menaikkan harga. Pedagang lain, katanya, juga melakukan hal sama.

Sementara itu, pedagang beras, Cipto Wiyono, 73, mengaku tidak menaikkan maupun menurunkan harga beras. Pasalnya, Lebaran atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh terhadap penjualan beras. Menurutnya, yang mempengaruhi harga beras bukan permintaan dari pembeli, justru serangan wereng yang membuat petani gagal panen.

“Karena gagal panen, akhirnya beras jadi langka dan harganya naik. Terutama beras yang berkualitas super,” ujar Cipto saat ditemui Espos di kios berasnya di Pasar Matesih, Rabu (7/9).Cipto hanya menjual beras dengan kualitas super sebab harganya stabil sejak dua bulan lalu. Ia menjual beras super jenis IR64 Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan kualitas di bawahnya lagi, harganya hanya selisih Rp 500.

Harga daging ayam juga turun setelah Idul Fitri. Salah satu pedagang daging di Pasar Gondangrejo, Yani, 33, mengatakan harga daging baru turun H+7 Lebaran. Saat Lebaran, harga daging ayam Rp 25.000 per kilogram, kini Rp 24.000. Penurunan harga itu, imbuh Yani, dibarengi dengan turunnya permintaan daging. Selama Lebaran, ia menjual lebih dari 30 kilogram daging. Usai Lebaran, penjualan kembali seperti sedia kala, sekitar 20 kilogram.

Read More

Karanganyar akan tetapkan HET elpiji 3 kg Rp 14.000/tabung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji tiga kilogram di tingkat pangkalan senilai Rp 14.000 per tabung.

Read More

Wisatawan Manca Lirik Karanganyar

Wisatawan Mancanegara (Wisman) mulai melirik sejumlah obyek wisata di Kabupaten Karanganyar. Hampir setiap tahunnya jumlah Wisman yang datang ke Karanganyar mencapai 12.000 orang.

Read More

Produk biofarmaka dikembangkan

Beragam produk unggulan klaster biofarmaka dari delapan daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dipamerkan dalam Pelatihan Operasional Peralatan Pascapanen Biofarmaka di Dukuh Bayas, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Selasa (26/4/2011).

Read More

Aset Koperasi di Karanganyar Capai Rp 400 M

Keberadaan koperasi sebagai unit usaha di tengah masyarakat telah tumbuh dan berkembang pesat di Karanganyar. Hal ini dibuktikan dengan naiknya angka pertumbuhan koperasi, baik dari jumlah maupun dari segi aset yang dimiliki.

(more…)

Read More