Category: Ekonomi

Bupati Serahkan Bantuan PNPM Surplus Tahun 2012

DSC_3075

Bupati Karanganyar Rina Iriani Serahkan Secara Simbolis Bantuan Surplus PNPM

Penyerahan bantuan sebanyak 147 ekor kambing dan 38 unit sarpras kepada KK miskin absolut dari hasil surplus UPK PNPM-Md Tahun 2012 Kecamatan Tawangmangu dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (20/04). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum yang didampingi Ka SKPD terkait.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan penyaluran bantuan PNPM merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor sarana dan prasarana fisik marga. Terwujudnya hunian dan dana kegiatan berupa ALADIN ( Atap / Lantai / Dinding ) dan sejumlah kambing ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bekal yang efektif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “ Jangan sampai terjadi penyalahgunaan dan terjadi konflik dalam pengelolaanya “, ujar Rina. Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati Karanganyar berpesan agar di alam pesta demokrasi ini, warga supaya dapat ikut menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat. Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebentar lagi akan berlangsung, mari kita sukseskan dengan baik sertakan gunakan hak pilih dengan bijaksana dengan mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan.

Selama tahun 2012, PNPM Kec. Tawangmangu telah menyalurkan bantuan dengan rincian sebagai berikut : Desa Gondosuli jumlah bantuan kambing 31 ekor; Kelurahan Blumbang 36 ekor kambing; Kalurahan Kalisoro 8 ekor kambing dan 15 ALADIN; Kelurahan Tawangmangu 32 ekor kambing dan rehab rumah 5 buah; Desa Sepanjang 1 ekor kambing, ALADIN 1 buah dan rehab rumah 1 buah; Desa Karanglo 7 ekor kambing dan 1 rehab rumah; Desa Plumbon ALADIN 11 buah dan rehab kamar mandi 2 buah; Desa Bandardawung 2 ekor kambing dan ALADIN 5 rumah; Desa Nglebak 18 ekor kambing; Desa Tengklik ALADIN 1 rumah dan 9 ekor kambing. (ad)

Read More
DSC_0048

Nasabah KUR BRI Capai 20.000 Orang

Pimpinan Cabang BRI Karanganyar, Sparta Sianturi

Pimpinan Cabang BRI Karanganyar, Sparta Sianturi

Karanganyar, Rabu (27/03/2013).

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi pelopor program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Republik ini. sebuah program yang diperuntukkan bagi usaha mikro kecil ini sebagai langkah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itulah yang juga dilakukan oleh BRI Cabang Karanganyar. Dengan adanya program perbankan yang pro rakyat tersebut secara langsung menunjang kelangsungan perekonomian. Tercatat, KUR bagi usaha kecil yang ada di Karanganyar sampai saat ini telah mencapai sekitar 20.000 nasabah. Mereka bisa dikatakan produktif karena telah memenuhi syarat kucuran kredit.

Pimpinan Cabang BRI Karanganyar, Sparta Sianturi di sela-sela pengundian Simpanan Desa (Simpedes) di Hotel Taman Sari Karanganyar menyatakan, saat ini sudah mengalami banyak peningkatan, baik dari sisi nasabah maupun nominal investasi dalam bank itu. “Pinjaman dari nasabah KUR saat ini berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 20 juta/orang,” katanya, Selasa (26/03) lalu.

Di Karanganyar, BRI memberikan pelayanan sepenuh hati di 26 kantor unit dan 10 teras. Sementara itu, guna memberikan pelayanan yang prima, BRI memiliki karyawan yang kompeten di bidangnya masing-masing. “Kami berusaha untuk mendorong usaha produktif untuk lebih berkembang dan maju. Untuk itu, kami pun memberikan sejumlah program yang kami tawarkan kepada 300.000-an nasabah di Karanganyar,” ujar dia lagi.

Selain sejumlah program, BRI ingin lebih mendekatkan diri dengan ratusan ribu nasabahnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya undian berhadiah bagi program Simpedes. Dalam undian bulan Maret ini, BRI menyediakan beberapa hadiah. Di antaranya satu unit Suzuki APV, beberapa sepeda motor, dan hadiah hiburan lainnya. pd

Read More
DSC_0006

2012, Bank Daerah Karanganyar Setor Rp 2,8 Miliar

Bank Daerah Karanganyar memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar sebesar Rp 2,8 miliar pada tahun 2012

Bank Daerah Karanganyar memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar sebesar Rp 2,8 miliar pada tahun 2012

Karanganyar, Senin (18/03/2013).

Bank Daerah Karanganyar memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Tercatat selama kurun waktu tahun 2012 telah memberikan laba ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 2.844.306.700.

Prestasi tersebut tercipta atas kerja keras tim yang terdiri dari 98 orang pimpinan dan staf dari perusahaan daerah (PD) Karanganyar itu serta dukungan dari semua pihak. Dengan personil yang mumpuni di bidangnya, selama 44 tahun berdiri Bank Daerah Karanganyar mampu bersaing dengan bank-bank lainnya. Kinerja yang baik tersebut tercermin dari laba atau keuntungan yang dihasilkan bank yang berada di Jalan Lawu Karanganyar itu.

“Tahun 2012 ada kenaikan lama sebesar Rp 279.297.453 atau 10,88 persen dibandingkan tahun 2011. Total laba yang kami hasilkan sebanyak Rp 2.844.306.700,” kata Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito, di sela-sela acara sepeda santai dalam rangkaian HUT ke-44, Minggu (17/03).

Tidak hanya itu, Bank Daerah Karanganyar juga mendapatkan laba bersih setelah pajak per 31 Desember 2012 sebesa Rp 5.688.613.393. Soal aset, bank tersebut juga tidak kalah jika dibandingkan dengan yang lainnya. Bank Daerah hingga akhir 2012 total asetnya mencapai angka Rp 185.996.406.085. Sementara itu, penghimpunan dana dari sisi deposito per 31 Desember tahun lalu sebanyak Rp 63809.050.000. Nominal itu disetorkan oleh 1.119 orang deposen. Jika dibandingkan dengan tahun 2011, jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 13,45 persen.

“Perlu kami laporkan juga, per 28 Februari 2013 tabungan di Bank Daerah sebesar Rp 52.046.682.929. Data kami mencatat ada 18.317 nasabah dan naik 32,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dalam laporannya kepada Bupati Karanganyar Rina Iriani, Sudarsito juga menyampaikan jika jumlah piutang atau Out Standing Credit  mencapai angka Rp 174.040.943.825. Lantaran mengalami perkembangan yang cukup pesat, pihak BUMD tersebut berencana membuka Kantor Kas Harian di Wilayah Kecamatan Tasikmadu, Kecamatan Jaten, dan Kecamatan Jumantono. Sementara ini, bank milik Pemkab Karanganyar itu hanya melayani masalah perbankan di satu Kantor Pusat, satu Kantor Cabang, dan lima Kantor Kas Harian. pd

Read More

BAWANG MAHAL: Petani Tawangmangu Tak Nikmati Lonjakan Harga

Tingginya harga bawang putih di pasaran akhir-akhir ini membuat sejumlah petani bawang putih di Tawangmagu masygul. Karena tanaman bawang mereka rata-rata baru berusia satu bulan.

“Sebenarnya di sentra bawang di empat desa di Tawangmangu ada 50 hektare. Tetapi tanaman itu belum bisa dipanen sebab baru berusia satu bulan,” ujar Camat Tawangmangu, Yopi Ekojati Wibowo ketika ditemui di sela-sela mengikuti acara pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Karanganyar di Hotel Lorin, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jumat (15/3/2013).

Seperti diwartakan sebelumnya sejumlah pengusaha warung makan skala kecil di Kecamatan Colomadu mengaku bingung menetapkan harga makanan yang mereka jual. Hal itu terjadi akibat mahalnya beberapa jenis bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan sebagainya.

“Harga bawang putih mencapai Rp50.000 lebih per kilogram, padahal bumbu masakan saya banyak menggunakan bawang putih. Naiknya harga-harga bumbu dapur terutama bawang putih membuat pusing kepala,” papar salah seorang penjual tahu kupat, Musiyem, 41, ketika ditemui di warungnya, Paulan, Colomadu, Kamis (14/3).

Lebih lanjut Yopi mengatakan di Kecamatan Tawangmangu terdapat empat desa yang menjadi sentra tanaman bawang merah dan bawang putih. Empat desa itu adalah Gondosuli, Kalisoro, Pancot dan Tengklik.

Berdasar panenan sebelumnya bawang putih Tawangmangu yang dinilai merupakan varietas baru ini berkualitas cukup bagus. Selain itu hasil panen yang diperoleh para petani beberapa waktu lalu dinilai memuaskan.

Dia mengatakan jika tanaman bawang putih para petani saat ini sudah bisa dipanen akan menguntungkan para petani bawang putih di wilayahnya. “Sebenarnya bukan karena tanaman bawang para petani telat panen, tetapi karena situasi pasar yang sulit ditebak.”

Sebenarnya, ujar dia, dalam tiga kali panen lalu, hasil panen yang diperoleh para petani cukup lumayan. Karena kawaswan itu memang cukup ideal untuk tanaman bawang merah dan bawang putih.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More
DSC_0096

Gamelan Karanganyar Laku Hingga Medan

Haryanto dengan seperangkat gong buatannya

Haryanto dengan seperangkat gong buatannya

Karanganyar, Sabtu (09/03/2013)

Kerajinan pembuatan gamelan merupakan salah satu sektor industri kecil yang sedikit jumlahnya karena dituntut keahlian, ketelitian, keuletan atau bahkan bakat turunan. Seperti yang dilakukan oleh Haryanto. Dia telah menekuni pengrajin gamelan sejak 1997, meneruskan usaha dari orang tuanya.

Dengan ketekunan dan keuletannya, usaha yang berada di Jalan Karanganyar-Mojogedang itu berkembang pesat, bahkan pesanan datang dari luar jawa, yakni Medan dan Lampung.

“Para pemesan gamelan biasanya dari dalang, sekolahan, kantor, dan juga perorangan,” jelas bapak dua anak itu, beberapa waktu lalu.

Untuk pembuatan satu set gamelan yang berupa kendang, rebab, demung, saron, peking, slenthem. Selain itu juga bonang, kenong, kethuk, gambang, gender, sinter, kempul, suling, dan gong bisa memakan waktu satu bulan.

Harganya pun bervariasi, sesuai bahan pembuatan. Jika terbuat dari besi kuningan seperangkat gamelan bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 150 juta. Kemudian untuk yang terbuat dari besi sebesar Rp 80 juta.

“Pada dua bulan terakhir ini, kami mendapatkan pesanan sebanyak 10 set perangkat gamelan,” jelasnya.

Dengan dibantu delapan karyawan, Haryanto sanggup menyelesaikan pesanan-pesanan gamelan tersebut dengan baik. Setelah selesai pembuatannya, dia mengirimkan alat musik Jawa itu dengan truk besar ke pemesan.

Soal pendanaan, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Lihat saja berapa harga kuningan dan sejumlah bahan baku pembuatan gamelan. Guna mencukupi kebutuhan itu pihaknya tidak hanya mengandalkan uang pribadi, melainkan pinjaman dengan bunga lunak di bank. Dari situlah, usaha itu tetap berjalan dan semakin berkembang.pd

Read More

BPR Pura Artha Kencana Siap Buka Cabang

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, memotong bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, menggunting rangkaian bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (28/02/2013)

Sejak berdiri pada 1998 lalu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana mempunyai peran terhadap bergeraknya roda ekonomi kerakyatan. Peran tersebut dapat dilihat dari pemberian pinjaman kredit kepada pedagang kecil yang berada di pedesaan.

“Sasaran kami yaitu pedagang dan petani yang besaran kredit rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” jelas Riyanto, Direktur Utama BPR Pura Artha Kencana Jatipuro, di sela-sela peresmian kantor cabang baru di Jatipuro, Karanganyar, Rabu (27/02). Hingga saat ini, data BPR menunjukkan nasabah kreditnya mencapai angka 1.200 orang, sedangkan  nasabah tabungan mencapai 6.000. Mereka tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar.

Dengan jumlah nasabah yang banyak tersebut, maka berimbas pada jumlah kredit yang 60 persennya memiliki pinjaman kecil. Guna meningkatkan pelayanan, maka Riyanto merencanakan membuat unit-unit di setiap kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Sementara ini, baru tiga unit yang dimiliki, yakni di Jumapolo, Jumantono, dan Lalung. Sedangkan di Jatipuro sebagai kantor utama.

Dia menambahkan hingga awal tahun ini aset yang dimiliki sebesar Rp 15 miliar.  Laba bersih hingga bulan Desember 2012 sebesar Rp. 530 juta, sedangkan laba kotor mencapai Rp 605 juta.

Dalam acara yang sama peresmian Kantor baru BPR tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, mengatakan sangat mendukung tujuan bank itu. “Kami sangat mengapresiasi adanya BPR ini, sehingga dapat membantu para pemilik modal kecil dapat mengembangkan usahanya,” jelas Samsi. pd  

Read More
DSC_0013

Harga Bawang Putih Naik Tajam

Harga Bawang Putih dan Cabe naik tajam

Harga bawang putih dan cabe naik tajam seperti di Pasar Jungke, Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (27/02/2013).

Harga bawang putih di pasaran mengalami kenaikan cukup tajam selama sepuluh hari terakhir. Hal itu menyebabkan komoditas lokal tersebut menjadi sulit dijangkau di pasaran.

Dari pantauan di sejumlah pasar, Selasa (26/2), harga yang semula hanya kisaran Rp. 12 ribu kini melonjak hingga Rp 35 ribu per kilonya. Untuk jenis bawang putih dengan kualitas rendah saja harganya sudah berkisar Rp 32.000 per kilonya. Sementara jenis bawang putih dengan kualitas bagus per kilonya bisa mencapai Rp 38 ribu lebih. Sementara harga tingkat pengecer, per kilonya sudah mencapai Rp 40 ribu lebih.

Seperti di Pasar Jungke, saat ini harga bawang putih paling mahal sudah mencapai Rp 35 ribu per kilonya. Dari sana, para pedagang yang kulakan biasanya menjual ke pelanggan sekitaran Rp 33 ribu. “Dibandingkan awal tahun lalu, kenaikan harga bawang dalam sepuluh hari terakhir ini terbilang tinggi. Kalau dulu, harga bawang paling tinggi hanya sekitar Rp 12 ribu saja. Tetapi sekarang naiknya mencapai dua hingga tiga kali lipat,” tutur seorang pedagang di Pasar Jungke, Suparmi.

Pedagang lainnya, Suminah mengutarakan kenaikan harga bawang ini hampir merata di seluruh pasar. Akibatnya stok bawang putih menjadi turun dalam beberapa pekan terakhir ini. “Karena harganya masih belum stabil dan terus melonjak, kami pun tak berani ambil banyak. Daripada ambil banyak nanti tidak laku lebih baik jualan dengan stok sekadarnya saja dahulu,” paparnya.

Selain itu, di Pasar Tegalgede, Darwati menambahkan kenaikan harga bumbu dapur pokok ini tidak hanya berlaku bagi bawang putih saja. Komoditas cabe rawit pun kini harganya sudah mencapai Rp 30 ribu per kilonya. Sementara untuk cabe rawit hijau, harganya masih sekitar Rp 20 ribu. “Kenaikan harga cabe ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir ini,” tukasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar, Utomo Sidhi membenarkan kenaikan tersebut. Menurutnya kenaikan harga bawang putih ini dipicu oleh gagal panen di Tawangmangu. “Hujan yang turun terus menerus beberapa waktu terakhir ini menjadi faktor utamanya. Kondisi ini sangat merusak stabilitas produksi komoditas bawang,” ungkapnya.

Kegagalan produksi ini, lanjut Utomo, telah terjadi sejak masa puncak panen bawang pada kurun September sampai akhir Oktober kemarin. Saat itu para petani sudah berupaya melakukan penanaman kembali namun mengalami kegagalan. “Karena itu berimbas pada stok di pasaran, banyak pedagang yang akhirnya memilih untuk mengambil stok dari luar daerah,” tandasnya.pd

Read More

Penerimaan PBB Karanganyar Naik 24%

Penerimaan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Karanganyar mengalami kenaikan sekitar 24 persen. Penerimaan pendapatan dari sektor PBB pada 2011 senilai Rp18 miliar sementara pada 2012 senilai Rp21 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Karanganyar, Tataq Prabawanto, mengatakan pihaknya melakukan jemput bola melalui program Layanan Pajak Bumi dan Bangunan (Paryati) di setiap kecamatan. Intensifikasi pemungutan PBB dilakukan secara bertahap. “Intensifikasi pemungutan PBB terus dilakukan terhadap wajib pajak yang menunggak,” katanya di sela-sela penarikan undian PBB di kantor DP2KAD Karanganyar, Kamis (27/12/2012).

Menurutnya, penerimaan pajak dari sektor PBB perlu digenjot lagi pada tahun depan. Pasalnya, PBB bakal dikelola langsung oleh Pemkab Karanganyar mulai 2013 mendatang. Sebelumnya, pengelolaan PBB dilakukan dengan sistem bagi hasil antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Tatag menjelaskan target penerimaan PBB hingga pekan ketiga Desember 2012 pada APBN senilai Rp36 miliar sementara realisasi Rp37 miliar. Selain itu, penerimaan pajak dari sektor hiburan mencapai 129 persen, sektor lampu penerangan jalan umum (LPJU) sekitar 126 persen, sektor mineral bukan logam dan batuan mencapai 223 persen.

Sementara Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, meminta kesadaran para wajib pajak agar membayar PBB secara rutin. Pajak tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan di Karanganyar. Pihaknya juga berencana menambah mobil Paryati yang digunakan melayani pembayaran PBB di pedalaman.

Read More

258 Keluarga Karanganyar Masuk Daftar Penerima PKH

Sebanyak 258 keluarga di wilayah Kecamatan Colomadu, Karanganyar, mendapatkan bantuan uang tunai Program Keluarga Harapan (PKH) pemerintah pusat.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo, saat ditemui, Senin (10/12/2012), mengatakan nominal bantuan bervariasi mulai dari Rp100.000 hingga Rp600.000 per bulan. Rencananya bantuan akan diberikan setiap bulan selama lima tahun ke depan. Hanya saja evaluasi akan dilakukan setiap tahun untuk menentukan penerima bantuan masih berhak mendapatkan bantuan atau tidak.

Bila dinyatakan masih memerlukan, bantuan akan digulirkan kembali selama setahun ke depan. Pada penghujung tahun akan dilakukan lagi evaluasi, begitu seterusnya selama lima tahun. Joko Budi menjelaskan 258 keluarga penerima bantuan tersebar di 10 desa. Hanya Desa Paulan yang tidak memasukkan warganya dalam daftar penerima bantuan. Alasannya, rata-rata tingkat kesejahteraan masyarakat Paulan sudah lebih tinggi dibandingkan warga di desa lain.

Bantuan PKH, Joko menerangkan, merupakan bantuan langsung tunai seperti halnya BLT seperti yang pernah digulirkan pemerintah pusat beberapa tahun lalu. Mekanisme pencairan bantuan PKH sama dengan BLT yakni melalui kantor pos.Untuk pencairan bantuan PKH jatah bulan Desember 2012 sudah dilakukan Sabtu (8/12/2012) lalu.

“Sasaran bantuan ini yakni keluarga tidak mampu yang mempunyai anak yang sedang bersekolah di tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), keluarga yang mempunyai perempuan yang sedang hamil. Nominalnya berbeda-beda, antara Rp100.000 hingga Rp600.000 per bulan,” katanya.

Read More

Stok Daging Sapi di Karanganyar Masih Aman

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan pasokan daging sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) masih normal. Pihaknya menjamin persediaan daging sapi di pasaran masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi.

Muhammad Hatta, Selasa (20/11/2012) menuturkan kenaikan harga daging sapi tidak hanya terjadi di wilayah Karanganyar namun beberapa daerah di Indonesia. Artinya, kenaikan tersebut terjadi secara bersamaan di berbagai daerah. Pihaknya meminta pemerintah pusat segera mencari solusi alternatif untuk menekan melonjaknya harga daging sapi di pasaran.

“Stok daging sapi masih aman, permintaan daging sapi juga masih stabil. Ini tergantung pemerintah pusat karena kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.”

Read More