Category: Ekonomi

DSC_0143

JELANG LEBARAN, KARANGANYAR GELAR PASAR MURAH

Guna membantu meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H/2015, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pasar murah di 17 Kecamatan se Karanganyar. Salah satunya Pasar Murah Kecamatan Karanganyar yang bertempat di Gedung Wanita, Kamis pagi (09/07).

Pada kesempatan tersebut, Timotius Suryadi selaku Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar mengatakan bahwa pembelian paket sembako dibawah harga pasar ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat khususnya warga kurang mampu dengan cara membeli kupon yang telah disediakan oleh panitia.

“ Gelar pasar murah ini merupakan kegiatan rutin Pemerintah Karanganyar setiap tahunnya jelang hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk menjaga pasokan kebutuhan utama/komoditas sekaligus meringankan beban masyarakat kurang mampu. Kami telah menyediakan paket sembako yang berisi beras jenis IR 64 sebanyak lima kilogram (Rp.7000/kg), gula pasir dua kilogram ( Rp. 10.000/kg), minyak goreng satu liter (Rp. 10.000/ltr), sirup satu botol (Rp. 8000,-), teh satu pres (Rp. 16.000,-) dan mie instan sepuluh biji (Rp. 15.000,-). Paket ini dapat diperoleh warga dengan cara membeli kupon di tempat panitia penjualan. Selain itu, kami juga menyediakan daging, ayam, ikan segar, telur, sayur mayur, bumbu masak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasar murah telah digelar secara serentak di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar, ” jelasnya.

Beberapa kebutuhan yang tersedia pada pasar murah Karanganyar, diantaranya : bawang merah (1/2 kg Rp. 7500,-), bawang putih (1/2 kg Rp. 8500,-), kentang (1 kg Rp. 8000,-), wortel (1/2 kg Rp. 2500,-), cabe  merah (1/4 kg Rp. 5000,-), tomat (1/2 kg Rp. 2000,-), kembang kol (1 kg Rp. 6000,-), kobis (1 kg Rp. 4000,-).

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran kegiatan pasar murah ini. “ Saya merasa senang dan matur nuwun kepada semua pihak baik Perekonomian, Dispertanbunhut, Disperindagkop dan UMKM, DWP Karanganyar yang telah mempersiapkan semuanya. Pada kesempatan berbahagia ini saya mengingatkan kepada semua saja, pada saat merayakan hari raya nanti agar tetap selalu waspada, jaga keamanan rumah dan lingkungan. Karena pada saat-saat itulah biasanya tangan-tangan jahil mulai melakukan aksinya. Maka jika akan bepergian ataupun mudik untuk mengecek setiap pintu rumah apakah sudah dikunci dengan benar atau belum, agar di momen-momen suka cita nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ” saran Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka Pasar Murah yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) , Kepala SKPD serta warga masyarakat Karanganyar. ind/ft

 

 

Read More
DSC_0005

PNS Antri Tukar Uang Baru

Antrian PNS dan masyarakat umum untuk menukarjan pecahan uang baru di mobil layanan BI, Selasa (07/07) di halaman Setda Karanganyar

Antrian PNS dan masyarakat umum untuk menukarjan pecahan uang baru di mobil layanan BI, Selasa (07/07) di halaman Setda Karanganyar

Karanganyar, Rabu (08/07/2015)
Kehadiran layanan mobil keliling Bank Indonesia di halaman Setda Kabupaten Karanganyar, cukup membantu bagi para PNS dan masyarakat umum yang menukarkan uang baru untuk bagi-bagi rejeki lebaran nanti.
Mereka antri satu persatu untuk menukarkan uang baru pecahan Rp. 2 ribu, Rp. 10 ribu, dan Rp. 20 ribu. Namun untuk pecahan Rp. 5 ribu telah habis, Selasa (07/07). Seperti di tempat penukaran Bank yang sudah ditunjuk, maksimal penukaran hanya Rp. 3,9 juta.
Ini sudah ke dua kali selama puasa, Kamis (02/07) juga ada pelayanan mobil keliling ditempat yang sama.
Salah satu PNS di lingkup Setda Kabupaten Karanganyar yang ikut antri, Eko Supriyadi mengatakan menukarkan uang dengan pecahan baru sebanyak Rp 2 juta. “Iya, ini menukarkan pecahan baru untuk anak-anak, keponakan dan anak kecil disekitar rumah,” ujarnya.
Caranya pun cukup mudah, hanya antri kemudian menukarkan uang baru pecahan yang diinginkan. pd

Read More
46 Miliar Dana Desa Segera Direalisasikan

46 Miliar Dana Desa Segera Direalisasikan

Bupati Karanganyar saat menyampaikan arahan terkait alokasi dana desa 2015, Senin (29/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar saat menyampaikan arahan terkait alokasi dana desa 2015, Senin (29/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Berdasar PP No. 22 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, maka harus dilakukan langkah-langkah percepatan oleh Desa. Untuk perubahan ini, sejumlah Desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar khususnya harus siap.

“Harus betul-betul dicermati karena sumbernya dari APBN, maka harus ditata sejak sekarang agar lebih baik. Hasil pemeriksaan dari BPK, Kabupaten Karanganyar mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ini adalah prestasi pemeriksaan paling tinggi, maka untuk itu saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kades, Camat. Mudah-mudahan opini BPK ini menjadi awal Pemerintahan Dalam Negeri untuk memberikan bantuan dalam pembangunan. WTP merupakan bentuk kepercayaan masyarakat. Matur nuwun (terima kasih), tidak ada penyimpangan dan prestasi ini harus dipertahankan dan dijaga,” terang Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan pada Rakor persiapan realisasi dana desa yang bersumber dari APBN 2015 Kab. Karanganyar, Senin (298/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut Bupati menambahkan bahwa penyaluran dana desa ini dilakukan secara bertahap yakni 40%, 40% dan selanjutnya 20%. Dari dana desa sejumlah Rp 22 miliar yang kemudian ada perubahan menjadi Rp 46 miliar ini dengan pemindahan buku dari rekening umum ke rekening kas desa, maka sejumlah Desa di 17 Kecamatan Karanganyar siap tidak siap harus siap.

“ Dana desa ini dipergunakan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa utamanya guna penanggulangan kemiskinan (pemenuhan kebutuhan dasar seperti pembuatan jamban). Maka saya minta RPJMDes menjadi pedoman bagi Lurah sedangkan RPJMD sebagai pedoman bagi Pemerintah. Pak RT, RW, Pak Bayan, BPD sebagai penyelenggara Desa untuk bisa sinergi, karena dana ini diserahkan tidak berupa uang melainkan bentuk kegiatan,” pesan Bupati.

Berdasar perhitungan Permenkeu, maka Desa Paulan merupakan desa yang paling kecil mendapatkan dana desa yakni Rp.268 juta sedangkan desa Ngringo mendapat dana desa paling besar yakni Rp. 311 juta.

Sementara itu Sunarno Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kalurahan Setda Karanganyar mengatakan bahwa dengan adanya perubahan dari PP no. 60 Tahun 2014 ke PP no. 22 tahun 2015 maka sejumlah Desa harus melakukan langkah percepatan. Realisasi dana desa ini akan dilakukan melalui tiga tahap yaklni Tahap I pada bulan April kemarin, Tahap II bulan Agustus dan Tahap III bulan Oktober 2015. ind/ft

 

 

Read More
Dishubkominfo

Juli 2015 Karanganyar Mendapat Bagian Grojogan Sewu

Dishubkominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan sambutan pada kunker Komisi B dan D DPRD Kab.Kudus

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, penyerahan Grojogan Sewu Tawangmangu secara de facto sebagai TWA (Taman Wisata Alam) yang kemudian kita tindaklanjuti secara administratif di Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Dari kementerian tersebut mendatangkan tim independen yang pada akhirnya Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Provinsi akan mendapatkan bagian pendapatan dari Grojogan Sewu yang memang berlokasi di wilayah Karanganyartepatnya di daerah wisata Tawangmangu, yang selama ini Karanganyar tidak mendapatkan apa-apa dari potensi wisata tersebut bahkan hanya mendapatkan sisa-sisa kotoran/sampah dari para pengunjung wisata Grojogan Sewu milik Perhutani yang dikelola oleh PT. Duta Indonesia Jaya.

“ Mulai 15 juli 2015, Karanganyar akan mendapat bagian dari pengelolaan Grojogan Sewu, meskipun hanya dari retribusi Rp. 2000,-/tiket masuk untuk hari Senin-Sabtu dan Minggu/hari libur Rp. 7500,- dan itu lumayan untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Karanganyar, yang memang kita perjuangkan terus selama ini,” terang Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menjelaskan upaya Pemkab Karanganyar untuk mendapatkan bagi hasil dari potensi wisata Grojogan Sewu tersebut saat menerima kunjungan kerja Komisi B dan D DPRD Kab. Kudus, Rabu (24/06) di Ruang Podang II Setda Karanganyar.

Lebih lanjut terkait dengan potensi wisata PurbakalaMuseum Dayu milik Perhutani yang berada di wilayah Karanganyar tepatnya daerah Gondangrejo, Karanganyar mendapatkan bagian 60 persen dan 40 persen untuk Purbakala.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula mengenai pemberian dana hibah yang sekarang sudah tidak bisa diberikan. “ Tahun kemarin kita masih bisa memberikan bantuan kepada KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang ada di wilayah Karanganyar, masing-masing mendapat sepuluh juta rupiah. Untuk tahun ini dana hibah tidak bisa diberikan kecuali untuk peribadatan dan pendidikan. Karena bantuan bukan bentuk uang melainkan wujud barang, seperti contohnya bantuan untuk pengerajin batik kayu, kita membantu memberikan alat-alat yang dibutuhkan,” terang Rohadi Widodo. (ind/ft)

Read More
aku (2) copy

Mau Tukarkan Uang Untuk Lebaran? Datang Saja Ke Sini

Seorang teller Bank Jateng Cabang Karanganyar saat melayani penukar uang baru, Selasa (23/06)

Seorang teller Bank Jateng Cabang Karanganyar saat melayani penukar uang baru, Selasa (23/06)

Karanganyar, Selasa (23/06/2015)
Masyarakat Kabupaten Karanganyar yang akan menukarkan uang pecahan baru untuk merayakan Lebaran, bisa menukarkan di Bank Jateng Cabang Karanganyar.
Di Kabupaten Karanganyar, hanya Bank Jateng yang ditunjuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta untuk melayani penukaran uang baru.
Pemimpin Cabang Bank Jateng Karanganyar Prasetyo Fourdi Antono menuturkan pihaknya melayani penukaran uang baru bagi nasabah maupun masyarakat umum mulai jam 8.30 WIB.
“Dari 18 Juni sampai 2 Juli 2015, penukaran uang dilayani pada hari Selasa dan Kamis. Sedangkan pada 6-15 Juli 2015 nanti, penukaran akan dilayani setiap hari pada Senin hingga Kamis,” jelas Fourdi, Senin (22/06) saat dijumpai di kantornya.
Fourdi juga menuturkan pecahan yang disiapkan yakni Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu. Disiapkan loket khusus untuk melayani penukaran, pada jadwal yang telah ditentukan.
“Nominal yang ditukar juga dibatasi, maksimal Rp 3,9 juta per orang. Penukar diminta menyerahkan fotokopi kartu identitas, bisa KTP atau SIM,” ungkapnya.
Kemudian petugas Bank Jateng mencatat nama penukar, karena untuk mengantisipasi adanya penukaran hingga lebih dari satu kali, oleh penukar yang sama.
Dia juga menghimbau agar bagi masyarakat yang membutuhkan pecahan uang baru untuk lebaran, dihimbau melakukan penukaran di bank yang telah di tunjuk BI.
“Jangan menukar di jasa penukaran musiman yang ada di pinggir-pinggir jalan. Hal itu untuk mengantisipasi resiko. Kalau di bank uangnya lebih terjamin asli. Selain itu tidak rugi, karena tidak ada pengurangan nilai antara uang yang ditukar dengan uang baru yang diterima ” jelasnya.
Siapkan Rp 10 Miliar
Selain itu Bank Jateng Cabang Karanganyar pada tahun ini menyiapkan pecahan uang baru sebesar Rp 10 miliar.
“Sesuai dari ketetapan dari BI sebesar Rp 10 miliar, lebih besar dari tahun lalu hanya Rp 7 miliar,” kata Fourdi.
Adanya kenaikan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penukaran, sebab tidak saja bagi nasabah, namun juga melayani bagi masyarakat umum.
Selain di Karanganyar, BI juga menunjuk Bank Jateng di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, dan Sragen.
Kemudian juga dapat ditukarkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Bank BNI 46 Jalan Arifin Nomor 2 Surakarta, Bank BRI Jalan Jenderal Sudirman No 1 Surakarta, Bank Mandiri Cabang Sriwedari, dan Bank BCA Jalan Slamet Riyadi No 3-7 Surakarta. pd 

Read More
DSC_0102

Jelang Puasa, Bupati Pantau Harga di Pasar

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memantau harga-harga makanan di pasar Tegalgede, Jumat (12/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memantau harga-harga makanan di pasar Tegalgede, Jumat (12/06)

Karanganyar, Jumat (12/06/2015)
Menjelang bulan Ramadhan tahun 2015 yang tinggal beberapa hari lagi, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memantau harga-harga kebutuhan masyarakat di pasar.
Hasil pantauan sementara dari pasar Tegalgede, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, diketahui tidak ada kenaikan harga yang signifikan.
“Harga masih normal, belum ada lonjakan harga yang tinggi,” kata Bupati Juliyatmono, Jumat (12/06) pagi di Pasar Tegalgede.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta barang-barang yang dijual belikan bersih dan sehat, apalagi bulan puasa dan mendekati Lebaran nanti permintaan tinggi.
“Jangan sampai pedagang menggunakan berbagai cara untuk meraup untung yang besar, itu yang harus dihindari. Tetap harus menjaga konsumen dan harga tidak melampui harga normal,” jelas Juliyatmono.
Dia juga menyinggung dengan hukum pasar, kalau rata-rata harga standar namun ada yang tinggi, maka pedagang itu akan ditinggalkan pembeli.
“Sebaiknya menjual dagangan dipastikan sehat dan harga normal,” katanya.
Terkait ketersediaan beras, Bupati Juliyatmono menuturkan jumlah pasokan beras tidak mengkhawatirkan karena di Kabupaten Karanganyar surplus beras.
“Saat ini habis panen. Masyarkat ada yang menyimpan, kecuali yang warga di perkotaan atau yang tidak punya lahan biasanya membeli beras,” tandasnya.pd

Read More
DSC_1263

Bulan Dana PMI Karanganyar Tahun 2015

????????????????????????????????????

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Memimpin Rapat Bulan Dana PMI Tahun 2015 di Kantor Setda Kab Karanganyar

Kabupaten Karanganyar melaksanakan Rakor Bulan Dana PMI Kab. Karanganyar  Tahun 2015 pada Kamis Pagi di Ruang Podang 1 Setda Karanganyar. Hadir dalam acara tersebut SKPD se Kab. Karanganyar, perwakilan TNI-POLRI dan BUMD yang ada di Kabupaten Karanganyar. PMI Kabupaten Karanganyar sendiri untuk tahun ini mentargetkan 680 juta dengan waktu selama 3 bulan (1 Juni 2015 s/d 31 Agustus 2015) dan apabila belum memenuhi target dapat diperpanjang 1 bulan dengan ijin Bupati / Walikota.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam sambutannya mengatakan dana yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang terkena musibah / wabah / penyakit. Masyarakat juga diharapkan berperan dengan menerapkan perilaku hidup sehat lewat cara yang sederhana seperti berolahraga ataupun minum air putih.

“Dengan adanya Bulan Dana PMI ini diharapkan mampu meringankan masyarakat”, harap Rohadi.

Sementara itu, Kepala PMI Timotius melaporkan bahwa target tahun 2014 sebesar 450 juta mengalami kenaikan dengan realisasi sebesar 458 juta. ad

Read More
DSC_1286_028convert

Pencanangan Gerakan Karanganyar Gemar Menabung

DSC_1248_026convert

Bupati Karanganyar Menyampaikan Sambutan Disaat Launching Gerakan Karanganyar Gemar Menabung

DSC_1253_027convert

Bupati Karanganyar Menyerahkan Buku Rekening Kepada Siswa Disaat Launching Gerakan Karanganyar Gemar Menabung

Bupati Karanganyar hari ini Jumat 29 Mei 2015 mencanangkan gerakan Karanganyar Gemar Menabung. Acara tersebut dilangsungkan di Balai Desa Matesih Kec Matesih dan dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, Sekda Karanganyar, Asisten Setda Karanganyar, Kepala SKPD dan Camat Camat se Kab Karanganyar serta anak-anak sekolah di sekitar Kec Matesih. Dalam acara tersebut banyak stand dari masing-masing bank untuk memamerkan produk-produk tabungan yang beraneka ragam jenisnya, mulai dari deposito berhadiah rumah hingga tabungan dengan sistem bunga harian.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa Karanganyar Gemar Menabung merupakan tindak lanjut dari program pendidikan gratis yang telah dijalankan oleh Pemkab Karanganyar. Alokasi dana pendidikan yang tadinya disiapkan oleh masing-masing rumah tangga dapat diarahkan kepada tabungan untuk masa depan. Bupati berharap dengan kegiatan ini mampu menggerakan masyarakat untuk membudayakan menabung. Kepada seluruh Camat juga disampaikan untuk mensosialisasikan gerakan menabung ini kepada seluruh lapisan masyarakat didaerah.

“Pelayanan prima hingga pelosok daerah, sehingga masyarakat mampu mengakses layanan perbankan meski dilaksanakan secepatnya.”, imbuh Juliyatmono

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Timotius melaporkan bahwa Kec Matesih merupakan kecamatan dengan indeks menabung paling tinggi dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Ini membuktikan hampir seluruh masyarakat Matesih adalah masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Hingga Maret 2015 ini dana simpanan masyarakat di 4 bank daerah karanganyar yaitu Bank Karanganyar, Bank Daerah, BKK Tasikmadu dan BKK Karanganyar terhimpun dana sebesar Rp. 420.397.720.000,-. ad

Read More
DSC_1270_025convert

Bupati Resmikan Kantor PNPM Mandiri Pedesaan

DSC_1255_023convert

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Kepada Hadirin Penerima Bantuan Dana Hibah Absolut

DSC_1264_024convert

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Secara Simbolis Menyerahkan Bantuan Dana Hibah Absolut

Bertempat di Gedung KPRI Rumaket Kerjo, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi SKPD terkait meresmikan Kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd) Kecamatan Kerjo, Rabu Siang 27/05. Selain meresmikan kantor baru, juga disampaikan penyaluran bantuan dana hibah absolut tahun 2014 sebesar 174 juta yang diwujudkan dalam bantuan kambing sebanyak 42 ekor, Jambanisasi untuk 60 kartu keluarga, RTLH 7 rumah dan peralatan perbengkelan.

Buoati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kecamatan Kerjo merupakan akses masuk ke Kabupaten Karanganyar dari arah Kabupaten Sragen, untuk itu sarana fisik seperti akses jalan akan dilebarkan. Terlebih dengan adanya pembangunan Waduk Gondang yang rencana tahun 2017 akan terselesaikan, diharapkan mampu meningkatkan gairah perekonomian sekitar. Dengan makin dikenalnya Kecamatan Kerjo sebagai penghasil alpukat, Juliyatmono juga berharap agar masyarakat memanfaatkan ladang kosong warga untuk dibudidayakan tanaman alpukat.

“PNPM MPd tetap akan diberdayakan oleh pemerintah daerah sebagai mitra kerja dalam rangka mensejahterakan masyarakat sekitar”, imbuh Juliyatmono. ad

Read More
DSC_0071 copy

Operasi Pasar Gas 3 KG, Atasi Kelangkaan Elpiji

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Karanganyar, Selasa (12/05/2015)
Operasi Pasar (OP) ukuran tiga kilogram dilakukan di empat tempat di wilayah Kabupaten Karanganyar. Untuk OP gas elpiji tiga kilogram setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung dan menunjukkan KTP.
Selain di Desa Ngringo juga berlangsung di Desa Wonolopo, Tasikmadu. Lalu, pada hari berikutnya setelahnya, Rabu (13/5), OP akan beralih ke Mojogedang dan Jungke, Karanganyar Kota
Khusus untuk Desa Ngringo kuota ditambah. Jatah yang disiapkan 560 tabung gas terasa kurang, karena antrian warga untuk membeli gas bersubsidi itu masih panjang, saat berlangsung di Balai Desa Ngringo, Selasa (12/05).
Panitia OP dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar dan Hiswana Migas Surakarta memutuskan untuk menambah satu truk lagi, dengan jumlah 560 tabung gas, setelah melihat masih banyak dan panjang antrian untuk menghindari kericuhan.
Ketua Hiswana Migas Surakarta, Suwardi Hartono Putro menuturkan untuk wilayah Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten, kuota ditambah dua kali lipat. Sebab warga berjumlah ribuan, bahkan melebihi jumlah warga di Kecamatan Jenawi.
“Kuota menjadi 1.120 tabung karena melihat situasi antrian masih panjang,” jelas Suwardi.
Dijelaskannya pula, untuk OP harga jual gas itu Rp. 15.500 per tabung atau setara dengan harga jual dari pangkalan. Karena harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maka langsung diserbu warga yang biasanya membeli seharga Rp.18.000 sampai Rp. 19.000 per tabung.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan saat sidak (beberapa waktu lalu) ditemukan harga di pangkalan ada yang menjual Rp. 16.000 per tabung.
“Setelah sidak kita kumpulkan agen-agen di Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 11 agen. Kita juga menindak tegas yang siapa pun menaikkan harga ke pangkalan selebih dari HET,” kata Rohadi Widodo,sat di lokasi OP
Ditambahkannya pula, masing-masing agen sudah punya wilayah sendiri dan tidak boleh keluar. Tugas Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawal HET sampai di pangkalan.
“Jika ada pangkalan yang melebihi HET, ijin akan dicabut,” jelasnya.pd

Read More