Category: Ekonomi

DSC_0014

Bussiness Gathering Bank Daerah Karanganyar

kominfo

Forkompinda Kabupaten Karanganyar Saat Bussiness Gathering Bank Daerah Karanganyar, Jumat Malam (25/09)

DSC_0024

Mitra Bank Daerah Karanganyar Yang Mendapat Door Prize Saat Bussiness Gathering PD. BPR Bank Daerah Karanganyar

PD. BPR Bank Daerah Karanganyar dalam membina hubungan baik dengan mitra mengadakan Bussiness Gathering (Temu Mitra) pada hari Jumat Malam, (25/09) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Hadrir dalam acara tersebut Forkompinda Kab. Karanganyar dan Pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Karanganyar serta mitra PD. BPR Bank Daerah.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono berpesan kepada masyarakat agar gemar menabung, dikarenakan dengan menyimpan uang di bank bisa menggerakkan roda perekonomian. Bank Daerah Karanganyar juga dihimbau untuk berperan aktif membina usaha mikro masyarakat dan selalu berinovasi dalam pelayanan prima kepada masyarakat.

Sementara itu Darsito, Dirut PD. BPR Bank Daerah Karanganyar melaporkan tahun 2015 ini PD. BPR Bank Daerah Karanganyar mampu mempertahankan prestasinya sebagai BPR terbaik tingkat Nasional  untuk kelima kalinya dengan predikat sangat bagus oleh Majalah Infobank Jakarta. Dengan total aset perkembangan usaha sebesar 241.106.673.000 per 31 Agustus 2015, telah disetorkan ke Pemerintah Daerah Karanganyar sebanyak 3.240.190.000 di tahun 2014 dari perolehan laba yang lalu dan untuk 2015 ditargetkan mampu setor sebanyak 3.476.859.000.  (ch~ad)

Read More
DSC_0012 copy

PD BPR BKK Tasikmadu Undi Tamades

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan sambutan, Selasa (15/09) di halaman Kecamatan Jatiyoso

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan sambutan, Selasa (15/09) di halaman Kecamatan Jatiyoso

Karanganyar, Rabu (16/09/2015)
PD BPR BKK Tasikmadu sebagai salah satu BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, mengadakan undian berhadiah dari program Tabungan Masyarakat Desa (Tamades), Selasa (15/09) di halaman Kantor Kecamatan Jatiyoso.

Ketua panitia Bambang Sutoyo mengatakan, pengundian ini sebagai promosi dalam rangka menghimpun dana masyarakat melalui produk tabungan masyarakat desa (Tamades). Undian berhadiah tersebut memperebutkan hadiah mobil, sepeda motor, kulkas, LED TV, mesin cuci dan sepeda.

“Ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada nasabah melalui undian berhadiah, sehingga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan nasabah dan masyarakat kepada PD BPR BKK Tasikmadu,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, merupakan wujud dukungan program Gerakan Karanganyar Gemar menabung yang telah dicanangkan oleh Bupati Karanganyar.

Sedangkan nasabah yang berhak mengikuti undian, yakni para penambung Tamades posisi pada 31 agustus 2015 masih tercatat sebagai penabung.

“Minimal saldo Rp.10 ribu, dan setiap kelipatan berhak satu kupon undian,” katanya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan untuk gerakan Gemar Menabung pada bulan Ramadhan kemarin mempunyai efek yang luar biasa.

“Misalnya di program PD BPR BKK Tasikmadu ada Simadu, dengan menabung tanpa biaya adminitrasi, dalam waktu singkat mampu mengumpulkan lebih dari dua miliar,” ujarnya
Dia juga meminta kepada Direksi dan jajaran agar target NPL pada tahun 2016 sudah harus dibawah 5 persen,

“Ini terus dipantau. Sehingga cash flow keuangan yang ada terus berjalan dengan baik,” kata Rohadi.

Rohadi Widodo juga menambahkan Kabupaten Karanganyar inflasi sesuai catatan dari BPS di bulan September hanya 1,9 persen, tertinggi pada bulan Februari sebesar tiga persen. pd

Read More
DSC_0081

Juliyatmono: “Sebagai mahasiswa, belajarlah memanfaatkan keadaan menjadi uang”

Tetap berkontribusi dan raih kesuksesan : Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dihadapan mahasiswa/mahasiswi STIE AUB Surakarta yang telah melaksanakan Kulih Kerja Nyata (KKN) di wilayah Karanganyar, Kamis (03/9)di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan Ketua STIE AUB Surakarta Dr. Anwar Hamdani saat  melihat hasil karya Mahasiswa KKN STIE AUB.

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat hasil karya mahasiswa/ mahasiswi KKN STIE AUB Surakarta di pendopo rumah dinas Bupati. Kamis (03/09)

Setelah 35 hari berjalan, mahasiswa – mahasiswa STIE AUB Surakarta 2015 telah menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terbagi di 12 desa 5 Kecamatan di wilayah Karanganyar.
Deo Sandi salah satu perwakilan mahasiswa STIE AUB Surakarta menyampaikan dalam paparan hasil Kuliah Kerja Nyata, bahwa kegiatan KKN ini mengangkat tema, “Kewirausahaan dengan sasaran pemberdayaan masyarakat melalui produk unggulan lokal di Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini berlangsung selama 35 hari, yang dimulai per 30 Juli 2015 s/d 3 September 2015.

Mahasiswa KKN tematik tersebar dalam 12 desa pada lima Kecamatan di wilayah Karanganyar, diantaranya Kalisosro, Tawangmagu, Kemuning, Ngargoyoso, Girilayu, Gerdu, Bangsri Karangpandan.

Kami membantu masyarakat sekitar, utamanya usaha kecil menengah dari segi packaging/ pengemasan produk lokal seperti sayur, tanaman hias, kuliner serta membantu pemasaran melalui media online. “Jelas Deo Sandi saat melaporkan paparannya pada acara penarikan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta, Kamis (03/09) di Pendopo rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pada Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono M. M didampingi oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo S.P dan Ketua STIE AUB Surakarta Dr. Anwar Hamdani serta diikuti oleh Kepala SKPD terkait, Camat, Dosen, pembimbing KKN, dan para mahasiswa KKN.

Selanjutnya Anwar Hamdani selaku Ketua STIE AUB Surakarta mengucap terima kasih bahwa kegiatan KKN telah berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, program KKN di Karanganyar telah berjalan dengan lancar atas bantuan Pemerintah Kabupaten Karanganyar di bawah pimpinan Bupati Karanganyar. Saya berharap adanya tindak lanjut monitoring dari program yang telah disampaikan mahasiswa dan semoga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan terjalin silaturahmi khususnya di wilayah yang ditempati mahasiswa KKN, ”kata Anwar Hamdani saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresisasi dan mengucapkan terima kasih kepada mahaiswa KKN yang telah berkontribusi/ membantu masyarakat dalam berinovasi dan berkreasi untuk kemajuan produk lokal”.

“Atas nama pemerintah kabupaten Karanganyar saya mengucap syukur dan terima kasih atas kepercayaan STIE AUB Surakarta untuk Karanganyar sebagai tempat KKN kembali, tutur Bupati.
“Kami beruntung dengan keberadaan adik – adik KKN karena memberikan dampak positif bagi masyarakat yang pada akhirnya berkontribusi dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Pada kesempatan tersebut Juliyatmono juga berharap agar mahasiswa sebagai generasi muda dapat berkreasi, berinovasi membuka lapangan kerja untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asea (MEA).

“Kepada mahasiswa, mumpung masih muda gunakan waktumu untuk belajar memanfaatkan keadaan menjadi uang. Terus berkreasi, berinovasi jangan pernah menunggu untuk menjadi pegawai, justru ciptakan lapangan pekerjaan untuk menuju kesuksesan.  Sebagai mahasiswa harus bergerak cepat, jangan takut akan kegagalan, dikatakan sukses adalah mereka yang berusaha bangkit dari keterpurukan,” terang Juliyatmono.

“Sebagai mahasiswa STIE, tugas kalian adalah membantu memajukan perekonomian, terlebih kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asea (MEA). Siapkan mental pada diri sendiri untuk menjadi orang sukses, “pesan Bupati dihadapan mahasiswa KKN. Ind/ft/pcuA

Read More
DSC_0233

Juliyatmono : “Tetap jadikan Karanganyar lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional”

????????????????????????????????????

Bupati Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol.Inf. Mathen Pasunda saat mencoba traktor pertanian dihalaman Kantor Setda Karanganyar, Jum’at (21/08)

Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar menerima bantuan alat pertanian dari APBN Pusat berupa traktor dan pompa air. Alat bantu pertanian ini diperuntukkan kepada sejumlah usaha tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Jumlah traktor tanaman pangan merk Yanmar yang kami terima ada 29 unit dan 13 unit pompa air. Bantuan ini dari APBN Pusat dan sudah berbadan hukum. Traktor akan kami bagikan ke kelompok tani guna membantu mengolah lahan tanaman yang memang sudah mencapai 85 persen sehingga meningkat seratus persen, seperti di wilayah Karangpandan, Tasikmadu, Jaten, Jumapolo, Jumantono. Dan untuk daerah kurang air seperti Gondangrejo, Jatipuro, Mojogedang akan kami serahkan bantuan pompa air agar panen tetap baik dan meningkat,” terang Supramnaryo selaku Kepala pertanian Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karanganyar, Jum’at (21/08) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Selanjutnya Bupati Karanganyar yang didampingi Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar dalam hal ini menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau dimana banyak daerah kekurangan air, dengan bantuan dari pusat ini khususnya pompa air tetap dapat memperlancar pengairan.

“Saya harap dengan bantuan pompa air ini irigasi tetap lancar, panen melimpah karena sekarang ini kita sudah memasuki musim kering. Semoga untuk kedepannya kita bisa mendapat bantuan berupa transpalanter guna membantu petani terus meningkatkan hasil panennya,” harap Bupati dihadapan para Kelompok Usaha Tani. “ semuanya agar ditata dengan baik, agar panen tetap stabil bahkan kita berharap untuk terus meningkat dan Karanganyar tetap menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan Nasional,” tambah Juliyatmono. ind/ft

Read More
DSC_0265

Membaca itu Wajib Sebagai Jendela Dunia dan Memajukan Kehidupan

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Laila Istiana (kanan) Anggota DPR RI Komisi X dan Sri Sumekar (kiri) dari Perpustakaan nasional RI pada acara Safari Gerakan Gemar Membaca, Senin (24/08)

Di era digital ini hampir semua orang dapat mencari, memperoleh segala informasi dengan cara instan. Akibatnya semakin menurunnya minat membaca buku baik dikalangan anak-anak sekolah maupun orang-orang yang memang mereka lebih memilih cara cepat melalui internet dan media teknologi lainnya.

Guna memfilter hal-hal tersebut, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan safari gerakan nasional gemar membaca dengan mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin pagi (24/08).

“Perpustakaan Nasional telah memprakarsai program Gemar Membaca ini sejak 2012 lalu. Yang terpenting Pemerintah Pusat, Provinsi, Kab/ Kota untuk terus memajukan perpustakaan. Karena dengan membaca ini akan merubah pola pikir kita menjadi pola pikir yang optimis, ingin terus maju dan berkembang. Maka kita sebagai masyarakat, media massa untuk selalu bersinergi dengan pencanangan wahana membaca sepanjang hayat,” terang Sri Sumekar bagian Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional RI saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu Bupati Juliyatmono mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Karanganyar menjadi salah satu tempat tujuan safari gerakan nasional gemar membaca. “Membaca itu wajib sebagai jendela dunia, membaca adalah pintu untuk memajukan kehidupan kita. Amanat Undang Undang Dasar 1945 telah menjelaskan bahwa Pemerintah wajib untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pencanangan wajib belajar 12 tahun untuk terus digalakkan,” terang Juliyatmono saat memberikan arahan dihadapan para Pustakawan dan pelajar.

Ia juga mengatakan bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. “Mudah-mudahan dengan gemar membaca, Tuhan akan menempatkan kita ditempat yang tinggi derajatnya. Semoga dengan safari gerakan gemar membaca harus ikut meneladani menjadi kebutuhan untuk ikut senang membaca juga,” tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Laila Istiana selaku anggota Dewan DPR RI Komisi X bidang Pendidikan Kepariwisataan dan Kepemudaan. “Kehadiran saya disini tidak lain ingin menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya terkait dengan safari gerakan gemar membaca ini semoga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jujur, gerakan ini memang mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan, terlebih dengan penuhnya dunia digital baik audio, visual maupun audio-visual yang terus maju dan berkembang,” katanya.

Disisi lain keberadaan teknologi sekarang ini justru banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. “Untuk itu safari gerakan gemar membaca ini diharapkan dapat menjadi salah satu filter perkembangan teknologi yang sudah menjadi konsumsi bangsa kita setiap detiknya bangsa kita utamanya para pelajar sebagai penerus bangsa, kita memiliki kewajiban untuk turut andil dalam membentuk bangsa yang berkarakter salah satunya dengan kegiatan gemar membaca ini,” tandas Laila Istiana saat meyampaikan arahannya. ind/ft

Read More
DSC_0023 copy

Wabup Karanganyar Beri Pengarahan Pemilik Pangkalan LPG

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan Kartu Pengkalan LPG 3 Tabung 3 Kilogram secara simbolis, Rabu (12/08).

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan Kartu Pengkalan LPG  Tabung 3 Kilogram secara simbolis, Rabu (12/08).

Karanganyar, Kamis (13/08/2015)
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memberi pengarahan kepada pemilik pangakalan gas elpiji 3 kilogram se Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/08) di Gedung Wanita.

Berdasarkan SIMOL3K PT Pertamina dan Keputusan Bupati Karanganyar No. 540/843 Tahun 2015 terdapat sebanyak 1490 pangkalan. Terdapat pula 11 agen LPG 3 kilogram dan tiga Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).

Rohadi Widodo mengatakan, harga jual agen sesuai HET Rp. 14.250, kalau dari agen lebih dari HET segera laporan kepada Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar. Untuk di pangkalan HET LPG 3 kilogram Rp. 15.500.

“Kita juga menemukan oknum minta tambahan biaya pertabung. Maka jangan ada tambahan uang transportasi,” katanya.

Terdapat pula ada temuan tidak ada nama pangkalan, maka pada kesempatan ini semua pangkalan di Kabupaten Karanganyar diberikan Kartu Pengkalan LPG  Tabung 3 Kilogram

“Pangkalan tersebut sudah sesuai SK Bupati dan sudah memenuhi peraturan. Kartu itu harus dipasangkan di tempat yang kelihatan para pembeli,” katanya.

Dia juga mengatakan masih terdapat pangkalan yang kuotanya melebihi 2000 tabung/bulan.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga telah berupaya untuk penataan pangkalan dan penerbitan kartu pangkalan sesuai dengan Keputusan Bupati Karanganyar No.540/843 Tahun 2015 tanggal 18 Mei 2015 tentang penetapan pangkalan LPG 3Kg

“Pemerataan dan pembatasan kuota pangkalan untuk masing-masing pangkalan maksimal 2.000 tabung/bulan sesuai Surat Sekda Kabupaten Karanganyar No.542/117.6 tanggal 12 Januari 2015,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar Timotius Suryadi.

Dia juga menambahkan himbauan untuk pangkalan besar agar menjual LPG 12Kg.

“Kita juga ada koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi JawaTengah, PTPertamina, Hiswana Migas dan agen dalam rangka pengawasan pendistribusian LPG3 Kg di Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Ditempat yang sama Sales Eksekutif Domestik Gas Region IV PT Pertamina Kibar Adhiyarsa Kusuma, mengatakan jika ada pangkalan yang menjual LPG 3 Kilogram diatas HET yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah maka ada sangsi.

“Untuk agen, volume kontrak agen dikurangi sebesar yang disalurkan kepada pangkalan yang menjual LPG 3 kilogram diatas HET,” katanya Kibar.

Sedangkan sangsi agen kepada pangkalan, pangkalan langsung di PHU oleh agen LPG 3 Kilogram dan pangkalan tersebut tidak boleh lagi menyalurkannya. pd

Read More
rupiah-ilustrasi-_121002144623-370

Mari Berdaulat, Gunakan Rupiah Untuk Transaksi di NKRI

rupiah-ilustrasi-_121002144623-370

(ilustrasi)

Pemerintah mendorong gerakan gunakan rupiah untuk transaksi di NKRI, harapannya mengurangi tekanan pada nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi nasional.

Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha dan masyarakat meningkatkan penggunaan Rupiah saat bertransaksi di dalam negeri. Langkah ini bertujuan agar pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tak terjadi berlarut-larut .

Mata uang Rupiah menjadi salah satu simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selain bendera dan lagu kebangsaan. Namun, kini masih banyak transaksi antar penduduk menggunakan mata uang asing di wilayah NKRI. Angkanya cukup mencengangkan hampir 7,2 miliar dollar AS per bulan atau setara dengan Rp93 triliun.

Kebijakan ini diatur dalam peraturan Bank Indonesia (BI) No.17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI. Peraturan ini turunan dari undang-undang tentang Bank Indonesia dan UU Mata uang. Tugas utama BI yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Mengacu UU mata uang, Rupiah selain sebagai simbol kedaulatan negara, juga alat pembayaran yang sah. Jadi hukumnya wajib digunakan dalam kegiatan perekonomian di wilayah NKRI. Harapannya mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pengecualian penggunaan rupiah bisa dilakukan untuk beberapa hal seperti transaksi tertentu dalam kerangka APBN, pemberian hibah dari atau ke luar negeri dan transaksi perdagangan internasional. Selain itu, simpanan di bank dalam valuta asing atau valas dan transaksi pembiayaan internasional.

Penggunaan mata uang Rupiah masih menghadapi beberapa kendala. Pertama, dolarisasi, banyak pihak memakai mata uang selain rupiah di wilayah NKRI. Misal, pencantuman harga barang atau jasa dan penyelesaian transaksi dengan valas.

Kedua, transaksi valas menunjukan trend meningkat, dimana korporasi dan nasabah melakukan pembelian barang domestik porsinya 52 persen tahun 2014. Sebelumnya, hanya 19 persen tahun 2007.

Ketiga, transaksi antar residen dengan valas, barang sebesar 73 persen dan jasa 13 persen. Mayoritas valas yang digunakan adalah dollar sebesar 96,4 persen. Keempat, korporasi dan individu domestik cenderung melakukan net beli, pembelian dipenuhi oleh supply valas non residen.

Ketidakseimbangan supply dan demand memberikan tekanan nilai tukar Rupiah. Depresiasi menggagu kestabilan makroekonomi, inflasi terus meningkat. Selain itu, depresiasi menimbulkan currency mismatch, adanya eksposur terhadap utang luar negeri valas.

Untuk itu, pemerintah mulai Juli tahun 2015 memberlakukan penggunaan rupiah secara non tunai di wilayah Indonesia. Penerapan efektivitas regulasi ini salah satunya pencantuman harga barang dan jasa atau kuotasi.

Pertimbanganya selain berdaulat atas mata uang, juga adanya kebingungan masyarakat dalam membedakan antara kuotasi dan pembayaran. Pencantuman kuotasi dengan valas, kurs yang digunakan cenderung menguntungkan salah satu pihak.

Setiap pihak dilarang menolak Rupiah kecuali atas keraguan akan keaslian dan pembayaran memang diperjanjikan secara tertulis dengan valuta asing. Ancaman hukuman pelanggaran transaksi tunai adalah pidana kurungan satu tahun atau denda sebanyak dua ratus juta rupiah.

Pada pelanggaran kewajiban kuotasi dalam Rupiah dan kewajiban penyampaian laporan dikenakan sanksi adminstratif berupa teguran tertulis. BI dapat merekomendasikan kepada otoritas berwenang untuk melakukan tindakan sesuai kewenangannya seperti pencabutan izin usaha atau penghentian kegiatan usaha. (Tim Komunikasi Publik / bakohumas@mail.kominfo.go.id)

Read More
P_20150801_073844_BF

Masuk Kawasan Wisata Kabupaten Karanganyar Bebas Retribusi

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Instruksi Bupati Karanganyar no 180/7 tahun 2015 mulai 1 Agustus 2015 menutup Pos Retribusi masuk kawasan wisata di 6 titik, yaitu Somokado, Bomo, Gondosuli (semua wil Tawangmangu), Ngargoyoso, Cetho (Jenawi) dan Matesih. Penghentian retribusi masuk kawasan wisata di kabupaten Karanganyar diinstruksikan kepada Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Camat, Kades/Lurah. Penutupan Pos Retribusi resmi dilakukan tadi pagi Sabtu 1 Agustus 2015 oleh Wakil Bupati Karanganyar H.Rohadi Widodo, SP didampingi Sekda Karanganyar Drs. Samsi,Msi serta SKPD terkait termasuk Camat dan Kades/Lurah. Wakil Bupati dalam ssmbutannya menyampaikan bahwa dengan ditutupnya pos retribusi masuk kawasan wisata ini Pemkab Karanganyar bakal kehilangan pendapatan sekitar 600 jt. Namun hal ini akan mendapatkan Multy Player Efek yang lebih. Kominfo Kra.

Read More
DSC_0055

Juli 2015 ZIS Karanganyar Tembus 1 Miliar

Baznas sebagai wadah yang memfasilitasi kita untuk berzakat, wajib kita syukuri. Karena jika tidak ada wadah seperti Baznas, harta kita akan habis sebelum di zakati.

“ Mudah-mudahan dengan adanya ini akan memperlancar pembersihan harta kita. Dan semoga orang sadar dengan menzakati sebagian hartanya untuk disalurkan kepada yang ber-hak, maka akan jauh lebih baik dan membuka jalan menuju surga Allah SWT,” jelas Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan pengarahan dihadapan PNS di lingkungan Karanganyar pada Sarasehan Baznas Kabupaten Karanganyar, Selasa (14/07) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut Rohadi menyampaikan bahwa pada bulan Juli 2015 ini utamanya PNS dilingkungan Karanganyar telah menerima gaji ke-13, Rapelan kenaikan gaji 6% dari bulan Januari sampai dengan Juli 2015, Kesejahteraan Pegawai bagi Guru menerima sertifikasi.

“ Himbauan Pemerintah Karanganyar dari kesemuanya yang diterima untuk di zakati melalui Baznas ini. Alhamdulillah, laporan yang saya terima dari Pengurus Baznas untuk bulan Juli 2015, Zakat Infak Shodaqoh (ZIS) Karanganyar menembus Rp. 1 Miliar. Ini merupakan peningkatan ZIS yang luar biasa dan saya berharap ini akan terus meningkat di bulan-bulan selanjutnya,” harap Rohadi.

Sebelumnya di tempat dan waktu yang sama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo didampingi Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar bersama Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Karanganyar memberangkatkan Pendistribusian Beras Zakat sebanyak 23 ton yang akan didistribusikan ke Takmir-takmir Masjid se Kabupaten Karanganyar untuk dibagikan kepada fakir miskin dan warga kurang mampu di wilayah Karanganyar.

“ Barusan saya bersama Pengurus Baznas dan Forkopimda melepas keberangkatan pendistribusian beras zakat Baznas Karanganyar. Pengumpulan zakat fitrah pada tahun ini mengalami peningkatan dari 22 ton menjadi 23 ton. Yang mana akan disalurkan sampai ke yang berhak menerima sehingga tidak terjadi desak-desakan /injak-injakan, yang pada tahun-tahun sebelumnya zakat fitrah kita kumpulkan di Masjid Agung,” terang Rohadi Widodo.  ind/ft

Read More
aku (2) copy

Pemkab Karanganyar Bagi-Bagi Sembako

Puluhan tukang bejak dan tukang ojek diberi bingkisan paket sembako oleh Pemkab Karanganyar, Jumat (10/07) di timur Taman Makam Pahlawan.

Puluhan tukang bejak dan tukang ojek diberi bingkisan paket sembako dan uang oleh Pemkab Karanganyar, Jumat (10/07) di timur Taman Makam Pahlawan.

Karanganyar, Jumat (10/07/2015)
Delapan hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberikan sembako.

Sembako itu diberikan untuk tukang becak, tukang ojek, dan beberapa buruh gendong. Pemberian paket sembako dibagi menjadi tiga lokasi Kecamatan.

Di Kecamatan Karanganyar dibagi 4 lokasi, diberikan sebanyak 340 paket sembako. Di Kecamatan Jaten dibagi 3 lokasi 375 paket sembako, dan Kecamatan Tasikmadu dibagi 3 lokasi sebanyak 150 paket sembako, Jumat (10/07).

Setiap paket sembako berisi mi instan, beras, minyak goreng, gula, dan teh. Selain itu juga diberikan uang tunai sebesar Rp. 30 ribu.

Tak hanya itu saja, saat tarawih keliling di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar juga diberikan sebanyak 25 paket. Se Kabuapten Karanganyar total jumlah paket sembako yang diberikan sebanyak 2.654 paket.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo keliling memberikan paket sembako itu di tempat pangkalan becak di timur Taman Makam Pahlawan, di rumah Supat, Tegalwingun, Bejen. Kemudian di rumah Kliwon, sebelah barat lapangan Jungke, dan di rumah Riyadi, Padangan, Jungke.

Saat pemberian di shelter Papahan, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar Timotius Suryadi menuturkan masyarakat menjelang lebaran diberikan paket sembako untuk tukang becak, tukang ojek dan buruh gendong di pasar.

“Sasaran yang kita inginkan ketenangan masayarakat menjelang lebaran dalam menyediakan kebutuhan pokok mereka,” ujarnya. pd

Read More