Category: Ekonomi

DSC_5037

Bupati Dapat Kejutan Dari Disdagnakerkop

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menutup pameran expo UMKM dan Koperasi di kolam renang intanpari, Minggu (05/08)

Bupati mendapatkan hadiah kue dari Disdagnakerkop pada saat penutupan pameran expo

Bupati menyerahkan kue kepada Plt kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Didik Joko Bakdono

KARANGANYAR – 5 Agustus  2018

Penutupan Pameran Ekxpo UMKM dan Koperasi Minggu malam (05/08) terasa istimewa. Sebab Bupati Karanganyar mendapatkan hadiah kue ulang tahun dari Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi (Disdagnakerkop). Meskipun terlambat dengan hari ulang tahun, namun berlangsung sangat meriah.

“Meskipun terlambat, namun ini kejutan dari Disdagnakekop,” ujar pembawa acara dalam penutupan Ekspo UMKM dan Koperasi, Ida Utami.

Sementara penutupan pameran ekspo berlangsung singkat. Dalam sambutannya, bupati Karanganyar meminta OPD untuk merencanakan secara matang dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat lebih luas. Khususnya bagi pelaku UMKM agar mereka mendapatkan pasar baru. “Pameran ini mendorong pelaku UMKM untuk tumbuh dengan penuh semangat dan berkembang luas. Serta mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi untuk produk kuliner, batik, handicraf dan hasil-hasil pertanian lainnya,” paparJuliyatmono.

Dia menambahkan acara yang diselanggarakan di kolam renang Intapari untuk terus mempromosikan kolam renang kebanggaan masyarakat Karanganyar. Agar masyarakat lebih familiar dengan kolam renang intapari. Pihaknya berharap pelaku UMKM harus terus bermitra dengan pemerintah. Termasuk dengan BPJS ketenagaakerjaan. Sebab hal itu diatur oleh undang-undang.

Sementara Kepala Disdagnakerkop, Waluyo Dwi Basuki mengatakan pameran UMKM ini dalam rangka hari koperasi ke 71 dan HUT Kemerdekaan 73. Pameran ini telah berlangsung dengan baik dan mendapatkan responj positif dari masyarakat luas. Pihaknya, juga mengingatkan UMKM dan koperasi diikutkan dalam BPJS ketenagakerjaan. “Untuk dalam satu bulan kami ikutkan BPJS ketenagaakerjaan dan bulan kedua ditanggung peserta sendiri,” imbuhnya. (Hr/Adt)

Read More
DSC_0031

Kongkretkan Data Pertanian

diskominfo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Memberikan Pengarahan Pada Peserta Pelatihan Pertanian di OISCA Karngpandan, Senin (01/8)

KARANGANYAR – 1 Agustus 2018

Untuk mewujudkan pertanian yang unggul dan maju, diperlukan basis data yang baik dan benar. Ditunjung dengan penyuluh pertanian yang handal untuk mendampingi petanian. Dua jurus tersebut, seharusnya mampu menjadi pertanian sebagai andalan.

“Hasil pertaniannya kita banyak bergantung kepada Bangkok. Bangsa ini perlu basis data yang baik dan benar  dan penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani,” papar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dihadapan para peserta pelatihan pertanin di Organization For Industrial Spriritual And Cultural Advancement (OISCA) Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Rabu (1/08)

Dia mengepreasisi dengan baik sisi spritual yang ada di dalam OISCA. Sebab dengan spritual akan membangun integritas yang baik. Termasuk jujur di dalamnya sehingga gangguan itu dapat ditepis. “Untuk memaksimalkan lahan dibutuhkan data untuk mengetahui berapa kebutuhan yang dibutuhkan. Dengan data yang benar, maka pertanian akan dapat dimaksimalkan,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan kerjasama antara OISCA  dengan Jepang perlu diteruskan. Sebab Karanganyar mempunyai banyak potensi pertanian. Pesona alamnya juga baik sehingga perlu dimaksimalkan. Hanya saja, akhir-akhir ini OISCa membutuhkan dana untuk pelatihan atau sekolah. “Saya berharap OISCA mampu menghasilkan ahli-ahli pertanian yang handal,” imbuhnya. (Ina/ad/Adt)

Read More
DSC_6115

Ganjar Pranowo : Inginkan Segalanya Mudah dan Murah Bagi Masyarakat

Diskominfo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog bersama pedagang pasar Matesih dalam rangakaian kunjungannya di Kabupaten Karanganyar didampingi Sekda Karanganyar dan Kepal;a Disperindagkop, rabu(01/08)

Karanganyar, 01 Agustus 2018

Dalam rangakaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Karanganyar, Pasar Matesih menjadi salah satu tempat yang di kunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada, Rabu (01/08).

Sehubungan dengan bantuan keuangan Tahun anggaran 2016 sebesar 10 Milyar, Gubenur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo meninjau pasar Matesih yang telah usai melakukan revitalisasi dan rehab bangunan pasar.

Didampingi Sekda Karanganyar dan Kepla Disperindagkop juga perwakilan dari Bank Jateng, Gubernur Jawa Tengah langsung berdialog bersama para pedagang pasar Matesih yang sudah lama antusias menanti kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam dialognya kepada para pedagang pasar Matesih, Ganjar menjelaskan bahwa dia sudah memerintahkan kepada Pemerintah di bawahnya untuk terus memantau harga komoditas agar tidak terjadi lonjakan yang sangat signifikan dan memberatkan para pedagang karena dampak terburuknya adalah konsumen (masyarakat).

Salah satu pedagang sembako bernama Larsih, mengutarakan harga kebutuhan masyarakat yang saat ini melonjak drastis harganya adalah tepung terigu. Harga yang biasannya normal setiap satu saknya sekitar 180ribu, kini melonjak mencapai 280ribu dan paling turun hanya sekitar 255ribu.

Susahnya mendapatkan rabuk juga menjadi persoalan yang di tanyakan para pedagang kepada Gubernur Ganjar. Dan beliau pun geram karena sudah mengultimatum para pengusaha rabuk dan pemerintah di daerah untuk terus memantau tentang susahnya masyarakat mendapatkan rabuk. Bahkan sampai beliau menanyakan kapan bu Larsih ini mau beli rabuk, Pak Ganjar akan ikut secara diam-diam untuk mengetahui dimana dan siapa yang masih menyusahkan masyarakat untuk mendapatkan rabuk.

Di tengah kunjungannya di pasar Matesih ini pula, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga melaunching program baru dari kerjasama pemerintah Provinsi dan Bank Jateng, yaitu meberikan pinjaman modal tanpa jaminan untuk para pedagang dengan angsuran bunga sangat rendah. Ganjar juga mengharapkan dengan adanya program ini para pedagang tidak mencari pinjaman modal usaha kepada Bank Plecit lagi.

Demikian Diskominfo (Ard/Adt/Adi)

Read More
DSC_3317

Sekda Inginkan Karanganyar Memiliki Jajanan Kuliner Yang Khas

Diskminfo

Sekda Karanganyar Drs. Samsi, Msi yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar hadir dalam acara Forum Group Discussion bersama STIE AUB & Pemkab Karanganyar didampingi Kepala Disparpora dan Kepala Baperlitbang, Ketua Yayasan STIE AUB dan Rektor AUB di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Senin(30/07)

Karanganyar, 30 Juli 2018

Forum Group Discussion STIE AUB Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tentang Model Strategi Penguatan Daya Saing Industri Kreatif Pariwisata Bernilai Kearifan Lokal diselenggarakan di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar pada, Senin(30/07).

Dr. Agus Utomo ketua STIE AUB dalam pidato sambutanya menyampaikan, standar nasional penelitian. Memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Eti indriyani Rektor STIE AUB sendiri melakukan penelitian selama 2 tahun. Assesment menggali permasalahan dan harapan masyarakat,  penguatan daya saing. Kebijakan atau hipotesis dalam rangka penguatan daya saing industri. Harapan agar mampu memberikan peran kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam menjalankan kewajiban. Kami yakin manakala sering dicarikan solusi dan dikomunikasikan pasti akan jauh lebih baik.

Hadir mewakili Bupati Karanganyar yaitu Sekda Karanganyar Drs. Samsi, Msi yang didampingi oleh Kepala Disparpora dan Kepala Baperlitbang Karanganyar. Dalam pidato sambutannya menjelaskan bahwa penataan infra ditambah menciptakan 10.000 wirausaha mandiri dan komitmen pengembangan pariwisata 5-10 tahun lalu beda. Penataan diberi tenda seragam gratis. Diberikan gerobak gratis. Ditambah di taman pancasila. Ditambah sabtu dan minggu pagi.  Itulah pemberdayaan ekonomi.

Pertanyaannya pelaku usaha wong Karanganyar atau sebelah. Ekonomi tumbuh. Ngaryoso juga sama. 3-4 tahun luar biasa rame. Geser yang di Tawangmangu Karanganyar dipacu ada Fly Over di palur. Di Tawangmangu malam hari naik ke pasar Tawangmangu. Lihat perkembangan di palur sudah seperti di Jakarta sebagai akses Pintu utama Karanganyar.

Masyarakat Karanganyar pantas bersyukur. Diskusi ini, Saya beri PR 2 harus rampung. Saya sudah mau pensiun desember belum ketemu rumus. “Makanan khas kra apa?”  Kemasan packing dibikin bagus. Ditanya oleh2 khas kra apa. Bingung. Apa yg mau dibaktikan di Karanganyar. Souvenir khas Karanganyar. Ini pekerjaan rumah. Pak Titis saya kasih pekerjaan rumah. Dilombakan monggo, makanan tidak usah bertele-tele sik penting dodolan kui kabeh.  Ada rekayasa khusus. Ini peluang. Siji wae di boomingkan. Tahan lama, aroma jelas, lokal ada. Pembinaan sampai kualitas rasa kemasan.

Rektor STIE AUB Ety Indriyani, Penelitian strategis nasional. Harapannya nanti kalau model ini bisa diterapkan di daerah lain. Dibiayai di riset dan pengabdian masyarakat Kemenristek dikti 2018/2019. Diuji reviewer Nasional. Strategisnya harus ada spesifik. Ditangkap sektor pariwisata. Ekonomi kreatif adalah sektor yg maju. Masalahnya dua itu tidak jalan bareng. Pdb nas 10persen untuk pariwisata.

Ekonomi kreatif dari 2015 sejumlah 7.38 persen. Sub sektor ekonomi kreatif: kuliner, fashion, kriya bisa diaplikasikan ke sektor pariwisata. Pariwisata tanpa kuliner itu ampang. Bernilai kearifan lokal semua bahan harus tersedia di lokal. Arahnya pengembangan produk daerah dan berbasis bahan lokal, kemampuan wirausaha tinggi. Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih. Klaster mbangun Makuthoromo. Pendekatan klaster. Bahan baku ada, proses diharapkan baik berkualitas, pasar diperluas bisa dikembangkan pada ekonomi lokal. Peran stakeholder pemerintah sangat berpengaruh besar demi suksesnya hal tersebut.

Demikian Diskominfo(Ardi) 

Read More
DSC_0033

Pelajari Pengelolaan Koperasi, DPRD Kediri Kunjungi Karanganyar

kominfo

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi Menerima Langsung Para Anggota Legislatif Komisi B DPRD Kabupaten Kediri saat Kunker di Karanganyar, Jumat (27/07).

Karanganyar, Jum’at 27 Juli 2018

DPRD Kabupaten Kediri melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Karanganyar. Dalam kunjungannya, DPRD Kediri ingin mengetahui pengelolaan koperasi di Karanganyar.

Kunjungan DPRD Kediri diterima Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi di ruang Podang II Kantor Setda Karanganyar, Jum’at (27/7) pagi.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan pertumbuhan Koperasi Karanganyar cukup baik. Namun tak jarang karena pengelolaan yang kurang maksimal juga tidak sedikit koperasi yang kolaps.

“Koperasi di Karanagnyar ini banyak yang maju tapi banyak juga yang ambruk, karena kondisi keuangan tidak sehat,”katanya.

Pada kesempatan tersebut Samsi juga membagi informasi mengenai penataan UKM di Karanganyar. Saat ini pertumbuhan UKM di Karanganyar terus bertumbuh dengan baik. Ada 300 UK dan PKL di sekitar Alun-AlunKaranagnyar dan 100 UKM dan PKL di deoan Rumah Dinas Bupati Karanaganyar. Deangan demikian pertumbuhan ekonomi Karanganyar semakin bergeliat.

“Kami telah memberikan tenda bagi PKL, seragam gratis dan gerobak dorong gratis,”terangnya.

Sementara itu sambutan Wakil Ketua DPRD Kediri, Arif Junaidi  mengatakan tujuan kunjungannya ke Karannganyar kali ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Koperasi yang sehat sehingga bukan hanya jumlah koperasi di Jawa Timur yang banyak melainkan dapat memberikan kesejahteraan bagi para anggotanya.

Demikian Diskominfo (ina/ind)

Read More
DSC_2035

Industri Kreatif Karanganyar Siap Pasarkan Produk Secara Online

Kepala DInas Pariwisata, Titis Sri Jawoto memberikan pemaparan tentang industri kreatif di Karanganyar pada Bekraf Digital Enterprenership di Hotel Nava Tawangmangu

 

KARANGANYAR – 24 Juli 2018

 

Pelaku industri kreatif di Karanganyar bersiap memasarkan produknya secara online. Sebab market atau pasaran akan lebih luas dan cepat. Apalagi saat ini era digital yang memabut produk UMKM lebih cepat dimengerti dan dipesan.

“Ini peluang industri kreatif di Karanganyar untuk memasarkan produknya secara online. Kami akan memfasilitasi cara dan kemasan secara online agar produk-produk itu cepat dikenal,” ujar deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif, Budi Santoso wokrshop Bekraf Digital Enterpreners

Para pelaku usaha kreatif di Karanganyar mengantri untuk mengikuti workhsop di hotel Nava Tawangmangu

hip di Hotel Nava, Tawangmangu (24/07)

Dia menambahkan ada tiga sub sektor yang potensial di Karanganyar untuk dionlinekan. Yakni seni pertunjukkan, Kria (Wayang dan batik) dan Kuliner. Jika hanya memasarkan produknya secara online maka pembelinya hanya sekitar rumah anda saja. Namun jika dionlinekan maka pasaran atau pembeli dari belahan dunia. Bahkan, bisa sampai luar negeri. “Di Jepang, industri kreatif mampu menggungguli sektor transportasi. Yang kita tahu, film animasi di Jepang sangat mendominasi sehingga Karanganyar diharapkan bisa mampu bersaing dengan Jepang,” imbuhnya.

Sementara Anggota Komisi X DPR RI, Laila Istiana Diana Safitri mengaku Karanganyar memang potensial dengan industri kreatifnya. Bahkan, yang hadir di wokrshop Bekraf Digital Enterprenership di Hotel Nava, Tawangmangu adalah 98 persen UMKM. Sehingga pihaknya yakin, pelaku ekonomi kreatif di Karanganyar siap untuk online. “Disini nanti kita memberikan fasilitas pengetahuan pengemasan dan memasarkan produk secara online. Saya yakin, produk Karanganyar siap mendunia,” imbuhnya.

Dia menambahkan kehadiran workshop ini untuk menumbuhkambangkan industri kreatif di Karanganyar. Selain Sragen, Karanganyar harus mencari target utama pembangunan dibidang ekonomi kreatif. Salah satunya adalah seni pertunjukkan. Tari gambyong sudah muncul di depan presiden tetapi jika dikemas secara online akan lebih mendunia. “Yang penting strategi dan cara pencapainnya. Bagaimana bekerjasama dengan produknya kita disukai,” tambahnya.

Sementara Kepala Disparpora, Titis Sri Jawoto mengatakan menyambut baik acara tersebut. Pihaknya menyambut baik kehadira BE KRAF ke Karanganyar untuk membantu industri kecil lebih moncer lagi. Ditambah punya daya saing yang kuat sehingga potensial untuk ekspor ke luar negeri. (hr/Dnk)

Read More
DSC00093

Harga Kepokmas Menjelang Lebaran Masih Relatif Stabil

Karanganyar, 04 Juni 2018

Pantauan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) dan gas LPG digelar Pemerintah Kabupaten Karanganyar di beberapa pasar tradisional dan gudang LPG di Karanganyar pada Senin (04/06).

Didampingi Polres Karanganyar, beberapa Staf ahli, Assisten, dan Kepala OPD terkait, Sekda Karanganyar Drs.Samsi, Msi memimpin jalannya sidak.

Mengawali sidak harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Palur,  rombongan langsung memantau harga sembako yang menjadi kebutuhan utama di masarakat, kemudian memantau harga daging di los daging pasar.

Pasar Nglano Tasikmadu menjadi target kedua dalam sidak pantauan kali ini, di tengah-tengah sidak memantau harga kebutuhan pokok masyarakat.  Rombongan di kejutkan dengan tangisan seorang nenek, setelah di tanya ternyata nenek tersebut kehilangan uangnya sebesar 8 juta rupiah.

Wakapolres Karanganyar Dyah segera bertindak, Polsek setempat di panggil untuk olah TKP dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

Berikutnya Pasar Bejen juga turut disambangi rombongan sidak dari Pemkab Karanganyar, sama halnya dengan yang di pantau di pasar Palur dan Nglano, di pasar Bejen harga kebutuhan pokok dan daging juga menjadi sasaran guna memantau lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang Idul Fitri.

Setelah selesai di tiga pasar yang  menjadi sasaran sidak, kini rombongan melanjutkan sidak pantauan di SPBU dan Gudang LPG di  Karanganyar guna memantau persiapan dan persediaannya pihak terkait menjelang hari Raya Idul Fitri.

Sekda Karanganyar Drs.Samsi, Msi menjelaskan hasil sidak kali ini Alhamdulillah hasilnya harga masih relatif stabil, hanya bawang merah yang agak naik sedikit harganya, akan tetapi selain itu mulai dari daging, telur, minyak, beras, cabai semua masih relatif stabil harganya.

Selanjutnya untuk persiapan dan persediaan di SPBU juga cukup sampai nanti Hari Raya Idul Fitri dan pasca Lebaran.

Sedangkan untuk ketersediaan gas LPG, Sekda Karanganyar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menimbun atau mempunyai stok di rumah terlalu banyak. “ Kalau setiap warga menimbun stok gas LPG terlalu banyak di rumah, itu akan berdampak bagi masyarakat yang kurang mampu nantinya “ tutur Sekda Karanganyar Samsi di akhir wawancaranya dengan wartawan.

Demikian Diskominfo ( Ardi)

Read More

Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar memantau di sejumlah pasar tradisional, Senin (04/06) pagi.

Karanganyar, Selasa (05/06/2018)

Harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Karanganyar menjelang Hari Raya Idhul Fitri tahun 2018 masih stabil. Hal tersebut di ketahui saat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar memantau di sejumlah pasar tradisional, Senin (04/06) pagi.

Ketua TPID Kabupaten Karanganyar, Samsi dengan tim memantau di Pasar Palur, Kecamatan Jaten, Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Pasar Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

“Di pasar harga-harga relatif masih stabil, namun harga bawang merah ada kenaikan. Untuk daging, minyak, telor, beras, masih stabil. Sedangkan cabe ada kenaikan sedikit,” kata Samsi.

Tak hanya itu saja, TPID juga memantau pasokan bahan bakar minyak dan LPG. Samsi menjelaskan pasokan bensi ketersediaan hingga setelah lebaran masih bisa mencukupi. Selain itu juga untuk LPG, pasokan juga mencukupi.

“Saya imbau masyarakat tidak menyimpan LPG di rumah terlalu banyak, tidak usah kuatir. Karena ada penambahan pasokan LPG sebsar 5 persen,” kata Samsi.

Pada kesempatan itu, Samsi juga menjelaskan, tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Peternakan juga terus memantau sesuai dengan tugasnya di pasar tradisonal dan modern agar masyarakat dapat mengkonsumsi dengan nyaman.(pd/Ardi)

Read More
web

Pasar Palur, Daging Sapi dan Ayam Layak Konsumsi

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar melakukan sidak dading ayam dan sapi.

Karanganyar, Rabu (30/05/2018)

Daging sapi dan ayam di Pasar Palur, Kecamatan Jaten layak konsumsi oleh masyarakat. Hal itu didasarkan dari hasil pantauan daging oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Rabu (30/05).

Salah satu tim Sidak drh. Sutiyarmo mengatakan ini adalah ini adalah kegiatan rutin dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar. Khusus hari ini hasilnya, secara umum cukup baik tidak menemukan indikasi daging ayam maupun sapi semacam formalin, tiren, glongongan.

“Tadi kami melakukan pengecekan kadar air. Ternyata setelah satu persatu pemeriksaan melakui alat tidak ada satu pun ditemukan daging yang melebihi kadar air,” kata drh. Sutiyarmo.

Dia menjelaskan dari pedagang daging sapi sebanyak 9 lapak, dan pedagang daging ayam 28 lapak. Hasil pengecekan relatif cukup baik. Pengecekan kadar air di Pasar Palur rata-rata mencapai 6.0-6.5. Namun jika  diatas 7.0 layak di waspadai.

“Kalau dulu ada indikasi tiren, glongongan di daging ayam. Namun sekarang tidak ada lagi. Kami terus melakukan pemeriksaan rutin agar masyarakat tetap aman dan nyaman mengkonsumsi daging,” katanya.(pd)

Read More
DSC_0145

Tapping Box Untuk Tingkatkan PAD

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi R memberikan tanggapan atas pemandangan fraksi-fraksi Terhadap ABPD di ruang paripurna (24/5)

KARANGANYAR – 25 Mei 2018

Untuk menambah Peningkatan Asli Daerah (PAD)  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memaksimalkan E-billing. Yakni dengan pemasangan tapping box di sejumlah hotel dan restoran. Hal itu untuk mengurangi kebocoran pendapatan daerah.

“Sosialisasi tapping box sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Pemkab sudah bekerjasama dengan Bank Jateng secara online. Kendala teknis ada satu hotel yang perangkatnya berbeda, namun kita berupaya terus untuk mengatasi kendala teknis tersebut,” papar Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo saat memberikan tanggapan bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Karanganyar kepada DPRD di ruang paripurna, (24/5)

Dia menambahkan selama ini memang restoran pajaknya hanya manual. Jika manual potensi kebocoran pendapatan ada dan memungkingkan. Sehingga dengan pemasangan alat ini, Pemkab berusaha untuk menghilangkan kebocoran tersebut. Ini program baru, sehingga perlu terus sosialisasi.”Klau dibilang mandek tidak, namun kita terus berusaha karena ini tahap awal. Klau cepat juga belum karena harus terus dievaluasi program ini,”imbuhnya.

Berkaitan dengan pertanyaan Fraksi demokrat mengenai jalan dari Karangpandan menuju Gunung Lawu yang masih gelap, Prijo mengatakan kewenangan jalan dan PJU ada di propinsi. Sedangkan perbaikan PJU menjadi tanggungjawab pemerintah propinsi. Namun demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah propinsi.

Terkait permintaan SMA dikembalikan pengelolannya pada pemerintah daerah, Pjs BUpati mengatakan kebijakan pengelolaan SMA/SMK sudah masuk dalam lampiran UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahaan daerah. Sehingga pemerintah daerah khususnya tidak bisa menerapkan program pendidikan gratis pada jenjang pendidikan SMA/SMK. “Yang terpenting kita melihat output  lulusan. Kita berharap akan terus memunculkan siswa-siswa yang mempunyai prestasi unggul,” tambahnya. (hr/ft)

Read More