Category: Agama

WhatsApp Image 2025-02-27 at 16.50.06

Sarasehan Keagamaan dan Bedah Buku “Spotlight of Ramadhan: Meniti Jalan Surga”

Karanganyar – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, melalui Kelompok Kerja Penyuluhan Agama Islam Kabupaten Karanganyar, menggelar Sarasehan Keagamaan sekaligus Bedah Buku Spotlight of Ramadhan: Meniti Jalan Surga. Acara ini berlangsung di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pada Kamis (27/2) siang.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Karanganyar, Kepala Badan Kesbangpol, Ketua Baznas, Ketua MUI, Kepala KUA se-Kabupaten Karanganyar, pimpinan Bank Jateng, BMT, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Kementerian Agama, Sri Lestari, menyampaikan bahwa salah satu program kerja selama satu semester ini adalah pembuatan sebuah buku. Buku Kultum Ramadhan yang baru saja tercetak sebanyak 500 eksemplar menjadi salah satu hasil nyata dari upaya ini. “Buku ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan sponsor. Semoga buku ini bermanfaat bagi sahabat Kelompok Kerja Penyuluh Agama di Kabupaten Karanganyar,” ujar Sri Lestari.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Dr. H. Hidayat Maskur, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam menyambut Ramadhan. “Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan, dan kita harus memiliki terobosan baru. Alhamdulillah, hari ini kita meluncurkan buku Kultum Ramadhan yang akan dibagikan ke masjid-masjid. Harapannya, buku ini dapat menjadi panduan yang berharga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar, Ali Khodri, S.S.T.P., yang mewakili Bupati, turut mengapresiasi hasil kerja para penyuluh agama Karanganyar. “Saya bangga karena rekan-rekan penyuluh mampu menghasilkan sesuatu yang berharga. Menerbitkan buku adalah pencapaian luar biasa yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis dan literasi. Menjelang Ramadhan, saya berharap Kementerian Agama Karanganyar dapat memberikan pendampingan dalam penyampaian materi di masjid-masjid,” pungkasnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi awal dari program literasi keagamaan yang lebih luas, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Karanganyar dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan dengan lebih baik.
DISKOMINFO

Read More
WhatsApp Image 2025-02-22 at 18.02.21

Kajian Akbar Milad ke-13 Ranting Aisyiyah Bancak II,, Perkuat Peran Perempuan dalam Membangun Generasi Islami

Karanganyar – Dalam rangka memperingati Milad ke-13, Ranting Aisyiyah Bancak 2 menggelar Kajian Akbar di Mushola Baiturrohim Bancak, Desa Gebyok, Mojogedang pada Sabtu (22/2) siang. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta jajaran pemerintah daerah.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana hadir sekaligus memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Ranting Aisyiyah Bancak 2 atas peran aktifnya dalam membangun dan membina masyarakat. “Selamat Milad ke-13 untuk Aisyiyah Bancak 2. Semoga semakin berkembang dan membawa manfaat lebih besar bagi umat. Peran ibu-ibu dalam mendidik generasi sangatlah penting, karena dari tangan merekalah lahir generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adhe mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung program pemerintah demi kemajuan Karanganyar. “Kami, Bupati dan Wakil Bupati, tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari masyarakat sangat penting agar kita bisa membangun Karanganyar yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, juga disampaikan tausiyah oleh para ulama dan tokoh Muhammadiyah yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam dakwah, pendidikan, dan ketahanan keluarga.

Milad ke-13 Ranting Aisyiyah Bancak 2 ini menjadi momentum refleksi bagi organisasi untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-22 at 17.58.00

Pembukaan Sarasehan Keluarga Maslahah dan Pencegahan Perceraian Akibat Pengaruh Pinjol dan Judol Bersama LKKNU Karanganyar

Karanganyar– Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Karanganyar menggelar Sarasehan Keluarga Maslahah dengan tema “Cegah Perceraian Akibat Pengaruh Pinjol dan Judol” di Ruang Antorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Sabtu (22/2) pagi. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus NU, pemerintah daerah, serta perwakilan dari kepolisian dan Kementerian Agama.

Ketua LKKNU Karanganyar, Saida Lutfia, S.Psi., M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa gerakan Keluarga Maslahah merupakan program utama NU dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. “Keluarga adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Namun, perkembangan teknologi juga membawa dampak negatif, salah satunya ancaman pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang dapat menghancurkan keharmonisan rumah tangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saida menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bahaya pinjol dan judol serta dampaknya terhadap stabilitas keluarga. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah preventif dalam menekan angka perceraian akibat permasalahan ekonomi dan sosial yang dipicu oleh dua hal tersebut,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana yang memberikan sambutan sekaligus arahan terkait pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan keluarga. “Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk membangun masyarakat yang sejahtera dengan mendorong edukasi dan literasi finansial, sehingga warga tidak terjebak dalam jerat pinjol dan judol,” tegasnya.

Adhe juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara NU, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan acara ini. “Masalah pinjol dan judol ini adalah musuh bersama. Kita perlu bergandengan tangan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga,” ujarnya.

Selain sesi diskusi, sarasehan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk praktisi hukum, psikolog, dan perwakilan dari kepolisian yang memberikan pemaparan mengenai regulasi terkait serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya pinjol dan judol serta dapat membangun keluarga yang lebih harmonis dan berkualitas.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-17 at 23.42.03

Haflah Akhirusannah Ponpes Mahirul Hikam Tlogo 1446H/2025M,, Ustadzah Mumpuni Handayayekti Beri Tausiah Inspiratif

Karanganyar – Pondok Pesantren Mahirul Hikam Tlogo, Desa Dayu, Karangpandan, sukses menggelar Haflah Akhirusannah tahun 1446H/2025M. Acara yang berlangsung pada Senin (17/2) malam ini menghadirkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti dari Cilacap sebagai pembicara utama, yang disambut antusias oleh santri, wali santri, serta masyarakat sekitar.

Turut Hadir Pj Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar, Forkopimca Karangpandan serta ribuan jamaah pengajian.

Dalam kesempatan ini, Pejabat (Pj.) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi memberikan apresiasi atas peran penting Pondok Pesantren Mahirul Hikam dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman. Ia menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pendidikan moral dan sosial bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ponpes Mahirul Hikam yang telah menjadi pembimbing sekaligus sarana pembangunan akhlak bagi generasi muda. Semoga pondok ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.

Puncak acara diisi dengan tausiah dari Ustadzah Mumpuni Handayayekti, yang memberikan ceramah penuh hikmah dan motivasi bagi para santri dan hadirin. Tausiahnya menyoroti pentingnya menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan serta kemajuan Pondok Pesantren Mahirul Hikam Tlogo. Semoga pesantren ini terus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu dan akhlak, serta menjadi cahaya bagi masyarakat.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-14 at 14.36.39

Kedamaian Akan Mendatangkan Harapan

Karanganyar – Sebuah ungkapan inspirasi yang disampaikan oleh Penjabat Bupati Karanganyar Timotius Suryadi saat memberikan sambutan dalam acara Natal Bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) yang diselenggarakan di GBI Tasikmadu pada Jum’at (14/02/2025).

Mengangkat tema Kebersamaan Membangun Pelayanan Pekerjaan Tuhan, kehadiran Pj. Bupati Karanganyar ini menjadi bukti nyata kebersamaan dan kepedulian Pemerintah terhadap sesama umat beragama yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-08 at 22.21.04

IBADAH PENAHBISAN PENDETA GKJ KARANGANYAR: VIKARIS DINAH BESSDORINA MARIBUNGA RESMI DITAHBISKAN

Karanganyar– Gereja Kristen Jawa (GKJ) Karanganyar menggelar ibadah penahbisan Pendeta Vikaris Dinah Bessdorina Maribunga, yang berlangsung khidmat di GKJ Karanganyar, Sabtu (08/02) malam.
Acara sakral ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Pj. Bupati Karanganyar, perwakilan Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Kecamatan, Lurah Cangakan, serta Ketua Tim Penggerak PKK Karanganyar.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas bertambahnya satu pendeta dalam jajaran Gereja Kristen Jawa, khususnya di GKJ Karanganyar. “Sebagai bagian dari keluarga besar GKJ, saya ikut berbahagia dan mengucapkan selamat atas penahbisan Ibu Pendeta Dinah Bessdorina Maribunga. Kami berharap, dengan bertambahnya pendeta di GKJ Karanganyar, pelayanan kepada jemaat semakin baik dan berkembang,” ujarnya.

Pj. Bupati juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para pendeta di era digital saat ini. “Dunia saat ini semakin terbuka, media sosial menjadi ruang bebas yang seringkali mencerminkan suasana hati penggunanya. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat yang semakin dinamis,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa tugas seorang pendeta memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dibandingkan pemimpin masyarakat lainnya. “Sebagai pendeta, standar moral dan etika yang diemban jauh lebih tinggi. Jemaat menaruh harapan besar kepada para pendeta untuk memberikan bimbingan spiritual yang kuat dan menjadi teladan dalam kehidupan beriman,” jelasnya.

Acara penahbisan ini berlangsung dengan penuh hikmat, diikuti oleh ratusan jemaat yang hadir sejak pagi. Para undangan dan jemaat tampak antusias dalam prosesi penahbisan yang berlangsung khusyuk.

Menutup sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar menyampaikan pesan perpisahan sebagai bagian dari akhir masa jabatannya. “Dalam kesempatan ini, saya juga ingin berpamitan. Sebagai Penjabat Bupati, masa jabatan saya terbatas hingga bupati dan wakil bupati definitif terpilih dilantik. Saya berterima kasih atas kebersamaan selama ini dan berharap GKJ Karanganyar terus berkembang dalam pelayanan,” tutupnya.

Dengan penahbisan ini, diharapkan Pendeta Dinah Bessdorina Maribunga dapat menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, menghadapi tantangan zaman dengan bijak, serta membawa GKJ Karanganyar semakin maju dalam pelayanan dan pembinaan jemaat.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-08 at 21.42.43

MUSDA Pengajian Al Hidayah Karanganyar 2025

Karanganyar – Musyawarah Daerah (MUSDA) Pengajian Al Hidayah tingkat Kabupaten Karanganyar tahun 2025 sukses digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Sabtu (08/02) siang. Acara ini menjadi momentum penting bagi para pengurus dan anggota Al Hidayah untuk bersilaturahmi, memperkuat organisasi, serta merumuskan program kerja ke depan.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Karanganyar Timotius Suryadi mengapresiasi kiprah Al Hidayah dalam membina umat dan memperkokoh nilai-nilai keislaman di masyarakat. Beliau menekankan bahwa Al Hidayah memiliki peran strategis dalam menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa.

“Saya mengikuti betul bagaimana Al Hidayah telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah pengajian, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas organisasi agar semakin kokoh dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati turut mengucapkan selamat kepada pengurus Al Hidayah yang baru dilantik, seraya berharap agar mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan semangat profesionalisme.

Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Kabupaten Karanganyar, Siti Mislichah Muslimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MUSDA ini merupakan agenda rutin lima tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi program kerja serta menyusun rencana strategis ke depan.

“Kami telah menjalankan berbagai program selama periode 2020-2025 dan hari ini akan membahas program kerja untuk lima tahun ke depan. Selain itu, pengurus cabang se-Kabupaten Karanganyar juga akan dilantik dalam kesempatan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini Al Hidayah aktif dalam berbagai kegiatan pengajian di seluruh kecamatan, termasuk saat bulan Ramadan, di mana antusiasme masyarakat semakin tinggi.

Acara MUSDA ini dihadiri oleh para ketua Al Hidayah Soloraya, pengurus Al Hidayah Kabupaten Karanganyar, serta berbagai organisasi perempuan di Karanganyar. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi serta meningkatkan peran Al Hidayah dalam membangun masyarakat yang religius dan sejahtera.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-07 at 19.38.40

Baznas Eks Karesidenan Surakarta Gelar Rakor, Bahas Sinergi Pengurangan Kemiskinan Ekstrem

KARANGANYAR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) eks Karesidenan Surakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan tema “Membangun Sinergi Meningkatkan Peran Baznas dalam Mengurangi Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah”, Jumat (7/2) sore. Acara ini berlangsung di Hotel Nava Tawangmangu dan dihadiri oleh para pengelola Baznas dari berbagai daerah Subosukowonosraten.

Pj. Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem, khususnya di Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan apa yang kita bahas hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Karanganyar dan umumnya di seluruh Jawa Tengah. Saat ini, daya serap tenaga kerja masih menjadi tantangan, dan kesulitan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Oleh karena itu, peran Baznas sangat dibutuhkan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga berharap melalui rakor ini, para peserta dapat saling bertukar pengalaman dan strategi agar pengelolaan zakat lebih optimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengelola zakat secara lebih efektif.

“Kita harus melihat zakat sebagai bagian dari solusi dalam mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat memberikan manfaat besar bagi umat, terutama dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem,” kata Ahmad Darodji.

Ia juga mengajak seluruh pengelola Baznas untuk terus berinovasi dalam penghimpunan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan strategi konkret dalam memperkuat peran Baznas sebagai mitra pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, khususnya di Jawa Tengah.

Read More
WhatsApp Image 2025-01-30 at 23.17.31

Pengajian Akbar Peringatan Isra Mi’raj

Karanganyar – Pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriyah berlangsung khidmat di Masjid Agung Madaniyah Kabupaten Karanganyar pada Kamis (30/01) malam. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat yang berdatangan sejak sore. Sebagai pembicara Ustaz K.H Agus Ma’arif Pimpinan Ponpes Raudlatul Ma’arif Simo Boyolali sekaligus Pengurus Masjid Syeikh Zayed Surakarta.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Ali Qodri dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj. Selain itu, pengajian ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat serta memakmurkan Masjid Agung Madaniyah sebagai pusat kegiatan keagamaan di Karanganyar.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar Timotius Suryadi menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun Kabupaten Karanganyar tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam aspek rohani dan keagamaan.

“Kegiatan seperti ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Masjid Agung Madaniyah bukan hanya menjadi bangunan megah, tetapi juga sebagai pusat syiar Islam dan pembinaan keimanan masyarakat Karanganyar,” ujarnya.

Read More
WhatsApp Image 2025-01-30 at 13.54.49

Labuhan Lawu

Karanganyar– Tradisi sakral Labuhan Lawu kembali digelar dengan prosesi serah terima secara simbolis Pratelan Ageman Sultan dari Keraton Yogyakarta kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Acara berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (30/01) pagi . Pj. Bupati Karanganyar secara resmi menerima pratelan tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Puncak Gunung Lawu.

Serah terima ini menjadi bagian dari rangkaian ritual adat yang dilakukan dalam rangka memperingati hari kenaikan takhta Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang setiap tahunnya diperingati dengan upacara Labuhan di tiga titik sakral, yaitu Parangkusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai simbol hubungan erat antara Kabupaten Karanganyar dan Keraton Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa Labuhan Lawu bukan sekadar prosesi adat, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kerja sama budaya dan sejarah antara kedua wilayah.

“Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Keraton Yogyakarta merupakan hal yang berkelanjutan, mengingat sejarah yang menghubungkan keduanya. Gunung Lawu memiliki makna khusus dalam perjalanan spiritual Sultan Hamengkubuwono X. Selain itu, Karanganyar juga memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya Keraton Yogyakarta melalui Perjanjian Giyanti. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai sejarah ini dan memastikan bahwa generasi penerus tetap menghargai serta bangga terhadap warisan budaya yang ada,” ujarnya.

Perwakilan dari Keraton Yogyakarta, KRT. Rinta Iswara, yang menjabat sebagai Penghageng II Kawedanan Widya Budaya, menjelaskan bahwa prosesi Labuhan Lawu adalah bagian dari tradisi Labuhan Ageng, yang dilaksanakan setiap delapan tahun sekali, serta Labuhan Alit, yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

Menurutnya, barang-barang yang dilabuh, seperti dodot, kening set dinggo, teluh watu, dan uborampe lainnya, memiliki makna mendalam dalam tradisi Mataram. Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat dan mengikuti kaidah adat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Labuhan ini bukan hanya sebuah upacara, tetapi juga wujud rasa syukur dan bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini memiliki makna spiritual untuk menjaga keseimbangan alam dan harmoni kehidupan. Barang-barang yang dilabuh telah disiapkan dengan cermat dan akan dibawa oleh para juru kunci menuju Puncak Gunung Lawu pada tengah malam, agar tiba di lokasi sebelum matahari terbit,” ungkapnya.

Setelah prosesi serah terima di pendopo selesai, Pratelan Ageman Sultan akan dibawa menuju Puncak Gunung Lawu oleh para juru kunci, melalui jalur Cemoro Kandang. Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu beberapa jam hingga menjelang pagi.

Labuhan Lawu sendiri dilaksanakan satu hari setelah peringatan hari kenaikan takhta Sultan Hamengkubuwono X, yang jatuh pada 29 Rajab dalam kalender Hijriyah. Upacara ini merupakan bagian dari tradisi besar Keraton Yogyakarta yang bertujuan untuk memayu hayuning bawana, yaitu menjaga keseimbangan alam dan spiritual bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap bahwa Labuhan Lawu dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya yang diteruskan kepada generasi mendatang. Kegiatan ini bukan hanya ritual adat, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan sejarah yang telah mengakar di Tanah Jawa.

Read More