Category: Agama

DSC_8423

Jama’ah Putri Mahabbah Rosul(JAMURI) Gelar Estafet 30 Hari Baca Maulud Al Barzanjy

Karanganyar – 14 November 2019

Di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Kecamatan Kerjo, menjadi tempat terakhir gelaran estafet 30 hari pembacaan maulud Al abrzanjy bersama Jama’ah Putri Mahabbah Rosul yang biasa disebut JAMURI, kamis(14/11/19).

Kegiatan estafet ini berlangsung sudah sejak bulan Oktober, dilangsungkan bukan hanya di Pesantren lingkungan Kabupaten Karanganyar saja, melainkan juga digelar di Surakarta juga di Sukoharjo.

“ estafet ini sengaja kami gelar guna memperingati perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW “, jelas panitia.

Dengan harapan ummat islam semakin mencintai baginda Rasulullah Muhammad SAW, kegiatan ini juga mengajak masyarakat disekitaran pesantren yang ditempati agar lebih gemar bersholawat untuk kanjeng Nabi.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_2800

Dalam Rangka Maulud Nabi Muhammad SAW Masjid Baiturrohman Gelar Grebegan dan Wayang Kulit Dakwah

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan serta tausiyah dalam Pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammmad SAW dan gelaran wayang kulit dakwah di Masjid Baiturrohman Gunung Wijil Ngringo Jaten, Minggu(10/11/19)

Karanganyar – 10 November 2019

Peringatan Maulid Nabi SAW, menjadi agenda rutin digelarnya pengajian di Masjid Baiturrohman Gunung Wijil Desa Ngringo Kec. Jaten. Seperti tahun – tahun sebelumnya, tahun ini segenap pengurus takmir Masjid Baiturrohman gelar pengajian sekaligus gebyar grebegan dan pertunjukan wayang kulit dakwah, Minggu(10/11/19).

Inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. “Makanya momentum Muludan adalah untuk meniru, meneladani akhlak Rasulullah, baik dari segi keilmuan maupun dari segi sunah-sunah yang harus dilakukan yang tercermin dengan akhlak, moral, dan memiliki budi pekerti yang luhur,” tegas Ketua panitia penyelenggara.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir mengingatkan kepada para jama’ah, bahwa bersholawat itu harusnya sesering mungkin, banyak cara untuk bersholawat jadi jangan bingung bagaimana caranya bersholawat.

“ Diakhir zaman seperti sekarang ini, benteng terakhir kita adlah rumah kita sendiri. Dengan sering bersholawat sebagai bukti bahwa kita umat Nabi Muhammad SAW “ jelas Bupati Juliyatmono.

Rosulullah SAW memberi kita contoh sederhana namung di zaman seperti sekarang menjadi hal yang susah untuk dilakukan kita sebagai umatnya, yaitu mendatangi orang tua. Silaturahmi kepada orang tua menjadi hal yang sering diingatkan baginda Rosul kepada umatnya.

“ Insya Allah kalau banyak bersholawat hati bisa ayem dan tentrem “, tegas Juliyatmono.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_5368

Sarasehan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Karanganyar Bupati: Jaga Kondusifitas Untuk Peningkatan Ekonomi

 

 

 

 

 

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sarasehan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/10/2019) di Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. (more…)

Read More
DSC_8170

Karanganyar Bersholawat Menjadi Tajuk Rangkaian Perayaan HUT TNI Ke 74

Bupati Dan Wakil Bupati Karanganyar beserta Kapolres dan Dandim 0727 Karanganyar hadiri Pengajian Kabar Gus Ali Gondrong deng tajuk ” Karanganyar Bersholawat” sebagai rangkaian perayaan HUT TNI Ke 74 di Lap. Jatipuro, Minggu(13/10).

Karanganyar – 13 Oktober 2019

Bertempat di Lapangan Kecamatan Jatipuro, Gus Ali Gondrong mengawali dengan memimpin do’a para jama’ah yang hadir untuk membuka pengajian akbar dengan tajuk “ Karanganyar Bersholawat” sebagai rangkaian perayaan HUT TNI Ke 74, Minggu(13/10/19).

Pengajian akbar ini menjadi pemikiran Bupati Karanganyar H. Juliyatmono kepada Komandan Kodim 0727, beliau ingin pada perayaan HUT TNI ke 74 ini bisa sama seperti ketika perayaan HUT Bhayangkara yang juga mengundang Gus Ali dengan tajuk yang sama yaitu Karanganyar Bersholawat.

Karanganyar Bersholawat ingin di familiar kan oleh Bupati Juliyatmono, nantinya akan menggelar hal serupa di Kecamatan yang lain juga. Ini sebagai upaya agar kondusifitas warga Karanganyar yang ia pimpin bisa terus terjaga kerukunannya walau perbedaan dalam keyakinan beragama berbeda – beda.

“ Supoyo adem ayem lan tentrem Karanganyar iki, Sholawatan terus sampai nanti semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar bisa bergantian menggelar pengajian akbar seperti ini “, jelas Bupati saat berkesempatan untuk memberikan tausiyah singkat.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_3084

Canangkan Desa Sadar Kerukunan, Bupati Juliyatmono Berharap Ngargoyoso Bisa Menjadi Contoh Bagi Dunia

Bupati Karangnyanya H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara pencanangan desa sadar kerukunan Th. 2019 di Balai Desa Ngargoyoso, Kamis(12/09/19)

Karanganyar – 12 September 2019

Masjid, Gereja dan Pura berdampingan dengan megah nan damai di pelataran Balai Desa Ngargoyoso, warga yang sangat rukun menjadikanya tambah adem ayem suasana lingkungan walau perbedaaan keyakinan sangat kental terasa. Ini menjadikan Desa Nagargoyoso terpilih sebagai Desa yang secara resmi dicanangkan sebagai Desa sadar kerukunan, Kamis(12/09/19).

Ahmad Hudaya selaku ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Karanganyar smapaiakn bahwasanya program ini adalah dari Kementrian, betapa sangat pentingnya kerukunan antar umat beragama terlebih lagi maraknya kegaduhan dan kericuhan pasca Pemilu yang belum lama usai. Hadir pula para tokoh pemuka agama yang ada di Ngargoyoso dalam pencanangan ini.

Ini Menjadi bukti bahwa di Ngargoyoso sangat harmonis sekali kehidupan masyarakatnya walau berbeda keyakinan yang dianut. Semoga Indonesia kedepannya menjadi kaca bagi negara-negara yang lain tentang kerukunan antar umat beragamanya.

Sementra Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati, dalam pidato sambutannya sampaikan bahwa Forum Komunikasi Umat Beragama(FKUB) harus bisa menjadi tangan panjang pemerintah agar tidak ada kekisruhan, kericuhan antar umat beragama. “ Salamnya Pancasila menjadi salamnya pemerintah “, tegasnya.

“ Ada masjid, ada gereja dan ada pula pura yang kerukunan masyarakatnya sudah ada sejak dahulu, ini sangat luar biasa sekali karena bisa menjadi percontohan bukan hanya di Kabupaten Karanganyar saja, tapi bisa di seluruh Indonesia bahkan dunia “, jelas orang nomor satu di Bumi Intanpari ini.

Jika nantinya dunia ingin belajar bagaimana menjaga kerukunan antar umat beragama, silahkan datang dan belajar ke Ngargoyoso. Karena pada hakikatnya semua agama mengajarkan hal kebaikan, semua bercita-cita masuk ke surga. Hati tidak bisa dipaksa dalam hal agama, karena keyakinan itu sendiri-sendiri dan semuanya bertujuan baik.

“ Dari Ngargoyoso Untuk dunia “, tegas Bupati Juliyatmono.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_2830

Haji Wagiman Hadi Pawiro Wakafkan 325 Meter Tanah Untuk Pembangunan Masjid Di Dsn Gemblong Kulon Desa Wonosari Gondangrejo

Pengajian Akbar oleh Ust. Sunarno sekaligus peresmian masjid Darussalam di Dsn. Gemblung Kulon Desa Wonosari Kec. Gondangrejo, Selasa(10/09/19)

Karanganyar – 10 September 2019

Seluas 325 meter tanah milik keluarga besar H. Wagiman diwakafkan untuk dibangun masjid yang diberi nama Darussalam oleh warga dsn Gemblung kulon Desa Wonosari Kec. Gondangrejo. Ini murni atas kehendak beliau H. Wagiman untuk mewakafkan tanahnya, hal ini disambut antusias warga dengan semangat dan gigih untuk mendirikan masjid mengingat di dsn Gemblung kulon belum banyak masjid besar.

Selain peresmian didirikannya bangunan masjid Darussalam diatas tanah wakaf dari H. Wagiman, prosesi peresmian pun sekalian menggelar pengajian rutin 3 bulanan yang sering diadakan oleh Forum Takmir masjid se Desa Wonosari dengan pembicara ustads Sunarno Sarjana seni, Selasa(10/09/19).

“ mumpung sekalian ada hajat peresmian masjid baru, sekalian aja pengajian rutin 3 bulanan kami tempatkan di masjid baru Darussalam ini “, jelas Ketua Forum Takmir Masjid se Desa Wonosari ini.

Forum Ta’mir Masjid se Desa Wonosari, mendoakan semoga yang mewakafkan entah apapun itu bahkan sekecil apapun untuk berdirinya masjid ini mendapat balasan yg setimpal oleh Allah SWT. Semoga dengan berdirinya masjid ini bisa membawa berkah dan hidayah bagi warga sekitar.

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya, Allah juga bisa menciptakan manusia dalam seburuk buruknya, kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan berbuat kebajikan.

Pembangunan masjid sudah 95%, masih kurang 5% mari berebut untuk membantu agar segera selesai, masjid sudah mau jadi maka jama’ahnya juga harus banyak, warga harus siap berjama’ah di masjid, ujar Junaidi Purwanto Camat Gondangrejo.

Sementara mewakili Bupati Karanganyar, Muh.Indrayanto selaku Kepala Baperlitbang sampaikan peresmian masjid  Darussalam diatas tanah wakaf dari H. Wagiman ini terasa luar biasa karena dibarengi dengan pengajian akbar rutin 3 bulanan yang selalu diselenggarakan oleh Forum Takmir Masjid se Desa Wonosari.

Penanda Tanganan Prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Darussalam oleh Keala Baperlitbang Muh. Indrayanto

“ Warga silahkan sengkuyung agar segera jadi 100% bangunannya, selain itu warga juga harus mau memakmurkan masjid dengan selalu berjama’ah di masjid agar makmur masjidnya “, tegas beliau.

Bupati berpesan untuk menjaga kerukunan dan gotong royongnya, dijaga kerukunan dan kekompakan yang sudah terjalin bagus sampai sekarang, jangan sampai ternodai dengan pertikaian antar warga. Selanjutnya mewakili Bupati, Kepala Baperlitbang resmikan pembangunan masjid Darussalam dengan memotong pita didampingi Camat Gondangrejo dan Forkopimca. (Ard/Tgr)

Read More
DSC_3814

Dijadwalkan Datang Minggu Pukul 18.00, Namun Jamaah Haji Kloter 3 Baru Tiba Senin Pukul 05.30

Jamaah Haji Kloter 3 Kabupaten Karanganyar tiba di Asrama Haji Donohudan

Karanganyar – 19 Agustus 2019

Jamaah Haji Kloter 3 Kabupaten Karanganyar tiba di Asrama Haji Donohudan pagi tadi jam 05.30 WIB dengan selamat (19/8). Sebenarnya, sesuai jadwal jamaah kloter tiga akan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Minggu Pukul 18.00, namun molor menjadi Senin Pukul 05,30. Kedatangan Jamaah Haji disambut dengan bahagia oleh Bupati Karanganyar beserta jajaran Forkompimda.

Penyelenggara berharap Jamaah Haji tahun 2019 ini bisa menjadi Haji yang mabrur dan mengamalkan nilai-nilai positif yang didapat selama di Mekah. Panitia rombongan Jamaah Haji 2019, H. Abdul Jalil dalam sambutannya mengatakan semua Jamaah Haji harus melestarikan Ibadah Haji mereka dengan berbuat baik sesuai degan perintah dan larangan Allah SWT. “Kami mohon maaf jika pelayanan kurang memuaskan, semoga Ibadah Haji yang telah dilaksanakan menjadikan amalan soleh untuk bekal di akhirat nanti” tambahnya.

Bupati Karanganyar memberikan sambutan kepada Jamaah Haji yang telah selesai melaksanakan Ibadah Haji

Sambutan hangat Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan atas nama pemerintah ikut berterima kasih atas terlaksananya progam Ibadah Haji Tahun 2019, dan berharap semoga menjadi Haji yang mabrur dan mendapat berkah dari Allah SWT. “Setelah ini langsung pulang supaya bisa memasak Botok, Gudangan, Sayur loncom, dan tentunya bisa kumpul dengan keluarga tercinta di rumah” imbuhnya.

Bupati Karanganyar juga mengajak untuk mendoakan Jamaah Haji dari Kabupaten Karanganyar dan Kiai Haji Maimun Zubair yang meninggal di tanah suci Mekah supaya khusnul khotimah. Tidak lupa Bupati Karanganyar juga mengajak untuk menyuarakan yel-yel kemerdekaan RI yang ke-74.

Demikian Diskominfo (Hr/Adt/Wk)

Read More
DSC_7924

22 TPQ Ramaikan Lomba Rampak Beduk Gema Takbir Idul Adha

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Festifal/Rampak Beduk TPQ se-Kabupaten Karanganyar guna memperingati malam takbir Idul Adha, Sabtu(10/08/19)

Karanganyar – 10 Agustus 2019

Sebanyak 22 TPQ yang berasal dari TPQ se-Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya mengikuti lomba gema takbir Idul Adha di Halaman Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (10/8/2019) malam.

Terlebih dahulu anak-anak TPQ mengikuti kirab takbir, mengelilingi Lapangan Alun-Alun Karanganyar sembari mengumandangkan takbir. Penampilan rampak bedug dari Kecamatan Jumapolo menjadi pembuka lomba gema takbir pada malam itu.

“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,..”

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak para hadirin yang ada di halaman Masjid Agung untuk mengumandangkan takbir bersama-sama.

“Ini upaya kita memberikan pendidikan kepada anak-anak dan generasi mendatang. Mengisi memori fikiran mereka, betapa indahnya agama islam. Betapa indahnya hidup rukun di negara kesatuan RI,” kata Juliyatmono.

Melalui kegiatan ini Juliyatmono mengajak kepada masyarakat untuk terus berlatih berkorban serta jangan pernah lelah berbuat baik. “Bagi anak-anak berlatih terus membantu sesama. Latihan Berbagi, gotong royong. Menghormati orang tua. Belajar agama dengan baik,” terangnya.

Juliyatmono berharap, semoga seluruh yang telah diberikan, sekecil apapun baik itu berupa tenaga, ilmu, harta benda dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umat. “Bertepatan dengan hari HUT Kemerdekaan RI ke-74, semoga Indonesia menjadi negeri baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” ungkapnya.

Ketua Takmir Masjid Agung Karanganyar, Abdul Muid menyampaikan, ada serangkaian acara dalam menyambut Hari Idul Adha ini. “Tadi seusai salat asar, dilaksankan dengan doa bersama dan dzikir, bertepatan dengan Hari Arafah. Malam ini diadakan kirab takbir dan lomba gema takbir. Untuk menyenangkan anak-anak. Sehingga kelak ketika dewasa, mereka dapat mengingat-ingatnya,” katanya, Sabtu (10/8/2019). Lebih lanjut Abdul menambahkan, salat Idul Adha akan diselenggarakan di Alun-Alun Karanganyar.

Bertindak selaku imam dan khotib, yakni Syekh Ali Jaber. Seusai salat akan dilanjutkan pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Agung. Adapun dalam lomba gema takbir, masing-masing peserta akan tampil selama 4 menit. Peserta asal Kerten RW 9 Jantiharjo Kecamatan Karanganyar, TPQ Al-Hasanah tampil mengenakan seragam TPQ mereka dan dilengkapi aksesoris selempang dan mahkota dari daun nangka.

Pendamping TPQ Al Hasanah, Fadila menyampaikan, ini baru pertama kali mengikuti lomba gema takbir.

“Anak-anak antusias. Sekaligus mengenalkan kepada anak-anak. Ada 20 orang yang tampil. Persiapan sekitar seminggu. Karena bertepatan masuk sekolah, latihan bakda maghrib sampai pukul 21.00,” katanya.

Ia berharap dengan kegiatan ini anak-anak tidak bosan dan semakin kreatif. “Semoga mereka senang dan menikmati masa-masa kecil di TPQ,” ungkapnya. Penamping lainnya, Zainal Abidin menambahkan, TPQ Al-Hasanah mendapatkan juara pertama saat kirab takbir jelang Hari Raya Idul Fitri yang juga diselenggarakan di Halaman Masjid Agung bulan lalu.

“Dengan keikutsertaan di lomba gema takbir ini, harapannya mendapatkan juara lagi,” pungkasnya.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_7972

Syekh Ali Jaber Bertindak Sebagai Imam dan Khotib Idul Adha di Alun-alun Karanganyar, Ini Pesan-pesannya

Kominfo

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau lebih dikenal Syekh Ali Jaber saat menyampaikan khutbah pasca Sholat Idul Adha di Alun alun Karanganyar, Ahad(11/08/19)

Karanganyar – 11 Agustus 2019

Hari Raya Idul Adha berlangsung hari ini dan dirayakan di sejumlah wilayah, termasuk di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Karanganyar.

Pantauan dari Tim Liputan di sekitaran Alun-Alun Karanganyar pada Minggu (11/8/2019) sekira pukul 06.30. Para masyarakat yang hendak menjalankan salat Idul Adha, berjalan menuju lapangan Alun-Alun dan menempati shaf yang sudah disediakan maupun membentuk shaf tersendiri.

Turut salat Idul Adha di lapangan Alun-Alun, Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar.

Bertindak selaku imam sekaligus khotib salat Idul Adha, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau lebih dikenal Syekh Ali Jaber.

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar. Laa illaaha illallahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillahil hamdu.”

Dalam khotbahnya Syekh Ali Jaber menyampaikan, hari ini adalah hari kurban atau Hari Idul Adha.

“Umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir setiap waktu dan setiap saat dimana pun berada. Menunjukan syukur kita kepada Allah SWT dengan kita bertakbir,” katanya.

Menurutnya kemuliaan dan kenikmatan Hari Raya Idul Adha adalah saat menjalankan puasa Hari Arafah kemarin.

“Salah satu sunah yang perlu kita jaga dan kita hidupkan adalah sunah takbir. Mulai dari subuh pada hari arafah sampai hari tasyrik,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat mengumandangkan takbir bukan hanya selepas salat fardu saja, tetapi juga dianjurkan mengumandangkannya di setiap waktu.

“Di jalan, naik motor, di rumah, pasar dan mall serta dimanan pun kita berada. Kita hidupkan syiar takbir untuk menunjukan kemuliaan hari ini, kebanggan kita menyambut hari agung dan mulia dari Allah SWT. Serta tak lupa menysukuri nikmat di negeri kita,” pungkasnya.(Ard/Tgr)

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Cristanto saat mengikuti Sholat Idul Adha di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Ahad(11/08/19)

Read More
DSC_7809

Sholat dan Dzikir Berjama’ah Di Hari Arofah

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono, Komandan Kodin 0727, dan Kapolres Karanganyar saat melaksnakan Sholat Ashar berjama’ah dan dilanjutkan dengan dzikir bersama di hari Arofah di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu(10/08/19).

Karanganyar – 10 Agustus 2019

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengisi hari Arofah 9 Dzulhijah atau yang bertepatan dengan tanggal 10 Agustus ini  dengan Sholat Ashar berjama’ah dan dilanjut dengan Dzkir(berdo’a) bersama di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu(10/08/19).

Saat ini para jama’ah haji di tanah suci juga sedang berada di padang Arofah untuk berdzikir, disinikita juga melaksanakan itu. jelas Abdul Muid selaku ketua takmir Masjid Agung Karanganyar. Hari arofah di tanggal 9 Dzulhijah ini juga kita disunnahkan untuk melsanakan puasa Arofah. Sedang untuk penyembelihan berkerja sama dengan Dinas peternakan.

Sementara Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir didampingi Komandan Kodim 0727 Dan Kapolres Karanganyar, dalam pidato sambutannya beliau berharap semoga kegiatan ini bermanfaat dan apa yang menjadi harapan kita semua bisa maqbul diijabah Allah SWT.

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini juga mengajak untuk mendo’akan sanak famili yang sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran dam mnjalankan ibadahnya.

Melatih berkurban itu mulai dari hal yang paling kecil terlebih dahulu, berkurban itu melakukan suatu pengorbanan(mengorbankan) dengan ikhlas, berdo’a itu menjadi kebutuhan kita. Demikian juga dengan sholat, jangan dipisah-pisah.

“ mari terus kita semangati terus ketqwaan dan keimanan kita  juga kecintaan kita terhadap Allah SWT agar semakin menjadi manusia yang beriman dengan sebenar-benarnya” , tegasnya. (Ard/Tgr)

Read More