DSC_0077

41 PNS KENA RAZIA

Karanganyar, Kamis (13/12/2012)

Sebanyak 41 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rabu (12/12) siang. Razia yang digelar di ruas jalan Karanganyar-Mojogedang itu dimaksudkan untuk menindak aparat yang tidak disiplin dalam menjalankan tugas.

Data BKD menyebutkan, dari 41 PNS tersebut mayoritas adalah guru dari semua jenjang pendidikan yakni 37 orang. Sementara itu, sisanya sejumlah empat orangmerupakan PNS yang bertugas di sejumlah Puskesmas.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Widarbo Basuki mengungkapkan, razia digelar lantaran mendapatkan sejumlah laporan dari beberapa kalangan. Dalam laporan itu menyebutkan, banyak PNS yang berkeliaran di saat jam kerja. “Kalau pun mereka keluar dengan alasan tugas, harusnya ada surat tugas dari atasan. Jika tidak dilengkapi surat itu, maka pegawai tersebut melanggar kedisiplinan PNS,” kata dia di sela-sela razia.

Bagi pegawai yang terjaring razia, pihaknya langsung memberikan teguran melalui BKD.  Tidak hanya itu, BKD juga akan melayangkan pemberitahuan kepada atasan PNS yang terjaring razia tersebut.

Di temui di tempat yang sama, Kasubid Pembinaan dan Kesejahteraan BKD Karanganyar, Wiyono menjelaskan, kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Karanganyar. “SE itu menegaskan jika PNS yang keluar dengan alasan dinas, harus membawa surat tugas dari atasan. Nah, 41 PNS ini ternyata tidak membawanya,” ujarnya.

 

.pd

Read More

Tim Gabungan Masih Temukan Penyalahgunaan Warnet

Karanganyar, Selasa (11/12/2012)

Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar melakukan monitoring lanjutan terhadap usaha warung internet (warnet) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Penyisiran dilakukan di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Jenawi, Kerjo, dan Mojogedang, Senin (10/12). Di empat Kecamatan tersebut, tim gabungan kembali menemukan beberapa penyalahgunaan yang dilakukan oleh pemilik warnet dan juga pengguna jasa informasi itu. Untuk mempermudah pengawasan, ketinggian bilik yang disarankan tidak melebihi tinggi layar monitor komputer, tetapi masih banyak yang belum mengindahkan. Hal itu dikhawatirkan dapat menjadi tempat untuk melakukan perilaku yang tidak sopan bagi pengunjung. Demikian juga untuk konten filtering yang wajib dipasang pada server jaringan untuk mengantisipasi akses terhadap situs negatif. Masih banyak warnet yang belum mengindahkan hal ini, sehingga berpotensi dapat menyebabkan rusaknya moral generasi muda. Terbukti, pada waktu monitoring kali ini masih memergoki beberapa pasang remaja berseragam sekolah yang asyik berpacaran di bilik warnet.

Obyek monitoring lainnya adalah persoalan ijin usaha, terbukti warnet masih banyak yang belum berijin. Sekedar informasi,  ijin warnet dilakukan dengan meminta surat rekomendasi dari Dishubkominfo yang nantinya dimintakan ijin ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Karanganyar.

Dalam monitoring kali ini sempat terjadi adu mulut antara tim gabungan dengan pihak pemilik warnet. Padahal sekitar 2 (dua) minggu sebelumnya sudah dilakukan teguran lisan terhadap warnet yang disalahgunakan oleh user. Salah satunya adalah warnet “M” di daerah Munggur, Mojogedang. Sempat ada kengototan dari pemilik warnet tersebut ketika mendapakan nasehat dari tim gabungan. Di warnet itu pada kali pertama monitoring telah menemukan penyalahgunaan warnet sebagai tempat kencan para pelajar. Pemilik telah dihimbau untuk mengubah setting bilik warnet yang terlalu tinggi dan tertutup, akan tetapi tim gabungan masih melihat belum diubah pada monitoring kali kedua ini. Ia berdalih belum melakukan pembenahan warnet karena takut pengunjungnya berkurang, atau mendapat komplain dari pelanggan. Padahal alasan tersebut dinilai terlalu menyepelekan aturan dan tidak memikirkan dampak sosial akibat penyalahgunaan usahanya.

Setelah mengetahui adanya temuan tersebut, tim Gabungan memberikan peringatan kedua kepada pemilik warnet. Untuk selanjutnya jika masih tidak ada perubahan akan diteruskan dengan penjatuhan sanksi. “Kami tidak segan-segan untuk menindak tegas bagi para penyedia jasa informasi yang tidak mengindahkan etika dan terkesan meremehkan petugas gabungan ini”, kata Sri Herlina, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika, Dishubkominfo, Selasa (11/12).

“Kami akan tetap akan melaksanakan monitoring ini secara berkala, jadi tidak ada batas kapan berakhir, karena ini adalah amanat yang harus kami laksanakan demi tertib hukum dan menyelamatkan moral generasi muda”, tandasnya.

Camat Jenawi, Agus Hartanto, ketika ditemui di kantornya sangat mendukung adanya monitoring warnet ini. “Terus terang, kami mendukung langkah yang dilakukan tim gabungan ini. Karena kalau tidak diawasi secara langsung, keberadaan warnet dapat meresahkan masyarakat, bahkan merusak generasi muda, padahal warnet sejatinya justru untuk mencerahkan masyarakat dengan membuka wawasan pengetahuan yang lebih luas” ujar dia.

 

     

.pd/ek

Read More
DSC_0102

Pusaka Kyai Pamot Dijamas

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (8/12) siang. Selain pusaka tersebut yang merupakan peninggalan Sri Paduka Mangkunegoro IV, jamasan juga dilakukan bagi puluhan keris lainnya.

Kendati pelaksanaan jamasan dilakukan di Karanganyar, namun tidak sembarang orang yang boleh menyentuh  pusaka keramat itu. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang sejumlah abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk memulai ritual tersebut.

Upacara jamasan diawali dengan keluarnya keris pusaka itu dari lemari penyimpanan, lalu diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Pusaka yang sudah berumur lebih dari 100 tahun itu kemudian diberikan kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamasi.

Acara jamasan juga dilengkapi dengan ubo rampe seperti jeruk pecel, kembang setaman, ratus, air, dan minyak pusaka. Usai dibersihkan melalui ritual itu, keris dimasukkan kembali dalam kotak kayu untuk kembali disimpan di dalam lemari.

Sekadar informasi, Kyai Pamot diserahkan oleh Sri Paduka Mangkunegora VIII dan dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, pusaka ini konon bisa menjaga wilayah dan memberikan rasa aman.

Di tiap tahun, tepatnya di bulan Sura, pusaka itu selalu dijamasi. Hal ini dilakukan sejak bupati-bupati Karanganyar terdahulu dan diteruskan oleh Bupati Rina Iriani.

“Kita tentunya mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Selain itu, dengan upacara jamasan ini kami juga ikut melestarikan budaya yang sudah turun-termurun,” kata Rina.

.pd

 

 

Read More

FESTIVAL REOG KARANGANYAR 2012

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Ribuan orang menyaksikan Festival Reog Karanganyar 2012 di Alun-Alun  Karanganyar, Sabtu (08/12). Festival ini diikuti oleh sejumlah kelompok reog yang ada di Bumi Intanpari.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani itu memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok diberikan waktu hingga 25 menit untuk menampilkan atraksi tari warok.  Seniman juga bisa menampilkan kebolehannya melalui penari Jathilan, Bujangganong, klonosewandono. Selain itu, kelompok seni juga bisa unjuk kebolehan mempertunjukkan tari merak tarung dengan iringan dan kreativitas masing-masing.

Pagelaran festival ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan dan dorongan dalam upaya pembinaan, pengembangan serta peningkatan kesenian yang ada di masyarakat.

“Kita turut berupaya memelihara, melestarikan dan memajukan kesenian reog yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tentunya itu sebagai khasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional,” kata Ngadimin, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar di sela-sela acara, kemarin.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi panitia dan peserta. Dikarenakan kesenian reog bisa hilang jika tidak dilestarikan. Rina menjelaskan jika pihaknya juga menghormati budaya lokal tradisional yang ada di wilayahnya.

“Keanekaragaman budaya merupakan perwujudan kebhinekaan yang merupakan alat pemersatu bangsa. Kami pun akan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah di Karanganyar,” kata kepala daerah yang biasa mengenakan jilbab itu.

 

.pd

Read More

SEJUMLAH WARNET BELUM BERIZIN

Karanganyar, Senin (26/11/2012)

Jajaran Bidang Kominfo, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan monitoring ke sejumlah warung internet (Warnet) dan game online di Kecamatan Kerjo dan Mojogedang, Sabtu (24/11) siang. Monitoring tersebut dilakukan guna mengecek sisi perizinan, pelayanan konten/ isi layanan, setting tempat layanan.

Setidaknya ada lima Warnet dan game online yang menjadi  sasaran monitoring, di antaranya dua tempat di wilayah Kecamatan Mojogedang. Sedangkan sisanya sebanyak tiga tempat penyedia jasa informasi dan game lainnya berada di Kecamatan Kerjo.

Hasilnya, Pemkab dalam hal ini melalui bidang Kominfo masih menemukan Warnet dan game online yang belum berizin dan memberikan pelayanan yang belum bagus dalam hal setting tempat layanan atau ruangan. Bahkan, di salah satu Warnet di Kecamatan Mojogedang justru memiliki bilik yang terlalu tinggi dan dimungkinan besar bisa disalahgunakan oleh para pengguna jasa informasi tersebut.

Kecemasan tersebut terbukti dengan ditemukannya sepasang remaja yang sedang berpacaran di salah satu Warnet itu. Saat kepergok, salah seorang siswi SMP di Kabupaten Karanganyar dan temannya tersebut berdalih ingin mengerjakan tugas sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dishubkominfo Karanganyar, Sri Herlina mengatakan, hasil monitoring tersebut akan jadikan dasar pengambilan kebijakan ke depan. “Melihat temuan di lapangan, kami akan melakukan tindaklanjut. Konkretnya, data yang kami kumpulkan akan menjadi bahan pembuatan kajian aturan mengenai jasa informasi,” kata Lina di sela-sela monitoring.

Hal yang juga wajib dicermati oleh para pemilik Warnet yakni soal setting bilik yang dipasang dan dinilai terlalu tinggi. Hal ini ditekankan pasca penemuan sepasang remaja yang sedang berpacaran. “Ini akan menjadi bahan pencermatan dan pengawasan kami pada warnet di semua wilayah Kabupaten Karanganyar,” ujar dia.

 

.ek/pd

Read More

TARI INDONESIAKU PECAHKAN REKOR MURI

Karanganyar, Senin (19/11/2012)

Lagi-lagi, Kabupaten Karanganyar mengukir prestasi dan sejarah baru. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat dan memberikan penghargaan tari bertajuk Indonesiaku sebagai tarian dengan peserta terbanyak.

Tercatat, pertunjukan tari itu diikuti oleh 4270 pelajar perempuan dari SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Karanganyar. Data MURI menyebutkan jika prestasi ini dicatat masuk buku rekor dengan nomor 5693.

Sebatas informasi, tarian massal yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (18/11) itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Karanganyar ke-95. Pemecahan rekor MURI tersebut dilakukan usai acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT), yakni upacara. “Penghargaan ini kami berikan untuk tari Indonesiaku sebagai peserta terbanyak. Semoga ini menjadi pendorong bagi daerah-daerah lain untuk mengukur prestasi yang lebih bagus,” kata Deputi Manager MURI, Ariani Siregar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR menjelaskan, nama tari Indonesiaku dipilih lantaran melambangkan keanekaragaman tari dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. “Ini merupakan miniatur Indonesia. Tari ini gabungan berbagai macam tari Indonesia. Misalnya orang Jawa bisa menarikan tari Aceh, Bali, dan lainnya. Dan inilah Indonesia”,  ujar Rina yang juga sebagai pencipta tari tersebut.

Dia menambahkan, guna melahirkan tari tersebut pihaknya membutuhkan waktu tiga Minggu. Pertunjukkan kemarin, ribuan siswa usia sekolah itu menghabiskan waktu selama 30 menit untuk menarikan kesenian gerak tubuh sejumlah daerah di Indonesia.

.pd

Read More

Gapoktan Ikuti Asah Terampil

Karanganyar, Sabtu (17/11/2012)

Lima regu petani bertanding di ajang Asah Terampil di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Watu Sambang, Tawangmangu, Sabtu (17/11). Lomba tersebut merupakan satu dari serangkaian acara guna menyambut Hari Jadi   Karanganyar  ke-95.

Tim yang terdiri dari tiga orang per kelompok itu berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Karanganyar. Adapun Gapoktan yang terpilih mewakili daerahnya antara lain Lestari Makmur Desa Bakalan Jumapolo, Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih, Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu. Selain itu, Gapoktan Marsudi Karyo Bolon Colomadu dan Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo juga  tercatat sebagai  peserta   lomba tersebut.

Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Karanganyar, Supramnaryo mengatakan, kegiatan yang menampilkan pengetahuan dan ketrampilan petani itu digelar untuk memacu pertumbuhan dan kinerja Gapoktan. Tujuan akhirnya yakni meningkatkan kualitas organisasi dalam Gapoktan bersangkutan. Pasalnya, Gapoktan menjadi wadah bagi petani untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam menanam dan mengolah hasil pertaniannya, termasuk membuat terobosan dalam bidang tersebut. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan program-program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan daya saing dengan daerah lain,” kata dia di sela-sela acara.

Uniknya, tidak seperti lomba-lomba pada umumnya, asah trampil ini memberikan warna tersendiri. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat dari busana yang dipakai oleh peserta dan panitia. Semuanya terlihat mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap dan kebaya. Kendati demikian, semangat terlihat jelas di wajah para peserta. Hal itu ditunjukkan dari cara mereka menjawab pertanyaan dari para juri. Tidak berhenti di situ saja, bel yang biasanya dipakai dalam sebuah perlombaan juga diganti dengan dengan kentongan. Otomatis, saat babak rebutan suara kentongan antartim saling berkejaran.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga hadir dalam perlombaan tersebut memberikan apresiasi kepada semua peserta. Baginya, ajang itu bukan sebatas perlombaan yang mencari pemenang. Melainkan menantang sejumlah Gapoktan untuk menerapkan ilmu dan ketrampilannya di lapangan. Dengan begitu, bidang pertanian bisa dinamis dan melahirkan inovasi-inovasi. “Kami berharap apa yang mereka miliki, yakni teori-teori, bisa diseimbangkan dengan penerapannya di lapangan,” ujar Rina di hadapan para peserta dan juri.

Sebagai pemenang lomba yaitu Juara 1 Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo, juara 2 Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu, sedangkan juara 3 Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih.

.pd

Read More

PNS KARANGANYAR PAKAI BESKAP DAN KEBAYA

Karanganyar, Jumat (16/11/2012)

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar diwajibkan memakai pakaian adat Jawa selama tiga hari yakni Rabu (14/10), Jumat (16/10), dan Sabtu (17/10). Bagi PNS laki-laki diharuskan menggunakan beskap landung, sedangkan perempuan memakai kebaya.

Instruksi pemakaian busana adat tersebut langsung dikeluarkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR. Aturan pemakaian beskap dan kebaya ini sehubungan dengan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-95, yang jatuh pada hari Minggu (18/11) Bahkan, khusus hari H tersebut, para PNS juga diwajibkan mengenakan beskap lengkap dengan keris bagi laki-laki, dan kebaya untuk perempuan.

Guna mengontrol apakah aparatnya melaksanakan instruksi itu, Rina melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah instansi, di antaranya Kecamatan  Colomadu dan Puskesmas Colomadu, Rabu (14/10). Hasilnya, semua PNS mengikuti arahan dan instruksinya untuk memakai busana adat tersebut.

Di sela-sela Sidak, Rina menyampaikan jika pemakaian busana  adat Jawa itu, secara langsung ikut melestarikan dan mencintai budaya bangsa. “Selama dua tahun terakhir ini, PNS Karanganyar tidak mengeluhkan memakai pakaian Jawa di saat jam kerja. Dan kami kira, ini juga bagus untuk bisa melestarikan budaya daerah yang menjadi akar budaya bangsa,” kata dia.

Rina yang kala itu juga memakai kebaya menegaskan jika atasan menjadi cermin dari bawahannya. “Jika atasannya memberikan contoh terlebih dahulu, maka para bawahannya pastinya akan mengikutinya,” ujar Rina saat itu.

.pd

Read More

Bupati Karanganyar Buka Pentas Seni Sekolah

Karanganyar, Rabu (07/11/2012)

Ratusan anak yang berasal dari 17 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Karanganyar mengikuti lomba karawitan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (6/11). Acara itu merupakan serangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-95.

17 SD itu mewakili 17 kecamatan yang ada di Bumi Intanpari. Belasan SD tersebut menampilkan keterampilannya dalam memainkan gamelan di depan ratusan pasang mata.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih saat membuka lomba itu menyatakan kebanggaannya atas kemampuan siswa-siswa SD itu. Dalam sambutannya, dirinya berpesan agar warisan budaya Jawa salah satunya karawitan harus tetap dilestarikan dan diturunkan ke generasi berikutnya.

“Kita tentunya ikut bangga dan menjaga seni budaya kita. Di luar negeri, seperti seni karawitan sangat digemari. Banyak sekali dibuat kelompok-kelompok pecinta karawitan,” katanya.

Lewat pentas seni ini pihaknya berharap agar jiwa kebangsaan terhadap budaya bangsa bisa semakin kuat. Melalui anak didik di semua jenjang pendidikan, pewarisan budaya ini bisa terjaga dan lestari.

Sementara itu, selain lomba karawitan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menggelar sejumlah lomba dalam merayakan Hadi Jadinya. Sejumlah perlombaan yang juga diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA/ SMK antara lain seni tari, seni  lukis, dan desain.  Agenda itu digelar mulai Selasa (6/11) hingga Rabu (7/11). Adapun tempat yang digunakan untuk kegiatan  tersebut juga dipecah, di antaranya Pendopo Rumah Dinas Bupati, PKPRI, Balai Desa Cangakan, dan Aula Dinas Kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan ini tentunya sebagai kreativitas prestasi juga melestarikan budaya lokal khusus nya untuk para siswa dan guru bidang seni,” ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Nurhasan Wahyu Riyanto.

.pd

Read More
Resize of Rotation of IMG_2423

KARANGANYAR RAIH USO AWARD 2012

Eko Supriyadi di dampingi Kepala Bidang Kominfo Dishubkominfo Karanganyar Sri Herlina saat menerima USO Award 2012, di Hotel Grand Aston Kota Medan, Kamis (18/10)

Karanganyar, 20 Oktober 2012

Kabupaten Karanganyar mewakili Provinsi Jawa Tengah meraih Universal Services Obligation (USO) AWARD 2012. Penganugerahan atas nama Eko Supriyadi, M.Eng tersebut menjadi juara I kategori lomba karya ilmiah makalah terbaik pemberdayaan ICT mengungguli kabupaten/ kota lainnya se-Jawa Tengah.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan saat pembukaan penganugerahan ICTPURA dan USO AWARD 2012, di Hotel Grand Aston Kota Medan, Kamis (18/10). sebagai informasi, ICTPURA dianugerahkan kepada pemerintah daerah yang berhasil mendorong, memberdayakan, dan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT).

Eko yang saat ini menampilkan makalahnya bertajuk “Pendekatan Multidimensi Pemberdayaan ICT Untuk Meningkatkan Keuntungan Multisektor Bagi Masyarakat Marginal” berharap, dengan adanya penghargaan ini, pemberdayaan ICT kabupaten Karanganyar secara lebih agresif dan nyata, terutama dalam menggalakkan internet sehat dan aman untuk pelajar dan masyarakat umum.

Menurutnya, masyarakat perlu dilindungi hak-haknya dalam memperoleh informasi yang bermanfaat, menggunakan teknologi komunikasi secara lebih sehat dan positif, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dari berbagai level dan profesi, terutama level grassroot yang notabene belum terlalu melek teknologi. “Dari sisi regulasi, kami berharap ada penataan perencanaan pembangunan ICT di tingkat pemerintahan, baik dari sisi infrastruktur, aplikasi, termasuk regulasi dalam bidang pos dan telekomunikasi yang masih menjadi wilayah kewenangan Kabupaten/Kota. Dengan begitu, masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama dalam mewujudkan masyarakat melek teknologi,” kata Eko, Sabtu (20/10).

Program yang diusung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini merupakan sebagian dari serangkaian implementasi atas project IT-Masterplan oleh DeTIKNas (Dewan TIK Nasional). Dengan keberadaan perlombaan ini diharapkan dapat membangitkan semangat bagi institusi pemerintah, masyarakat, dan media dalam menggalakkan pemanfaatan tenkonogi informasi yang sehat dan aman bagi kemajuan bangsa.

.pd/ek

 

 

 

Read More