PRODUKSI BUAH DURIAN HASILKAN PULUHAN RIBU TON

DSC_0121

Bupati Rina Iriani mencicipi durian produk lokal Karanganyar saat panen durian, di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Karanganyar, Kamis (17/01/2013)

Tujuh Kecamatan di Karanganyar yakni Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro menghasilkan durian sebanyak 22.000 ton/ tahun. Meski demikian, hanya sebagian pohon yang menghasilkan durian yang siap jual.

“Tahun ini produksi durian turun cukup banyak. Ini di sebabkan karena faktor cuaca. Saat ini intensitas hujan sangat tinggi, di bandingkan tahun lalu musim kemarau panjang,” jelas Siti Maesyaroch, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, dari 190.000 pohon durian di Kabupaten Karanganyar, 65.000 saja yang menghasilkan buah dan siap di panen. Dari ribuan pohon itu, bisa dihasilkan 20.000-22.000 ton/ tahun.

“Kita  mengembangkan jenis Varietas Unggul Nasional asal Karanganyar seperti Sukun, Teji, dan Lawkra,” jelas dia, di sela-sela Panen Durian di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Varietas itu mempunyai keunggulan komparatif, berdaya saing, sehingga mampu menciptakan ciri khas suatu daerah. Selain itu juga, mengembangkan unggul lokal di masing-masing wilayah seperti durian Bodong (Jatipuro), Gundul dan Jingga (Jumapolo), Gendon (Jumantono), Ledek (Matesih) dan Arum Kuning (Mojogedang).

“Selain itu juga mengembangkan jenis introduksi baru seperti Montong dan Kani,”  imbuh Siti Maesyaroch.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dispertanbunhut akan mengembangkan sentra durian dengan menyediakan bibit unggul, melakukan pembinaan pengetahuan dan ketrampilan penangkar benih, dan pembentukan kebun entrys.

“Pelatihan petani dan kerjasama dengan semua pelaku yang terkait dengan pengembangan durian juga akan kita lakukan,” jelas wanita berjilbab itu.

Pada acara yang sama setelah panen durian, Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengatakan Dispertanbunhut telah mengijinkan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Karangpandan dipakai untuk pemasaran durian milik petani.

“Petani durian bisa memasok ke STA. Tetapi jika ingin memasarkan sendiri di BPP, saya persilakan, nanti koordinasi dengan Dispertanbunhut,” jelas Bupati Rina Iriani.

.pd

Read More

KANTOR PERPUSDA RESMI PINDAH

Karanganyar, Selasa(15/01/2013)

Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Karanganyar resmi pindah, Selasa (08/01) pekan kemarin dari tempat yang lama depan Alun-alun Karanganyar yang nantinya akan dibuat kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ke tempat yang baru, yakni di bekas bangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) yang bersebelahan dengan Radio SWIBA.

Perpindahan itu membawa dampak menurunnya pengunjung yang sangat drastis ke Perpusda. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi yang baru, walaupun ada papan namanya.

“Ketika ditempat yang lama bisa antara 50-100 pengunjung. Namun, saat ini, setiap hari hanya lima hingga 10 pengunjung saja,” kata Pustakawan Perpusda, Parwoto, Senin (14/1).

Dia juga menambahkan bahwa lokasi Perpusda yang baru ini kurang strategis, karena tertutupi oleh dua bangunan kosong yang difungsikan untuk gudang yang berada di depan, sedangkan bangunan utama yakni tempat membaca berada di tengah. Sehingga yang terlihat dari jalan raya hanya dua gudang kosong itu.

“Dengan begitu, pengunjung harus berjalan agak ke dalam untuk mengetahui perpustakaan,” imbuh dia.

Perpindahan Perpusda ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 juta. Namun, anggaran ini hanya cukup untuk pembenahan dan penataan  gedung utama perpustakaan dan kantor staf.

Parwoto memaparkan, jika ada tambahan anggaran di tahun ini, bisa jadi dapat membenahi sedikit demi sedikit kondisi luar Perpustakaan, dan berencana menyediakan fasilitas Wifi untuk daya tarik pengunjung.

. pd

Read More

KORPRI KARANGANYAR DILANTIK

Karanganyar, Sabtu (29/12/2012)

Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Karanganyar dilantik, Jumat (28/12) siang. Pelantikan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar itu langsung dipimpin oleh Ketua Korpri Jawa Tengah, Hadi Prabowo. Kegiatan itu  juga dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani.

Dalam sambutannya, Hadi memberikan apresiasi kepada pengurus lama atas kinerjanya selama ini. Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu berharap, pengurus baru bisa meneruskan program kerja kepengurusan sebelumnya. Dirinya juga berpesan agar Korpri Karanganyar baik jajaran pengurus ataupun anggota bisa menjaga netralitas sebagai abdi negara.

“Korpri harus netral dalam semua agenda demokrasi. Sebagai abdi masyarakat, negara, dan pemerintahan, Korpri harus mengedepankan tugas dan jangan sampai memaksakan hak pilih pada Pemilu dan lain-lain,” kata Hadi.

Sebelumnya, melalui jalur aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab), Kamis (20/12) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi terpilih sebagai Ketua Korpri Karanganyar periode 2012-2017. Samsi menggantikan Kastono DS yang masa baktinya sudah habis pada tahun ini. Sementara itu, dalam agenda yang sama memutuskan jabatan Sekretaris Korpri Karanganyar dijabat oleh Timotius Suryadi.

Ke depan, Korpri Karanganyar akan mengembangkan kerjasama dengan organisasi sejenis di tingkat regional, mengupayakan Kartu Tanda Anggota (KTA) menjadi kartu multiguna (sebagai ATM, polis asuransi), bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan perusahaan perbankan asuransi. Tidak hanya itu, kemungkinan besar juga akan ada sistem pemberian penghargaan terhadap personil anggota maupun institusi (Korpri Award).

 

.pd

Read More

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN LAMPAUI TARGET

Karanganyar, Jumat (28/12/2012)

Kabupaten Karanganyar berhasil melampaui target APBD 2012 dalam hal penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari target 18,1 miliar, Karanganyar dapat merealisasikan penarikan PBB hingga Rp 24,5 miliar atau 135,6 persen.

Tidak berhenti sampai di situ, Karanganyar juga mampu mencapai target APBD dari Rp 36,2 miliar hingga Rp 37,8 miliar atau 104,37 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karanganyar, Tatag Prabawanto saat pengundian PBB 2012, Kamis (27/12).

“Iya, kita bisa melampaui target PBB 2012. APBD menargetkan pendapatan Rp 18,1 miliar, Karanganyar justru bisa menagih hingga Rp 24,5 miliar,” kata Tatag.

Pencapaian ini menurut Tatag erat hubungannya dengan sistem jemput bola melalui program Paryatti. Selain itu, unsur kesadaran masyarakat dalam membayar pajak juga mengalami kenaikan. “Semua tercapai berkat kerja keras semua pihak. Melalui Paryatti juga, penarikan PBB bisa lebih maksimal,” ujar dia.

Disinggung mengenai pelimpahan pengelolaan PBB per 1 Januari 2013, pihaknya sudah mempersiapkannya dengan matang. Hasil penarikan PBB yang awalnya diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan adanya bagi hasil dengan kabupaten/ kota, nantinya akan langsung dilimpahkan 100 persen ke daerah masing-masing.

Tatang memaparkan 2013 nanti akan lebih proaktif untuk penagihan, yakni dengan melibatkan unsur ketua RT/ RW di semua wilayah Karanganyar. Pihaknya mengklaim rela membentuk Tim Intensifikasi (PBB) Kabupaten bersama dengan tim tingkat kecamatan. “Kami akan melaksanakan kegiatan Pembinaan Wilayah Pungutan PBB pada petugas pemungut dan Ketua RT di wilayah desa yang belum mencapai target.

“Kami harap pelibatan mereka juga akan membuat capaian penarikan PBB melebihi 100 persen,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR pencapaian PBB yang melebihi target dinilai sebagai prestasi yang luar biasa. Dia juga menegaskan, keberhasilan ini bukan milik Pemkab melainkan semua stakeholder PBB termasuk para wajib pajak. “KIta belum pernah mencapai PBB sebesar 100 persen, namun tahun ini kita mampu menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa.

 

.pd

 

Read More

Bupati Rina Nyontreng di Bilik 9

DSC_0026Karanganyar, Sabtu (22/12/2012)

Sebagai bukti warga negara yang baik, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR ikut memberikan suaranya dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kelurahan Jaten, Sabtu (22/12). Tepat pukul 09.45 pagi, dengan ditemani sejumlah kepala dinas, dirinya memasuki area Pilkades dan langsung disambut oleh sejumlah warga yang tengah mengantre melakukan pencontrengan kepada calon pimpinan Desa Jaten.

Seperti ribuan warga lainnya, Rina memperoleh hak untuk memilih satu dari empat calon kades di sana. Selama berdemokrasi di sana, tak sedikit pula warga yang meminta foto dan mengabadikannya melalui kamera ponselnya. Memasuki balai desa, Rina langsung menuju meja panitia Pilkades. Dengan senyum sumringahnya, dirinya puas dengan jalannyaproses demokrasi yang juga digelar di 54 desa lainnya di Karanganyar.

Usai mendapatkan kartu yang berisi suara, dirinya  sibuk mencari bilik. Hanya saja, dari sekian bilik yang kosong, perhatiannya terpaku pada kertas putih bertuliskan nomor sembilan yang ditempelkan di bilik milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu.

Perempuan yang menjadi Bupati dua kali periode itu mengecek kertas suara dan langsung memberikan tanda contreng. Lagi-lagi, usai berburu angka sembilan di bilik suara, hal yang sama juga terjadi untuk kotak suara. angka sembilan-lah yang dipilih untuk menyimpan suara hasil contrengannya.

Pasca memasukkan kertas yang berisi lima foto calon Kades, dia mengisahkan jika nomor sembilan memiliki nilai tersendiri dalam hidupnya. “Angka sembilan itu unik. makanya saya masuk bilik dan kotak nomor sembilan. Nomor HP dan mobil saya juga ada unsur angka sembilannya. itu nomor kecintaan saya,” kata Rina.

Soal Pilkades, Bupati Rina menyampaikan jika pesta demokrasi tahap I ini berjalan dengan lancar. Hal ini didasarkan pada hasil pantauan dari sejumlah kelurahan di Karanganyar di antaranya Ngringo, Pulosari, dan Wonosari. Dikatakannya, semua tahapan sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan. “Ya, sudah sesuai dengan aturan dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu menegaskan, ada kebijakan baru yang diambilnya bagi  pimpinan di tingkat desa itu. “Kami sudah mengaloklasikan anggaran untuk motor dinas bagi Kades. Entah kades lama tau yang baru, semuanya akan mendapatkan fasilitas itu. Namun, kami berharap, pemilihan ini jangan karena motor, tapi semangat baru membangun desa masing-masing.

.pd

Read More

Drs. SAMSI, MSi TERPILIH MENJADI KETUA KORPRI KABUPATEN KARANGANYAR

Karanganyar, Jumat  (21/12/2012)

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Karanganyar mengadakan  Musyawarah Kabupaten (Muskab) Tahun 2012 untuk memilih pengurus baru di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/12). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari Unit SKPD dan juga Sub Unit di 17 Kecamatan.

Dalam Muskab yang berlangsung meriah itu, menghasilkan keputusan terpilihnya Drs. Samsi, MSi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Karanganyar secara aklamasi, masa bakti 2012-2017, menggantikan Kastono, DS.  Selain itu juga terbentuk pengurus baru secara musyawarah.

Drs. Samsi, MSi yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar mengatakan dirinya siap mengemban amanat yang diberikan oleh para anggota Korpri Kabupaten Karanganyar.

“Saya mengucapkan terima kasih dan siap menjalankan program kerja yang dihasilkan. Selain itu sebagai anggota Korpri mendukung pembangunan di daerah,”ujar dia.

Muskab itu juga mencatat program kerja yang merupakan usulan agar menjadi pedoman bagi pengurus baru untuk kepentingan Korp Abdi Negara itu.  Usulan-usalan itu antara lain mengembangkan kerjasama dengan organisasi sejenis (publik servis) di tingkat regional, mengupayakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Korpri menjadi kartu multiguna (sebagai ATM, polis asuransi) bekerjasama dengan BKN, perusahaan perbankan asuransi. Selain itu juga mengusulkan mengembangkan sistem pemberian penghargaan terhadap personil anggota maupun institusi (Korpri Award).

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, SH, MH yang membuka Muskab yang diadakan pertama kali itu  mengharapkan pengurus yang terpilih benar-benar memiliki kapabilitas, kapasitas, dan akseptabilitas. Yang tak kalah penting pengurus nanti adalah pribadi yang benar-benar punya komitmen untuk memajukan organisasi dan mensejahterakan anggota.

”Berkaitan dengan penentuan program kerja, agar merumuskan program kerja yang inovatif, riil dan senantiasa mengakomodasi kepentingan anggota,” tegas dia.

Dalam acara yang sama, Kepala Bidang Disiplin Jiwa Korp dan Wawasan Kebangsaan Korpri Jawa Tengah, Drs. Rudy Apriantono, MSi membacakan sambutan Ketua Dewan Pimpinan Korpri Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Korpri harus senantiasa meningkatkan kinerja dan produktivitas. Kemudian, menegakkan netralitas PNS dalam menghadapi Pilkada, Pilpres, Pilleg, maupun pemilihan anggota DPD. Selain itu, memantapkan reformasi birokrasi.

”Anggota Korpri, merupakan salah satu pilar penyelenggara pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, senantiasa dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ucapnya.

 

.pd

Read More

BESOK, 55 DESA GELAR PILKADES

Karanganyar, Jumat (21/12/2012)

Sebanyak 55 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar, Sabtu (22/12) besok sekitar pukul 08.00-13.00 WIB menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Pilkades itu merupakan tahap I dari II tahap yang digelar Pemkab Karanganyar. Sementara itu, Pilkades tahap II direncanakan pada 21 Februari 2013.

Rangkaian Pilkades Tahap I telah melalui berbagai tahapan perencanaan yang dimulai pada awal bulan Oktober 2012 dan berakhir  pada pelantikan Kepala Desa, yakni 22 Januari 2013 mendatang.

Pada pelaksanaan Pilkades Tahap I meliputi 14 Kecamatan dan 55 desa. Yakni Kecamatan Jaten dua desa, Kebakkramat tujuh desa, Mojogedang tiga desa, Gondangrejo delapan desa, Colomadu dua desa, Jatiyoso empat desa, Jatipuro tiga desa, dan Jumapolo lima desa.

Selain itu, di Kecamatan Jumantono yang juga menggelar pemilihan langsung itu tiga desa, Tawangmangu lima desa, Karangpandan enam desa, Ngargoyoso dua desa, serta ditambah Kecamatan Kerjo empat desa, dan Jenawi satu desa.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, mengharapkan agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar, tertib dan tercipta keamanan yang kondusif.

“Calon Kepala Desa dan juga para pendukungnya serta semua elemen masyarakat yang ada di Karanganyar supaya menjaga kondusifitas lingkungan. Kemudian juga memegang teguh kesepakatan bersama yang telah dibuat yakni siap menang siap kalah,” tegas dia ketika dijumpai beberapa hari yang lalu.

 

.pd

Read More

Longsor, Jalan Jatiyoso-Matesih Lumpuh

DSC_0141Karanganyar, Kamis (20/12/2012)

Longsor yang terjadi di Desa Jatiyoso, Selasa (18/12) malam kemarin, mengakibatkan terputusnya ruas jalan di Karangsari yang menghubungkan Jatiyoso, Matesih, dan Karangpandan. Longsoran tanah itu menutup ruas jalan itu memiliki ketinggian antara tiga hingga delapan meter.

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan longsoran tersebut ada tiga titik longsoran. Titik tersebut berada di Dusun Pacet, Plobosempun, dan Tlobo. Hingga Rabu (19/12), alat berat belum bisa memasuki area longsoran. Akibatnya, warga dan petugas berusaha menyingkirkan tanah longsoran itu dengan alat seadanya.

Salah seorang staff Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Supriyadi menjelaskan, jalan di Dusun Pacet yang tertimbun longsong sepanjang 30 meter dengan ketinggian lima meter. Sementara itu, titik longsor di Dusun Plobosempun memiliki panjang 50 meter dan tinggi delapan meter. “Kalau jalan di Desa Tlobo, longsor menutup jalan sepanjang 1 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter,” kata Supriyadi saat ditemui di lokasi longsoran.

Terkait dengan penanganan longsor, Pemkab menegaskan jika langkah pengerukan longsoran memerlukan waktu yang cukup lama. Tidak hanya satu hingga dua hari, akan tetap dinas memprediksi pengerukan membutuhkan waktu hingga sebulan ke depan.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU, Suparmin. Pihaknya beralasan jika lamanya waktu pengerukan lantaran jalan yang tertutup tanah longsor sangat panjang. Apalagi, ketinggian longsoran juga bisa dikatakan sangat tinggi. “Kemungkinan memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan itu,” ungkap Suparmin.

Dia mengaku kesulitan untuk mengerahkan backhoe besar, karena harus memakai trailer. Oleh karena itu, pihaknya hanya bisa menggunakan backhoe kecil. “Jumlahnya juga hanya satu. Itu karena alat berat yang kami punya pun juga harus dipergunakan untuk pengerjaan proyek lainnya,” jelas Suparmin.

Ditemui di lokasi longsoran, salah seorang warga, Elis memaparkan jika aktivitasnya dan warga sekitar terganggu akibat longsor yang memutus jalur Matesih-Karangpandan itu.

“Jalan itu benar-benar tidak bisa dilalui motor. Kalau warga ingin nekat ya harus berjalan. Tapi alternatif lainnya, warga bisa memutar arah melewati Jatipuri atau Desa Beruk,” ujar Elis.

 

 

.pd

Read More

LONGSOR JATIYOSO TELAN SATU KORBAN JIWA

Karanganyar, Rabu (19/12/2012)

Hujan yang sangat deras sejak Selasa (18/12) siang hingga malam menyebabkan longsor di empat titik wilayah Kecamatan Jatiyoso, di Karanganyar. Empat titik longsoran tersebut antara lain Dusun Margorejo Desa Jatiyoso, Dusun Duwetan Desa Tlobo, serta Dusun Gondang dan Karang Desa Karangsari.

Tidak hanya menimbun sejumlah rumah beserta isinya dan korban luka, namun longsoran tanah itu juga memutus jalan penghubung Karanganyar-Matesih-Jatiyoso. Tidak hanya itu, bencana itu juga merenggut salah seorang warga Dusun Margorejo RT 2/ RW XIV Desa Jatiyoso, Waginem (55).

Dari penuturan sejumlah saksi, kronologi longsor itu didahului dengan gempa yang cukup kuat dan dirasakan oleh warga sekitar. Saat kejadian, tepatnya pukul 18.30 malam, Waginem beserta anggota keluarganya yakni suami, cucu, dan orang tuanya berada di dalam rumah. Meski tiga anggota keluarganya lolos, namun nasib naas menimpa Waginem yang terjebak di dalam rumahnya.

Korban baru ditemukan dalam kondisi sudah tewas oleh tim gabungan SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar pada Rabu (19/12) pagi.

Sementara itu, data Pemkab Karanganyar menyebutkan, longsor yang terjadi di daerah yang cukup tinggi itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Yaitu suami dari Wagiyem, Ngatman (53) dan Siska (14) yang merupakan cucu dari korban meninggal itu. Akibat longsor itu, Pemkab juga mencatat ada satu rumah yang mengalami rusak berat yakni di Dusun Duwetan RT 16/  RW VIII Desa Tlobo, Jatiyoso atas nama Bapak Dikun (52).

Mengetahui wilayahnya terjadi bencana longsor, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR langsung meninjau lokasi, Selasa (18/12) malam. Pihaknya langsung melakukan prosedur tanggap darurat bencana dengan menggandeng BPBD, SAR, dan sejumlah pihak terkait.

Ditemui keesokan harinya, Rina mengaku telah melakukan antisipasi. “Kami langsung instruksikan kepada sejumlah pihak  untuk menerapkan tanggap darurat. Dan alhamdulillah, pagi tadi Ibu Wagiyem sudah ditemukan,” kata Rina, Rabu (19/12).

Pihaknya berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Guna mengantisipasi hal yang sama, pihaknya berencana memasang warning system di lokasi-lokasi yang dirasa rawan terhadap bencana longsor, termasuk Jatoyoso. “Kami juga mengeliarkan instruksi, di mana daerah dengan kemiringan 45 derajat tidak boleh ditanami tanaman sayuran, semuanya harus tumpang sari,” ujarnya.

 

 

.pd

Read More

BUPATI RINA: DANA BLM JANGAN DIPOTONG!

Karanganyar, Selasa (18/12/2012)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengingatkan kepada penerima dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) agar tidak memotong dana yang diberikan. Hal itu dikarenakan adanya  oknum yang memotong dana bantuan yang peruntukkan pembangunan infrastruktur desa.

“Kami menerima sejumlah laporan adanya oknum yang bisa membantu BLM dan memotong uang bantuan. Untuk itu, saya minta Inspektorat untuk mengawasi dengan ketat dana bantuan APBD ini,” tegas Bupati Rina, dalam acara pengarahan dan pemberian dana BLM yang dihadiri oleh kepala desa (Kades) dan camat di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Karanganyar, Senin (17/12) siang.

Sebelumnya, sejumlah orang mengeluhkan masih adanya potongan untuk penyaluran bantuan itu. Potongan oleh oknum ini besarnya bervariasi antara 20-30 persen. “Kami sudah sering mengingatkan jangan mau kalau uangnya dipotong. Bantuan itu sudah dianggarkan di APBD. Semuanya harus clean and clear ” imbuhnya.

Dana ini untuk masyarakat dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar. Merujuk pada aturan yang ada, BLM digunakan untuk meningkatkan infrastruktur desa. Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Didik Joko Bakdono memaparkan, total BLM yang telah diberikan selama tahun 2012 mencapai Rp 26,9 miliar. Sedangkan, BLM yang telah disalurkan pada tahap ke-IV ini mencapai Rp 7,4 miliar.

.pd

Read More