DSC_0068

224 Siswa SD Ikuti Pesta Siaga

Karanganyar, Senin (11/03/2013)

Pembukaan Pesta Siaga diikuti perwakilan pelajar Sekolah Dasar eks Karesidenan Surakarta, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (10/03).

Pembukaan Pesta Siaga diikuti perwakilan pelajar Sekolah Dasar eks Karesidenan Surakarta, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (10/03).

Ratusan pelajar dari berbagai SD se-eks Karesidenan Surakarta mengikuti Pesta Pramuka Bina Wilayah (Binwil) eks Karesidenan Surakarta di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar, Minggu (10/03) pagi. Kegiatan Pesta Pramuka ini bertujuan untuk menanamkan rasa patriotisme di kalangan pramuka siaga.

Dari total 224 peserta yang ada, terbagi dalam tujuh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-eks Karesidenan Surakarta. Setiap kwarcab mengirimkan dua kelompok yang terdiri dari satu barung putra dan satu barung putri. “Di mana untuk setiap barung itu terdiri dari delapan anggota pramuka siaga,” jelas  Sutarno, Wakil Ketua Bidang Bina Muda Binwil eks Karesidenan Surakarta.

Seluruh peserta anggota pramuka siaga mengikuti 17 jenis perlombaan. Antara lain lomba kebersihan, menari, lalu lintas, baris-berbaris dan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar kali ini mengambil konsep rekreasi dan edukasi. “Jadi dalam kegiatan ini kami kemas sedemikian menarik agar para peserta tidak merasa bosan,” jelasnya.

Pesta Pramuka ini sendiri digelar secara rutin setiap tahunnya dengan mengambil tempat berpindah-pindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain.Bagi peserta yang lolos sebagai juara I–III akan mengikuti pesta pramuka siaga tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) di Semarang, April mendatang.

Seorang peserta Kwarcab dari Karanganyar, Heny menilai kegiatan yang diikutinya kali ini cukup baik untuk memberikan pembelajaran bagi generasinya agar hidup disiplin dan berprestasi. Karena antusiasnya, seluruh peserta cukup serius dalam mematangkan persiapannya. “Saya mengikuti lomba lalu lintas dan ingin memenangkannya. Untuk itu, saya telah melakukan latihan selama sebulan,” ungkapnya.

Pesta Siaga Daerah Korwil Surakarta ini dibuka oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra, Agus Cipto Waluyo. Agus berharapkan Pembina Pramuka harus memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak.

Dalam acara tersebut, juara I putra dimenangkan oleh Kwarcab Sragen dan Kwarcab Boyolali menjadi juara I putri. pd

Read More
DSC_0121

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Sri Sadoyo

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Ratusan pelayat datang ke rumah duka KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno sejak pagi. Tampak hadir dari pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, dan beberapa pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah.

Tepat pukul 10.00 WIB, peti jenazah diberangkatkan untuk disemayamkan di makam di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03). Sebelumnya diadakan doa bersama mengantar pemakaman mantan Wakil Bupati Karanganyar itu. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari.

“Kami sangat merasa kehilangan seorang panutan, sesepuh, guru, bagi warga Karanganyar. Banyak ilmu yang diajarakan oleh beliau kepada kami,” kata Paryono.

Semasa hidup, beliau pernah ikut Organisasi Kadin Surakarta dan Karanganyar, Secretary Coorporation Sritek, Apindo Jawa Tengah, Gaspindo Jawa Tengah, Anggota DPRD Karanganyar, dan Wakil Bupati Karanganyar.

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu terjadi sampai beliau meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd 

 

Read More
DSC_1860

Mantan Wabup Sri Sadoyo Tutup Usia

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarmuh Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarhum  Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Sabtu (09/03) pagi, suasana sendu begitu kentara di Pendapi Ageng Putri Duyung Ngunut RT 1 RW 1 Tohkuning Karangpandan. Di sana terlihat sebuah jazad yang dimasukkan dalam sebuah peti jenazah itu dikelilingi oleh sejumlah kerabat.

Beberapa teman semasa hidup juga terlihat sedang menyampaikan doa melalui salat jenazah. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari. Dialah KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno, (70), Wakil Bupati Karanganyar periode 2003-2008. Sosok nan bersahaja itu berpulang ke haribaan Ilahi Jumat (08/03) pukul 23.40 malam.

Sejumlah kerabat serta teman sejawat juga nampak memberikan penghormatan terakhir sebelum dirinya disemayamkan di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03).

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu trejadi sampai beliaung meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Dia menambahkan, pihak keluarga memutuskan untuk tidak langsung memakamkan Sri Sadoyo karena masih menunggu salah seorang anaknya yang masih berada di Papua, RM Sasotyo Hartawan.

Mantan Wabub Karanganyar itu dikenal sebagai pribadi yang cukup ulet dan teguh dalam menjaga tali sillaturahmi. Ia selalu bersemangat untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga besarnya. Sri Sadoyo sendiri merupakan anak terakhir dari silsilah keluarga besar Harjo Miguno.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd

 

Read More
DSC_0096

Gamelan Karanganyar Laku Hingga Medan

Haryanto dengan seperangkat gong buatannya

Haryanto dengan seperangkat gong buatannya

Karanganyar, Sabtu (09/03/2013)

Kerajinan pembuatan gamelan merupakan salah satu sektor industri kecil yang sedikit jumlahnya karena dituntut keahlian, ketelitian, keuletan atau bahkan bakat turunan. Seperti yang dilakukan oleh Haryanto. Dia telah menekuni pengrajin gamelan sejak 1997, meneruskan usaha dari orang tuanya.

Dengan ketekunan dan keuletannya, usaha yang berada di Jalan Karanganyar-Mojogedang itu berkembang pesat, bahkan pesanan datang dari luar jawa, yakni Medan dan Lampung.

“Para pemesan gamelan biasanya dari dalang, sekolahan, kantor, dan juga perorangan,” jelas bapak dua anak itu, beberapa waktu lalu.

Untuk pembuatan satu set gamelan yang berupa kendang, rebab, demung, saron, peking, slenthem. Selain itu juga bonang, kenong, kethuk, gambang, gender, sinter, kempul, suling, dan gong bisa memakan waktu satu bulan.

Harganya pun bervariasi, sesuai bahan pembuatan. Jika terbuat dari besi kuningan seperangkat gamelan bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 150 juta. Kemudian untuk yang terbuat dari besi sebesar Rp 80 juta.

“Pada dua bulan terakhir ini, kami mendapatkan pesanan sebanyak 10 set perangkat gamelan,” jelasnya.

Dengan dibantu delapan karyawan, Haryanto sanggup menyelesaikan pesanan-pesanan gamelan tersebut dengan baik. Setelah selesai pembuatannya, dia mengirimkan alat musik Jawa itu dengan truk besar ke pemesan.

Soal pendanaan, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Lihat saja berapa harga kuningan dan sejumlah bahan baku pembuatan gamelan. Guna mencukupi kebutuhan itu pihaknya tidak hanya mengandalkan uang pribadi, melainkan pinjaman dengan bunga lunak di bank. Dari situlah, usaha itu tetap berjalan dan semakin berkembang.pd

Read More

Rina Iriani : PNS Harus Netral

Karanganyar, Jumat (08/03/2013).

Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 26 Mei 2013 mendatang, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk bersikap netral. Dalam artian, tidak memihak, tidak berpihak terhadap salah satu kelompok atau golongan, tidak diskriminatif, steril dari kepentingan kelompok, dan juga tidak terpengaruh dari kepentingan partai politik.

Terkait himbauan sikap netralitas PNS disampaikan Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Setiap PNS netral agar menjaga kondusifitas, dan tetap melayani. “Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, tentunya setiap PNS bisa menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, jangan sampai mengikuti arus politik,” tegas Rina Iriani, Kamis (07/03).

Hal yang sama juga ditekankan oleh  Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, “Saya tegaskan kepada seluruh PNS yang ada di Karanganyar untuk bersikap netral dalam politik,” kata dia.

Bagi yang terbukti tidak netral, mereka akan mendapatkan sanksi kedisiplinansebagaimana telah diatur menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010.

Di mana, aturan ini menjelaskan sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Ada yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat. Sanksi berat diberikan berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk paling lama satu tahun bagi PNS yang melibatkan PNS untuk memberikan dukungan bagi kampanye serta PNS yang duduk sebagai Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan tanpa izin dari pejabat kepegawaian.

Tidak hanya itu, sanksi berat juga bisa diwujudkan dengan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai PNS bagi mereka yang menggunakan atribut partai / seragam dinas dalam mendukung salah satu partai atau calon peserta Pemilu. Selain itu, kepegawaian juga bisa memberikan sanksi berat dengan pemberhentian tidak hormat kepada PNS yang menggunakan APBD dalam proses pemilihan legislatif, presiden/ wakil presiden, dan kepala/ wakil kepala daerah. pd

Read More
DSC_0058

Bank Daerah Adakan Pengobatan Gratis

Seorang pasien sedang diperiksa dokter dalam pengobatan gratis bagi warga Wonorejo, Bejen, Karanganyar, Rabu (06/03).

Seorang pasien sedang diperiksa dokter, dalam kegiatan pengobatan gratis bagi warga Wonorejo, Bejen, Karanganyar, Rabu (06/03).

Karanganyar, Kamis (07/03/2013).

Bank Daerah Kabupaten Karangnyar mengadakan bakti sosial pengobatan gratis bagi warga desa Wonorejo, Bejen, di PAUD, Rabu (06/03) pagi. Kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu ke-44.

“Kepedulian kami kepada masyarakat seperti pengobatan gratis ini merupakan salah satu wujud pengabdian kami di bidang sosial,” ujar Sudarsito, Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, kemarin.

Dalam pengobatan gratis itu, bank tersebut juga melibatkan Puskesmas Karanganyar Kota dengan mengerahkan 11 petugasnya, yakni empat tenaga administrasi, empat tenaga farmasi, dan tiga dokter.

Tampak pula ratusan orang yang tengah menunggu giliran untuk diberi pengobatan. Sebagian besar warga memiliki keluhan penyakit ringan, di antaranya flu, demam, dan pegal linu. Satu per satu pasien dipanggil oleh petugas dan langsung menuju ke ruang pemeriksaan. Di sana sudah menunggu dokter yang siap memberikan diagnosa dan obat kepada para penderita.

Salah seorang pasien Suparti, (70) mengeluhkan sakit pegal linu yang sudah lama diderita. Setelah namanya dipanggil, Lansia itu curhat kepada dokter tentang keluhanannya. Setelah beberapa lama, sang dokter langsung mengecek tekanan darah dan detak jantung. Tidak hanya itu, sang dokter langsung menulis resep dan memberikan perawat untuk mengambilkan obat serta memberikannya kepada Suparti.

“Saya senang ada pengobatan gratis. Badan saya pegal linu dan sempat diperiksakan ke dokter. Tapi kok tidak sembuh-sembuh. Ya akhirnya saya ke sini,” kata dia saat keluar dari ruang pemeriksaan. pd

 

 

Read More
DSC_0014

Pemkab Karanganyar Awasi Penggunaan Air Tanah

Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)

Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)

Karanganyar, Rabu (06/03)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menghimbau kepada pelaku usaha untuk melakukan penghematan air tanah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Energi Sumber  Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karanganyar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah.

Mereka diminta melakukan penghematan karena per enam bulan sekali akan dilakukan penghitungan atau rekapitulasi penggunaan salah satu sumber daya alam (SDA) itu. Perhitungan itu dilakukan per semester, yakni periode Juli-Desember dan Januari-Juni. Merujuk dari Permen ESDM itu, pelaku usaha harus bisa melakukan penghematan rata-rata 10 persen.

Apabila melebihi 10 persen dari total penghematan, bupati/ walikota setempat akan memberikan surat pemberitahuan I dan II terkait pemborosan kepada pemilik usaha. Jika selama kurun waktu setahun masih juga tidak mengalami peningkatan, maka pemerintah akan memberikan disinsentif berupa pengumuman di media massa.

“Jika sanksi administrasi yakni berupa teguran sebanyak tiga kali tidak juga digubris, maka izinnya akan dicabut,” jelas Kepala Seksi Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Aris Martopo dalam Sosialisasi Penghematan Energi dan Air di Podang 1, Sekretariat Daerah Karanganyar, Selasa (05/03).

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan jika ada 350 pelaku usaha di 17 kecamatan. Di mana, untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mereka tidak bekerja sama dengan PDAM Karanganyar, melainkan menggunakan air tanah. pd

Read More

Pemeriksaan Hydran Dipatok Rp 150.000/ Unit/ Sistem

Karanganyar, Senin (04/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menetapkan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran jenis hydran sebesar Rp 150.000/ unit/ sistem. Besaran retribusi ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012.

Dalam Perda yang mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu dijelaskan jika untuk pemeriksaan hydran ditetapkan sejumlah Rp 150.000/ unit/ sistem. Nominal yang sama juga diperuntukkan bagi pemeriksaan instalasi pemadam jenis springkler dan gas dektator.

Pemeriksaan tiga jenis alat pemadam kebakaran itu meliputi pemeriksaan gambar, visual, pengujuan tanpa beban, pengujian beban, dan rekomendasi teknis. Sementara itu, Pemkab juga sudah menyiapkan personil untuk melakukan pengecekan alat-alat itu.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono mengungkapkan, alat pemadam kebakaran  harus dicek secara berkala. Dengan demikian, maka fungsi alat tersebut bisa maksimal. “Ya harus dicek. Jangan sampai alat pemadam kebakaran hanya ditaruh tanpa ada pemeliharaan khusus,” kata Didik, Sabtu (02/03).

Selain hydran, springkler, dan gas dektator, alat pemadam kebakaran lainnya seperti busa/ super busa, drypowder (serbuk kering, gas CO2, halon) juga harus diperiksa secara berkala. Untuk busa dan super busa retribusinya dipatok antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000/ tabung. Sedangkan untuk drypowder retribusinya juga ditetapkan Rp 5.000 hingga 10.000. Nominal retribusi tersebut disesuaikan dengan berat dari alat pemadam kebakaran tersebut. “Semakin berat isinya, ya semakin tinggi retribusinya. Jadi, memang berbanding lurus antara berat dengan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran,” ujar dia lagi.

Guna memberikan acuan teknis di daerah, Perda tersebut juga dilengkapi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2012 yang terbit pada 3 Juli 2012. Perbup yang juga mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu sebagai petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di lapangan. “Informasi ini akan kami sebarkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tempat-tempat umum yang memiliki alat pemadam kebakaran,” katanya.pd

Read More
DSC_0056_2

Pentas Seni Pelajar 3 Kabupaten/Kota

Pelajar menari tradisional dalam ajang kreasi seni di Atrium Palur Plaza, Minggu (03/03).

Pelajar menari tradisional dalam ajang kreasi seni di Atrium Palur Plaza, Minggu (03/03).

Karanganyar, Minggu (03/03/2013).

Sebanyak 15 kelompok dari SD dan SMP yang berasal dari tiga Kabupaten/Kota beradu kreasi dan mengaktualisasikan diri melalui pentas seni di Atrium Palur Plaza, Minggu (03/03) pagi. Gelaran itu berupa lomba vocal group, tari tradisional, cheerleader, modern dance, quizmezz, performezz, dan yelyel.

Tiga kabupaten/ kota itu antara lain Karanganyar, Solo, dan Sukoharjo. 15 kelompok tersebut yakni SMP Angkasa 1 Colomadu, SD Malang Jiwan Karanganyar, SMP 1 Kebak Kramat, SD Jaten 3, SD Bibiskalang, SD Marsudi Rini Solo, SD Munggung Solo, SMP 1 Kartasura.

Selain itu, lomba itu juga diikuti SD Rejosari, SD Kleco 1, SD Karangasem 1, SD Joglo 76 Solo, SD Tegalrejo, dan SMP 3 Kebak Kramat Karanganyar, dan SMP 1 Gatak Sukoharjo,.  Pentas seni ini juga dimeriahkan oleh Barongsay yang dibawakan SD Panularan, dan SMP Widya Wacana Solo.

Ajang kreasi pentas seni di Atrium Palur Plaza dilaksanakan setiap Minggu, pukul 10.00 pagi, pada bulan Maret sampai Mei 2013, sedangkan setiap Sabtu di Solo Grand Mall, mulai 23 Maret sampai bulan September 2013.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Positif untuk mengembangkan bakat dan kreasi pelajar khusunya di kesenian,” ujar Samsi, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, membuka acara tersebut.pd

Read More

Karanganyar Peringati Hari Pemadam Kebakaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, beserta perwakilan Muspida melihat mobil dan alat pemadam kebakaran, Jumat (01/03).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, beserta perwakilan Muspida melihat mobil dan alat pemadam kebakaran,  Jumat (01/03).

Karanganyar, Sabtu (02/03/2013).

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyar, Petugas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), SAR, dan Satuan Pengamanan (Satpam) mengikuti peringatan Hari Pemadam Kebakaran Nasionalke 94, Jumat (01/3) pagi.

Peringatan yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) yang jatuh setiap 1 Maret, langsung dipimpin oleh  Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi. Di barisan tamu undangan juga terlihat beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan perwakilan dari Muspida.

Sambutan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, yang dibacakan oleh Samsi, mengatakan bahwa peran institusi pemadam kebakaran (damkar) bukan hanya sekedar siapsiaga sebagai penjaga kota dari kebakaran tetapi juga terlibat langsung memberi rekomendasi terhadap proteksi kebakaran. “Para pihak yang berkepentingan agar dapat meningkatkan kapasitas institusi pemadam kebakaran dengan hal-hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam pengurangan risiko kebakaran,” kata Samsi.

Pendekatan preventif dengan kegiatan mitigasi, penyuluhan, inspeksi dan penegakan hukum merupakan upaya pengurangan risiko kebakaran. “Peran serta perguruan tinggi, peningkatan peran LSM, dunia usaha, dan organisasi mitra Pemerintah pemerhati kebakaran, pemberdayaan komunitas masyarakat dalam pengurangan risiko kebakaran sangat kita harapkan. Dengan hal itu, maka resiko risiko kebakaran dapat kita kurangi,” ujar dia. pd

 

Read More