Wayang Mulitimedia
Karanganyar. KPUD Karanganyar menggelar Wayang kulit multimedia dengan dalang Ki Dalang Heru Ajie, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (24/5). Agenda sosialisasi ini mengambil lakon Prit Gantil Kidung Pemilu.
Karanganyar. KPUD Karanganyar menggelar Wayang kulit multimedia dengan dalang Ki Dalang Heru Ajie, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (24/5). Agenda sosialisasi ini mengambil lakon Prit Gantil Kidung Pemilu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo sedang melakukan pengecekan personil Linmas saat pelaksanaan apel pengamanan Pilgub di halaman Mapolres Karanganyar, Jumat (24/05)
Karanganyar, Jumat (24/05/2013)
Sebanyak 3.208 personil perlindungan masyarakat (Linmas) Karanganyar diterjunkan mengamankan Pilgub Jateng 26 Mei mendatang. Mereka ditempatkan di 1.604 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan se-Karanganyar.
Penyerahan ribuan petugas itu dilakukan Bupati Rina Iriani kepada Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo dalam apel pengamanan Pilgub di halaman Polres Karanganyar, Jumat (24/5) pagi. Kapolres menegaskan jika pengamanan Pilgub tidak hanya ditekankan pada saat pencoblosan surat suara. Melainkan saat masa tenang, penghitungan suara, hingga pengiriman surat suara ke KPUD Provinsi Jateng.
Dalam keterangannya, Nazirwan menginstruksikan kepada 2/3 kekuatan Polres untuk berjaga-jaga mengamankan jalannya pesta demokrasi se-Jateng itu. Pihaknya juga telah memberikan pedoman dalam bentuk buku kecil kepada semua personil yang ditempatkan di masing-masing TPS.
“H-1 pencoblosan, personil akan melakukan survei ke masing-masing tempat yang telah ditetapkan. Artinya, jika ada sesuatu yang perlu direspon, mereka akan segera melaporkannya kepada kami. Selain itu, kami juga sepakat jika ada masalah, pihak pertama yang digandeng adalah Panwas,” kata Nazirwan.
Dirinya menegaskan, Polres tidak berjalan sendiri namun selalu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak terkait. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bisa menjaga kondusivitas wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Rina meminta kepada seluruh warga Karanganyar yang sudah memiliki hak suara untuk datang ke TPS. Himbauan itu dilakukan untuk menekan angka golongan putih (Golput). “Saya inginnya masyarakat Karanganyar datang ke TPS dengan senang hati dan tidak golput,” kata Rina. pd

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi, menyematkan Pin Pelopor Keselamatan Berlalu lintas ke Bupati Rina Iriani, Rabu (22/05)
Karanganyar, Kamis (23/05/2013)
Tingkat kecelakaan lalu lintas di lingkungan pelajar menurun drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Data Satlantas Polres Karanganyar menyebutkan terjadi penurunan angka kecelakaan hingga 90 persen di tahun ini.
Fenomena itu terjadi tidak lepas dari kerja sama Satlantas dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) melalui sekolah-sekolah baik di tingkat TK, SD, SMP, dan SMA.
Data Satlantas menyebutkan, dalam kurun waktu Januari-April tahun 2013, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar SMA turun sampai 90 persen. Salah satu penyebabnya antara lain keterlibatan sekolah dalam mengimbau siswa agar tidak membawa kendaraan bermotor menuju sekolah.
“Pihak sekolah ikut melakukan pembinaan kepada para siswa dan hasilnya sangat efektif,” kata AKP Suwarsi, Kasat Lantas Polres Karanganyar, Rabu (22/05).
Suwarsi mengatakan, data tahun 2012, dari 400-an kecelakaan yang terjadi, 90 persen melibatkan kendaraan roda dua. Sebanyak 67 persen dari laka lantas roda dua itu melibatkan pelajar. Tingkat kecelakaan yang melibatkan pelajar memang sangat tinggi.
“Sampai April, ada 99 kejadian kecelakaan dan hanya satu yang melibatkan pelajar. Setelah dilakukan pendataan dan analisa, ternyata jumlah laka yang melibatkan pelajar yang menggunakan sepeda motor turun mencapai angka 90 persen,” kata
Sementara itu, di depan ribuan guru TK dan PAUD se-Kabupaten Karanganyar, Satlantas kembali mengajak kerja sama dengan melakukan kampanye keselamatan berlalu lintas. Para pendidik itu diminta ikut mengimbau para orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah, agar mematuhi peraturan lalu lintas.
Dalam acara itu, pihak Satlantas juga menyematkan pin keselamatan berlalu lintas kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani dan beberapa guru TK serta PAUD. Selain itu, mereka diajak bersama mengikuti yel-yel Pelopor Keselamatan Berlalu lintas yang di pandu langsung AKP Suwarsi
“Saat mengantarkan anak ke sekolah, tolong anaknya juga dipakaikan helm, jangan hanya orang tuanya saja. Ada yang mengantarkan anak ke sekolah naik sepeda motor, mulai TK, SD, bahkan SMP, sering anak tidak memakai helm,” kata dia.
Untuk itu, lanjut dia, peran semua pihak hendaknya dilibatkan agar ketertiban dan keselamatan berlalu lintas semakin baik dan Kampanye Pelopor Keselamatan Berlalu lintas terus digalakkan.pd

Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Karanganyar, Siti Amanah, memberikan tumpeng ke Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat HUT IGTKI PGRI Ke 63, di Alun-alun Karanganyar, Rabu (22/05)
Karanganyar, Rabu (22/05/2013)
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) Kabupaten Karanganyar mengadakan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 63, di Alun-alun Karanganyar, Rabu (22/05), yang diikuti sekitar 1750 guru TK dari 17 Kecamatan di Karanganyar.
“Mari kita bekerja dengan penuh dedikasi, melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena guru-guru Taman Kanak-Kanak merupakan tugas mulia. Mempunyai peran sangat penting untuk mendidik generasi penerus bangsa sejak dini,” kata Siti Amanah, Ketua IGTKI Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan mengabdikan menjadi guru TK itu tidak mudah, selain dengan kesabaran, para guru harus mempunyai kompetensi untuk melaksanakan tugas. Selain itu juga mempunyai ketrampilan, ilmu, dan juga sikap perilaku.
“Semua pelajaran yang diberikan kepada anak didik agar hati-hati dengan memberikan teladan yang baik. Sehingga mereka dapat ilmu yang baik, menjadi anak yang cerdas, gembira, serta mempunyai akhlak,” kata Rina Iriani.
Selain dengan upacara, para pendidik itu juga mengadakan senam irama bersama. Mereka tampak kompak mengerakkan badan dengan diiringi lagu.pd

Kepala Sekolah SMK N 1 Karangayar, Tenang Pranata, melepas siswa kelas XII, di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05)
Karanganyar, Selasa (21/05/2013)
Sebanyak 486 siswa, kelas XII, SMK N 1 Karanganyar, dilepas setelah menyelesaikan belajar dan menyelesaikan tahapan untuk mencapai kelulusan sekolah, di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05).
Sebelum pengumuman kelulusan pada 24 Mei 2013 mendatang, mereka telah menempuh ujian praktek non produktif, ujian sekolah, ujian nasional utama, dan ujian susulan. Kepala Sekolah SMK N 1 Karanganyar, Tenang Pranata, mengatakan pihaknya optimis kelulusan bisa mencapai 100 persen, seperti tahun kemarin.
“Dengan pembelajaran yang kami berikan, optimis siswa dapat lulus 100 persen,” jelas Tenang Pranata. Dia juga menambahkan, sebanyak 15 siswa telah lulus seleksi untuk bekerja di Batam, dan 30 siswa ke Malaysia, tetapi masih dalam proses. “Lainnya, sebanyak 40 persen akan melanjutkan ke bangku kuliah,” kata nya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat menghadiri acara tersebut mengatakan, SMK sebagai lembaga pendidikan formal yang berorientasi pada keahlian yang spesifik untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sebagai lulusan siap kerja, diorientasikan untuk mencetak tenaga-tenaga muda profesional yang siap mengisi dunia kerja.
“Kembangkan jiwa wirausaha, banggalah ketika kalian kelak mampu meraih sukses, sehingga dapat berperan menggerakkan ekonomi masyarakat dan mensejahterakan masyarakat,” jelas Rina Iriani. pd
Karanganyar, Minggu (19/05/2013) Seorang atlet Paralayang sedang mencoba tepat mendarat di lingkaran yang sudah ditentukan, dalam Kejuaraan Nasional Paralayang, di Bukit Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/05). Kejurnas itu diikuti sebanyak 80 atlet dari 10 Propinsi, dan berlangsung 17-19 Mei 2013.

Bupati Karanganyar Rina Iriani, adakan sidak tabung elpiji, di wilayah Kecamatan Kebak Kramat, Jumat (17/05)
Karanganyar, Sabtu (18/05/2013).
Untuk kali kedua, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pangkalan elpiji ukuran tiga kilogram dan toko di wilayah Kecamatan Kebak Kramat kemarin siang, Jumat (17/05). Langkah ini dilakukan lantaran pasca Sidak, Selasa (14/05) lalu, masih ada kelangkaan salah satu bahan bakar itu.
Dirinya mengaku kecewa dengan lantaran apa yang disaksikannya di SPBE, agen, dan pangkalan menunjukkann tidak ada yang salah. Artinya, tidak ada pengurangan kuota atau pembatasan. Di sejumlah tempat yang dia kunjungi tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Hanya saja, saat berada di wilayah pengecer dan konsumen, warga justru kesulitan mendapatkan elpiji ukuran tiga kilogram. “Masak ketika stok dari SPBE dikatakan normal bahkan stoknya ditambah 50 persen. Dari agen juga mengambil semua stok, tetapi kenapa sesampainya di pangkalan dan pengecer kosong? Kalau seperti ini jelas ada yang menimbun,” kata dia.
Dia pun meminta kepada diagendakan, untuk memanggil para agen dan pemilik pangkalan. “Tolong segera diagendakan pertemuan bersama sejumlah pihak terkait. Saya ingin mendengar penjelasan secara langsung, laporan saja tidak cukup. Saya ingin tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi,” lanjutnya. pd

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, membuka konferensi kerja PGRI, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (17/05)
Karanganyar, Jumat, (17/05/2013)
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar menggelar Konferensi Kerja Tahun Keempat Masa Bakti XX, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (17/05). Konferensi ini digelar untuk meningkatkan peran guru dalam menegakkan kode etik guru Indonesia untuk menjadi guru yang profesional dan bermartabat.
Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi, saat membacakan sambutan Subagyo Brotosedjati, Ketua PGRI Jawa Tengah, mengatakan guru sebagai profesi di Indonesia telah diakui secara sah yang semestinya mempunyai satu organisasi tunggal.
“Organisasi inilah yang menjadi wadah bagi guru dalam berorganisasi, sehingga guru dapat mengekspresikan berbagai permasalahan seperti hasil pemikiran, pendapat, hasil penelitian dan segala sesuatu yang berkaitan dengan guru dan pendidikan,” kata Widadi.
Selain itu, organisasi bagi guru ini harus bersikap netral dan bebas dari politik. Mengingat pada tahun ini dan 2014 nanti merupakan tahun politik.
“Guru mempunyai hak pilih, tetapi tentunya harus bersikap netral. Maka dari itu PGRI sebagai wadahnya tetap menjaga komitmen dalam netralitas,” kata Widadi.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, dalam sambutannya mengatakan, Konferensi Kerja PGRI merupakan kegiatan rutin tahunan dan momen yang sangat penting dalam kerangka manajeman organisasi PGRI mengemban misi-misinya.
“Forum komunikasi seperti ini amat strategis guna menilai kinerja dan membangun komitmen bersama untuk merencanakan program kerja dan mengawal program-program yang telah disepakati,” kata Rina Iriani.
Bupati Rina juga mengingatkan bahwa, pendidikan adalah hak dari seluruh masyarakat.
“Untuk itu, mari kita ciptakan dan usahakan Kabupaten Karanganyar menjadi Kabupaten yang memiliki masyarakat cerdas, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta bertanggung jawab,” jelas Rina.pd
Karanganyar, Kamis (16/05/2013)
Ribuan orang jamaah pengajian dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar khusuk mengikuti Karanganyar Berdzikir dan Bersholawat di depan Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Selasa (14/05) malam.
Sholawat yang di bawakan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf juga diikuti ribuan jamaah, sambil melambaikan tangan bersama.
Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, mengatakan acara ini dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, selain itu menciptakan manusia yang berakhlak mulia.
“Dengan berdzikir dan bersholawat, tentunya kita menjadi mausia yang lebih baik,” ucap Paryono.
Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf berpesan agar kita dalam mengisi kehidupan untuk berbuat baik kepada sesama.
“Kita hendaknya memberikan kebaikan, jangan saling menyalahkan ataupun menjelekan orang lain,” kata Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani yang juga hadir pada acara tersebut juga berpesan kepada masyarakat Karanganyar, agar tetap hidup rukun menjaga kondusifitas lingkungan masing-masing.
Beberapa ulama dan pengasuh pondok pesantren juga hadir dalam acara tersebut, antara lain KH Abdul Karim Ahmad Al Hafidz dan Syekh Yaqub dari Malaysia. pd

Bupati Rina Iriani menyerahkan bantuan dana untuk PPIP secara simbolis kepada Kepala Desa, di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar, Selasa (14/05)
Karanganyar, Rabu (15/05/2013)
Sebanyak 51 desa, yang berada di 15 Kecamatan, di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan dana untuk Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).
Bantuan itu langsung diberikan oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani, di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar, Selasa (14/04).
Dana yang berasal dari APBN itu diberikan sebesar Rp. 250 juta untuk setiap desa. Namun, ada dua Kecamatan yakni Kecamatan Tasikmadu dan Kecamatan Karanganyar yang tidak memperoleh bantuan tersebut, karena termasuk wilayahnya berdekatan dengan pusat kota.
Bupati Rina Iriani mengatakan, PPIP ini bukan proyek, melainkan program. Yang berarti kegiatan yang dilaksanakan berbasis pemberdayaan masyarakat dan terus menerus, menggunakan tenaga lokal, tidak dikontrakkan.
“Dengan dana bantuan itu, saya harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, tepat sasaran, dan dapat menggerakkan sektor riil,” ucap Rina Iriani.pd